Kyuna : Love You, Love Starcraft [OS]

Tittle : Love You, Love Starcraft

Author : Adele / Cho Youra Yukiko

Main Cast :

  • Im Yoona
  • Cho Kyuhyun

Support Cast :

  • Kwon Yuri
  • Lee Hyukjae a.k.a Eunhyuk
  • And other

Genre : Romance,Family,Angst

Rating : PG-13

Length : Oneshoot

Disclaimer : This story insprated from Strawberry Ice Cream Movie.Cast belong’s god. Plagiator and Silent Readers Not allowed !! Love You So Much, Musketeers. :*

Note : Word with pink is Yoona message, word with blue is Kyuhyun message and word with red is flashback.😀

Kyuhyun POV

Aku berlari menuju setiap halte bis yang ada disepanjang jalan. Aku ada didekat halte bis.” Terang yeojaku.
Hingga langkahku terhenti setelah menemukan yeojaku sedang duduk disamping kolam kecil dengan kaki didalam kolam tersebut. Sepertinya dia sangat menikmati lagu yang didengarnya itu.
“tto haengbokhaetdeon heunjeokdeuri. neomu manhaseo. naege sarangiran neomu. Gaseum apeunil apado chamayagetjyo geureoke itgetjyo.” Ia bersenandung kecil. Aku tersenyum mendengarnya. Aigoo, beruntungnya aku mendapatkannya. Aku berjalan mendekatinya “Mianhee. Aku telat
Ia menoleh lalu tersenyum. “Kau bisa menemukanku?” ujarnya senang.
Aku mengangguk lalu ikut duduk disebelah. “Mencarimu adalah tantangan kecil untukku.”
“Jinjja?”
Aku kembali mengangguk. “Tentu saja. Karena hati kita saling berpaut. Bila aku harus mencarimu aku yakin hatiku mempekerjakan seluruh anggota tubuhku untuk menuju tempatmu berada.” Gombalku.
Ia tersenyum, senyuman yang membuatku melayang saat pertama kali bertemu dengannya. “Ayo masukkan kakimu.” Ajaknya.
Aku tersenyum lalu menggulung ujung celanaku lalu ikut memasukkan kaki kedalam kolam.
“Aku merindukanmu.” Ucapnya manis sambil menaruh kepalanya pada pundakku.
“Nado.” Jawabku sambil mengelus rambutnya pelan.

Dia adalah yeojaku, Im Yoona. Yeoja cantik yang pernah aku temui didunia, wajahnya tak kalah dengan artis favoritku Kim Tae-Hee. Yeoja yang menemaniku hampir tiga tahun terakhir.

*****

Author POV.

Seorang yeoja sedang asyik membaca buku tapi sesekali ia memeriksa ponselnya. “Dia kemana?” gumamnya pelan hingga terdengar deringan ponsel.

Kau masih disana? Mian aku telat tapi aku sedang diperjalanan

Yeoja itu menghela nafas. “Selalu saja seperti ini.” Untuk beberapa saat ia masih menunggu sambil mengetik sesuatu diponselnya tapi entah kenapa tiba-tiba ia beranjak dari duduknya, menaruh kembali buku tersebut lalu berjalan keluar toko tersebut.
“Mian aku telat.” Ujar seorang namja yang tak lain adalah Kyuhyun.
Yeoja itu tidak mengubrisnya malah terus berjalan.
“Yoona-ah. Mianhee.” Terang Kyuhyun sambil mengikuti langkah Yoona tapi yeoja cantik itu masih terus melanjutkan perjalanannya. Hingga pada akhirnya Kyuhyun menghentikan langkah Yoona tepat sebelum dihalte bis.
“Yoong, dengarkan aku.”
Yoona hanya menghela nafas lembut. “Nee. Cho Kyuhyun.”
“Mianhee.” Ucap Kyuhyun.
“Hmm.” Sahut Yoona.
“Aku bangun kesiangan karena semalam aku…”
“Bermain starcraft.” Jawab Yoona cepat dan membuat Kyuhyun diam. “Aku sudah tahu kebiasaanmu. Bekerja.Games.Bekerja.Games. kapan ada aku di pikiranmu?”
“kau selalu dipikiranku yoong.”
Yoona kembali menghela nafas. Begitulah sifatnya dalam menghadapi sikap kekasihnya itu. “Pilih aku atau gamesmu itu?”
Kyuhyun tersentak. “Kau ini kenapa? Kenapa tiba-tiba kau seperti ini? Bukankah biasanya kau bisa terima.”
“Aku punya kesabaran, Kyu. Dan hari ini kesabaranku sudah habis.” Jawab Yoona yang sudah terpancing emosi.
“Jadi maumu apa?” terang Kyuhyun dengan nada sedikit tinggi.
“Aku atau Gamesmu itu?”
“Kau gila. Tentu saja aku memilih gamesku. Antara kau dan games, aku lebih dulu mengenal games.”
Yoona tersentak. Ia tidak menyangka namja didepannya akan seperti itu.
“Baiklah kalau itu pilihanmu. Kita pisah.”
“Silahkan saja. Aku akan mencari yeoja yang bisa menerimaku apa adanya.”
Airmata berusaha mendorong  untuk keluar tapi sekuat tenaga Yoona menahannya untuk turun. Hingga sebuah bis bernomor 30 datang.
“Bismu telah datang. Pergilah dan berhati-hati, karena aku tidak ingin mendengar kabar tentang kecerobohanmu.”
Dada Yoona sesak setelah mendengar ucapan Kyuhyun yang begitu kasar ditelinganya. “Baiklah kalau begitu. Kalau kau sempat datanglah ke apartmentku saat makan siang.”
“Aku sibuk. Gamesku semalam masih belum selesai.” Jawab Kyuhyun ketus.
Yoona menghela nafas lalu berbalik menuju bis tersebut. Tiba-tiba langkahnya terhenti, “Datanglah bila sempat. Aku akan menunggumu.” Terang Yoona lembut.
Kyuhyun hanya diam. Rahangnya mengeras, matanya membinarkan kebencian. Dalam hidupnya, siapapun yang menentang hobinya tentang games dia adalah orang patut dibencinya.
Yoona memejamkan matanya lalu masuk kedalam bis dan masih setia menatap Kyuhyun.
Dengan penuh kemarahan Kyuhyun berjalan menuju mobilnya yang diparkirnya didekat toko buku tersebut.

