All My Love Is For You : Go Away or Stay Away

Tittle : All My Love is For You : Go Away Or Stay Away

Maincast :

–          Super Junior Kyuhyun as Cho Kyuhyun

–          SNSD Yoona as Im Yoona

–          CN BLUE Jonghyun as Lee Jonghyun

Other Cast :

–          CN BLUE Yonghwa as Jung Yonghwa

–          Lee Han-Byul (OC) as Lee Han-Byul/Kenzie Hiromasa

–          Moon Soo Min (OC) as Moon Soo Min

–          TVXQ Changmin as Shim Changmin

–          SHINee Minho as Choi Minho

GENRE :

Sad, Romance (MAYBE)

Disclaimer :

Semua Cast ialah milih Tuhan, Keluarganya, Pacarnya, Membernya dan para fans mereka itu sendiri :p

NOTE :

Don’t forget CRL😀 and don’t bashing our cast. Kalo gga suka sama cast.a, atau alur ceritanya lebih baek gga usah bacah de. _-

Tulisan yang pakek garis bawah itu adalah bahasa Jepang atau percakapan pakek bahasa Jepang eoh..😀

Go away or Stay away

“Kenapa pulangnya sore sekali?” Tanya Jonghyun lembut saat menyambut Ken yang baru saja datang.
Ken menunduk. “Mianhee appa. Tadi kakak temanku mentraktir kami makan.” jawab Ken jujur.
Jonghyun tersenyum lalu menggendong bocah kecil itu. “Aigoo, jagoan Appa sekarang sudah berat eoh.”
“Tentu saja. Karena aku ingin punya otot seperti appa.” terangnya senang.
Jonghyun hanya terkekeh dengan sikap anaknya itu. “Ken pergi mandi setelah itu Appa tunggu di didepan tv. Ada sesuatu yang ingin appa katakana.” Jonghyun menuruni Ken.
“Okei boos.” Ujar Ken hormat pada Joghyun lalu berlari kekamarnya. Jonghyun hanya menghela melihat tingkah anaknya itu. ‘Melihat wajahnya semakin membuatku berat untuk meninggalkannya.’ Batin Jonghyun menerawang.

*****

“Apa kau ada waktu?” Kepala Kyuhyun muncul dari pintu ruangan Yoona membuat Yoona mendongak lalu menggeleng pelan.
Kyuhyun tersenyum lalu masuk kedalam ruangan Yoona. “Kka. Temani aku jalan-jalan.” Ajak Kyuhyun yang langsung menarik lengan Yoona.
Yoona yang masih kaget hanya pasrah dengan tarikkan Kyuhyun.

