(Un) Believe | 1st – Their Meeting

Tittle : (Un) Believe | 1st Chapter – Their Meeting

Author : Riri

Main Cast :

  • Im Yoona
  • Cho Kyuhyun
  • Wu Yi Fan a.k.a Kris

Support Cast :

  • Byun Baekhyun
  • Kwon Yuri
  • Jessica Jung
  • And other

Genre : Romance, Friendship

Rating : PG-13

Length : Chapter

Disclaimer : This story is my own mind. Cast belong’s god. Plagiator Not allowed !!

(Un) Believe

Kriingg…

Alarm tersebut sudah beberapa kali berbunyi, namun seorang gadis nampak masih terlelap. Ia mengeratkan selimutnya. Tapi kemudian ia menggapai-gapai alarm yang diletakkan di nakas sebelah tempat tidur. Gadis tersebut mematikan alarm yang mengganggu tidurnya, kemudian ia mengambil alarm tersebut. Gadis yang bernama Im YoonA tersebut membuka matanya, matanya membulat ketika melihat jam yang ada di tangannya.

“06.40, aku terlambat,” pekik Yoona dan  ia segera melompat dari tempat tidurnya kemudian menuju kamar mandi. 10 menit lagi gerbang sekolah ditutup, sebenarnya bel masuk berbunyi pada pukul 07.10, tapi hari ini adalah pelajaran Biologi Kim seonsaengnim.

“Tuhan, aku juga belum mengerjakan tugas Biologi,” ia merutuki diri sendiri, karena terlalu asik bermain game sampai larut malam.

Yoona keluar dari kamar mandi setelah mandi kilatnya, ia segera memakai bajunya. Kedua orangtuanya sedang ada tugas ke luar negeri selama satu minggu, sehingga ia bebas tapi jika begini ia sering terlambat sekolah. Meskipun tadi ia ingat pembantunya mengetuk pintu kamar bermaksud untuk membangunkannya, tapi ia tak menghiraukan itu dan kembali tidur.

Lima menit ia mandi, lima menit ia mempersiapkan segalanya dan memakai baju. Tanpa parfum, tak menjadi masalah daripada ia kena semprot Kimseonsaengnim. Ia menuruni tangga dengan cepat, hanya ada waktu sepuluh menit lagi untuk sampai di sekolah. Tapi kemudian ia mencium bau harum dari ruang makan. Hari ini Goo ahjumma –pembantunya- memasak sushi, ia yang memintanya semalam. Sushi buatan Goo ahjumma sangat lezat.

Kemudian ia menepuk jidatnya, “Ya ampun, Biologi!”

Yoona segera berlari menuju garasi, berangkat ke sekolah diantar oleh supirnya. Ia terus meminta supirnya untuk menambah kecepatan, tak peduli lagi jika ada polisi yang meniup peluit dan memberhentikan mobil yang sekarang ditumpanginya. Kalau tidak ada Biologi hari ini, pasti ia akan segera membolos hari ini. Sushi yang sengaja ia minta semalam, terpaksa harus berakhir di tempat sampah hari ini.

Bye, sushi.

***

Yoona melangkahkan kakinya ke dalam kelas, tapi kemudian ia mundur lagi. Ia mengecek kembali apakah ia salah kelas atau tidak, tapi ketika dicek ini benar kelasnya. Sangat tak mungkin Kim seonsaengnim tidak ada dan membiarkan kelas berantakan, ketika ada tugas keluar kota atau sakit pun ia pasti akan memberi tugas yang dapat dipastikan murid tidak bisa bermain-main.

Tapi sekarang, keadaan kelas berantakan, beberapa murid berkejaran seperti anak TK padahal mereka sudah SMA. Beberapa sedang membuat kelompok dan bergosip ria, sisanya sedang bermain-main dengan laptop dan Ipad milik mereka. Kemudian dua sahabatnya, Yuri dan Baekhyun, muncul dari belakangnya dengan nafas yang tersengal.

“Gawat Yoong, gawat,” pekik Yuri dengan nafas benar-benar tak beraturan.

“Keadaan yang sangat gawat,” sambung Baekhyun yang sama-sama dengan nafas tidak beraturan.

