Bittersweet | Chapter 5

Tittle : Bittersweet Chapter 5

Author : Ririw/Riri

Main Cast :

  • Im Yoona as Lee Yoona
  • Cho Kyuhyun
  • Seo Joo Hyun/Lee Joo Hyun a.k.a Seohyun

Support Cast :

  • Lee Jinki a.k.a Onew as Yoona brother
  • Kwon Yuri
  • Lee Taemin
  • And other

Genre : Romance,Family,Angst

Rating : PG-13

Length : Chapter

Disclaimer : This story is my own mind. Cast belong’s god. Plagiator Not allowed !!

Poster by : J.Joker , jeongmal gomawo eonni buat poster yang waw ini *.*

Bittersweet Chapter 5 

Yoona mendongak ketika ada sebuah sapu tangan berwarna biru yang terulur di depan matanya. Ketika mengetahui siapa orang yang mengulurkan sapu tangan tersebut, Yoona langsung menghambur kepelukannya. Menumpahkan segalanya, membuat bahu orang tersebut menjadi sandaran Yoona sekarang. Tak peduli lagi jika bahu orang tersebut basah, Yoona hanya membutuhkan tempat untuk sandaran.

***

Kyuhyun turun dari mobilnya dan berlari ke sisi lain mobil. Ia membuka pintu dan membantu Seohyun untuk keluar, Seohyun hanya tersenyum dengan perlakuan Kyuhyun. Mereka berdua menghabiskan hari minggu untuk pergi. Awalnya Kyuhyun ingin mengajak Yoona, tapi ia mendengar Yoona sedang berbicara dengan seseorang di telfon yaitu Taemin.

Kyuhyun mendengar pecakapan Yoona dan Taemin saat ia tak sengaja melewati kamar Yoona,  kemarin ketika ia mengerjakan tugas bersama Onew. Ia mendengar percakapan Yoona yang sedang berencana pergi bersama Taemin hari minggu ini, entah siapa yang mengajak duluan. Ia mengurungkan niatnya untuk mengajak Yoona dan akhirnya ia memutuskan untuk diam di rumahnya. Tapi ia bosan dan akhirnya mengajak Seohyun.

“Mau masuk?” tawar Seohyun.

Kyuhyun tersadar dari lamunannya, “Boleh.”

Kyuhyun mengikuti Seohyun yang terlebih dahulu memasuki rumah yang sudah akrab dengannya sejak kecil. Ia duduk di sofa ruang tamu, memandang berkeliling. Rumah itu sepi, sepertinya orang-orang di rumah itu sedang pergi atau tidur? Tapi ini sore, biasanya ketika sore apalagi hari minggu, rumah ini akan ramai. Tapi bukan ramai karena banyak orang, tak lain berasal dari Yoona dan Onew yang akan bertanding main game.

“Mau minum?” tawar Seohyun lagi.

“Silahkan.”

“Minum apa?” tanya Seohyun.

“Yang ada saja.”

“Baiklah, kalau begitu aku tinggal dulu.”

Kyuhyun hanya mengangguk, ia memandang berkeliling. Ruang tamu ini tidak berubah, ia memang sering main atau bahkan menginap di sini. Tapi ia tak pernah terlalu memperhatikan semua yang ada di rumah ini. Kyuhyun memandang foto keluarga yang tergantung di sana, ia memperhatikan eomma Yoona dan Onew. Sangat mirip keduanya, apalagi Yoona.

Tapi Kyuhyun sedikit terkejut dengan suara pintu gerbang yang menggeser, ia melirik jendela. Kyuhyun melihat Yoona sedang bergandengan tangan dengan Taemin. Kyuhyun hanya tersenyum tipis, sepertinya Yoona baru pulang. Kyuhyun tak menyadari mata Yoona yang sedikit sembab.

“Sudah sampai,” samar Kyuhyun mendengar suara Taemin ketika mereka berdua berdiri di depan pintu. Kyuhyun terus memperhatikan Yoona dan Taemin, entah dorongan dari mana ia ingin melihat gerak-gerik Yoona ketika bersama Taemin.

Mata Kyuhyun membulat ketika Yoona memeluk Taemin di sana. Ia sedikit terkejut, Yoona tak akan pernah memeluk sembarangan orang. Terakhir kali Yoona memeluknya saja, Kyuhyun hanya ingat ketika mereka SMP. Saat itu ia, Yoona, Yuri dan Onew sedang berkumpul dan kemudian mati lampu. Yoona yang sedang berada di sampingnya langsung memeluknya.