“Huwaaa.” Teriak Kyuhyun senang. Ya. Hari itu Kyuhyun mengajak Yoona untuk menikmati angin sore di sungai Han. Kyuhyun berjalan kearah pinggir Sungai dan meninggalkan Yoona yang memeluk tubuhnya karena dingin.
Menyadari kalau yeoja itu tidak ada disampingnya. Kyuhyun berjalan kebelakang lalu menarik tangan Yoona.
“Aku tahu kau sudah hampir delapan tahun tidak menikmati angin sore sungai han. Jadi aku membawamu kesini sekedar untuk penawar rindumu.” Terang Kyuhyun.
Yoona hanya membalasnya dengan senyuman manis miliknya. Entah kenapa batinnya menyuruh untuk menikmati angin sore itu. Kyuhyun yang melihatnya tersenyum senang. ‘Akhirnya aku bisa melihat ekspressi itu lagi.’ Batin Kyuhyun senang.
Setelah menikmati angin sore. Kyuhyun dan Yoona berjalan mengitari symbol dari negri gingseng itu.
“Mianhee.” Ucap Kyuhyun dahulu. “Mianhee karena aku terlalu sibuk dengan pekerjaanku dan meninggalkanmu dulu.”
“Itu hanya masa lalu, Kyu.” Jawab Yoona datar.
Kyuhyun tersenyum miris. Dia tahu kalau ekspressi Yoona pasti akan seperti itu.
“Boleh aku bertanya?”
Yoona mengangguk pelan dan masih menatap kedepan.
“Sejak kapan kau memiliki anak?” Tanya Kyuhyun dan sukses membuat Yoona menghentikan langkahnya dan menatap namja disebelahnya. “Jangan berbohong padaku yoong. aku tahu kalau anakmu itu bukan anakmu bersamaku ataupun bersama Jonghyun.
Yoona tertegun. Entah kenapa dia sukar mengatakan yang sebenarnya. Kyuhyun yang melihat ekspressi Yoona berubah dengan cepat ia memegang pundak yeoja itu untuk menenangkannya. “Katakan yang sebenarnya, yoong. aku berjanji tidak akan mengatakannya pada siapapun.”
tiba-tiba tubuh Yoona bergetar menahan air mata yang hendak keluar. “Yoong.” panggil Kyuhyun lembut.
“Dia…Dia… anak Seohyun dan Yonghwa oppa.” terang Yoona yang masih gemetar sedangkan Kyuhyun tersentak kaget. Namja itu tidak menyangka. “Kau bercandakan yoong.”
Yoona menggeleng pelan. “Itu fakta oppa. seohyun adalah ibu kandung dari Ken.”
“Lalu dimana dia? Kenapa dia rela meninggalkan anaknya bersamamu? Jahat sekali dia meninggalkan anaknya begitu saja.” Amuk Kyuhyun.
Yoona menarik nafas dalam. “Seohyun meninggal satu hari setelah persalinan dan disana hanya Aku dan Jonghyun oppa yang mengetahuinya.”
Kyuhyun menghela nafas sambil menggelengkan kepalanya tanda dia tidak percaya semua yang telah terjadi.
“Jadi dulu hanya aku yang tidak mengetahui pernikahan kalian?” amuk Kyuhyun.
Yoona hanya menunduk. “Mianhee.” Ucap Yoona pelan. “Tapi bukan hanya Kyu line yang tidak mengetahui itu, Jessica eonnie, Yuri eonni dan Krystalpun tidak mengetahui tentang ini. Mereka mengetahuinya setelah kami pindah ke jepang.”
Tanpa ba-bi-bu Kyuhyun memeluk Yoona erat. Mendekapnya penuh kasih sayang. “Izinkan aku merebut hatimu lagi.”
“Kyu.” Panggil Yoona pelan.
“Hanya katakan Ya atau Tidak. Aku tidak perduli kau memiliki suami atau tidak. Hanya izinkan aku mengambil hatimu lagi.”
“Kau gila.” Terang Yoona sambil mendorong tubuh Kyuhyun hendak melepaskan pelukan namja itu. tapi saya tenaga namja itu lebih kuat darinya.
“Nee. Aku memang gila. Gila karenamu.”
Tanpa keduanya sadari seseorang melihat pelukan tersebut dengan senyuman miris menghiasi bibirnya.
‘Mianhee sudah membuat kalian terpisah.’ Batin orang tersebut.

“Abeoji.” Teriak Ken saat menyambut Yonghwa yang baru datang. Membuat Yoona dan Yonghwa yang mendengarnya terkejut. “Ada apa abeoji kesini? Merindukanku kah?”
Mendengar itu Yonghwa tersenyum lalu mengangguk dan menggendong anaknya itu. “Nee. Abeoji sangat merindukan Hanbyul.”
“Abeoji, mulai sekarang panggil aku Ken jangan Hanbyul.”
“Waeyo? Bukankah Hanbyul nama koreamu.”
“Karena Ken adalah nama Jepangku. Appa dan Eomma selalu memanggilku Ken.”
“Baiklah kalau begitu.”
“Hyung sudah datang.” Terang Jonghyun yang baru keluar dari kamar.
Yonghwa menoleh kearah Jonghyun. “Nee. Kalau kalian ingin pergi, pergilah biar aku yang menjaga Ken disini.”
Jonghyun mengangguk lalu menyambut istrinya itu. “Kka.” Ajaknya.
Yoona mengangguk. “Ken. Jangan nakal eoh. Jangan merepotkan Aboeji.”
“Siap bos.”

