All My Love is For You : Reality (2nd)


 

Tittle : All My Love is For You : Reality 2nd

Maincast :

–          Super Junior Kyuhyun as Cho Kyuhyun

–          SNSD Yoona as Im Yoona

Other Cast :

–          CN BLUE Jonghyun as Lee Jonghyun

–          CN BLUE Yonghwa as Jung Yonghwa

–          Lee Han-Byul (OC) as Lee Han-Byul/Kenzie Hiromasa

–          Moon Soo Min (OC) as Moon Soo Min

GENRE :

Sad, Romance (MAYBE)

Disclaimer :

Semua Cast ialah milih Tuhan, Keluarganya, Pacarnya, Membernya dan para fans mereka itu sendiri :p

NOTE :

Don’t forget CRL😀 and don’t bashing our cast. Kalo gga suka sama cast.a, atau alur ceritanya lebih baek gga usah bacah de. _-

Tulisan yang pakek garis bawah itu adalah bahasa Jepang atau percakapan pakek bahasa Jepang eoh..😀

REALITY [2nd]

Kyuhyun duduk dikursi ruangannya sambil menatap kearah luar gedung yang hanya dilapisi kaca. Tampak sekali namja itu menerawang jauh dari jangkauan.

“Tapi selama delapan tahun ini, aku merasakan masih ada satu rahasia yang disimpan oleh Luhan.” Terang namja tinggi itu.
“Apa?” Tanya Minho.
“Anak Yoona dan Jonghyun.” Ucap Kyuhyun.
Changmin mengangguk. “Nee. Kau benar. Saat itu mereka baru saja menikah tiga bulan tapi mereka sudah memiliki anak yang berumur tiga bulan. Apa itu masuk akal?”
“Apa hyung dan noona pernah melakukan hubungan itu…?” Tanya Minho dengan polosnya dan mendapatkan jitakan dari namja tinggi itu.
Kyuhyun hanya mengangguk pelan. “Tapi aku tidak yakin.”

“Anak itu? Aku yakin itu bukan anak Yoona bersama Jonghyun tapi juga bukan anakku dan Yoona.” Gumam Kyuhyun.
“Sanjangnim.” Panggil seorang namja berjas yang berada didepan meja Kyuhyun dan membuat namja itu membalikkan kursinya. “Waeyo?”
“Hari ini adalah jadwal bulanan anda untuk ke rumah sakit anak.” Terang namja berjas itu tegas.
Kyuhyun tersenyum hambar. “Baiklah, siapkan saja kendaraan.”

Kyuhyun POV.

Aku dan asistenku melihat keadaan pasien penderita kanker dirumah sakit anak. Tentu saja, pasiennya juga anak-anak.
“Oppa.” Panggil seseorang aku menoleh kearahnya.
“Soomin-ah.” Panggilku sambil merentangkan tanganku.
Bocah kecil itu berlari mendekatiku lalu memelukku erat. “Bogoshippo oppa.”
“Nado.” Jawabku sambil mengelus rambut Soomin. “Apa hari ini adalah waktumu checkup?” tanyaku saat mengendongnya smabil berjalan.
SOomin mengangguk. “Nee.”
“Kenapa tidak memberitahu oppa?”
“Mianhee. Tadi eomma yang mengantarkanku. Hari ini aku akan dirawat oleh dokter baru.”
“Jinjja? Nugu?”
“molla. Kami belum bertemu tapi eomma bilang kalau dokternya itu datang dari Jepang.” Terang Soomin antusias.
“Wah, kira-kira dokter itu bisa bahasa korea tidak?” godaku.
“Gwencana oppa. Kalau dokter itu tidak bisa berbahasa korea. Aku akan membawa Hanbyul sebagai penerjemahnya.”
“Hanbyul?”
Soomin mengangguk semangat. “Nee. Hanbyul. Dia teman baruku disekolah, dia berasal dari Jepang dan baru dua minggu di Seoul.”
“Hmm. Begitu. Kita sudah sampai.” Terangku menuruni bocah kecil itu lalu kembali jongkok didepannya.
“Oppa. Bagaimana kalau dokter itu adalah mantan kekasihmu dulu? Bukankah dia juga dokter anak.”
Aku terdiam. Bocah ini, baru umur delapan tahun tapi pemikirannnya lebih dewasa dari umurnya.
“Molla. Mungkin oppa akan menegurnya.”
Soomin tersenyum. “Kalau aku jadi oppa, aku akan mengajaknya kembali berhubungan dan memintanya untuk meninggalkan SUami dan anaknya itu.”
“Hei. Kau sudah tau banyak ya tentang oppa.” Godaku.
SOomin mengangguk. “Tentu saja. Eomma banyak bercerita tentang oppa.”
Menghela nafas. Noonaku satu itu mudah sekali bercerita dengan anaknya. Soomin atau lebih tepat Moon Soo Min, dia adalah anak kakakku Cho Ahra. Tapi entah kenapa dia selalu memanggilku oppa bukan abeoji ataupun abeonim tapi biarlah, kalau dipanggil oppa aku bisa terlihat lebih muda. Meskipun dulu Yoona sama sekali tidak pernah memanggilku ‘OPPA.’