Kyuhyun berjalan dengan gontai masuk kedalam apartmentnya. Dia begitu mencintai Yoona tapi entah kenapa tidak ada penyesalan dari raut wajah tapi hanya tergambar kebencian dan kemarahan. Hingga ia mendengar ponselnya bordering.
“Satu pesan suara.” Terang operator. Kyuhyun membuka ponselnya lalu mendengar pesan tersebut.
‘Kyuhyun-ah, Mianhee. Saranghae…’ baru saja suara Yoona terdengar. Kyuhyun menghapus pesan suara tersebut lalu melemparkan ponselnya. Kearah sofa lalu menghidupkan tvnya.
“Baru saja terjadi kecelakaan. Sebuah BIS bernomor 30 menabrak tiang pinggir Jembatan Seongsan dan membuat bis jatuh ke Sungai Han. Kami ulangi, Baru saja terjadi kecelakaan. Sebuah Bis bernomor 30 , menabrak tiang pinggir Jembatan Seongsan dan membuat bis jatuh ke Sungai Han.”
Kyuhyun terdiam mematung.

“Silahkan saja. Aku akan mencari yeoja yang bisa menerimaku apa adanya.”
Sebuah bis bernomor 30 datang. “Bismu telah datang. Pergilah da berhati-hati, karena aku tidak ingin mendengar kabar tentang kecerobohanmu.”

Tubuh Kyuhyun tiba-tiba lemas. 30. 30 adalah bis yang membawa Yoona. Dengan cepat Kyuhyun menyambar kunci mobil, dikepalanya hanya ada satu nama Im Yoona.

*****

Kyuhyun melihat kekanan-kirinya. Semua orang sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing, ada yang menangis, ada yang membawa kantung mayat. Hingga Kyuhyun berlari menuju meja informasi.
“Apa ada yeoja bernama Im Yoona?”
“Sebentar tuan.” Terang orang tersebut sibuk mengotak-ngatik komputernya. “Mianhee, nama tersebut tidak ada didata kami. Lebih baik tuan mengisi formulir ini dengan menulis identitas dan ciri-ciri korban.” Orang tersebut memberikan selembar kertas dan Kyuhyun menyambutnya lalu mengisinya. Tapi tiba-tiba ia berhenti disatu kolom. “Hubungan.” Gumam Kyuhyun.
“Baiklah kalau itu pilihanmu. Kita pisah.”
“Silahkan saja. Aku akan mencari yeoja yang bisa menerimaku apa adanya.”

Kyuhyun menghela nafas lalu kembali menulis ‘Yeojachingu.’
“Ini.”
“Ghamsamnida. Kami akan menghubungi anda bila ada kabar yang bersangkutan dengan korban.”
“Nee.” Jawab Kyuhyun.

*****

Kyuhyun duduk dipinggir Sungai Han dengan secangkir Cappucino ditangannya. Matanya tampak menerawang jauh. Semua kejadian tadi pagi terlintas di otaknya. “Mianhee.” Ucapnya pelan sangat pelan.
“Baiklah kalau begitu. Kalau kau sempat datanglah ke apartmentku saat makan siang.”
“Aku sibuk. Gamesku semalam masih belum selesai.” Jawab Kyuhyun ketus.
Yoona menghela nafas lalu berbalik menuju bis tersebut. Tiba-tiba langkahnya terhenti, “Datanglah bila sempat. Aku akan menunggumu.” Terang Yoona lembut.
Kyuhyun tiba-tiba teringat ucapan Yoona untuk terakhir kali berlari begitu saja menuju satu tempat. Apartment Yoona.

Seorang yeoja masuk kedalam sebuah café. Kyuhyun yang sedang menunggu seseorang duduk tak jauh dari yeoja tersebut berdiri.

“Annyeong.” Sapa Kyuhyun.
“Oh. Sunbaenim.” Terang yeoja tersebut sambil membungkuk.
Kyuhyun pun menunduk. “Kau sedang apa kemari?”
“Aku sedang menemui seseorang.” Jawab yeoja itu.
Kyuhyun mengangguk. “Kebetulan sekali. Aku juga.”
Yeoja itu tersenyum. “Kalau begitu, aku akan menelponnya.”
“Nee. Silahkan.” Suruh Kyuhyun.
Yeoja itu membelakangi Kyuhyun dan sibuk dengan ponselnya. Hingga tidak berapa lama ponsel Kyuhyun ikut bordering. “Yeobseyo.” Ucap keduanya serentak lalu saling berpandangan.
“Kau/Sunbae.” Ujar keduanya serentak lalu tersenyum malu.

“Aku tidak menyangka kalau kau yang berkencan buta denganku.” Terang Kyuhyun yang berjalan dengan yeoja tersebut sambil menyantap ice cream.
Yeoja itu tersenyum. “Aku juga tidak tahu kalau Yuri eonni memberikan nomer sunbae.”
“Jangan panggil aku Sunbae. Panggil Kyuhyun saja.”
“Baiklah. Kyuhyun-ssi.”
“Oh iya, kau sedang tidak berbohongkan padaku?” terang Kyuhyun membuat yeoja tersebut mengernyitkan dahi. “Mungkin saja aku hanya sebagai pelarianmu. Yeoja secantik dirimu tidak mungkin tidak memiliki kekasih.”
Yeoja yang tak lain adalah Yoona hanya terkekeh geli mendengar penuturan polos Kyuhyun. “Apa itu penilaianmu tentangku?”
Kyuhyun mengangguk. “Seperti itulah. Apalagi setiap mendengar cerita Eunhyuk hyung yang mengatakan kau itu begitu sempurna.”
Yoona hanya terkekeh sambil menggelengkan kepalanya. “Dan aku dengar kau adalah maniak games.”
“Begitulah. Aku selalu menang setiap ada kompetisi games.”
“Jinjja?”
Kyuhyun mengangguk semangat. “Tentu saja.”
“Kalau begitu kau mau mengajariku?”
Kyuhyun mengangguk.