Jonghyun POV

“Oppa, ingin mengajakku menemui siapa?” Tanya Yoona saat kami berada didepan pintu sebuah restoran.
“Kau akan lihat nanti, chagi.” Jawabku yang untuk pertama kali memanggilnya ‘Chagi.’
Yoona tersenyum lalu mengaitkan lengannya pada lenganku seperti biasa. Tuhan, kenapa aku semakin berat untuk meninggalkannya.
“Hyung.” Panggil seseorang sambil melambaikan tangannya. Akupun membalasnya sambil mengeratkan pegangan lengan Yoona padaku. “Gwencana.” bisikku pelan.
“Long time no see, Hyunnie.” Terang Changmin hyung menyambutku.
“Nee hyung.”
“Annyeong Yoona-ah.” Lanjutnya pada Yoona.
“Annyeong oppa.” jawab Yoona lembut.
Aku menarik kursi untuk Yoona lalu menarik kursi untukku.
“Noona. Kenapa tidak mengajak anakmu?” terang Minho.
Yoona tersenyum hambar. “Dia hanya kecapekan. Aku tidak tega mengajaknya.”
“Annyeong semuanya.” Sapa seseorang yang kuyakin itu Kyuhyun hyung.
“Annyeong hyung.” Sapaku yang lalu berdiri menyambutnya.
“Annyeong.” Sapanya.
Selama makan malam aku melihat Kyuhyun hyung yang terus menatap kearah Yoona. Sebagai lelaki normal, aku cemburu dengan tatapan itu tapi dari awal semuanya adalah salahku. Merebut yeoja yang begitu hyungku cintai.
“Hyung. Aku ingin mendengarmu bernyanyi. Kau tahu aku merindukan suaramu itu.”
“Jinjja?” terangku tidak percaya.
Minho mengangguk. “Ayo hibur kami.”
Aku menatap Yoona yang tersenyum manis untukku. “Baiklah kalau begitu.” Jawabku beranjak dari kursiku dan berjalan menuju panggung.
Aku mencheck mic dan gitar disana. “Lagu ini ku persembahkan untuk ketiga sahabat setiaku yang sudah menerimaku apa adanya dan especially untuk istriku tercinta.”

 

chang bakke biga naerimyeon gamchwodun
gieogi nae mameul jeogsigo
ijeun jul aratdeon saram ohiryeo
seonmyeonki tto dasi tteoolla

nae saranga saranga geuriun
naui saranga mognoha bulleo bojiman
deudjido motaneun sarang
nae saranga saranga bogopeun
naui saranga geudae ireum maneurodo bein deut
apeun saranga nae saranga

changgae eodumi omyeon sumgyeo
non chueogi nae mameul balghine

nae saranga saranga geuriun
naui saranga mognoha bulleo bojiman
deudjido motaneun sarang
nae saranga saranga bogopeun
naui saranga geudae ireum maneurodo bein deut
apeun saranga nae saranga

uri hamkke useum jieotdeon sungan
uri hamkke nunmul heullyeotdeon sungan
ije geuman bonaejiman

nae saranga saranga gomaun
naui saranga nae jeonbu da jiun daedo
gaseume namgyeojil sarang
nae saranga saranga sojunghan
naui saranga nae sumi da hal ttaekkaji ganjighal
naui saranga nae saranga

 

Aku menerima tepukkan meriah dari para tamu termasuk tepuk tangan dari para Kyu-line dan Yoona.
“Hyung, suaramu semakin merdu.” Puji Minho tepat saat aku sudah kembali pada tempatku.
“Gomawo.”

“Oppa sengaja membawaku kesana.” Amuk Yoona tepat kami baru saja masuk kedalam rumah.
“Mianhee.” Ucapku pelan.
“Oppa tahu bagaimana aku disana tadi.”
“Mianhee Jeongmal Mianhee.” Ujarku.
“Bisakah oppa mengatakannya dulu sebelum kita kesana. Bagaimana tatapan sahabat-sahabatmu terhadapku. Apa oppa lupa kejadian yang lalu.”
Aku menghela nafas keras, emosiku terpancing. “Mian. Apa kau tidak mendengar perkataan maafku.” Amukku.
Yoona diam.
“Kau lebih tidak tahu bagaimana perasaanku delapan tahun ini. Aku merebut yeoja sahabatku sendiri. Apa kau bisa merasakannya. Aku melakukan ini untuk menebus rasa bersalahku secara berlahan.”
Yoona hanya diam.
“Terserah kau saja. Aku lelah. Aku melakukan ini untuk kebaikan hubungan aku, kau dan Kyuhyun hyung.” Terangku berjalan ke kamar lalu membereskan semua pakaianku. Mungkin Yoona membutuhkan waktu untuk berpikir.
Aku keluar kamar dan mendapati Yonghwa hyung menenangi Yoona yang sedang menangis didapur.
“Dia hanya emosi. Kau harus sabar.”
Yoona hanya menangis. Hatiku miris mendengar isakkannya. Aku berjalan lambat menuju pintu utama.
“Kau mau kemana?” Tanya Yonghwa hyung membuatku menghentikan langkahku.
“Kau mau pergi ketika keadaan istrimu seperti ini.” Marahnya padaku. “Selesaikan masalah kalian dengan baik-baik. Jangan emosi.”
“Jangan atur aku.” Jawabku singkat dan terdengar tangisan keras dari Yoona. ‘Mianhee.’