Flashback.

“Panggil aku oppa, yoong. Jebbal.” Pintaku.
Yoona menggeleng mantap. “Shirreo. Kita hanya berbeda beberapa bulan, Kyu.”
“Tapi kita ini sedang dalam hubungan pacaran. Semua yeoja pasti memanggil namjanya dengan sebutan oppa, kenapa kau tidak mau.”
“Karena aku bosan memanggil namja dengan sebutan oppa.” Jawabnya lalu membawa bukunya kembali.
“Yoong.”
“Kyuhyun-ah, aku tidak mau panggilan kekasihku sama saja panggilanku kepada kakak-kakakku. Kau mau kusamakan dengan Eunhyuk oppa atau Changmin oppa. Kau mau?”
Aku terdiam dan mencerna kata-katanya lalu mendesah. “Baiklah. Kalau kau tidak mau, aku akan memanggilmu dengan panggilan Chagi? Otte?”
Yoona menghela nafas. “Baiklah. Yang aku mau asalkan kau memanggilku seperti itu saat kita berdua saja, eoh.”
Walaupun kecewa aku berusaha tersenyum manis. “Baiklah.”

“Annyeong dokter.” Sapa Soomin pada orang dibelakangku.
“Annyeong. Apa kau Moon Soo Min?” Tanya orang dibelakangku itu.
Soomin mengangguk. “Nee. Apakah dokter adalah dokterku?”
“Nee. Kau sedang bersama siapa?” Tanya lembut.
“Oppaku.” Jawabnya. Mendengar itu aku berdiri lalu menunduk hormat.
“Annyeong Haseyo, Dokter. ”
“Annyeong.” Balasnya. “Im Yoona imnida.”
Mendengar itu aku mendongakkan kepalaku dan melihat yeoja yang kurindukan delapan tahun belakangan. Yeppeo, walaupun kacamata itu menghalangi mata indahnya. Dia begitu cantik.
“Yoong.” Panggilku.
“Kyuhyun-ssi.” Panggilnya pelan bahkan sangat pelan seperti berbisik.

Aku terus menatap Yoona. Aku tidak menyangka bertemu dengannya setelah lama pergi.
“Jadi, Soomin adalah anak Ahra eonni.” Yoona memecahkan keheningan.
Aku mengangguk pelan lalu menyeruput coffeku. “Bagaimana kabarmu?”
“Baik.” Jawabnya singkat.
Aku tersenyum hambar. “Lalu bagaimana dengan Jonghyun dan anakmu? Apa mereka juga baik?”
Aku bisa melihat keterkejutan Yoona atas pertanyaanku tapi bukan Yoona kalau tidak bisa menutupinya. “Mereka baik. Jonghyun oppa sekarang sudah membuka studio rekaman bersama temannya sedangkan anakku sudah masuk ke sekolah dasar.”
Oppa? Bahkan dia memanggil Jonghyun dengan sebutan oppa. Tiba-tiba terdengar suara deringan ponsel.
“Yeobseyo. Nee. Aku sedang dicafe sebrang rumah sakit. Nde? Oppa akan menyusul kesini. Shirreo oppa. Biar aku yang akan menghampiri oppa di parkiran. Nee. Nado.”
“Nugu?” tanyaku saat Yoona mengakhiri telponnya.
“Jonghyun oppa. Dia mengajak menjemput anak kami dari sekolah bolanya.”
Sepertinya mereka bahagia. “Baiklah kalau begitu. Kka, aku akan mengantarmu ke parkiran sekaligus melihat Soomin.”
Yoona tersenyum. “Nee.”