“Tunggu, Kim seonsaengnim mana?” tanya Yoona yang masih kebingungan.

“Dia tidak masuk hari ini,” jawab Baekhyun setelah ia mengatur nafasnya, “Tapi ada yang lebih penting, kau kena masalah Yoong.”

“Masalah gawat,” tambah Yuri.

“Masalah apa?” Yoona semakin bingung, ia menaikkan sebelah alisnya.

“Kau dipanggil oleh…,” Baekhyun menggantungkan kalimatnya.

“Siapa?”

“Ahn seonsaengnim,” jawab Yuri dengan suara horor.

Wajah Yoona pucat pasi seketika, “Ada masalah apa aku dengan guru perempuan yang mengerikan itu?”

“Aku tidak tahu, tapi sepertinya masalah besar,” Yuri menggeleng-geleng tidak jelas.

“Sebaiknya kau segera ke ruangannya sebelum ia benar-benar marah besar,” Baekhyun melepas tas milik Yoona dan meletakkan asal di meja terdekat, “Pergilah.”

“Doakan aku agar tidak dimakan olehnya,” Yoona segera pergi dengan wajah yang masih pucat pasi.

***

Yoona mengetuk pintu ruangan milik Ahn seonsaengnim, ruangan yang sepakat disebut ruangan angker oleh murid-murid. Malahnya guru tersebut sangatlah mengerikan, ketika sudah marah, guru itu seperti akan memakan manusia. Ia memasuki ruangan tersebut saat ada jawaban dari dalam.

“Ada apa seonsaengnim memanggilku?” tanya Yoona dengan kepala menunduk.

Tak ada jawaban, tapi kemudian, “Harusnya aku yang berkata begitu, ada apa? Cepat keluar sekarang juga!”

Yoona tersentak kaget, “Tap…tapi bukannya seonsaengnim memanggilku?”

Kemudian hanya terdengar suara goresan pena, sepertinya guru ini benar-benar sibuk. Sesekali ia memindahkan pandangannya ke layar komputer dan mengetikkan sesuatu.

“Aku benar-benar tak pernah memanggilmu Im YoonA.”

“Tapi…”

“Jangan permainkan aku, aku benar-benar sibuk.”

“Aku…,” Yoona benar-benar tak tahu apa yang harus ia katakan.

“Cepat keluar, pekerjaanku banyak dan kau mengangguku. Keluar sekarang juga atau…”

Ne seonsaengnim,” Yoona segera pergi dari sana sebelum sang guru melanjutkan kalimatnya dan mengancam dengan hal-hal yang aneh.

***

“Sial, pasti ini semua rencana Yuri dan Baekhyun,” Yoona berjalan dengan kesal menuju kelas.

Yoona sudah merinding memasuki ruangan angker itu, ternyata ia dipermainkan oleh Baekhyun dan Yuri. Ketika ia masuk ke dalam kelas, dua orang tersebut tak ada di kelas. Tapi percuma saja, Yoona adalah sahabat baik mereka berdua dan mengetahui tempat mana yang akan dikunjungi oleh mereka. Yoona segera menuju kantin, dan benar saja dua orang itu sedang tertawa-tawa dengan tiga gelas berisi jus di meja.

“Kalian benar-benar tidak aman sekarang,” umpat Yoona.

“Sialan, kalian mengerjaiku ya?” Yoona menatap kedua sahabatnya dengan mengerikan, tapi Yuri dan Baekhyun hanya saling memandang kemudian tertawa terbahak-bahak.

Setelah mengontrol tawa mereka, meskipun sangat sulit. Akhirnya Baekhyun mengangkat tangannya yang sedari tadi disembunyikan dibalik meja. Ternyata sebuah kue dengan lilin-lilin yang sudah menyala. Yoona kemudian tersadar setelah membaca tulisan “Happy Birtday Yoona” di kue tersebut.

Yoona berpikir keras sembari terus menatap kue ulang tahun yang ada di tangan Baekhyun. Ia benar-benar tidak ingat, salah satunya karena ia bangun terlambat dan Biologi.

Tunggu, hari ini tanggal berapa? Batin Yoona.