Author POV

“Kenapa kau hari ini tampak murung?” Tanya Soomin pada Ken.
Ken menggeleng sambil memanyunkan bibirnya. “Anio.”
“Kau ada masalah dirumah?”
“Kenapa kau tahu?” Tanya Ken menatap Soomin.
“Karena aku juga seperti itu ketika melihat eomma dan oppa bertengkar.”
Ken menghela nafas. “Begitulah. Semalam aku mendengar eomma dan Appa bertengkar sampai eomma menangis. Tadi pagi saja yang mengantarku Yonghwa abeoji.”
“Kalau begitu kau ikut aku jalan-jalan bersama oppaku saja. Kau mau?” ajak Soomin pada Ken.
“Kita mau kemana? Tapi Aku ingin mencari ayahku.”
Soomin diam dan tampak berpikir. “Kalau begitu aku temani kau untuk mencari ayahmu.”
“Kau mau?”
Soomin mengangguk mantap. “Tentu saja.”
“Gomawo.”

Yoona memasuki ruang pemotretan dan menemui namja imut yang baru saja selesai dipotret.
“Kau tahu dimana Jonghyun oppa?” tanyanya to the point.
“Memangnya Jonghyun hyung kemana?” Minho balik Tanya.
“Jangan pura-pura tidak tahu Minho. Aku tahu, Jonghyun oppa ketempatmu semalam.”
Minho memegang pundak Yoona sekedar menenangkan noonanya itu. “Noona aku tidak tahu apa yang kau bicarakan tapi demi apapun Jonghyun hyung tidak pernah kerumahku lagi.”
Tubuh Yoona kembali bergetar. Yeoja itu kembali menangis. “Semua salahku.” Gumamnya pelan membuat semua orang disana melihat mereka heran. Minho menyuruh noonanya untuk duduk lalu dia pergi mengambil minuman.
“Apa yang terjadi noona? Ceritakan padaku.”
Yoona hanya menggeleng sambil menghapus airmatanya. “Gwencanayo.” Jawab Yoona yang sudah cukup tenang.
“Ayo kita mencari hyung.” Ajak Minho menyodorkan tangannya. Yoona menyambut tangan itu.

Kyuhyun POV

Aku memeriksa seluruh bar yang ada di Seoul. Minho mengabariku kalau Jonghyun pergi dari rumah.
Hingga langkahku terhenti setelah mendapati seorang namja berjalan dengan gaya mabuk. “Jonghyun-ah.” Teriakku dan membuat namja tersebut menghentikan langkahnya. Dengan cepat aku menghampirinya. “Gwencanayo?”
“Untuk apa hyung kesini?” tanyanya dengan gaya mabuk.
“Ayo kita pulang.” Ajakku tapi Jonghyun mendorong tubuhku hingga terjatuh.
“Tidak usah mengurusku. Bukankah hyung senang aku seperti ini. Hyung bisa mendekati Yoona dan kembali padanya.” Amuknya.
Aku berdiri mendekatinya.“Apa yang kau katakan. Jangan sembarang bicara.”
Jonghyun terkekeh. “Bukankah hyung meminta izin pada istriku untuk kembali merebut hatinya?”
Aku terdiam. Darimana dia tahu? Apa Yoona memberitahunya.
“Aku juga melihat hyung memeluk istriku.”
Aku terdiam menatapnya hingga Jonghyun menarik kerah kemejaku. “Wae? Kenapa hyung melakukannya? Hyung dendam padaku karena aku yang lebih dulu melamarnya. Waeyo hyung?” amuknya. Aku diam tidak menolak perlakuannya dan aku bisa menatap matanya yang terlihat marah, kecewa dan sedih.
Berlahan tapi pasti Jonghyun melepaskan tangannya dari kerahku. “Kalau itu yang hyung mau. Aku akan melepaskannya.” Jawabnya dan berlalu meninggalkanku.
Aku meraih ponselku dan menghubungi Minho yang sedang bersama Yoona. “Dia ada di bar daerah Myeongdong. Aku sedang mengikutinya sekarang.”
Untuk berapa lama aku mengikuti Jonghyun dari belakang. Melihat keadaannya yang sedang mabuk berat. Hingga sebuah mobil berhenti didekatnya dan keluarlah yeoja dan namja. Aku yakin itu Yoona dan Minho. Aku berlari mendekati mereka.
“Oppa.” Yoona memeluk Jonghyun dari belakang membuat namja itu menghentikan langkahnya.
“Jangan pergi. Jebbal. Jangan tinggalkan aku dan Ken.”
Jonghyun hanya diam tak menghiraukan Yoona. Hingga pada akhirnya ia menghempaskan tangan Yoona yang memeluknya. “Pergilah. Aku tidak mau melihatmu beberapa waktu ini.” Terangnya lalu pergi begitu saja. Meninggalkan Yoona yang menangis terduduk. Minho mencoba menenangkan Yoona sedangkan aku berlari mengejar Jonghyun.
“Apa benar kau Lee Jonghyun? Lee Jonghyun yang kukenal tidak pernah menyakiti perasaan yeoja terlebih lagi perasaan Yoona. Mana Jonghyun yang kukenal. Hah. Kau tahu, sekarang kau menjadi namja brengsek yang pernah kukenal.” Teriakku tapi sia-sia Jonghyun tidak mendengarkannya.