“Yoona-ah.” Kyuhyun mengedor pintu apartment Yoona. “Yoona-ah, buka pintu nya.” Kyuhyun terus mengedor pintu apartment Yoona. Sesekali ia memencet kode pengaman. “Yoona-ah. Aku datang. Bukankah kau menunggu kedatanganku. Yoona-ah, jebbal. Buka pintunya.”

hingga pada akhirnya namja itu menyerah dan terduduk didepan pintu sambil mengetuk pintu tersebut.
“Aku datang yoona-ah. Aku datang. Buka pintunya.” Gumam Kyuhyun.
1 jam.2 jam. Kyuhyun menunggu yeoja itu membuka pintu tapi hasilnya nihil. Dengan lemas Kyuhyun berdiri meraih kotak yang berisi notes. Kyuhyun sibuk menulis lalu pergi berlalu.
Aku datang. Hubungi aku bila kau membaca pesan ini.

*****

“Kau sudah mendapatkan kabar?” Tanya seorang namja berambut blonde pada Kyuhyun ketika mereka makan siang.
Kyuhyun hanya menggeleng sambil memainkan sumpitnya.
“Kau sudah datang ketempat evakuasi?” Tanya yeoja yang hampir mirip dengan Yoona.
Kyuhyun hanya mengangguk.
Yeoja dan namja itu hanya menghela nafas. Mereka sangat mengerti bagaimana keadaan namja dihadapan mereka.
“Aku sudah ke apartmentnya. Menunggu berjam-jam tapi dia tidak membukakan pintunya untukku. Padahal dia menyuruhku untuk datang. Apa aku terlalu kelewatan?” racau Kyuhyun tiba-tiba.
“Kau sudah masuk kedalam apartmentnya?”
Kyuhyun menggeleng. “Aku lupa kodenya.”
Sang yeoja menghela nafas. “Kyu, kodenya sama denganmu. 3003. Bukankah itu tanggal jadian kalian.”
“Aku lupa.” Jawab Kyuhyun polos
Membuat pasangan disebrangnya saling bertatapan aneh.
“Saengmu itu sukses membuat saengku gila.” Terang sang namja.
“Bukannya saengmu itu yang membuat saengku gila. Lihat saja sekarang, kita tidak tahu dimana dia. Kalau Kyuhyun tidak memilih games. Aku yakin Yoona masih disini bersama kita.” Terang yeoja tersebut.
Hingga tiba-tiba ponsel Kyuhyun diatas meja bergetar. Dengan cepat Kyuhyun meraihnya.
Apa kau sudah makan siang?
“Yoona-ah.” Ucap Kyuhyun dan membuat pasangan itu berhenti bertengkar.
“Yoona.”
Kyuhyun menekan tanda panggil lalu mendekatkan ponsel tersebut ditelinganya. Nee. Dia menelpon Yoona. Tapi hasilnya nihil. Tidak ada jawaban sama sekali.
“Otte?”
Kyuhyun menggeleng. “Dia tidak mengangkatnya.”
“Coba sekali lagi, Kyu. Mungkin saja dia tidak mendengar ponselnya.” Terang yeoja tersebut.
Kyuhyun kembali menghubungi Yoona dan hasilnya nihil. Yeoja itu tidak mengangkat telponnya.
“Lagi, Kyu. Telpon lagi.” Terang yeoja itu tidak mengatur dirinya.
“Yuri-ah, jangan memaksakan kehendak.” Terang namja tersebut.
“Aku tidak memaksakan kehendak, Hyuk. Aku hanya ingin menyakinkan kalau saengku itu masih hidup. Dia tidak pergi.”
Namja bernama Eunhyuk itu menghela nafas lalu memandang Kyuhyun yang melamun sambil mengenggam ponselnya.

*****

Kyuhyun mengecup pipi Yoona yang sedang menyiapkan makan malam. “Kau sedang membuat apa?”

“Biasa makanan faforitmu, Seafood.”
Kyuhyun menaruh tangannya di pinggang Yoona. “Kau seperti istriku saja.”
Yoona hanya mengangguk sambil sibuk memasak. “Tidak bermain dengan kekasih keduamu.”
Kyuhyun mencium pundak Yoona. “Aku ingin bermain denganmu.”
Mendengar itu Yoona membalikkan tubuhnya. “Kau tertular yadong dari Eunhyuk oppa, eoh.”
Kyuhyun hanya mengeluarkan cengirannya sedangkan kekasihnya hanya menggelengkan kepalanya lalu melanjutkan memasaknya.

