Bittersweet | Chapter 6

Tittle : Bittersweet Chapter 6

Author : Ririw/Riri

Main Cast :

  • Im Yoona as Lee Yoona
  • Cho Kyuhyun
  • Seo Joo Hyun/Lee Joo Hyun a.k.a Seohyun

Support Cast :

  • Lee Jinki a.k.a Onew as Yoona brother
  • Kwon Yuri
  • Lee Taemin
  • And other

Genre : Romance,Family,Angst

Rating : PG-13

Length : Chapter

Disclaimer : This story is my own mind. Cast belong’s god. Plagiator Not allowed !!

Poster by : J.Joker , jeongmal gomawo eonni buat poster yang waw ini *.*

Bittersweet Chapter 6

Sebuah pesawat menuju Jepang diberitakan hilang, kemungkinan pesawat tersebut terjatuh. Pesawat yang…,” Kyuhyun segera pergi tanpa mempedulikan kelanjutan kalimat tersebut,” Pesawat yang berangkat dari Gimpo Airport tersebut hilang kontak setelah 30 menit lepas landas.”

Terlambat, Kyuhyun sudah pergi. Ia tak mendengarkan kelanjutan dari kalimat tersebut, kalimat dari pembaca berita itu. Kyuhyun telah salah paham, itu bukan pesawat yang ditumpangi Yoona. Pesawat yang ditumpangi Yoona belum berangkat sama sekali dan pesawat Yoona berangkat dari Incheon Airport.

***

“Kau tidak akan melupakanku kan? Kau tidak akan lupa untuk menghubungiku kan?” tanya Taemin pada Yoona, mereka sekarang berada di Incheon Airport.

“Tentu saja, mana mungkin aku akan melupakanmu dan lupa untuk menghubungimu.”

“Dan kau juga jangan melupakan Oppamu ini,” timpal Onew.

“Juga aku,” tambah Yuri.

“Tenang saja,” Yoona tersenyum. Matanya memandang berkeliling, dia tak ada, Kyuhyun tak ikut mengantarnya.

“Dan kalau bisa jika kau pulang bawa satu laki-laki Jepang,” goda Taemin sambil menaik-turunkan alisnya.

“Ya! Apa maksudmu?” Yoona memelototi Taemin, pura-pura marah.

“Hahahaha…,” Taemin tertawa puas sambil memegangi perutnya.

“5 menit lagi pesawatmu lepas landas,” Onew melirik jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya.

Yoona ikut melirik jam tangan di tangannya, “Ah… ya, aku pamit dulu Oppa, Taemin, Yurieonni. Dan bilang pada appa setelah ia pulang dari Amerika,” Yoona menarik kopernya.

“Hati-hati,” Onew, Yuri dan Taemin melambaikan tangannya melepas kepergian Yoona.

Yoona berjalan, menoleh sebentar untuk memastikan adakah Kyuhyun datang di saat terakhir ia berada di Seoul. Ia mengharapkan orang itu datang, ia benar-benar tak tahu kapan akan kembali ke Korea. Sekedar untuk mengurangi rasa rindu yang pastinya akan datang. Tapi harapan itu hanya tinggal harapan, Kyuhyun benar-benar tak datang.

***

Kyuhyun segera memarkirkan mobilnya, ia berlari ke airport. Tadi ia sempat ke rumah Yoona terlebih dahulu, tapi disana hanya ada Seohyun dan ibunya. Seohyun bilang Yoona dan Onew berangkat ke Incheon Airport dan Onew belum pulang. Kyuhyun berlari-lari menembus kerumunan orang. Tak peduli lagi dengan orang lain yang memarahinya karena ia berlari-lari di tempat umum.

“Kyuhyun-ah,” seseorang memanggil namanya.

“Kyuhyun!” Lagi, ia berhenti berlari, mengedarkan pandangannya. Dan ia menemukan itu, Onew, Yuri dan Taemin tengah berdiri tak jauh darinya. Dengan nafas yang masih terengah-engah, ia menghampiri mereka.