*****

Jonghyun menarik kerah kemejaku. “Wae? Kenapa hyung melakukannya? Hyung dendam padaku karena aku yang lebih dulu melamarnya. Waeyo hyung?” amuknya. Aku diam tidak menolak perlakuannya dan aku bisa menatap matanya yang terlihat marah, kecewa dan sedih.
Berlahan tapi pasti Jonghyun melepaskan tangannya dari kerahku. “Kalau itu yang hyung mau. Aku akan melepaskannya.” Jawabnya dan berlalu meninggalkanku.

“Kyu.” Panggilan orang tersebut seketika membuatku sadar. Aku mendapati Changmin duduk dimeja kerjaku. “Kau memikirkan Jonghyun?”
Aku mengangangguk pelan. “Aku khawatir dengan keadaannya.”
“gwencana. Dia sudah pulang kerumah dengan sendirinya.”
Aku tersentak dan menoleh kearah Changmin. “Kau yakin?”
Changmin mengangguk. “Dia kembali tadi pagi setelah mengetahui anaknya menangis karena Yoona tidak sadarkan diri dari semalam.”
“Mwo? Yoona tidak sadar.”
Changmin mengangguk mantap. Dengan cepat aku meraih jasku dan memakainya lalu berjalan keluar tapi lenganku ditahan oleh Changmin. “Kau mau kemana?”
“Melihat keadaan Yoona.”
“Kau mau memperkeruh keadaan hah? Biarkan Yoona bersama Jonghyun. Mereka suami istri Kyu. Jangan sampai orang mengira kau orang ketiga dalam hubungan mereka.”
Aku menghela nafas. Yang dikatakan Changmin ada benarnya.

Author POV.

“Kau sudah bangun?” Tanya Jonghyun yang sedari tadi duduk disebelah ranjang tepat saat Yoona membuka matanya.
Yoona menoleh kesumber suara. Tanpa babibu ia memeluk suaminya itu. “Don’t leave me alone.”
Jonghyun membalas pelukan Yoona sambil memukul punggungnya pelan. “Nee. Istirahatlah. Biar aku yang mengurus rumah.”
Yoona menggeleng. “Oppa yang perlu istirahat.”
Jonghyun melepaskan pelukannya. “Untuk hari ini saja.”
Yoona mendesah pelan. “Baiklah.”

*****

“Ayahmu sudah pulang Hanbyul-ah?” Tanya Soomin saat keduanya baru saja keluar kelas.
Hanbyul mengangguk. “Tadi pagi dia pulang setelah aku menelponnya.”
“Syukurlah kalau begitu. Bagaimana eommamu apa dia senang?” Tanya Soomin semangat.
Hanbyul menggeleng pelan. “Eomma sampai aku berangkat tadi dia tidur pulas. Matanya bengkak.”
“Arraseo. Aku mengerti. Semalam juga oppaku mencari temannya yang hilang.”
“Kenapa kejadian eomma dan appaku selalu sama dengan oppamu?” Tanya Hanbyul polos.
“Molla.”
“Kalian lama sekali?” terang namja tinggi yang tak lain adalah Changmin.
Soomin tersenyum. “Abeonim.” Teriaknya riang sambil berlari menghampiri Changmin.
“Aigoo. Kau sekarang sudah berat ya.” Terang Changmin yang menggendong Soomin.
“Tentu saja.”
“Hanbyul-ssi, mau ikut dengan Hyung?” tawar Kyuhyun. “Setelah ini kami akan kekedai ice cream.”
Hanbyul membungkuk sopan. “Dōmo sumimasen, hyung. Aku ingin pulang lebih cepat karena eommaku sedang sakit. Aku takut terjadi sesuatu pada eomma.”
“Hanbyul-ah, berbicaralah dengan bahasa korea.” Protes Soomin.
Hanbyul mengeluarkan cengirannya sambil menggarukkan rambutnya yang tidak gatal. “Aku belum lancar bahasa Korea.”
“Memang eommamu sakit apa?” Tanya Changmin.
“Hanya kurang enak badan karena terlalu memikirkan Appa.”
“Oh. Baiklah, bagaimana kalau hyung antar?” tawar Kyuhyun.
Hanbyul menggeleng cepat. “Gwencana, hyung. Aku bisa pulang dengan taxi. Sayōnara hyungdeul,Soomin-ah. Mata Ashita.Tolak Hanbyul sopan lalu membungkuk dan meninggalkan Kyuhyun, Changmin dan Soomin.
“Cengirannya mengingatkan aku pada Yoona.” Gumam Changmin dan terdengar oleh Kyuhyun.
“Aku pikir juga begitu. Tapi anak Yoona bukan Hanbyul tapi Ken. Kenzie Hiromasa.” Terang Kyuhyun yang masih menatap punggung Hanbyul yang sekarang sudah masuk kedalam taxi.