 

Author POV

“Appa. Besok Ken boleh ikut appa ke studio?” terang Hanbyul sambil menyantap eskrimnya.
Jonghyun mengangguk. “Tentu saja boleh.”
“Eomma juga ikut, eoh.” Hanbyul menatap Yoona dengan aegyonya. Tapi yeoja yang ditatap hanya terdiam dan mengaduk mangkuk ice cream. “Eomma.Eomma.” panggil Ken sambil melambaikan tangannya didepan wajah Yoona tapi tak ada balasan.
Jonghyun menghela nafas lalu mengenggam tangan istrinya itu. “Yoong.” Panggilnya lembut dan membuat Yoona tersadar. “Nee, oppa.”
Jonghyun tersenyum. “Ken besok mengajakmu untuk ke studio.”
Yoona menatap anaknya itu lalu mengelus rambutnya. “Mianhee, eomma tidak bisa. Masih banyak pekerjaan yang belum diselesaikan. Mungkin eomma akan menyusul setelah pekerjaan eomma selesai.”
Ken tersenyum sambil mengangguk semangat. “Nee. Ken mengerti, eomma.”
Yoona tersenyum manis.

Jonghyun POV.

Aku mencium wangi the hijau dari arah depanku. Aku membuka mataku berlahan dan mendapati secangkir the hijau ditangan istriku.
“Apakah pekerjaan hari ini membuatmu lelah?”
Aku hanya mengangguk lemah. “Besok. Kalau sempat datanglah ke studio.”
Aku bisa merasakan Yoona menatapku. Aku kembali menatapnya. “Aku ingin memperkenalkan Ken dengan seseorang.”
“Seseorang? Nugu?”
Aku terdiam. Entah kenapa bibirku keluh saat ingin mengatakannya.
“Jangan bilang kalau oppa akan memperkenalkan Ken dengan namja brengsek itu.”
Aku menatapnya tajam. “Dia tidak brengsek yoong.” Jawabku.
“Kalau tidak brengsek kenapa dia meninggalkan saengku? Kenapa dia tidak bertanggung jawab atas semuanya dan kenapa namja itu tiba-tiba menghilang?” cerocos Yoona membuat telingaku panas.
“Dia sama sekali tidak tahu kebenarannya, yoong. Yang dia tahu kalau Ken itu anak kita.”
“Lalu kenapa oppa tidak memberitahunya saat dulu dia bertamu ke rumah kita di Jepang?”
Aku terdiam menunduk. “Aku tidak bisa mengatakannya. Itu sangat berat.”
Yoona mendesah. “Aku mengerti perasaanmu oppa. Aku juga takut kehilangan anak kita tapi setidaknya oppa beritahu namja itu, kalau dia memiliki anak.”
Sekarang aku yang mendesah. “Secara berlahan aku akan memberitahunya.”
“Namja itu. Membuatku kesal saja.” Gerutu Yoona.
Entah kenapa mendengar gerutunya senyuman terlukis dibibirku. Aku sangat menyukai rutukkan dari istriku itu.
“Wae? Kenapa oppa senyum-senyum sendiri?” tanyanya galak.
Aku merangkul tubuhnya lalu mendorong kepalanya untuk menyandar dipundakku.
“Apakah aku seimut IU sampai kau senyum-senyum sendiri.” godanya.
Aku menahan tawaku sambil mengangguk pelan. “Begitulah.”
Yoona memeluk tubuhku dari samping. “Sudah lama kita tidak seperti ini.” Terangnya.
Aku tersenyum hambar. Entah kenapa aku teringat kejadian saat aku menjemputnya dirumah sakit.
“Kau bertemu dengannya?” Bodoh. Kenapa kau harus bertanya seperti itu.gerutuku.
Aku bisa merasakan Yoona mengangguk. “Mianhee.” Ucapnya pelan.
Aku mengelus kepalanya. “Untuk apa meminta maaf? Aku tahu kalau akhirnya kalian akan bertemu.”
“Tapi oppa. Karena aku persahabatan kalian seperti ini.”
“Itu resiko yang harus aku terima, yoong. Kau tidak usah merasa bersalah seperti itu.”
Yoona hanya diam. Sedangkan aku kembali menonton tv meskipun beribu pertanyaan ada dikepalaku. ‘Apa kau masih mencintainya? Apa kau ingin aku mengalah dan menyerahkanmu padanya? Apa sampai saat ini cintamu padanya lebih besar daripada cintamu padaku?’ beberapa pertanyaan itu menghantui pikiranku tapi secepat mungkin aku menepisnya. LEE JONGHYUN percayalah, kalau Istrimu itu sekarang sudah mencintaimu. Antara kau dan namja itu, kaulah yang paling lama berhubungan dengan Yoona.
“Oppa.”
Panggilan Yoona membuatku tersadar. “Nde?”
“Kau mencintaiku?” tanyanya pelan.
Aku tersenyum. “Tentu saja. Neomo.Neomo saranghae.” Ucapku semangat.
“Gomawo.”