“Yoo…na…,” nafas Kyuhyun masih terengah-engah, ia benar-benar tak bisa mengontrol semuanya.

“Dia sudah pergi,” ucap Onew pelan.

“Baru saja beberapa menit lalu naik ke pesawat,” sambung Yuri.

“A…apa? Jadi?” Kyuhyun terdiam, jadi pesawat yang hilang itu bukan pesawat yang ditumpangi Yoona?

Wae?” Onew memandang Kyuhyun yang tiba-tiba terdiam.

Ani, apakah pesawat itu sudah berangkat?”

“Belum, pesawat akan take off beberapa menit lagi,” jawab Onew.

Tanpa pikir panjang Kyuhyun segera pergi, menembus kerumunan orang. Berlari menuju landasan pacu, pikirannya sudah kosong. Ia menerobos dua orang penjaga dengan tubuh yang lebih kecil darinya, dua orang penjaga itu terus berteriak padanya. Berteriak meminta passport dan tiket pesawat.

Ia berlari-lari di landasan pacu itu, beberapa orang mengejarnya di belakang. Tapi ia tak peduli, yang ia pikirkan hanyalah satu, Yoona. Entah kenapa ia bisa bertindak seperti ini, apakah ia takut kehilangan Yoona? Tapi kenapa? Pikirannya kosong, pikirannya hanya dikuasai oleh satu nama, Yoona.

Tapi terlambat, pesawat itu telah lepas landas. Kyuhyun berusaha mengejar pesawat itu, tapi itu adalah hal yang paling bodoh untuk dilakukan. Ia tak mungkin bisa mengejar sebuah pesawat, ia hanya seorang manusia. Kyuhyun berhenti berlari, ia berlutut di landasan pacu itu. Beberapa orang yang berlari di belakangnya itu berhenti berlari, mereka seperti tahu keadaan Kyuhyun sekarang.

“Kumohon jangan pergi,” ucap Kyuhyun serak, nafasnya memburu.

“Aku baru menyadarinya, aku mohon, aku tak ingin kehilanganmu Yoong.”

“Aku tahu aku bodoh, aku tahu aku adalah orang yang sangat tidak peka. Aku…,” Kyuhyun kehilangan kata-kata, meskipun sebenarnya ini tak ada gunanya, “Aku menyadarinya sekarang…”

“Aku mencintaimu.”

Kyuhyun masih berlutut di landasan pacu tersebut, ia tidak peduli lagi dengan orang-orang yang memperhatikannya. Ia merutuki dirinya sendiri, merutuki segala kebodohannya. Awalnya ia menganggap semua rasa sayangnya pada Yoona hanya sebatas rasa sayang pada adik, tapi ternyata itu salah. Rasa sayang itu lebih, lebih besar dan berbeda. Tapi semuanya terlambat, terlambat karena kebodohannya sendiri.

***

Yoona menyeret kopernya, beberapa menit lalu pesawatnya sudah mendarat di HanedaAirport. Ia mencari-cari pamannya, matanya berusaha menangkap sosok yang sudah 3 tahun tak bertemu dengannya. Kemudian ada seorang yang menghampirinya, sosok yang dikenalinya.

YoukosoYoona,” pamannya itu memeluk Yoona, melepaskan rindu pada keponakan satu-satunya itu.

O genki desu ka7?” tanya pamannya sembari melepaskan pelukannya.

O kage desu8,” jawab Yoona.

“Kalau begitu ayo kita pulang, mulai hari senin kau sudah bisa sekolah,” mereka berjalan beriringan, koper milik Yoona dibawa oleh pamannya.

“Baik ojisan.”