*****

“Aku ingin bercerai.” Terang Jonghyun yang sukses membuat Yonghwa menyemburkan Cola yang diminumnya. “Ya. Hyung.” Amuknya.
“Mianhee.Mianhee.” terang Yonghwa sambil mengelap wajah Jonghyun. “Apa kau gila?” lanjut Yonghwa.
Jonghyun menggeleng pelan. “Tidak. Aku waras. Aku sudah antisipasi kalau semua ini akan terjadi nantinya.”
“Bodoh. Kau merelakan yeoja yang kau cintai hidup bersama namja lain.” Protes Yonghwa.
“Tapi Yoona masih mencintainya, hyung.”
“Kalau Yoona masih mencintainya, kenapa sampai sekarang dia disampingmu, hidup bersamamu, tidur denganmu. Apa kau berpikir kesana.” Bisa terlihat kemarahan Yonghwa atas keputusan Jonghyun. Ya, aku mengerti. Dia memang sudah mengenalku sebelum aku mengenal para Kyu-line dan Yoona.batin Jonghyun

Flashback

“Kenalkan, ini putri abeoji, Yoona.” Terang Tuan Im yang memperkenalkan Yoona pada Jonghyun.
“Annyeong Haseyo.” Sapa Yoona lembut dan sukses membuat Jonghyun terpana. Mengagumi ciptaan Tuhan yang begitu tampak sempurna.
Nyonya Lee menyikut lengan Jonghyun, membuat namja itu tersadar. “Annyeong.” Jawab Jonghyun gugup.
“Aigoo, anak muda zaman sekarang baru melihat yeoja cantik saja sudah gugup seperti ini.” Goda Tuan Lee tapi tidak membuat Jonghyun mengalihkan pandangannya pada Yoona.
“Jonghyun-ah. Mulai besok kau dan Hyuk Jae akan menemani Yoona tinggal dirumah yang ada di Seoul, eoh.” Terang Nyonya Lee. “Kasihan sekali dia. Tinggal sendirian dirumah, kalau ada apa-apakan bisa bahaya. Makanya kalian berdua temani Yoona, eoh. Anggap saja Yoona saeng kalian.”
Jonghyun hanya mengangguk pelan. “Nee.”

End.

“Tapi hyung, semua ini salahku. Aku yang merebut Yoona dari Kyuhyun hyung. Aku yang bersalah.” Terang Jonghyun lemas. Entah kenapa tubuhnya begitu lemas ketika dia memikirkan perpisahannya dengan Yoona nantinya.
“Kau tidak bersalah. Bukankah kalian menikah setelah Yoona dan Kyuhyun putus. Ayolah, jangan jadi namja lemah. Kalau kau begitu mencintainya, buktikanlah kalau kau bersungguh-sungguh mencintainya. Jangan seperti aku yang sampai saat ini terus menyesal setiap menatap wajah Ken.” Terang Yonghwa yang tiba-tiba beranjak. “Hari sudah malam. Aku harap kau memikirkannya dengan baik dan aku akan mendukung semua keputusanmu.” Yonghwa menepuk pundak Jonghyun lalu pergi meninggalkan Jonghyun sendiri.
‘Mianhee hyung. Aku punya alasan lain.’ Batin Jonghyun. Hingga tiba-tiba Jonghyun mendengar suara dengingan yang begitu keras dan membuat kepalanya menjadi pusing. ‘Kenapa ini sakit sekali?’ batin Jonghyun sambil tangannya merabah meja menuju sebuah loker tapi terlambat setetes darah segar keluar dari hidungnya dan seketika membuat pandangannya kabur hingga ia benar-benar tidak sadarkan diri.

