I Am Interested In You -3rd-

I Am Interesed In You

Fanfiction by Tania Kennyda / Author Ken.

Cho Kyuhyun – Im Yoona and Other cast in here.

Genre Romance and Sad.

Rated PG 13

Fanfiction ini milik Author Ken dan http://­­allaboutkyuna.wordpr­e­ss.com/

.

.

.

+++

08:00, KST. Cho Corporation, Seoul.

KYUHYUN`S POV

Yoona duduk termenung di sofa ruangan kerjaku, dia memintaku untuk mengajaknya keluar rumah pagi-pagi sekali dan entah mengapa aku lebih memilih kantorku sebagai pilihannya. Dia menceritakan kejadian semalam, tentang rencana pernikahan ibunya dengan ayah dari seorang pria yang pernah menyukainya satu tahun lalu.

“Kenapa aku harus ikut mengambil keputusan?” tanyanya. Aku duduk di meja sofa agar dapat berhadapan dengannya. Tatapan matanya kosong, aku tidak tau matanya sedang menatap kemana.

“Karena ibumu ingin tau apakah kau ikut bahagia jika menikahi pria itu, Na~ya.”

“Aku tidak mau ikut campur, yang akan menikah adalah mereka, bukan aku.” ujarnya pelan.

“Seorang ibu akan lebih mengutamakan kebahagiaan anaknya daripada dirinya, ibumu juga sama, menginginkan kau bahagia. Jika rencana pernikahan ini saja tidak membuat kau bahagia, dia pasti akan membatalkannya.”

Dia mengangkat kepalanya dengan cepat, matanya membulat menatapku kaget.

“Dan membiarkan eomma sedih hanya karena aku tidak menyetujui pernikahannya?”

“Bukan itu, Na~ya.” Aku tersenyum, menatap dalam matanya.

“Yang ibumu inginkan adalah kebahagiaanmu, jika kau bahagia ibumu tidak menikah lagi, ia pasti tidak akan melakukannya. Dia akan tetap bahagia selama kau bahagia. Jika kau setuju, ibumu akan jauh lebih bahagia karena kau bersedia ikut berbagi dengannya. Dan ibumu menginginkan keputusan dari anak perempuan satu-satunya, anak yang ia cintai.”

Perlahan raut wajahnya menunjukan ketenangan, bibirnya mengulas senyum yang hampir tidak terlihat namun matanya nampak berbinar dari sebelumnya.

“Aku rasa, aku harus pulang, Hyun.” Aku mengangguk tersenyum. Dia baru akan beranjak dari duduknya ketika aku mengingat sesuatu tiba-tiba.

“Na~ya, jika pernikahan ibumu benar-benar dilaksanakan, kau akan pindah rumah?”

Dia menggerakkan bola matanya ke atas, nampak berpikir.

“Mungkin. Aku tidak masalah. Waeyo?”

“Kau akan satu atap dengan pria itu. Tidakkah itu mengerikan?” tanyaku waspada.

“Siapa? Lee Donghae? Secara otomatis dia akan menjadi kakakku. Memangnya ada yang salah?” jawabnya santai. Aku mengacak rambutku gusar. Bagaimana bisa dia menjawab sesantai itu?

“Dia itu pernah menyukaimu babo. Dan bisa saja rasa sukanya datang lagi.”

Yoona mengerutkan keningnya.

“Donghae sudah punya kekasih, dan aku tidak peduli jika dia suka padaku kembali.”

“Yak!! Itu berbahaya tau?!” teriakku.

“Aish!! Cho Kyuhyun!! Kenapa berteriak seperti itu?” bentaknya sambil menutup telinganya.

“Kuperingatkan kau Na~ya, jangan pernah muncul di hadapannya.” kataku tegas.

“Bagaimana bisa? Kami akan tinggal dalam satu rumah.”

“Terserah kau mau melakukan cara apa, pokoknya aku tidak mau tau jangan sampai kau-“

“Aku bilang dia sudah punya kekasih! Kau mengerti tidak sih?” Aku belum menyelesaikan ucapanku, Yoona langsung memotongnya.

“Kenapa jadi kau yang membentakku?” ucapku sambil mengerucutkan bibir. Dia menghembuskan napas pelan.

“Kau menyebalkan Cho Kyuhyun!” ujarnya tanpa ekspresi. Kenapa dia mudah sekali mengubah ekspresi wajahnya dengan cepat? Tidakkah dia tau bahwa aku sesak napas lagi melihatnya dalam jarak sedekat ini dari tadi?

Aku berdehem pelan. “Memangnya siapa kekasihnya?” Yoona memalingkan wajahnya sebentar sambil tersenyum aneh, dan kembali menatapku dengan senyum yang pertama kali kulihat dari wajahnya. Senyum yang sedikit…err, mengerikan.

“Jessica Jung ah ani. Maksudku Jung Sooyeon. Putri bungsu rektor kampusku.” Aku mengernyit heran, sepertinya ada sesuatu yang terjadi di antara mereka, tapi kurasa aku tidak perlu menanyakan kenapa.

Yoona beranjak dari duduknya, berjalan pelan hendak membuka pintu ruang kerjaku.

“Na~ya.” Panggilku pelan. Dia menoleh ke arahku.

“Kau banyak berubah, aku senang melihatnya.”

“Aku anggap itu pujian, terimakasih,” jawabnya sambil tersenyum simpul dan keluar dari ruanganku. Dengan bodohnya aku merasa limbung karna hanya melihat senyuman separonya itu.