“Makanan sudah siap.” Teriak Yoona yang baru selesai menyiapkan meja makan.
“Kau makan duluan saja. Aku sedang seru.” Terang Kyuhyun.
Yoona menghampiri kekasihnya dulu. “Ayolah, makan dulu. Setelah itu baru lanjutkan lagi.”
“Tidak bisa yoong.”
“Ayolah.” Rengek Yoona sambil menarik tangan Kyuhyun.
“Tidak bisa.” Ucap Kyuhyun sedikit membentak.
Yoona menghela nafas. “Baiklah kalau begitu.” Ujar Yoona yang mengerti keadaan namja itu lalu berjalan kemeja makan.
Yoona memakan masakannya seorang diri. Sesekali ia menatap Kyuhyun yang sedang sibuk dengan gamesnya.
“Yoona-ah, ponselmu bordering.” Teriak Kyuhyun membuat Yoona langsung berlari menghampiri ponselnya takut menganggu konsentrasi kekasihnya itu.
“Yeobseyo. Nee, Luhan-ssi. Oh, nee. Arraseo. Aku akan kesana secepatnya. Baiklah, tunggu aku disana. Kita akan berangkat bersama.nee, annyeong.” Ujar Yoona selama percakapan.
“Mianhee. Aku harus pergi. Jangan lupa makan dan mencuci piring.” Yoona menyambar tasnya lalu mencium pipi Kyuhyun kilat.
“Kau mau kemana?” Tanya Kyuhyun yang sudah berhenti bermain.
“Ke lokasi proyek. Kim Sanjangnim sudah menungguku disana.” Jawab Yoona.
“kau kesana bersama Luhan?”
Yoona mengangguk.
“Shirreo. Kau tidak boleh kesana.”
“Kyuhyun-ah.” Rengek Yoona.
“Kataku tidak ya tidak.” Ujar Kyuhyun dengan nada tinggi.
“Ini pekerjaanku Cho Kyuhyun. Kau saja bisa bermain games sesukamu kenapa aku tidak bisa pergi sesukaku.”
“Kau menyamakannya dengan games. Tentu saja berbeda, karena…”
“Karena games bagimu adalah segalanya.” Potong Yoona cepat lalu berjalan keluar apartment Kyuhyun tanpa menghiraukan teriakkan dari namja itu.

Aku merindukanmu.” Gumam Kyuhyun membaca pesan di ponselnya saat namja itu baru saja mandi.

Sebuah senyuman terlukis dari bibirnya. “Nado.” Balasnya lalu menaruh kembali ponselnya. Kembali terdengar getaran dari ponsel Kyuhyun.
Besok. Aku menunggumu di daerah Insandong. Aku akan memberitahu waktunya. Kita berkencan eoh. Tampillah dengan tampan my prince.”
Nee. Aku akan menunggu besok.” Terang Kyuhyun. Untuk beberapa lama tidak ada balasan dari Yoona.
“Bukankah Yoona paling senang kalau aku sms.” Batin Kyuhyun yang kemudian menelpon Yoona. Sama seperti sebelumnya. Hasilnya Nihil. “Mianhee.”

“Tada.” Ujar Yoona menaruh dua wadah kaset didepan wajah cantiknya. “Lihatlah, aku mempunyai hadiah untukmu.”

“Edisi terbaru? Kau mendapatkannya, yoong?”
Yoona mengangguk. “Itu adalah barang terakhir. Aku memesannya secara online.”
Kyuhyun mengangguk lalu mengacak rambut Yoona. “Kau tahu saja dengan seleraku.”
Yoona tersenyum lalu menadahkan kedua tangannya tapi sayang Kyuhyun berlalu lebih dahulu menuju komputernya tanpa menghiraukan Yoona.
“Kenapa kau menadahkan tangan seperti itu?” Tanya Kyuhyun yang heran dengan tingkah kekasihnya itu.
Yoona mengeluarkan cengirannya sambil menggeleng. “Anie.” Yoonapun berlari dan berdiri dibelakang Kyuhyun lalu memeluk leher namja itu dengan manja. “Kau ingat hari ini hari apa?”
“Hari Sabtu. Waeyo?” terang Kyuhyun yang sudah focus pada komputernya.
Yoona masih berusaha tersenyum. “Kau lupa hari ini hari apa?”
“Im Yoona. Hari ini hari sabtu. Kenapa kau semakin bodoh? Kalau kau tidak yakin lihat saja dikalender. Jangan menganggu konsentrasiku bermain.”
Yoona menghela nafas lalu terkekeh konyol. “Kau benar. Kenapa aku tidak melihat kalender saja.” Yoona terkekeh meskipun hatinya berkata lain. Berlahan ia melepaskan tangannya yang memeluk leher Kyuhyun lalu berjalan mengambil dompetnya didalam tas. “Aku keluar sebentar untuk membeli ice cream. Apa ada yang ingin kau makan?”
“Anie. Berhati-hati lah.”
“Nee.” Ujar Yoona tersenyum manis.
Tidak berapa lama Yoona keluar. Terdengar deringan ponsel dari sebelah mouse Kyuhyun. Dengan enggan Kyuhyun menpause gamesnya lalu memeriksa ponsel miliknya.
‘HAPPY ANNIVERSARRY 1st year Chagi-ah. Nae Saranghaeyo. Neomo Neomo Saranghae.’
Kyuhyun memejamkan matanya. ‘Jadi itu tujuannya menanyakan hari ini.’ Batin Kyuhyun.
“Apa aku mengecewakannya? Hingga dia harus mengatakannya hanya lewat pesan.” Gumam Kyuhyun hingga tiba-tiba ia menerima sebuah ide.

Kyuhyun baru saja menyelesaikan hasil karyanya tepat saat Yoona masuk kedalam apartment.
“Kyu. Kau kedatangan tamu.” Teriak Yoona riang hingga senyumannya itu semakin melebar setelah mendapati lilin yang menyala diatas ice cream chocomint faforitnya.
Kyuhyun tersenyum senang sambil merentangan tangannya. Dengan cepat Yoona berjalan mendekati namja itu lalu memeluknya erat tanpa mengkhawatirkan tamu yang dimaksudnya.
“Mianhee.” Ucap Kyuhyun lembut sambil mengelus rambut lurus milik kekasihnya. Yoona hanya mengangguk. Demi apapun, dia begitu terharu atas perlakuan namja itu.

 

Semua karyawan sibuk mendengarkan arahan dari atasan mereka masing-masing terkecuali Kyuhyun. Namja itu tampak menerawang entah kenapa. Dari gerakkannya, dia begitu gelisah dan berkali-kali melihat kearah ponselnya. Eunhyuk yang melihat saengnya itu hanya menggeleng pasrah.