*****

Jonghyun POV

Aku membuka mataku berlahan dan melihat sekitarku yang berwarna serba putih. Dimana aku? Hanya itu yang bisa kupikirkan. Entah kenapa kepalaku sangat berat, aku mengangkat tanganku yang diinfus. Sepertinya aku dirumah sakit.
“Kau sudah sadar?” Aku melihat kearah pintu. Yonghwa hyung.
“Kenapa aku bisa disini hyung?” tanyaku pelan sambil mencoba duduk.
Yonghwa hyung menghela nafas. “Kenapa kau tidak mengatakan yang sebenarnya?”
Aku mengernyitkan dahi. “Apa maksudmu, hyung?”
“Jangan pura-pura tidak tahu, Lee Jonghyun. Kenapa kau menyembunyikannya, hah? Kau tidak percaya pada kami.”
Aku memejamkan mataku. Ternyata dia sudah tahu. “Mianhee.”
“Cih. Kenapa kau seperti ini, hah? Mau menjadi namja kuat tanpa bantuan orang lain. Kenapa tidak sekalian saja kau menjadi Superman atau Batman.”
“Aku hanya tidak ingin kalian mengkhawatirkan aku….”
“Tapi kau sudah membuat kami khawatir.” Potongnya.
Aku kembali mendesah. “Aku mohon hyung jangan beritahu siapapun termasuk Yoona. Aku tidak ingin terlalu bergantung padanya.”
Yonghwa hyung menggelengkan kepalanya sambil mengusap wajahnya. “Aku heran padamu. Penyakitmu sudah akut, kau masih memikirkan orang lain. Kau itu polos atau bodoh hah.” Marahnya.
Aku mengusap wajahku dengan tangan. “Aku mohon hyung.” Pintaku.
“Kalau itu memang maumu, aku akan mengikuti permainanmu.”
“Gomawo.”
“APPA.” Teriak bocah kecil membuka pintu.
“Kenzie-chan.” Panggilku senang menutupi rasa sakitku.
Ken berlari mendekati ranjang dan berusaha untuk naik ranjang. “Appa sakit apa?” tanyanya sambil menatapku.
“Appa hanya kecapekan.” Terangku sambil mengacak rambutnya. “Eomma eodi?”
“Oppa.” Aku menoleh kearah pintu lalu tersenyum. Sepertinya dia terburu-buru sekali. Sampai-sampai jas dokternya masih melekat ditubuhnya. “Gwencanayo?”
Aku mengangguk. “Gwencana.”
“Kata dokter dia hanya kecapekan.”
Yoona mengangguk pelan. “Siapa dokter yang merawat oppa? Aku akan bertanya padanya.”
Seketika aku dan Yonghwa hyung bertatapan.
“Oh. Dokter yang merawatnya hanya calon dokter yang praktek. Mungkin kau belum mengenalnya, yoong.” Kilah Yonghwa hyung dengan cepat.
“Oh. Arraseo. Yang penting suamiku baik-baik saja.” Terang Yoona senang.
Aku mengangguk.
“Tentu saja. Appa Jonghyun is Super Hero.” Terang Ken.

*****

AUTHOR POV

Kyuhyun berjalan menghampiri Soomin yang berjalan sambil menekuk wajahnya. “Waeyo?” Tanya Kyuhyun pelan.
Soomin menggeleng.
“Ayolah katakan. Ada apa?”
Soomin mendongak sambil memanyunkan bibirnya. “Kata Suster Jung, dokter Yoona sedang kerumah sakit pusat karena tadi pagi dia mendapat kabar kalau suaminya sakit.”
Kyuhyun tersentak. ‘Jonghyun sakit? Sakit apa dia?’
“Tadi disekolah juga, Hanbyul juga tidak masuk sekolah. Kata sansaengnim ayah Hanbyul sakit, jadi Hanbyul juga harus kerumah sakit.”
Kyuhyun tersenyum lalu mengacak rambut keponakannya itu. “Sudah jangan cemberut. Bagaimana kalau kita kerumah sakit tempat ayah Hanbyul dirawat?”
“Jinjja? Oppa mau.”
Kyuhyun mengangguk. ‘Tentu saja. Karena aku penasaran siapa Hanbyul itu sebenarnya? Mianhee, Soomin-ah.’ Batin Kyuhyun.