“Ya! Kalian akan mati,” ucap Yoona kesal, ia benar-benar tidak sadar hari ini adalah hari ulang tahunnya. Tapi pada akhirnya mereka bertiga tertawa terbahak-bahak.

“Ayo tiup lilinnya,” Baekhyun mendekatkan kue tersebut. Yoona menutup matanya, berharap sesuatu, kemudian ia meniup lilin tersebut.

Kemudian Yoona meraih sapu yang tergeletak di dekat meja mereka. Dengan kesal ia memukul Yuri dan Baekhyun dengan sapu tersebut. Bukannya kesakitan, tawa Yuri dan Baekhyun semakin menjadi-jadi. Beberapa orang yang ada di kantin memperhatikan tingkah mereka. Yoona benar-benar tak peduli, kedua sahabatnya itu benar-benar menyebalkan. Mengerjainya seperti ini, membuat jantungnya seperti akan copot.

“Kalian menyebalkan,” pekik Yoona dan membuat mereka bertiga kembali tertawa terbahak-bahak.

“Jangan lupa mentraktir kami di restoran orangtuamu ya,” Baekhyun mengedipkan sebelah matanya dan kembali tertawa terbahak-bahak.

***

Yoona menggapai-gapai Iphone miliknya yang tergeletak di sampingnya. Ia membuka matanya dan mendapati sekarang masih pukul 06.30 pagi. Kemudian ia mendapat puluhan missed call dan pesan singkat dari Yuri. Padahal hari ini adalah hari sabtu, biasanya ia akan bangun siang. Dan Iphone miliknya kembali berdering menandakan ada panggilan masuk, dari Yuri.

Yeobaseo, ada apa?” tanya Yoona dengan suara serak karena ia baru bangun tidur.

Kenapa tidak mengangkat daritadi?” omel Yuri, “Hari ini aku ada kencan dengan seorang kenalanku di cyword.”

“Lagi?” Yoona menyender malas pada kepala tempat tidurnya, “Minggu lalu kau juga kencan dengan kenalanmu.”

Iya, tapi orang yang minggu lalu itu sangat jelek.

“Kau tidak kapok ya? Bagaimana kalau kau mendapat orang jelek lagi.”

Doakan saja tidak, sekarang aku akan bersiap-siap dari sekarang karena jam sembilan aku berangkat untuk kencan.

“Lal…,” belum sempat Yoona bicara Yuri sudah memotong pembicaraannya.

Annyeong.”

Kemudian sambungan terputus, Yoona hanya menggeleng-geleng, Yuri begitu gencar untuk mencari kekasih. Sementara ia hanya malas-malasan dan berkencan dengan guling juga bantal setiap harinya. Ia juga tidak habis pikir, kencan jam sembilan dan Yuri sudah bersiap-siap dari sepagi ini? Dan Yuri tak penah kapok untuk terus berkencan dengan kenalan-kenalannya, ia sudah mendapatkan banyak teman kencannya yang jelek dan benar-benar tidak tampan.

Yoona benar-benar bingung sekarang ia harus melakukan apa, Yuri telah membangunkannya sepagi ini hanya untuk memberitahu bahwa dia akan kencan. Ia tidak bisa tidur lagi jika sudah ada yang membangunkannya seperti ini. Tapi kemudian ia mengambil Iphone miliknya dan mengetik sesuatu. Ia mengajak Baekhyun untuk jalan-jalan hari ini.

Tapi kemudian Yoona terdiam, melihat Yuri yang dengan gencarnya mencari kekasih sementara ia hanya bermalas-malasan dan tak mempedulikan hal itu. Memangnya mencari kekasih itu wajib?

***

Yoona menghempaskan tubuhnya ke tempat tidur, ia benar-benar lelah. Seharian ini ia pergi bersama Baekhyun, bermain di game center dan melakukan banyak hal. Tadi juga mereka makan ice cream dan Baekhyun yang mentraktirnya karena ia kalah ketika bermain dengannya di game center. Ia kemudian mengecek Iphone miliknya yang tergeletak di meja belajar, ia lupa tidak membawa barang itu tadi.

