Rainbow After The Rain [OS]

 

Tittle : Rainbow after Rain

Author : Cho Ri Rin (Adele)

Cast :

– Super Junior Kyuhyun as Kyuhyun

– SNSD Im Yoona as Yoona

and Other Cast.

Genre : Romance.

Disclaimer : Terinspirasi dari komik Sentimental Colour 2. Don’t be silent readers, eoh.

Sepasang yeoja dan namja duduk berhadapan. sesekali sang yeoja melirik kearah luar jendela yang terus menitikkan air dari langit yang gelap. melihat kegelisahan yeoja disebrangnya itu, sang namja ikut melirik keluar jendela.
“Yoona-ah, Ada apa diluar?” Tanya namja itu lembut.
Yeoja itu tampak kegelagapan. “Eh?! Ah.. Tidak ada apa-apa.” jawabnya.
“Kau yakin? Memangnya sedang memikirkan apa? Sepertinya sejak tadi memandang kea rah luar terus.”
Yoona menarik anak rambut dibalik telinganya yang memerah. “Mianhee, Kyuhyun-ah. gwencana. Hanya… Hanya saja.. hujannya tidak cepat berhenti.

Flashback.

“Yoona-ah, katanya ada janji. Kok masih belum siap-siap?” Tanya yeoja manis yang begitu mirip dengannya.
“Eonnie, lihat nih. Ikal rambutku hilang.” rengek Yoona sambil memainkan rambutnya.
“Jinjja?” terang yeoja itu lalu melihat rambut dongsaengnya itu. “Wah, iya. Padahal baru diikal kemarin.”
Yoona menghela nafas. “ottohke? Mau di-blow tapi waktunya tidak  cukup? atau diikat saja ya?” gumam Yoona pelan.
“Sekarang sedang hujan. mungkin lebih baik diikat saja.”
Yoona menatap kakaknya itu dengan tatapan aneh. “HUJAN?” pekiknya lalu berjalan kearah jendela.
Yeoja cantik itu menelan ludahnya. “Kenapa harus hujan?” gumam Yoona.

End.

“Sepertinya kau tidak suka hujan?” Tanya Kyuhyun menatap Yoona.
Yoona menggigit bibir bagian bawahnya. “Yah.. Kalau disuruh memilih, sepertinya aku memang lebih condong kea rah tidak suka?”
Kyuhyun mengernyitkan dahi. “Waeyo?”
Yoona menghela nafas. “Hujan selalu membuat tubuhku jadi terasa lemas lalu bajuku juga jadi mudah kotor.” terang Yoona.
“Oh begitu.” sahut Kyuhyun lalu menghirup coffenya.
“Kau menyukai hujan?” Tanya Yoona hati-hati.
Kyuhyun mengangguk pelan. “Nee, aku menyukainya.”
“Serius?” terang Yoona antusias.
“Wae? Aneh ya?”
Yoona mengibaskan tangannya. “Anio. Tidak aneh, kok. Hanya saja orang-orang disekitarku tidak ada yang suka hujan.”
Kyuhyun tersenyum. “Aku menyukai hujan karena suara hujan itu membuat hatiku jadi tenang saat mendengar suaranya.” Kyuhyun menerawang kearah luar.
“Begitu ya?” gumam Yoona.
Kyuhyun tersenyum. “Soal itu juga sudah dibuktikan secara ilmiah.”
“Jinjja?”
Kyuhyun mengangguk. “Kalau dipikir-pikir, hujan bukan sesuatu yang buruk. kamu bisa beristirahat dengan lebih enak karena badanmu terasa lemas. kamu bisa makan telur dengan lebih nikmat saat hujan turun. lalu, kau juga bisa sepayung berdua dengan kekasihmu.
Yoona tersenyum sungkan. “Benar juga.”
Hingga sebuah deringan ponsel membuat keduanya melirik kearah ponsel masing-masing. “Dari kantor. Aku akan mengangkatnya dulu.” izin Kyuhyun pada Yoona yang hanya mengangguk.