***

25th November 2012

Hari ini adalah hari pertama Yoona bersekolah di Jepang, sejak pagi ia sudah bersiap-siap memakai seragam barunya. Ia sarapan bersama pamannya yang bernama Kazuo, bibinya yang bernama Akira dan sepupu perempuannya, Nara yang juga seumuran dengannya. Ia dan Nara satu sekolah, pamannya sengaja memasukkan Yoona ke sekolah yang sama dengan Nara.

“Kita berangkat sekarang,” ajak Kazuo.

“Baik,” Nara segera berdiri menghabiskan susunya dan beranjak dari duduknya. Yoona pun beranjak dari duduknya.

“Kami berangkat,” ucap Kazuo, mereka bertiga pun meninggalkan ruang makan. Mereka menuju garasi, Kazuo segera menyalakan mesin mobil. Yoona dan Nara duduk di belakang.

“Siap?” tanya Kazuo sembari menoleh ke belakang, Yoona dan Nara menganggauk.

***

Hajimemashite9,” Yoona membungkuk pada teman-teman barunya, “Watashi wa Lee YoonA desu10.”

“Yoona to yonde kudasai11,” lanjut Yoona, “Watashi wa Kankoku kara kimashita12.”

Douzo yoroshiku onegaishimasu13,” Yoona kembali ke tempat duduknya setelah ia memperkenalkan diri. Ketika sudah sampai di tempat duduknya Yoona tersenyum, kemampuan Bahasa Jepangnya masih sangat baik.

***

Seoul, South Korea

“Kyuhyun-ah,” panggil Mr. Cho pada Kyuhyun ketika mereka sedang sarapan.

Ne? Ada apa appa?” Kyuhyun menghentikan aktivitasnya.

“Dulu, appa dan Mr. Im berencana untuk menjodohkan anak laki-laki dengan anak perempuan yang nanti akan kami miliki. Karena Ahra lahir lebih dulu dan Mr. Im belum memiliki anak, kami memutuskan untuk menunggu anak kedua appa lahir dan anak pertama Mr. Im lahir.”

“Lalu?” Kyuhyun memperhatikan ayahnya itu, ia bingung dengan arah pembicaraan ayahnya.

“Kemudian kau dan Jinki lahir, tapi kami tak mungkin menjodohkan kalian karena kalian sama-sama laki-laki. Lalu Yoona lahir dan dulu kami memutuskan untuk menjodohkanmu dengan Yoona,” sambung Mr. Cho, Kyuhyun segera memperlihatkan mata berbinarnya ketika mendengar nama ‘Yoona’.

“Tapi sepertinya Yoona ingin lebih dulu melanjutkan sekolahnya tanpa terikat sesuatu, hingga akhirnya kami memutuskan…,” ucapan Mr. Cho terputus, “Untuk menjodohkanmu dengan Seohyun, meskipun Seohyun bukan anak kandung Mr. Im. Tapi mau bagaimana lagi?”

Kyuhyun terdiam, menerima kenyataan yang harus diterimanya sekarang. Awalnya ia memang tertarik dengan Seohyun, tapi itu hanya sekedar tertarik. Bukan rasa sayang, bahkan rasa cinta seperti pada Yoona. Rasa senangnya ketika mendengar nama Yoona tadi hilang seketika, menguap entah kemana.

“Tapi appa…”

“Kumohon kau tak menolaknya.”

“Aku masih harus bersekolah appa.”

“Kau akan bertunangan dengan Seohyun nanti, saat kalian nanti sudah berkuliah, tepat saat Seohyun berumur 21 tahun nanti.”

“Baiklah,” Kyuhyun hanya menunduk, menerima semua keputusan appanya.

***

Tokyo, Japan

6 Years Later, 25th June 2018

Yoona keluar dari kelasnya, ia menuju taman universitasnya. Sekarang masih pukul 1 siang, ia masih ingin berada di universitasnya. Yoona duduk di bangku taman yang sering ia tempati, tempat yang sering ia gunakan untuk membaca atau hanya untuk menghabiskan waktu. Selama hampir 6 tahun di Jepang, ia belum pernah pulang ke Korea. Ia sudah sangat merindukan orang-orang yang disayanginya di sana.