+++

YOONA`S POV

Aku terdiam lama berdiri memandang sebuah makam di depanku, berulang kali menghela napas pelan, merindukan sosok yang tidak pernah kulihat lagi wajahnya dalam kurun waktu tujuh tahun ini.

“Apa kabar appa?” sapaku sambil meletakkan buket bunga lili di atas makam ayahku dan berdoa sejenak untuknya.

“Maaf appa, tidak mengunjungimu sesering dulu. Ada eomma dan.. seorang pria yang ikut mengunjungimu disini.” Aku menghembuskan napas pelan dan tersenyum getir.

“Aku yang mengajak mereka kesini, katanya mereka ingin mendengar jawabanku. Memangnya apa yang mereka harapkan dari jawaban seorang anak sepertiku?”

“Yoona-ya..” lirih eomma.

“Maafkan aku appa, aku telah banyak menyakiti eomma selama ini. Aku sangat mengerti eomma tidak akan pernah melupakan appa, dan itu bukan alasan aku melarangnya bahagia kembali. Aku hanya merasa, aku tidak perlu ikut campur dalam masalah ini. Semua keputusan tetap berada di tangannya kan, appa? Semoga appa ikut bahagia melihat mereka nanti. Dan aku harap appa tidak cemburu, hehe.”

Aku menggaruk tengkuk leherku yang tidak gatal, berusaha mencairkan suasana di antara kami bertiga. Eomma menggenggam tanganku lembut, aku menoleh dan tersenyum padanya. Matanya berkaca-kaca namun senyumnya memancarkan kelegaan yang sangat dalam. Aku melihat paman ikut tersenyum, mengucapkan terima kasih yang kubalas dengan anggukan. Beginikah rasanya? Sebahagia inikah rasanya melihat ibumu tersenyum bahagia karena kata-katamu?

“Kau.. terlihat sedikit lebih manusiawi, Yoona-ya.” ujarku dalam hati.

+++

AUTHOR’S POV

Kyuhyun menemukan Yoona di ruang rias di dalam gereja dan sedang mematut diri di depan cermin besar. Pria yang mengenakan kemeja putih tanpa dasi, jas dan celana panjang warna hitam itu perlahan mendekati gadis yang kali ini nampak berbeda. Dia mengenakan gaun putih selutut dengan bahan satin yang sedikit mengembang di bagian bawahnya, dipadu dengan renda dari bagian pinggang hingga ujung gaun itu, dan kain transparan motif garis-garis yang dihiasi payet putih menutupi daerah bahunya. Gaun tanpa lengan itu membalut tubuh mungilnya dengan sangat cantik, menawan, dan anggun. Rambut panjang gadis itu dibiarkan terurai namun ada jepit panjang dengan aksen permata kecil-kecil mengkilap sekitar 7 cm yang ia letakkan di rambut bagian kanan.

Kyuhyun terperanjat kaget melihat gadis itu menatap serius bayangannya di cermin, dia hanya mengenakan bedak tipis tanpa polesan apa-apa lagi, bibirnya yang memang berwarna pink tidak perlu dioles lipstick karena sudah membuatnya nampak cantik beberapa kali lipat. Pria itu merasakan wajahnya memanas, dia menelan ludah dengan susah payah, menahan napas ketika atmosfir tubuhnya mulai menimbulkan reaksi aneh, dan dengan pelan dia menghembuskan napasnya melalui mulut.

“Na~ya?” sapanya. Dia bersyukur pita suaranya masih berada di tempatnya. Yoona tidak bergeming, masih menatap cermin dengan antusias.

“Na~ya?” panggil Kyuhyun lebih keras. Yoona tersentak melihat Kyuhyun sudah berdiri di sampingnya dengan tatapan tidak percaya, tapi sedetik kemudian pandangannya kembali ke cermin, melihat dirinya lagi.

“Kau kenapa?” tanya Kyuhyun. Yoona memandang Kyuhyun dalam cermin dan menggelengkan kepalanya.

“Kau baik-baik saja kan?”

“Mmm.” gumam Yoona. Kyuhyun tidak bertanya lagi, dia lebih menikmati penampilan gadis itu pagi ini.

“Hyun?” sahut Yoona pelan. Kyuhyun memiringkan kepalanya, menatap gadis itu dari samping.

“Aku…terlihat…mmm… seperti… seorang perempuan.” ujar Yoona lambat-lambat. Kyuhyun menahan tawanya seketika mendengar perkataan Yoona. Dia ingin tertawa terbahak-bahak namun takut mengubah suasana hati gadis itu menjadi buruk, dia tidak ingin bertengkar dengannya saat ini. Jadi, dia hanya tersenyum geli.

“Memangnya kau bukan seorang perempuan?” tanya Kyuhyun. Yoona memutar bola matanya dengan malas.

“Aku hanya merasa aneh, lebih nyaman memakai baju latihan daripada gaun seperti ini.”

Kyuhyun terkekeh pelan, memperlihatkan deretan giginya yang putih.

“Sekali-kali tidak apa-apa kan Na~ya?” Yoona membalasnya dengan sebuah senyuman. Kemudian, dia menangkupkan kedua tangannya di depan dada, memejamkan mata dan menundukkan kepalanya sejenak, memohon doa pada Tuhan untuk kebahagiaan keluarga barunya. Kyuhyun tersenyum lagi melihatnya, ikut memanjatkan doa agar dapat bertemu dengan gadis itu di altar suatu hari nanti. Secepatnya.

TO BE CONTINUED

29 thoughts on “I Am Interested In You -3rd-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s