“Lalu bagaimana kabar Yoona? Apa ada kabar tentang keberadaannya?” terang namja bertubuh tambun nan berwibawa. “Kyuhyun-ssi. Apa kau tahu sesuatu?”
Kyuhyun tidak menyahutnya. “Kyuhyun….” Baru saja sang pimpinan ingin memanggilnya, ponselnya bordering.
Aku sudah ada di Insandong. Bisakah kau datang sekarang? Aku sendirian.’
Membaca itu Kyuhyun mendongak lalu pergi meninggalkan rapat tanpa izin.
Semua karyawan berbisik dan menatap punggung Kyuhyun.
“Dia begitu sangat berubah setelah kepergian Yoona.” Terang sang pimpinan dan semua karyawannya mengangguk termasuk Eunhyuk dan Yuri.

*****

Kyuhyun berjalan dengan tergesa-gesa. Sesekali ia menabrak pejalan kaki yang lain. Sambil berjalan melihat kearah kiri dan kanan, namja itu sibuk menelpon meskipun hasilnya nihil.
Kau dimana?’ sebuah pesan muncul.
Aku disini. Kau dimana yoong?”
Tidak berapa lama sebuah pesan kembali muncul. “Aku di Insandong. Kau dimana Kyu? Aku takut.”
Kyuhyun mengedarkan pandangannya, mencari yeoja yang begitu dirindukannya itu. Tapi hasilnya nihil.
Katakan kau dimana? Aku akan menghampirimu.
Aku ada didepan sebuah café. Kau tahu, aku sudah menghabiskan tiga cangkir Cappucino Ice.’
Kyuhyun menghela nafas lalu pandangannya terhenti pada sebuah café. Café tempat Yoona menunggunya dulu padahal namja itu berada tepat didepannya.
Lamunan Kyuhyun buyar ketika ia mendapatkan sebuah pesan gambar.

Gambar Yoona dengan wajah cemberutnya sambil menghirup Cappucinonya.Kyuhyun tersentak. ‘Gambar ini? Gambar dua tahun yang lalu.’ Batin Kyuhyun lalu menatap kembali café tersebut.

 

 

Kau dimana?’ –Yoona.

Mendapati pesan itu Kyuhyun terkekeh. ‘Aku disini. Kau dimana yoong?’
‘Aku di Insandong. Kau dimana Kyu. Aku takut.’
Kyuhyun kembali terkekeh dan melihat kearah yeoja yang sibuk menyeruput minumannya dengan wajah cemberut. ‘Katakan kau dimana aku akan menghampirimu?’
‘Aku ada didepan sebuah café. Kau tahu, aku sudah menghabiskan tiga cangkir Cappucino Ice.’ Lalu disusul dengan gambar Yoona dengan wajah cemberutnya sambil menghirup Cappucinonya.
Kyuhyun kembali terkekeh namun kali ini lebih besar. ‘Aigoo, Mianhee chagi-ah. Sepertinya aku salah tempat janjian. Aku sedang di Myeongdong. Bisakah kau menungguku sebentar?’
‘Baiklah. Aku akan menunggumu.’
Kyuhyun tersenyum saat mendapati pesan terakhir itu. ‘Kau adalah yeoja setia, yoong.’

“Kau sudah menunggu lama?” Tanya Kyuhyun menghampiri Yoona.
Yeoja itu mendongak lalu berdiri. “Kkaja. Aku bosan disini.”
Kyuhyun mengacak rambut yeojanya itu. “Baiklah kajja.”
Selama perjalanan keduanya saling berbincang mesra layaknya pasangan muda lain. Terkadang terdengar guyonan dari keduanya. Sekarang Yoona sedang sibuk dengan ponselnya tepat saat Kyuhyun sibuk membenarkan tali sepatunya.
Ponsel Kyuhyun bordering tepat saat Yoona memasukkan ponselnya kedalam tas.
‘Aku tahu kau di café sebrang. Aku juga melihatmu yang diam-diam memperhatikanku. Cho Kyuhyun, Saranghaeyo.’
Kyuhyun menatap kekasihnya yang sedang tersenyum manis lalu ia ikut tersenyum dan mendekap yeoja itu. ‘Nado Saranghaeyo.’

Aku tahu kau di café sebrang. Aku juga melihatmu yang diam-diam memperhatikanku. Cho Kyuhyun, Saranghaeyo.’

Kyuhyun hanya terdiam. ‘Pesan ini. Pesan yang sama persis dengan dua tahun yang lalu.’ Batin Kyuhyun.

*****

“Ahjumma. Tolong bantu aku.” Rengek Kyuhyun pada seorang yeoja separuh baya yang sibuk dengan kerjaannya.
“Tidak bisa. Aku sedang sibuk. Kau bisa datang lagi besok-besok.”
“Tapi aku ingin sekarang.”
“aiish namja ini  cerewet sekali. Memangnya ada apa? Aku sedang sibuk.” Terang yeoja tersebut. “Seperti antara hidup dan mati saja.” Sambung yeoja tersebut.
Kyuhyun terdiam. “Bagaimana kalau ini benar-benar antara hidup dan mati?” ucap Kyuhyun dan membuat yeoja itu terdiam.
“Yeojachinguku adalah salah satu korban bis 30 yang tenggelam. Semenjak hari itu dia tidak muncul dihadapanku tapi tiba-tiba aku mendapatkan pesan darinya dan pesan itu persis dengan pesan yang pernah dikirimnya dua tahun yang lalu.”

Kyuhyun berdiri menatap alat pendeteksi didepannya. Didalam hatinya ia berharap kalau Yoona benar-benar ada.
“Sepertinya kau pulang dulu. Hasilnya besok aku kasih tahu.” Terang yeoja tersebut.
Kyuhyun menghela lalu mengangguk. “Baiklah.”

******

“Mianhee. Aku sedang sibuk.” Terang Kyuhyun saat Yoona berada didepan mejanya. 

Yoona tersenyum. “Kau akan lembur?”
Kyuhyun mengangguk. “Begitulah. Mianhee, tidak bisa menemanimu merayakan hari jadi kita. Tapi aku berjanji akan tinggal di apartmentmu malam ini.”
Yoona masih tersenyum manis. “Aku akan menunggumu.”