Lalu sebelum itu saat Yoona menangis karena ia kalah main game dari Onew dan Onew menyuruhnya untuk membereskan kamar Onew yang berantakan. Paling sering ketika mereka SD, tapi Kyuhyun tak terlalu ingat kapan saja dan kenapa. Tapi ia juga bingung, kenapa ia bisa mengingat saat Yoona memeluknya? Kyuhyun hanya menggeleng-geleng tak jelas. Tapi ia bingung Taemin baru mengenal Yoona, sebulan pun belum. Apa mereka sudah menjadi sepasang kekasih? Tapi bukannya tak terlalu cepat?

Pertanyaan-pertanyaan itu terus saja berkeliaran dalam pikiran Kyuhyun. Dan satu lagi, Kenapa ia terus memikirkan Yoona? Mungkin karena mereka terlalu dekat, mereka selalu bersama-sama sejak kecil. Dan Kyuhyun memikirkan rasa sayang? Rasa sayang terhadap adik atau yang lainnya? Kyuhyun kembali menggeleng-gelengkan kepalanya lagi, pikirannya sudah liar berpikir kemana-mana.

Pintu terbuka, “Ternyata ada Kyuhyun Oppa.”

Ne,” Kyuhyun mengangguk dan tersenyum.

“Bagaimana kencannya?” lanjut Kyuhyun.

“Kencan?” Yoona menaikkan sebelah alisnya sampai ia tersadar, “Menyenangkan.”

“Aku pergi dulu,” Yoona kemudian meninggalkan Kyuhyun yang dibenaknya masih banyak pertanyaan-pertanyaan yang berkeliaran dalam pikirannya.

***

Gwenchana?” Taemin melepaskan pelukan Yoona, sementara Yoona hanya mengangguk dan cairan bening masih keluar dari matanya.

“Kau bisa menceritakan semua padaku,” lanjut Taemin, “Tapi jika kau tak keberatan.”

“Mungkin nanti,” suara Yoona masih bergetar. Yoona berusaha menghentikan tangisnya, ia tak boleh menangis lagi.

“Menangislah jika belum puas, hanya ada aku yang melihatmu menangis. Kau bisa meminjam bahuku lagi jika belum puas menangis.”

“Aku tak boleh terlalu cengeng,” Yoona mengusap air mata dengan punggung tangannya. Tapi belum sempat ia melakukan itu, Taemin telah lebih dulu mengusap air matanya dengan sapu tangan yang sejak tadi yang berada di genggaman tangan Taemin.

Gowamo,” Yoona tersenyum saat tangan Taemin masih mengusap air matanya.

“Tak masalah, kita teman dan harus saling membantu,” Taemin balas tersenyum.

“Kenapa kau ada di sini? Bukannya kau bilang akan mengerjakan tugas bersama temanmu?” tanya Yoona.

“Rumah temanku dekat sini, aku dan temanku mengerjakan tugas di teras rumahnya. Saat melihat kau berlari sambil menangis melewati rumah temanku, aku langsung pamit pulang duluan,” jelas Taemin. Yoona melihat ransel yang dietakkan di samping Taemin, ia baru menyadari Taemin membawa ransel setelah ia menangis beberapa menit lalu.

“Melihatku menangis? Aku merasa tadi aku berlari sangat cepat, tapi kenapa kau bisa melihat aku menangis Taemin-ah?” Taemin hanya mengedikkan bahunya, menjawab pertanyaan Yoona yang ia sendiri juga bingung untuk menjawabnya.

“Sudah sore, kau tak mau pulang?” Taemin melirik jam tangannya.

“Tentu saja mau, ayo antar aku,” Yoona menarik Taemin untuk berdiri.

“Aku memangnya mau mengantarmu?” canda Taemin.

“Kalau tidak mau, aku bisa pulang sendiri,” Yoona hendak berbalik tetapi tangannya segera ditahan oleh Taemin.

“Aku hanya bercanda, kenapa ditanggapi serius?”

Mereka berjalan bersama, saling bercanda satu sama lain. Yoona sedikit melupakan kejadian tadi akibat candaan Taemin yang lucu tapi terkadang juga garing. Ketika sampai di depan pintu rumah Yoona, Taemin segera melepaskan tautan tangan mereka.