Yoona POV

Sepertinya bicaranya panjang, Kyuhyun lama sekali. Aku mengangkat rambutku. Rambutku harus diikal lagi, padahal ingin terlihat cantik. Dress one piece putih yang kupilih semalampun tidak bisa kupakai karena takut kotor. makanya, kalau dipikir-pikir, hujan memang patut untuk dibenci. Tapi…. waktu kecil aku pernah menunggu-nunggu datangnya hujan. Karena waktu itu aku percaya, kalau setelah hujan akan muncul pelangi. Tapi aku belum pernah melihat pelangi yang sebenarnya.
“Maaf menunggu lama.” terang Kyuhyun yang sekarang sudah duduk didepanku.
Aku tersenyum. “Gwencana. Sudah selesai bicaranya?”
Kyuhyun mengangguk bersalah.

“Filmnya sudah dimulai.” terang Kyuhyun bersalah ketika kami berdua berada di luar dekat pintu café ini. “Kalau tahu akan begini, lebih baik aku pesan yang lebih sorean.”
Aku tersenyum. “Gwencana, jangan terlalu dipikirkan.
Aku mendongak menatap langit. Sepertinya hujan sama sekali tidak mau berhenti… Berarti si pelangi juga tidak akan muncul.Hingga aku merasakan angin dan suara gemuruh dari atas kepalaku. Aku mendongak keatas dan mendapati sebuah payung pelangi melindungi kepalaku.
“Yoona-ah, kalau tidak keberatan. mau sepayung denganku?” ajaknya lembut.
Aku kembali tersenyum. “Kalau pakai payung sendiri-sendiri, jadi susah jalan berdampingan.”
Aku mengangguk tanda setuju.
Kami berdua berjalan mengitari jalanan ditemani payung pelangi yang dipegang oleh Kyuhyun. Dia romantis juga. Aku melirik kearahnya. “Pundakmu tidak kehujanan?”
Kyuhyun menggeleng. “Sedikit, tapi tidak apa kok.”
Aku menunduk malu. Suara debaran jantungku rasanya terdengar sampai telinga, tapi sepertinya suara hujan menutupinya.
Aku mengangkat tangan untuk merasakan tetesan hujan ditanganku. Aku masih membenci hujan, tapi sepertinya aku tidak akan pernah melupakan hujan dan pelangi hari ini. “Kyuhyun-ah, gomawo.” gumamku.
“Cheonma.” jawab Kyuhyun lembut membuat aku menoleh. ternyata dia mendengarkanku. “Minggu depan, mau berkencan lagi?” ajaknya.
Aku mengangguk semangat. “Tentu saja.” jawabku sambil mengingat kejadian pertama bertemu dengannya. Saat itu…

Flashback.

Aku baru sampai dihalte bis tepat saat hujan semakin deras. hingga tiba-tiba seorang namja berdiri disebelahku, ikut menunggu bis.
“Aku benci hujan.” gumamku kesal. “Kenapa Tuhan harus menurunkan air selama empat bulan dalam satu tahun.” gerutuku.
“Karena Tuhan begitu menyayangi kita.” sahut namja disebelahku dan membuat aku menatapnya.
Namja itu tersenyum padaku. “Seharusnya kita bersyukur karena diberi hujan. Bagaimana dengan Negara lain yang begitu kekeringan?” terangnya.
Aku menunduk malu. Namja ini pikirannya dewasa sekali.
“Cho Kyuhyun imnida.” salamnya membuat aku tersenyum.
“Im Yoona imnida.” balasku tepat sebuah bis datang didepan kami.
“Kajja.” ajaknya lembut sambil memegang tanganku dan sukses membuat wajahku memanas.

Didalam bis kami bercerita tentang kehidupan kami masing-masing. Dia bercerita kalau dia bekerja diperusahaan ayahnya tapi tidak tinggal bersama keluarganya.
“Kau sendiri?” tanyanya padaku.
Aku menggigit bibir bagian bawah. “Aku sama denganmu, bekerja diperusahaan ayahku.”
Kyuhyun mengangguk. “Ah, kalau begitu. Kita bisa bekerja sama.”
Aku tersenyum lalu mengangguk.
“Sebentar lagi aku sampai. Aku duluan.” izinnya lalu berdiri dan berjalan kearah pintu. Tapi entah kenapa aku tidak ingin semua ini berjalan dengan cepat. Aku ingin mengenalnya lebih dalam dan sepertinya aku menyukai Kyuhyun saat pandangan pertama
Bis berhenti. Otomatis Kyuhyun turun. Aku melihat kearah luar Kyuhyun melambaikan tangannya padaku. Aku mengangkat tanganku tanda membalas lambaiannya. Bis kembali berjalan tepat saat aku mendesah panjang. kenapa begitu singkat? gerutuku.