Yoona memperhatikan mahasiswa lain yang berlalu-lalang di sana, beberapa diantara mereka menyapanya. Ia juga masih sering mimisan, entah kenapa. Yoona tak bisa menduga kenapa, ia juga tidak mau memeriksanya ke dokter. Nara mengetahui semuanya ini, Nara selalu memaksanya untuk pergi ke dokter. Tapi sifat keras kepala Yoona muncul, ia selalu menolak dan memohon pada Nara untuk menyembunyikan semuanya dari paman dan bibinya.

Yoona juga tidak tahu kabar Kyuhyun, ia selalu bertanya-tanya, apa kabar Kyuhyun di sana? Tapi setiap kali ia sedang bertelepon dengan Onew, Yuri atau Taemin, entah kenapa ia tak mau mengatakan itu. Setelah di Jepang, hubungannya dengan Kyuhyun menjadi terputus. Mereka berdua jarang berkomunikasi, bahkan tidak pernah. Yoona hanya bisa diam dengan seribu pertanyaan tentang Kyuhyun yang terus melayang-layang di pikirannya.

“Yoona-san14, kau tidak mau pulang?” tanya salah seorang temannya, Yuuko.

“Aku pulang nanti saja Yuuko-san.”

“Oh baiklah,” Yuuko mengangguk paham, “Dewa mata ashita15.”

Dewa mata ashita,” Yoona balas melambai pada Yuuko.

Tiba-tiba Iphone miliknya berdering, Yoona segera mengangkatnya.

Moshi-moshi.”

Tak usah memakai Bahasa Jepang Yoong, ini aku Onew.”

Ne? Ada apa Oppa?”

Besok kau pulang ke Korea.”

“Besok?” Yoona tersentak kaget, “Tapi Oppa…”

Jangan tapi-tapian, ini perintah appa. Kau pulang ya? Aku juga sudah rindu padamu.”

“Baiklah, akan aku usahakan.”

Harus dan tak usah ada alasan lain.”

“Memangnya ada apa?”

Aku tidak tahu, appa hanya menyuruhku begitu.”

“Baiklah,” Yoona akhirnya menyerah, ia akan pulang ke Korea.

***

26th June 2018

Yoona mengedarkan pandangannya, setengah jam yang lalu ia telah sampai di Korea. Onew, Yuri dan Taemin bilang akan menjemputnya, tapi mereka belum menampakkan diri. Yoona duduk di tempat duduk yang telah disediakan, disebelahnya sebuah koper yang tak terlalu besar bertengger.

“Yoona!” seseorang memanggil namanya.

“Onew Oppa,” Yoona berdiri, “Yuri eonni, Taemin-ah

“Kyuhyun Oppa,” volume suara Yoona sedikit mengecil, orang yang menjadi alasannya bersekolah di Jepang kini ada di hadapannya.

“Hai,” sapa Kyuhyun kecil, ia sedikit canggung.

“Aku sangat merindukanmu,” ucap Taemin.

“Aku juga Taemin-ah, kau tambah tinggi saja,” Yoona menoleh pada Taemin yang berdiri di sampingnya.

“Kau tidak merindukanku Yoong?” tanya Yuri.

“Tentu saja eonni, aku sangat merindukanmu.”

“Aku? Kau tidak merindukanku?” tanya Kyuhyun canggung.

“Tentu, aku rindu kau juga Oppa,” jawab Yoona pelan.

“Nanti saja diteruskannya, sekarang kita pulang,” ajak Onew. Ia mengambil koper milik Yoona dan menyeretnya, kemudian pergi menuju mobil. Di belakangnya, Yoona, Yuri dan Taemin berjalan berdampingan. Sementara Kyuhyun hanya mengekor di belakang.