Ketika ia mengeceknya, terdapat puluhan missed call dan pesan singkat dari Yuri. Yoona rasa, hari ini Iphonenya akan dipenuhi oleh nama Yuri. Ketika ia akan menelfon balik, tiba-tiba Iphone miliknya itu sudah berdering.

Yeobaseo.”

YOONA, KENAPA KAU TIDAK MENGANGKAT DARITADI?” teriak Yuri.

“Hmm, ada apa?” tanya Yoona malas.

Ya ampun Yoong, aku akan menceritakan tentang kencanku tadi. Laki-laki yang menjadi teman kencanku sangat tampan Yoong.

“Lalu?” Yoona benar-benar tak berminat dengan hal ini, jika sudah begini Yuri pasti akan terus mengoceh tanpa henti.

Yoona harus pasrah, malam ini telinganya akan dipenuhi oleh ocehan Yuri yang bisa sampai berjam-jam itu.

***

Yoona memasuki kelas pagi itu, ia duduk di tempat duduknya di pojok kelas. Yuri sudah datang terlebih dahulu dan mereka duduk sebangku. Kemudian Yuri sudah bercerita tentang kencannya kemarin, cerita yang sama seperti di telefon semalam, Yoona benar-benar tak diberi waktu untuk memotong ocehan Yuri. Pada akhirnya Yoona hanya mendengarkan ocehan Yuri tentang laki-laki yang kemarin kencan dengannya. Dia tampan, dia memakai t-shirt biru, memakai sepatu hitam, semuanya Yuri ceritakan sampai hal yang tidak penting pun ia ceritakan.

“Dia benar-benar tampan Yoong.”

“Hmm,” Yoona hanya dapat memberikan tanggapan singkat seperti itu.

“Kau mendengarkanku tidak?”

“Aku mendengarkanmu,” Yoona mengangguk malas.

“Dia sangat tampan, aku benar-benar tak bisa menjelaskan bagaimana ketampanannya.”

Akhirnya semua ucapan Yuri terpotong saat guru memasuki kelas mereka. Yoona benar-benar bersyukur karena ini. Baekhyun yang duduk di depannya benar-benar tak mau mendengarkan ocehan Yuri, ia dengan santainya memasang headset saat Yuri bercerita tadi. Mereka benar-benar sudah tahu jika Yuri mulai mengoceh tentang laki-laki, pasti tak akan berhenti. Yoona sudah tak ingat apa saja yang Yuri ceritakan, bahkan ia lupa siapa nama laki-laki itu, yang ia ingat adalah Yuri berpuluh-puluh kali menyebutkan kata tampan.

***

Saat istirahat pun Yuri masih tetap saja menceritakan laki-laki yang kencan dengannya hari sabtu kemarin. Yoona dan Baekhyun sampai benar-benar bosan dan tak bisa berbicara apalagi memotong ucapan Yuri. Mereka berdua hanya mendengarkan Yuri dengan malas dan benar-benar tidak tertarik dengan apa yang Yuri bicarakan.

“Dia benar-benar tampan, ya ampun, aku tak pernah membayangkan ada orang yang setampan dia,” Yuri terus melanjutkan ocehannya. Yoona dan Baekhyun hanya mengangguk-angguk malas.

“Lalu?” tanya Baekhyun tidak minat.

“Aku benar-benar seperti akan mati berdiri, dia putih, tinggi, tampan, benar-benar idamanku.”

“Kenapa kau belum mati sekarang?” tanya Yoona asal.

Yuri menjitak kepala Yoona, “Kau itu, kau menginginkan aku mati ya?”

“Sebenarnya tidak, tapi aku ingin kau mati jika katu tidak berhenti menceritakan kencanmu yang menjijikkan itu.”

“Ya! Kau akan mati Im YoonA,” Yuri memukul Yoona dengan sendok.

Yoona menggosok-gosok kepalanya, “Setampan apa sih dia? Aku benar-benar akan mencekiknya jika bertemu dengannya karena telah membuat jam istirahatku berantakan.”

“Yang pasti kau akan terpesona oleh ketampanannya.”