“Sudah sampai,” ucap Taemin.

Entah karena dorongan apa kemudian Yoona memeluk Taemin, “Gomawo untuk semuanya,”bisik Yoona. Yoona melepaskan pelukannya, sementara Taemin hanya mengangguk.

Yoona membuka pintu rumahnya setelah Taemin pergi, “Ternyata ada Kyuhyun Oppa.”

Ne,” Kyuhyun mengangguk dan tersenyum.

“Bagaimana kencannya?” tanya Kyuhyun.

“Kencan?” Yoona menaikkan sebelah alisnya tak mengerti, tapi kemudian ia tersadar, “Menyenangkan.”

“Aku pergi dulu,” Yoona meninggalkan Kyuhyun yang masih terduduk di sofa.

Yoona berhenti ketika ketika ia berada di ruang keluarga, “Mianhae Kyuhyun Oppa.”

***

12nd November 2012

“Kenapa ini tak mau berhenti?” Yoona membasuh hidungnya yang terus mengeluarkan darah. Ia tadi menabrak dinding, tapi ia merasa tak menabraknya terlalu keras.

Yoona memandang cermin yang ada di depannya, darah itu kembali mengalir dari hidungnya. Cairan berwarna merah dengan bau anyir itu tanpa ragu mengalir keluar dari hidung Yoona. Yoona kembali merunduk, mensejajarkan diri dengan keran dan membasuh darah itu. Yoona berusaha mencari sapu tangan dalam sakunya. Tapi saku jas dan roknya kosong, hanya ada beberapa lembar uang.

“Aishh…,” Yoona menggerutu pelan, terpaksa ia harus keluar sekarang. Tapi darah itu masih mengalir keluar dari hidungnya.

“Lama-lama aku bisa kehabisan darah,” Yoona memposisikan tangan kanannya untuk menutupi hidung, tujuannya untuk berusaha menghentikan darah dan menyembunyikannya dari orang lain.

Yoona berjalan keluar dari kamar mandi, ia berjalan sambil menunduk dengan tangan kanan yang masih menutupi hidung. Ketika ia sedang berjalan sebuah tangan menahannya, menahan tangan kirinya. Sebuah benda halus kini ada dalam genggamannya, Yoona berbalik. Ia tetap menunduk, tapi sekarang ia mengetahui siapa itu, Kyuhyun. Dan yang ada dalam genggamannya itu adalah sebuah sapu tangan.

Kyuhyun mengangkat dagu Yoona dan mendekatkan wajahnya pada Yoona, “Lain kali kau harus lebih hati-hati.”

Yoona membulatkan matanya dan menahan nafas, “N..ne.”

Kyuhyun tersenyum manis, “Dan segera hapus darah itu.”

Kyuhyun menjauhkan wajahnya dari Yoona, Yoona berusaha menormalkan detak jantungnya itu. Sejak Kyuhyun mendekatkan wajahnya, entah kenapa jantung Yoona berdetak sangat kencang seolah ia sudah melakukan lari maraton berkilo-kilo meter. Yoona menarik nafasnya dan menghembuskan secara perlahan.

“Selalu berhati-hatilah,” kemudian Kyuhyun berbalik dan berjalan menjauh.

Yoona masih berdiri mematung, menatap punggung Kyuhyun yang semakin menjauh. Ia tak mempedulikan darah yang masih mengalir keluar. Kemudian Yoona menatap sapu tangan milik Kyuhyun yang ada di genggaman tangannya. Tanpa sadar bibirnya tertarik membentuk senyuman, senyuman yang manis.

***

5th April 2004

Seorang anak perempuan tengah menangis di dekat got di pinggir jalan. Ia masih menggunakan seragam sekolahnya, ia memeluk lututnya. Anak perempuan itu memandang got yang ada di depannya masih dengan air mata yang terus mengalir dari kedua matanya. Seorang anak lelaki yang terlihat beberapa tahun lebih tua mendekati anak perempuan tersebut.

“Yoona-ya, kau kenapa?” anak perempuan yang dipanggil Yoona itu menoleh, “ Mana Onew?”

“Kyuhyun Oppa, Onew Oppa sedang pergi bersama Yuri eonni. Tapi sepatuku,” Yoona menunjuk got yang ada di depannya.