***

28th June 2018

Yoona memakai dress warna birunya, Mr. Im menyuruhnya untuk memakai dress dan berdandan secantik mungkin. Mr. Im berkata padanya bahwa akan ada acara malam nanti. Sejak sore, Yoona telah berada di kamarnya dan Yuri mendandaninya. Yuri mendandaninya dengan senatural mungkin, berusaha menampakkan kecantikan Yoona.

Ia tahu sekarang, malam ini adalah pesta ulang tahun Seohyun yang ke 21. Sekarang Yoona tahu apa alasan ayah menyuruhnya untuk pulang ke Korea. Tapi yang membuatnya bingung adalah kenapa ayahnya meminta ia untuk pulang? Sementara ulang tahun Seohyun yang sebelumnya, ayahnya tak pernah menyuruhnya untuk pulang.

Suasana pesta ulang tahun ini sangat ramai. Para tamu undangan berasal dari kalangan elit ataupun rekan bisnis ayah dan tentunya teman-teman Seohyun. Hampir rata-rata dari mereka mengenal Yoona dengan baik, tak tanggung-tanggung beberapa langsung menyapa Yoona, terkadang sampai memberi hormat. Terkadang Yoona bercakap-cakap dengan rekan kerja ayahnya.

Acara ulang tahun Seohyun pun dimulai, Yoona dapat melihat Kyuhyun menghadiri pesta ini, ia melihat Kyuhyun di kerumunan para tamu tadi. Pesta ulang tahun memang sudah sering ia alami tapi tak pernah semewah ini. Ayahnya telah merencanakan dan merancang pesta Seohyun sebagus dan semewah mungkin. Bahkan sampai mengundang artis idolanya Seohyun, begitu besarnya ayah menyayangi Seohyun? Lebih dari menyayanginya, anak kandungnya sendiri?

Semua kebisingan yang disebabkan oleh obrolan-obrolan para tamu undangan terhenti ketika melihat Mr. Im naik ke panggung, ayahnya memakai setelah jas hitam. Kemudian  Mr. Im memegang microfon dan menatap para tamu undangan dengan senyum ramahnya. Ia mulai berbicara dan membuka acara.

“Saya ingin menyampaikan kabar baik untuk kalian semua, putri saya telah menginjak umur 21 tahun. Dan saya ingin menjadikan keterikatan keluarga Im dan Cho semakin erat. Saya akan menjodohkan putriku dan putra keluarga Cho,” ucap Mr. Im dengan senyum lebarnya.

Yoona tertegun, mendengar keluarga Cho disebutkan, tiba-tiba ia merasakan sesak. Keluarga Cho hanya memiliki seorang putra, siapa lagi jika bukan Kyuhyun. Jantung Yoona berdetak lebih cepat dari biasanya. Yoona sangat gugup, tak sabar ingin mendengar lanjutan dari kata-kata Mr. Im. Ia berharap namanya disebutkan, tapi disisi lain ia juga merasa takut. Ketakutan yang tak jelas apa penyebab awalnya.

Semua mata para tamu undangan tertuju pada Yoona, tapi jelas-jelas lampu menyorot kearah Seohyun. Seohyun dengan gaun putihnya, berdiri di tengah-tengah Mr. Im dan Haena. Seluruh tamu undangan terlihat bingung, mereka bingung karena lampu sorot itu menyorot pada Seohyun. Termasuk Yoona, ia bingung dan merasa takut sekaligus.

“Lee Joo Hyun dan Cho Kyuhyun,” Mr. Im menyebutkan nama Seohyun, kepala Yoona menjadi pusing. Ia juga merasa sesak mendengar nama Kyuhyun di sana dan nama itu disebutkan tidak bersama namanya. Kyuhyun berjalan menuju panggung, ia memakai setelan jas hitam yang membuatnya terlihat semakin tampan.