Kyuhyun POV.

“Kau yakin ini ruangannya?” tanyaku pada Soomin.
Soomin mengangguk. “Ibu guru bilang begitu. Lihat saja.” SOomin menyodorkan selembar kertas yang bertuliskan nama pavilion dan nomor kamar.
“Baiklah. Kka.”
Secara berlahan aku membuka pintu rawat. “Hanbyul-ah.” Panggil Soomin pada bocah kecil yang sedang bermain bersama seorang namja. Hingga tatapan kami bertemu dia, Yonghwa. Ketika aku melihat kearah ranjang rawat. Aku melihat Jonghyun terbaring lemah dengan infuse ditangan kirinya yang sedang berada dikepala yeoja sedangkan tangan kanannya sedang digenggam yeoja itu. Chakkaman yeoja? Yoona. Jadi benar kalau Hanbyul itu Kenzie.
“Annyeong Kyu.” Pangil Yonghwa.
Aku menunduk. “Annyeong. AKu tidak menyangka kalau Hanbyul adalah anak Yoona dan Jonghyun.”
Yonghwa hanya tersenyum. “Silahkan duduk.”
Aku mengangguk lalu duduk sambil menghadap Yoona dan Jonghyun. “Jonghyun sakit apa?”
“Hanya kecapekan. Maklum akhir-akhir ini kami disibukkan dengan pembuatan album.”
Aku mengangguk lalu melirik Hanbyul dan Soomin yang sedang bercerita.
“Jadi Soomin adalah adikmu?”
Aku terkekeh. “Anio. Dia anak noonaku.”
“Oh. Begitu. Ken sering bercerita tentang Soomin memiliki Hyung yang baik. Tidak kusangka ternyata kau.”
Aku hanya berusaha tersenyum.
“Ken sebenarnya bukan anak mereka.” Terang Yonghwa tiba-tiba.
Aku mengangguk. “Aku bisa melihatnya. Hanbyul maksudku Ken, begitu mirip denganmu.”
“Begitulah. Hanya matanya saja yang mirip ibunya dan Yoona.”
“Oppa. Aku bermain dengan Hanbyul eoh.”
Aku hanya mengangguk. “Nee. Mainlah.”
“Kyuhyun-ah.” Panggil Yonghwa lagi dan membuatku menoleh menatapnya. “Kalau kau ingin mendapatkan Yoona kembali, hanya bersabarlah karena cepat atau lambat Yoona akan kembali padamu.”
Ucapannya sukses membuatku diam mematung. Apa maksud dari yang dia katakan?

“Kau yakin?” terang Changmin kaget.
Aku mengangguk. “Dia mengatakan seperti itu dan dari raut wajahnya sepertinya dia sangat serius.”
“Pasti ada sesuatu yang tidak beres.” Terang Minho.
“Sepertinya.” Sahutku.
“Tapi dengan mendengar itu, hatimu senangkan? Kau bisa kembali dengan Yoona tanpa gangguan Jonghyun, Hanbyul dan siapapun.”
“Aiish, bukannya seperti itu. Aku hanya tidak enak pada Jonghyun. Ingat dia itu sahabat kita.”
“Arraseo.Arraseo.” terang Changmin manggut-manggut.

*****

Yoona tampak senang melihat Ken bermain dengan Soomin.
“Dia mirip sekali dengan ayahnya.” Kyuhyun duduk disebelah Yoona sambil melihat keponakannya bermain.
“Begitulah.” Jawab Yoona datar.
“Bagaimana kabar Jonghyun? Apa dia sudah pulang?”
Yoona mengangguk pelan. “Dia sudah pulang bahkan sekarang sudah kembali bekerja.”
“Apa kau mengizinkan Yonghwa untuk membawa Hanbyul ke Amerika?”
Yoona menghela nafas. “Meskipun tidak rela tapi aku harus mengizinkannya. Karena Ken adalah anak kandung Yonghwa oppa bukan anak kandung kami.”
Mendengar kata kami, Kyuhyun sedikit tersentak. “Apa kau mencintai Jonghyun?” ungkap Kyuhyun dengan polosnya.
Yoona mengangguk pelan. “Begitulah.”
“Apa kau tidak mencintaiku lagi?” Tanya Kyuhyun penasaran.

Late? Mianhee, readers.. Maklum lagi banyak tugas yang numpuk. L harap maklum ya. Ini cerita fresh from my Laptop. Happy Reading.

23 thoughts on “All My Love Is For You : Go Away or Stay Away

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s