“Sepatumu kenapa?”

“Tadi a…aku hampir terjatuh ke got, tapi sepatuku malah yang terjatuh ke sana,” ujar Yoona yang masih menangis. Kyuhyun menoleh, menatap got dengan air yang berwarna kehitaman dan bau itu.

Kyuhyun sedikit menimbang-nimbang, “Akan aku ambilkan.”

Yoona mengangguk, menghapus air mata yang masih mengalir dengan punggung tangannya. Kyuhyun melepas sepatu dan kaus kakinya, Kyuhyun berpikir lagi. Ia memutuskan untuk tidak menggulung celananya karena pasti celananya akan tetap basah, got itu lumayan dalam untuk anak seumurannya. Kyuhyun masuk ke dalam got, sedikit melompat ke dalam got yang setinggi dadanya.

Kyuhyun menahan nafasnya, ia memasukkan kepalanya ke dalam air got. Kini Kyuhyun sudah menghilang, hanya gelembung-gelembung air yang berasal dari nafas Kyuhyun yang muncul ke permukaan got. Ia memasukkan kepalanya karena jika tidak, maka sepatu Yoona tak akan ditemukan. Air got itu membuatnya susah untuk melihat di mana posisi sepatu Yoona.

Kyuhyun sudah tidak mempedulikan lagi badannya yang sudah basah kuyup dan bau itu. Yang terpenting adalah sekarang ia menemukan sepatu milik Yoona. Kepala Kyuhyun kembali muncul, ia sudah kehabisan nafas. Kyuhyun menghirup udara sebanyak yang ia bisa, kemudian ia memasukkan kepalanya lagi. Setelah beberapa kali melakukan hal yang sama, akhirnya ia menemukan apa yang dicarinya.

“Aku dapat,” Kyuhyun melonjak kegirangan, dengan susah payah ia kembali naik.

Yoona tersenyum senang, “Gomawo Oppa, tapi Oppa basah kuyup dan bau.”

Kyuhyun menundukkan kepalanya melihat keadaan bajunya sekarang, “Tak apa.”

“Kalau begitu ayo pulang Oppa,” Kyuhyun mengangguk. Kembali memasang sepatu dan kaus kakinya, sedangkan Yoona memakai kembali sebelah sepatunya yang basah itu. Mereka berdua pun pulang bersama, berjalan sambil bergandengan tangan.

***

Sepulang sekolah setelah ia mengganti bajunya, Yoona membaca buku di sofa ruang tamu. Buku yang dulu sempat tertukar dengan Taemin. Tapi tiba-tiba Iphone yang ia letakkan di meja berdering, Yoona menoleh. Ia bangun dan mengambil Iphone miliknya itu, melihat siapa penelfon. Yoona menaikkan sebelah alisnya.

“Tak biasanya ojisan1 menelfonku,” gumam Yoona.

Yoona pun mengangkat telefon dari pamannya yang tinggal di Jepang itu, “Moshi-moshi2.”

Moshi-moshi, Yoona.”

Hai3, ada apa ojisan?”

Sebenarnya ojisan hanya ingin menawarimu untuk sekolah di Jepang, di sini bersama ojisan.”

“Memangnya ada apa?”

Ojisan hanya ingin menuruti perintah ibumu yang terakhir, yaitu menjagamu.”

“Memangnya jika aku di Korea, ojisan tidak bisa menjagaku?” Yoona sebenarnya ingin sekolah di Jepang bersama adik dari eommanya itu, tapi ia juga berat untuk meninggalkan Korea.

Bukannya begitu, ojisan hanya ingin benar-benar menjagamu saja.”

“Aku ingin saja, tapi disini juga ada appa dan Onew Oppa.”

So desu ne4, ojisan akan memberikanmu waktu berpikir. Beritahu ojisan lagi nanti.

“Itu hal yang mudah ojisan, tenang saja.”

Kemudian sambungan telfon itu terputus, Yoona terdiam. Ia menatap foto dirinya bersama Yuri, Kyuhyun dan Onew yang menjadi wallpaper. Pikirannya bimbang, ia bingung untuk memutuskan. Di sisi lain, impiannya adalah bersekolah di luar negeri apalagi Jepang, negara asal eommanya. Ia dan Onew memang keturuan Korea-Jepang. Di sisi lainnya, ia berat untuk meninggalkan Yuri, Kyuhyun, Onew dan Taemin, tentu appanya juga.