Berkali-kali Yoona melihat kearah jam dinding apartmentnya. 11.00. ‘Apa dia begitu sibuk?’batin yeoja itu bergejolak. Dia takut akan terjadi sesuatu dengan namja yang begitu dicintainya itu.
Hingga terdengar suara deringan ponsel dengan cepat yeoja itu menyambar. “Kau dimana?”
“Aku didepan pintu apartmentmu.”
Tidak ingin membuat namja itu menunggu lama. Yoona membuka pintu utama.
“Kau menungguku?” terang Kyuhyun.
Yoona mengangguk.
Kyuhyun memeluk Yoona lalu mengecup dahi indah yeoja itu. ‘Happy Anniversarry 2nd years, chagi.’ Ucap Kyuhyun lembut lalu mencium bibir Yoona dengan tak kalah lembut.
“Apa ini tidak terlambat?” Tanya Yoona ketika mereka menyelesaikan ciuman mereka.
Kyuhyun menatap jam dinding lalu menggeleng. “Baru jam 11.30.”
Yoona tersenyum lalu kembali memeluk kekasihnya itu. “Gomawo.”
“Bagaimana kalau kita merayakannya dengan ice cream faforitmu?”
Yoona mengangguk.
“Kalau begitu. Aku keluar sebentar untuk mendapatkannya.”
“Nee. Hati-hati.”
Tidak berapa lama Kyuhyun kembali dengan sebuah kantung yang berisi ice cream. Senyumannya terkembang setelah mendapati kekasihnya itu sudah terlelap.
“Chagi-ah. Aku sudah membawakan ice cream. Ayo kita makan.” Bisik Kyuhyun lembut membuat Yoona mengeliat. “Aku ngantuk.”
Kyuhyun mengelus rambutnya. “Tidurlah.” Suruh Kyuhyun lembut.
Yoona mengambil tangan Kyuhyun yang mengelus rambutnya lalu mengenggamnya erat. Tanda tidak ingin namja itu pergi. “Tidurlah disampingku.” Gumam Yoona.
Kyuhyun tersenyum lalu ia merengkuh yeoja itu kedalam pelukannya. Hingga pada akhirnya mereka berdua terlelap kedalam mimpi mereka.

 

Langkah Kyuhyun terhenti tepat didepan pintu apartment berwarna putih. Disana masih menempel kertas yang ditempelkan oleh Kyuhyun beberapa hari yang lalu. Melihat itu Kyuhyun menghela nafas.
“Yoona-ah. Buka pintunya. Aku sudah datang.” Teriak Kyuhyun untung saja disana sangat sepi. “Kau kemana saja? Kenapa kau membalas pesanku persis seperti dulu kau membalasnya? Apa kau mempermainkan aku? Apa kau tidak merindukan aku? Muncullah. Aku merindukanmu, aku akan mengikuti semua keinginanmu sekalipun aku melepaskan gamesku. Tapi berjanjilah untuk kembali. Aku menunggumu Yoona-ah.” Racau Kyuhyun dan membuat namja itu terduduk sambil menangis.
“Mianhee. Jeongmal Mianhee. Kalau saat itu aku tidak menyuruhmu pergi, aku yakin kau tidak disana melainkan kau tetap disampingku. Andai saat itu aku lebih memilihmu daripada games itu, aku yakin sekarang kita akan berpegangan tangan bersama. Mianhee. Jeongmal Mianhee Chagi-ah.”
SUmpah demi apapun. Setiap orang yang melihat Kyuhyun saat ini, akan sangat iba pada namja itu. Namja manapun, aku yakin akan melakukan hal yang sama dengan Kyuhyun lakukan. Mungkin lebih parah dari ini.
Kyuhyun mengambil beberapa kertas kecil di kotak lalu menempelnya satu persatu disebelah kertas sebelumnya.
Bogoshippo. Pergi ke Apartmentku bila kau kembali.”-1
Yoona-ah, Will You Marry me? Aku akan berubah ketika kau mengatakan Ya padaku?” -2.

******

“Ottohke ahjumma?” Tanya Kyuhyun pada Ahjumma tua.
Ahjumma tersebut menunduk. “Mianhee. Sepertinya itu adalah pengaruh sinyal sehingga membuat pesan-pesan lama itu terkirim kembali.”
“Jadi dia memang sudah pergi.” Gumam Kyuhyun.
Ahjuma itu tersenyum hambar sambil menepuk pundak Kyuhyun lembut. “Sabarlah. Aku yakin kalian akan bertemu.”
Kyuhyun hanya tersenyum lalu meninggalkan tempat itu. “Ghamsamnida.”

 

Yoona bergelayut manja dilengan Kyuhyun.
“Yoong. Kenapa kau tidak memanggilku oppa? Sedangkan Eunhyuk hyung kau panggil oppa.”
“Apa itu penting?”
Kyuhyun mengangguk. “Begitulah. Aku ingin sekali kau memanggilku, oppa.”
“Tapi aku lebih suka memanggilmu Kyu.” Terang Yoona sambil menjulurkan lidahnya.
“Aiish. Tapi itu tidak romantic sekali.”
Yoona tersenyum. “Bukankah aku sering memanggilmu Chagi-ah..”
Kyuhyun berpikir lalu mengangguk. “Aku lupa.” Ucapnya dengan cengiran khasnya.
“Makanya, jangan memikirkan gamesmu terus.” Yoona menjepit hidung Kyuhyun dengan jarinya sedangkan Kyuhyun memeluk kekasihnya itu dengan mesra. “Saranghaeyo, yaeobo.”
“Nado saranghae Chagi-ah.”