^1^

“Eonni, aku tidak mau.” rengekku sambil berusaha melepaskan tangan Nana eonnie yang sedari tadi menyeretku.
“Ayolah yoong. Sekali ini saja.”
“Shireo, eonni. Pekerjaan ku banyak.” terangku sambil menarik tanganku dari pegangannya dan mengenai seseorang.
“Ah.”
Aku dan Nana eonnie membungkuk minta maaf. “Mianhamnida. Kami tidak sengaja.”
“Nee. Gwencana, Yoona-ssi.” terang orang tersebut.
Aku mendongak. Mendapati Kyuhyun tersenyum melihatku. Aku tersenyum kaku. “Kyuhyun-ssi.”
“Kenapa bisa disini?”
Aku menunjuk eonniku. “Aku menemani eonniku yang ingin bertemu dengan teman lamanya. kau?”
“Oh. I see. Aku juga sedang menamani noonaku. Itu dia disana.” Kyuhyun menunjuk seorang yeoja yang sedang main ponsel dimejanya.
“Ahra-ah.” teriak nana eonni dan sukses membuat yeoja itu menoleh.
“Nana-ah.”
Aku mendengus. Ternyata kakak Kyuhyun itu yang ingin ditemui oleh Kyuhyun.
“Kita bertemu lagi.” Kyuhyun menyadarkan aku.
Aku mengangguk malu. “Nee.”
“Sepertinya kita memang ditakdirkan.” terangnya dan sukses membuat wajahku memerah. “Lihat saja, waktu itu kita bertemu di halte dalam keadaan hujan deras dan sekarang kita bertemu di café juga dalam keadaan hujan. Sepertinya Tuhan mengirim Hujan untuk menyatukan kita.” lanjutnya.
Aku tersenyum. “Sepertinya kau benar.” jawabku.
Kyuhyun tersenyum. Senyuman yang sangat manis dimataku. “Kalau kau tidak keberatan, kau mau menjadi kekasihku?” ajaknya Spontan lalu ia menggaruk tekuknya. Sepertinya ia malu.
Aku menunduk. “Tidak ada alasan untuk menolakkan?” terangku manis.
Kyuhyun tersenyum lalu maju satu langkah. Memelukku erat dan melepaskan kemudian. Aku yakin kami sedang menjadi tontonan semua pengunjung disini. Benar saja, ia menembakku tepat ditengah Café sedang ramai.

End.

“Kau tahu. Hujan adalah saksi pertemuan kita.” terang Kyuhyun menyadarkanku.
Aku mengangguk pelan. “Nee.”
“Dan karena itu juga aku semakin menyukai hujan.” Aku menoleh dan ia pun ikut menatapku. “Jadi, mulai saat ini. Mulailah menyukai hujan eoh.”
Aku tersenyum sambil mengangguk. “Nee.” ucapku tulus.
Kyuhyun mengacak rambutku lembut. “Fighting.” terangnya menyemangatiku.
Aku terkekeh. “Kelak minggu depan. kita berkencan dirumahmu saja.”
“Mwo? Kau serius?”
Aku mengangguk. “Aku akan memasakkanmu Jjangmyeon dan seafood kesukaanmu.Otte?”
Kyuhyun tampak berpikir. “Ide yang bagus..” “Hmm. Bagaimana kalau kita mencari film untuk ditonton di apartmentku minggu depan.”
Aku mengangguk semangat lalu mengaetkan lenganku ada lengannya yang sedang memegang payung. “Kajja.”

Sepertinya aku benar-benar tidak akan pernah melupakan hari ini. Dimana aku memutuskan untuk menyukai hujan dan dimana saat ini pertama kali aku melihat pelangi.

22 thoughts on “Rainbow After The Rain [OS]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s