***

MWO?” Kyuhyun, Yuri dan Onew berteriak serempak, sementara Yoona menutup telinganya. Siswa lain yang sedang berada di meja lain menatap mereka, menatap bingungprince and princess sekolah itu.

“Bisakah kalian mengecilkan sedikit volume suara yang bisa membuat telinga tuli itu?”

“Jadi kau akan menerima tawaran ahjussimu itu?” tanya Yuri, mengabaikan ucapan Yoona.

Molla.”

“Jangan menerimanya, aku mohon,” pinta Kyuhyun.

Yoona menaikkan sebelah alisnya, ia bingung kenapa Kyuhyun tiba-tiba menjadi seperti itu. Di sisi lain juga ia merasa senang karena Kyuhyun memperhatikannya, mungkin tidak seperhatian dulu. Tapi lebih baik daripada tidak sama sekali. Hal ini juga membuatnya semakin ragu untuk pergi ke Jepang.

“Itu terserahmu, semua keputusan ada padamu. Jadi pilihlah yang terbaik Yoong,” ujar Onew.

“Akan aku pikirkan lagi nanti, terlihat asyik sekolah di Jepang. Tapi di Korea juga,” Yoona menumpukan dagunya pada sebelah tangan.

“Memangnya harus ya sekolah di sana?” tanya Yuri lagi.

“Sepertinya tidak,” jawab Yoona.

“Menurut eonni aku harus menerima tawaran ahjussi atau tidak?”

“Itu terserahmu Yoong, eonni tak bisa menentukan kemauanmu.”

“Aku bingung,” Yoona mengetuk-ngetukkan jarinya ke meja.

“Tinggal pilih ya atau tidak,” Onew menyeruput minumannya.

“Tapi itu sulit Oppa.”

***

Yoona memasukkan kedua tangannya ke saku jaket yang sekarang ia pakai, “Sebenarnya ada apa kau mengajakku ke sini?”

“Tidak, hanya ingin mengajakmu jalan-jalan saja.”

“Taemin-ah.”

Ne?” Taemin menolehkan kepalanya, ia dan Yoona tengah duduk di dekat sungai han.

“Aku harus menerima tawaran ahjussiku atau tidak?”

“Itu terserahmu, semua keputusan ada padamu.”

“Tapi aku bingung,” Yoona menyelonjorkan kakinya dan mengayun-ayunkannya seperti anak kecil.

“Ikuti kata hatimu.”

Yoona memandang sekitar sungai han, banyak orang yang berjalan-jalan di sini. Yoona menangkap sesosok yang ia kenali, Kyuhyun. Tapi ada sosok lainnya di samping Kyuhyun, tak lain adalah Seohyun. Mereka berdua tengah berjalan menyusuri sungai han, tak jauh dari tempat Yoona sekarang. Yoona mendengus kesal, ia sudah bisa memutuskan sekarang. Dan keputusannya sudah bulat.

“Aku akan menerima tawaran ahjussi dan bersekolah di Jepang.”

“Kau yakin?” Taemin memandang Yoona dengan tatapan tidak yakinnya, ia heran Yoona bisa memutuskan sesuatu hanya dalam waktu beberapa menit.

“Keputusanku sudah bulat.”

“Kalau begitu aku menghargai keputusanmu.”

***

Yoona memainkan Iphone miliknya, “Aku telfon ojisan sekarang atau tidak?”

“Baiklah aku akan menelfonnya,” Yoona menekan tombol yang sejak tadi membuatnya ragu dan menempelkan Iphone miliknya di telinga.

Moshi-moshi.”

Moshi-moshi ojisan, aku sudah memutuskan.”

Apa keputusanmu?”

“Aku menerima tawaran ojisan, aku akan bersekolah di Jepang.”

So desu ne, kau akan berangkat minggu depan.”

“Bagaimana dengan kepindahanku? Bukannya aku harus mengurusnya dulu di sini?”

Itu hal yang mudah, ojisan akan menyuruh orang kepercayaan ojisan untuk mengurus semuanya.”

“Oke kalau begitu, konbanwa5.”

Konbanwa.”