“Ya, ya, ya,” Yoona mengangguk-angguk malas, sementara Baekhyun lagi-lagi mengeluarkan senjata andalannya, headset dan Ipod.

***

Yoona merebahkan tubuhnya di sofa dan membaca sebuah majalah. Tapi kemudian sang ibu menghampirinya. Yoona menyimpan majalah tersebut di perutnya dan menatap ibunya.

“Ada apa eomma?”

“Kau antarkan eomma ke reunian ya?” pinta sang ibu.

“Tidak diantar supir saja, aku malas eomma.”

“Ayolah.”

“Pasti itu akan membosankan,” Yoona merubah posisinya menjadi duduk.

“Ayolah eomma mohon, kau jangan pemalas seperti itu.”

“Hufhh…,” Yoona menghembuskan nafasnya berat, “Baiklah, aku akan mandi dulu eomma.”

***

Yoona hanya duduk di kursi taman sekolah eommanya dulu sembari memainkan Iphone miliknya. Benar-benar membosankan, ia menyolonjorkan kakinya. Baekhyun dan Yuri sedang pergi bersama, mereka tidak mengajaknya karena Yoona sudah bilang akan mengantar ibunya. Yoona mengedarkan pandangannya, tidak ada yang bisa ia ajak bicara.

Kemudian ada seorang laki-laki yang duduk di sebelah Yoona, “Hai.”

Yoona menoleh, “Hai,” Yoona balas menyapa laki-laki tersebut.

“Sedang apa disini?” tanya laki-laki tersebut.

“Mengantar eommaku,” jawab Yoona sambil tersenyum.

“Kenalkan aku Cho Kyuhyun,” laki-laki yang bernama Kyuhyun itu mengulurkan tangannya.

“Im YoonA,” Yoona balas mengulurkan tangannya.

“Kau juga sedang apa di sini?” tanya Yoona.

“Mengantar eommaku juga, sangat membosankan,” jawab Kyuhyun.

“Yeah, membosankan,” Yoona mengangguk membenarkan ucapan Kyuhyun.

“Kau sekolah di mana?”

Akhirnya mereka mengobrol dan melepas kebosanan yang tadi mereka rasakan. Mereka sempat bertukar nomor telefon, entah siapa yang memulai. Waktu tak terasa berjalan cepat, semuanya harus diakhiri, acara reuni itu selesai. Mereka pulang ke rumah masing-masing setelah saling berpamitan.

***

Sudah satu bulan belakangan ini Yoona dan Kyuhyun semakin dekat, mereka sering berkomunikasi lewat telefon dan cyword. Mereka juga telah bertemu, tapi selama ini mereka baru dua kali bertemu dan jalan bersama. Yoona entah kenapa merasakan hal yang aneh, Kyuhyun juga pernah berkata bahwa ia lebih cantik dengan rambut panjang.

Entah sejak kapan juga tertempel kertas kecil di cermin yang berisi tentang Kyuhyun. Kyuhyun menyukai warna biru, suka bermain basket, tingginya 180 cm, anak yang pintar, dia memiliki satu kakak perempuan, sangat suka bermain game, game kesukaannya adalah starcraft, makanan kesukaannya jjangmyeon, tidak suka makan sayur, bahkan hingga tanggal lahirnya pun tertulis di sana. Dan ada sebutan khusus untuk Kyuhyun, yaitu alien aneh. Entah kenapa ia suka menyebut Kyuhyun dengan panggilan tersebut.

Aku kenapa? Batin Yoona.

TBC

Annyeong, aku kembali lagi dengan ff baru. Ide absurd tiba-tiba dateng (-_-), mian posternya gitu, jelek banget ya T.T *nangis di pundak Yoona eonni*. Mian klo jelek, mian untuk typo (yang mungkin ada dan selalu ada), pokoknya mianhae untuk segala kekurangan ff ini. Jangan lupa komentarnya ya, jangan jadi silent readers ;)

21 thoughts on “(Un) Believe | 1st – Their Meeting

  1. Lanjut ya thor😉 gak tahu kenapa, aku suka semua karyamu ……. ffnya bgus, bikin penasaran dll . hehe jangan lama-lama ya thor^^ salam kenal ^^ hihi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s