 

*****

“Besok kau ada waktu kosong?” Tanya Kyuhyun didepan meja Yoona.
Yoona mendongak lalu tersenyum menggeleng. “Waeyo?”
“Kau mau kita berkencan?”
Tanpa berpikir panjang Yoona mengangguk riang. “tentu saja aku mau.”
“Besok kita bertemu di toko buku tempat kita biasa. Jam delapan eoh.” Terang Kyuhyun.
Yoona mengangguk. Merasa gemas Kyuhyun mengacak rambut Yoona. “Sampai bertemu besok Chagi-ah.” Ucap Kyuhyun lalu mencium pipi Yoona dan pergi meninggalkannya.

Seorang yeoja sedang asyik membaca buku tapi sesekali ia memeriksa ponselnya. “Dia kemana?” gumamnya pelan hingga terdengar deringan ponsel.

Kau masih disana? Mian aku telat tapi aku sedang diperjalanan

Yeoja itu menghela nafas. “Selalu saja seperti ini.” Untuk beberapa saat ia masih menunggu sambil mengetik sesuatu diponselnya tapi entah kenapa tiba-tiba ia beranjak dari duduknya, menaruh kembali buku tersebut lalu berjalan keluar toko tersebut.
“Mian aku telat.” Ujar seorang namja yang tak lain adalah Kyuhyun.
Yeoja itu tidak mengubrisnya malah terus berjalan.
“Yoona-ah. Mianhee.” Terang Kyuhyun sambil mengikuti langkah Yoona tapi yeoja cantik itu masih terus melanjutkan perjalanannya. Hingga pada akhirnya Kyuhyun menghentikan langkah Yoona tepat sebelum dihalte bis.
“Yoong, dengarkan aku.”
Yoona hanya menghela nafas lembut. “Nee. Cho Kyuhyun.”
“Mianhee.” Ucap Kyuhyun.
“Hmm.” Sahut Yoona.
“Aku bangun kesiangan karena semalam aku…”
“Bermain starcraft.” Jawab Yoona cepat dan membuat Kyuhyun diam. “Aku sudah tahu kebiasaanmu. Bekerja.Games.Bekerja.Games. kapan ada aku di pikiranmu?”
“kau selalu dipikiranku yoong.”
Yoona kembali menghela nafas. Begitulah sifatnya dalam menghadapi sikap kekasihnya itu. “Pilih aku atau gamesmu itu?”
Kyuhyun tersentak. “Kau ini kenapa? Kenapa tiba-tiba kau seperti ini? Bukankah biasanya kau bisa terima.”
“Aku punya kesabaran, Kyu. Dan hari ini kesabaranku sudah habis.” Jawab Yoona yang sudah terpancing emosi.
“Jadi maumu apa?” terang Kyuhyun dengan nada sedikit tinggi.
“Aku atau Gamesmu itu?”
“Kau gila. Tentu saja aku memilih gamesku. Antara kau dan games, aku lebih dulu mengenal games.”
Yoona tersentak. Ia tidak menyangka namja didepannya akan seperti itu.
“Baiklah kalau itu pilihanmu. Kita pisah.”
“Silahkan saja. Aku akan mencari yeoja yang bisa menerimaku apa adanya.”
Airmata mendorong  untuk keluar tapi sekuat tenaga Yoona menahannya untuk turun. Hingga sebuah bis bernomor 30 datang.
“Bismu telah datang. Pergilah dan berhati-hati, karena aku tidak ingin mendengar kabar tentang kecerobohanmu.”
Dada Yoona sesak setelah mendengar ucapan Kyuhyun yang begitu kasar ditelinganya. “Baiklah kalau begitu. Kalau kau sempat datanglah ke apartmentku saat makan siang.”
“Aku sibuk. Gamesku semalam masih belum selesai.” Jawab Kyuhyun ketus.
Yoona menghela nafas lalu berbalik menuju bis tersebut. Tiba-tiba langkahnya terhenti, “Datanglah bila sempat. Aku akan menunggumu.” Terang Yoona lembut.
Kyuhyun hanya diam. Rahangnya mengeras, matanya membinarkan kebencian. Dalam hidupnya, siapapun yang menentang hobinya tentang games dia adalah orang patut dibencinya.
Yoona memejamkan matanya lalu masuk kedalam bis dan masih setia menatap Kyuhyun.
Dengan penuh kemarahan Kyuhyun berjalan menuju mobilnya yang diparkirnya didekat toko buku tersebut.

Kyuhyun menegak habis vodka dicangkirnya lalu kembali menuangnya. “Mianhee.” Gumamnya lalu kembali menegak minuman yang memabukkan itu. “Kembalilah. Aku menunggumu. Aku menunggumu kembali Yoona-ah.” Racau Kyuhyun. Saat namja itu ingin menegak minumannya sebuah tangan berhasil menahannya.
“Kka. Kita pulang.” Ajak orang tersebut yang tak lain adalah Eunhyuk.
“Shirreo. Aku yakin Yoona akan menjemputku. Biarkan aku disini, hyung.” Tolak Kyuhyun dan berusaha kembali meminum tapi Eunhyuk berhasil menahannya kembali.
“Kyu, jangan mempersulit semuanya. Yoona tidak akan kembali Kyu.”
“Tidak Hyung. Yoona pasti kembali.” Ujar Kyuhyun lalu mengambil ponselnya yang bordering.
Kau dimana? Aku mengkhawatirkanmu.’
“Lihat. Dia mengirimku pesan, hyung. Dia ada disini. Dia didekatku.”
Eunhyuk menghela nafas sambil menggeleng. “Ayo kita pulang.”

*****

29 Korban dari tenggelamnya Bis 30 di Jembatan Seongsan sudah dievakuasi. Seluruh keluarga korban tampak sangat berduka. Tapi dari seluruh korban masih ada satu korban yang ditemukan. Diyakini oleh para Tim SAR korban bernama Im Yoona menghilang.”