***

22nd November 2012

“Kyuhyun-ah, kau mau ikut mengantar Yoona ke airport?” tanya Onew yang sedang menelfon Kyuhyun.

Aku tidak mau, aku marah padanya. Aku sudah memohon agar dia tidak pergi ke Jepang, tapi dia tetap pergi.”

“Kau yakin? Hanya karena kau marah, kau tak mau mengatarnya?”

Aku yakin.”

“Kau tak akan menyesal? Bisa saja ia tinggal bertahun-tahun di Jepang dan jarang pulang ke Korea.”

Mungkin tidak, bilang padanya selamat tinggal dan harus belajar dengan baik.”

“Baiklah kalau begitu, aku berangkat dulu,” Onew memutuskan sambungan telfonnya dengan Kyuhyun.

***

Kyuhyun memutar-mutar remote televisi, ia bosan. Sejak tadi ia hanya duduk di sofa sambil menonton televisi dan ia tak menemukan acara yang bagus. Kyuhyun sendiri di rumahnya, keluarganya sedang pergi sejak kemarin. Ia mengganti channel televisi setiap satu menit, tapi kemudian kegiatannya berhenti ketika ada salah satu channel televisi yang sedang menyiarkan berita yang membuat Kyuhyun membulatkan matanya.

Sebuah pesawat menuju Jepang diberitakan hilang, kemungkinan pesawat tersebut terjatuh. Pesawat yang…

Kyuhyun tak mempedulikan lagi kelanjutan dari berita tersebut. Ia sudah melompat dan mengambil kunci mobil yang berada di atas meja. Menyambar sneaker dan memakainya. Ia segera berlari menuju garasi dan segera menyalakan mobilnya. Ia menjalankan mobilnya keluar dari halaman dan melewati gerbang yang sudah ia buka tadi. Ia lupa menutup gerbang rumahnya kembali dan ia juga lupa untuk mematikan televisi.

TBC

Glossary :

Ojisan : Paman

Moshi-moshi : Halo (diucapkan dalam telefon)

Hai : Iya

So desu ne : Baiklah

Konbanwa : Selamat malam

Gimana? Makin jelek? Makin ancur? Dan mohon maaf klo ada typo, author lagi males cek typo #plakk *dibom massa*. Maaf juga karena lagi-lagi (entah untuk keberapa kalinya) telat posting. Seminggu kemarin author UTS (Ulangan Tengah Semester). Terimakasih untuk readers yang setia baca dan setia nungguin. Special buat yang udah komentar terimakash banget, terimakasih *bow bareng KyuNa*. Nah, Yoona eonni mau mati di part ini aja? #digampar. Silahkan deh pilih ya, mumpung author lagi baik :P #dibakar. Komentarnya tetep sangat-sangat ditunggu, please untuk silent reader segera bertobat (?). Juga maaf untuk semua kekurangan ff ini, author masih harus belajar banyak :D .

17 thoughts on “Bittersweet | Chapter 5

  1. whoa, daebak!!
    Kyu kyk’y mulai aware sm hati’y *ketjup Kyu dulu, ah*

    author chingu, klo bs Taemin jgn dibuat fallin’ in luv sm Yoona, ya..
    coz, chemistry mrk lbh kyk kk-ade atw tmn😉

    silahkan dilanjutkan FF’y ^___________________^
    q jg mw lanjut baca’y..hihihi..
    btw, rencana mw dibwt smp brp chapter, author chingu?

  2. Ya ampuuuuuuunnnnnnnn………sumpaahh keren bgt!!!
    Ayo Kyuppa, cepat kejar Yoong eonnie ke bandara!!!!!!!!
    Authoorrr……….cepetan dilanjut, GPL!!!!! Penasaran tingkat akut….
    Asik asik, seneng bgt baca FF ini, gak ada embel2 si donghae,,,,ahahahha bahagia…..
    Taeminnie si umuutt aq sukaaaaaaaaa…….
    Lanjut Thor cepetan #bawa golok

  3. Yoong Onnie…
    Jngan Matiii…T_T…
    Ksiaaan KyuHyun Oppa.. Hiks.. Hiks.. Author,Yoong Onnie, jngan Di buat Mati..
    G’ Relaaaa.. Pliissss…#Bersujud# Buat KyuNa Brsatuu!! Di Tnggu Next Partnya.. Jngan Lama-Lama Yaah..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s