Darah segar kembali mengalir dari hidung Yoona, pandangannya mengabur. Ia tak tahu kenapa, semuanya menjadi terlihat samar. Itu lah kata-kata terakhir Mr. Im yang terdengar jelas di telinganya hingga akhirnya segala sesuatu terdengar bising di telinganya dan kemudian semuanya menjadi gelap.

TBC

Glossary :

Youkoso : Selamat datang

O genki desu ka : Apa kabarmu?

O kage desu : Baik

Hajimemashite : Perkenalkan

Watashi wa Lee YoonA desu : Nama saya Lee YoonA

Yoona to yonde kudasai : Panggil saya Yoona

Watashi wa Kankoku kara kimashita : Saya berasal dari Korea

Douzo yoroshiku onegaishimasu : Salam kenal, mohon bantuannya.

-San : Panggilan untuk seseorang (seperi -ssi atau -ah dalam bahasa Korea)

Dewa mata ahita : Sampai jumpa besok

Nah gimana? jelek ya? ancur ya? Mianhae T.T. Di part ini special thanks buat Widi sensei (guru bahasa Jepangku) yang udah mau di kepoin sama aku tentang bahasa Jepang. Maaf ya sensei, saya banyak tanya u,U. Sebenernya aku tahu dasar bahasa Jepang, tapi takut salah. Mianhae juga dengan typo yang (mungkin) selalu ada di setiap ff aku. Pokoknya komentar bener-bener ditunggu, komentar juga mempengaruhi cepet atau nggaknya lanjutannya di posting lho kekekek~~~. Silent readers segera tinggalkan kometar kalian, ini udah hampir banget ending, lebih baik kalian kometar di part ini daripada nggak sama sekali ;)

34 thoughts on “Bittersweet | Chapter 6

  1. Aishhh..
    Rumit deh keluarga yoona tuh..
    Gmna appa yoona bisa berbuat seperti itu
    Seharusnya tanya dulu sama yoona nya jgn ambil keputusan sendiri..
    Menyebalkn pasti punya appa seperti itu..
    Ya ampun yoona knpa lagi
    Apa dia baik2 aja..

  2. Knapa kyu gaaa blang ajj sama appanya klo yg dia suka tuh yoona , knapa nrima ajj djodohin sama seohyun ,, ?? Yoona knapa tuh smoga ajj dia gaa kena penyakit yg mematikan ,

  3. OMO!!
    Knp sih? Seohyun slalu aja rbut kbahagian Yoona?? G’bsa ap, Biarin Yoona Bhagia!! Tp aku telah Brsyukur, klau Kyuhyun Suka sma Yoona!!
    Tp? Aku G’rela? Kyuhyun Djodohkn Brsma SeoHyun!!

    Sungguh aku bnar” g’ska SeoKyu!!
    I Hate SeoKyu..
    Maaf Ya? Buat SeoKyu Shipper/ Wires!!

    Buat Happy Ending Ya Author.. Sdh Yoona trsakiti!!
    Next Chapter Dtunggu!! Jngan Lma-Lma.. Jebael..

    Hiks.. Hiks.. Hiks.. T_T

  4. Kereen eon,,
    tpi kyaknya kepndekan deh eon, next chapter dipnjangin ea eon😀
    *yoona eoni skit apaan sih? Jgn smpe yoona eoni dibwt mati😦

  5. ige mwoya???
    SeoKyu in here?? Ciyuuus? Enelan?? Miapa??? *halaaah*
    andwae!!! >.<
    jinjja, chapter x ini bener2 *piso mana piso*
    Yoona skt apaan, deh?

    author chingu, kpn mw dilanjutkan FF'y??
    q tunggu, loh *brharap ga lama*

    smgt!!! ^^9

  6. Lanjutannya dong ..penasaran nii , smoga appa nya itu sadar stelah itu .ishh nybelin banget tuh perannya seoh unnie ,, smua yang dimilikin sama yoong unnie prlahan jadi mlik dia T.T tegaaaa seoh unnie …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s