Semua karyawan yang mendengar dan melihat berita tersebut melihat kearah Kyuhyun yang mematung didepan telivisi. Kyuhyun menghela nafas lalu mendapat ponselnya. Baru saja Yoona kembali mengiriminya pesan. Kyuhyun mengenggam ponselnya itu erat lalu berjalan ke mejanya.
“Apa dia benar-benar hilang?” Tanya seorang namja imut pada Kyuhyun.
Mendengar pertanyaan itu, Kyuhyun mendongakkan kepalanya. Lalu menatapnya tajam. “Bukan urusanmu.”
Namja imut itu menghela nafas. “Andai saja hari itu Yoona datang ke lokasi proyek. Aku yakin dia masih berada disampingmu.”
Kyuhyun mengernyitkan dahi tanda tidak mengerti. “Apa maksudmu Luhan-ssi?”
Luhan hanya tersenyum. “Hari itu, Kim Sanjangnim menyuruhnya untuk ke lokasi proyek tapi sayangnya Yoona menolak untuk datang karena ingin menemui seseorang yang sangat penting baginya. Sepertinya dia sudah menyiapkan sesuatu untuk orang tersebut. Semoga saja dia bertemu dengan orang tersebut sebelum kecelakaan itu terjadi.” Terang Luhan santai dan itu sukses membuat Kyuhyun tercengang.
Baiklah kalau begitu. Kalau kau sempat datanglah ke apartmentku saat makan siang.”
“Aku sibuk. Gamesku semalam masih belum selesai.” Jawab Kyuhyun ketus.
Yoona menghela nafas lalu berbalik menuju bis tersebut. Tiba-tiba langkahnya terhenti, “Datanglah bila sempat. Aku akan menunggumu.” Terang Yoona lembut.
Kejadian hari itu melintas di benak Kyuhyun. Seperti kehilangan akal Kyuhyun menyambar kunci mobilnya lalu mengendarainya dengan cepat.
“Kau mau kemana?” Tanya Luhan yang heran dengan sikap partnernya itu.
“Bukan urusanmu.” Teriak Kyuhyun.

“Yoona-ah. Buka pintunya.” Kyuhyun mengedor pintu apartment Yoona. “Yoona, permainanmu sudah selesai. Cepat buka pintunya. Apa kau tidak tahu kalau aku begitu merindukanmu.” Teriak Kyuhyun membuat para tetangga Yoona keluar dari apartment mereka.
“Yoona memang belum kembali setelah hari bis itu tenggelam.” Terang seorang nenek yang melihat keadaan Kyuhyun.
Kyuhyun menoleh menatap nenek itu. “Halmeoni.”
Nenek itu tersenyum sambil menangis. “Aku merindukannya. Aku tidak yakin kalau dia benar-benar menghilang. Dia adalah gadis yang baik. Tuhan terlalu kejam padanya.” Isak nenek itu.
Kyuhyun tersenyum getir. Dia baru sadar kalau bukan hanya dia yang kehilangan Yoona. Nenek itu, Eunhyuk dan tentu saja Yuri.
Nenek tersebut menghapus air matanya. “Aku permisi dulu. Annyeong.”
Kyuhyun membungkuk lalu menatap pintu apartment Yoona yang masih terdapat tempelan kertas bertuliskan tangannya. Kyuhyun berjalan mendekati pintu tersebut, membuka penutup kode pengaman.
Kyu, kodenya sama denganmu. 3003. Bukankah itu tanggal jadian kalian. Kyuhyun menekan kode pengaman lalu terdengar suara pintu terbuka. Berlahan tapi pasti Kyuhyun masuk kedalam apartment tersebut. Berlahan ia berjalan menuju ruang tv apartment tersebut hingga langkahnya terhenti dan ketika melihat meja ruang tv tersebut terdapat cake meleleh, sampanye yang tenggelam dengan air,masakan seafood kesukaannya telah berlumut. Tubuhnya lemas dan membuat namja itu terduduk. Didalam hati ia begitu menyesali sikapnya saat itu. Deringan ponsel Kyuhyun terdengar tapi baru saja Kyuhyun hendak menjawabnya deringan itu berhenti dan bertanda satu buah pesan suara.
Kyuhyun-ah, Mianhee. Saranghaeyo. Happy Anniversarry 3rd year, chagi-ah. Walaupun sudah berakhir, aku tetap akan mencintaiimu..’ rekaman tersebut terpotong dengan suara teriakkan dari arah sana.
“Yoona-ah. Yoong, Yoongie. Yoona” panggil Kyuhyun hingga ponselnya kembali bergetar.
“Yeobseyo.”
“Tuan Cho Kyuhyun.”
“Nee. Saya sendiri.”
“Kekasih Anda, Nona Im Yoona sudah ditemukan.”
“Kau bercanda?” pekik Kyuhyun.
“Tidak. Nona Im ditemukan oleh Tim Sar dipinggiran sungai Han dalam keadaan tidak sadarkan diri dan terdapat banyak luka ditubuhnya.”
“Ghamsamnida atas informasinya. Saya akan segera kerumah sakit.”
Sebuah senyuman terlukis dibibir Kyuhyun. “Aku akan menebus kesalahanku, yoong.”

otte? GJ kah? Typokah? Tetep koment ya readers.😀

39 thoughts on “Kyuna : Love You, Love Starcraft [OS]

  1. sedih bgt ffnya… sequel dong…kyuhyun jht bgt sampai segitunya lebih memilih games dari pada yoona T.T.. Yoona eonni..sabar ne..

    Keep Writing ne..daebak..daebak..saranghae :*

  2. Authooooooorrrr(?) kenapa menggantung kayak gini endingnya? Jebal.. Dilanjutin FF ini. Aku pibadi pengen happy ending.. Tapi nggak tau end nya malah bikin aku bingung.. Silahkan buat sequelnya deh.. Biar aku tau lanjutannya.. Gomawo ne thor^^

  3. DEMI APA Gue nangis baca FF ini !!
    sedih banget ceritanya. bagus banget author !! GUE SUKA ^^
    Minta sequel’nya donk . tpi nnti akhirnya happy ending yaa.
    ohh ya dan jangan lama-lama post’nya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s