*****

“Hyung.” Panggilku pada namja yang berada diruang studio.
Namja itu melambaikan tangannya tanda menerima sapaanku.
“Appa. Nuguseyo?” Tanya Ken padaku.
Aku tersenyum. “Appa chigu. Wae?”
Ken menggeleng. “Aku seperti pernah melihatnya?”
“Eodi?” tanyaku yang sekarang duduk didepannya untuk menjajarkan tinggi.
Ken tampak berpikir lalu ia tersenyum. “Photo. Aku melihat diphoto yang pernah eomma tunjukkan.”
Aku mengerutkan dahi. Yoona pernah menunjukkan photo padanya. “Photo yang bagaimana?”
“Itu loh. Photo saat Appa menggendongku lalu ahjussi itu ada disamping Appa.”
Aku menghela nafas. Photo itu. Bukankah photo itu tidak pernah muncul lagi setelah Ken berumur satu tahun.
“Jonghyun-ah.” Aku menoleh lalu berdiri. “hyung.”
“Aigoo, uri Burning sudah menjadi ayah yang baik eoh.” Terangnya.
Aku hanya tersenyum malu lalu melihat kearah Ken. “Ken-ah, perkenalkan diri pada ahjussi.”
Ken mengangguk. “Annyeong Ahjussi. Lee Hanbyul imnida.”
“Aigoo. Kau sudah besar sekarang. Dulu terakhir aku melihatmu, kau masih bayi.”
Ken tersenyum senang. “Ahjussi, appa chigu eoh?”
“Nee. Ahjussi adalah chigu Appamu. Kenapa kau memanggilku ahjussi? Panggil abeonim saja, otte?” terangnya sedangkan Ken mengangguk semangat. “Nee.”
Aku tersenyum miris. ‘Nee, abeonim lebih cocok daripada Appa.’
“Yonghwa hyung. Ayo makan siang bersama kami.” Ajakku padanya.
“Baiklah. Kka.” Terangnya lalu menggendong Ken.
Aku memperhatikan mereka. “Bahkan wajah mereka mirip hanya mata mereka yang berbeda. Mata indah milik ibunya.”

Author POV

“Hari ini kau bawa bekal apa?” Tanya Soomin pada Ken.
Ken membuka tempat bekalnya. “Hari ini eomma membuatkanku kimbbap.”
“wah. Pasti enak. Ayo kita makan bersama.”
Ken mengangguk dan mereka memakan bekal masing-masing. “Mashitta.” Ucap keduanya girang.
“Ibumu pintar sekali memasak. Lihat saja setiap aku memakan bekalmu pasti sangat enak.” Puji Soomin.
Ken mengangguk. “tentu saja. Eomma adalah koki terbaik yang aku dan Appa punya. Walaupun dia sibuk, eomma pasti menyempatkan diri memasak bekal untukku dan Appa.”
“Mwo? Appamu juga membawa bekal?”
“Nee. Keluarga kami jarang makan diluar. Walaupun makan diluar itu ada acara khusus, seperti ulang tahun Appa, Eomma atau aku.”
“Wah, enak sekali ya. Aku juga mau punya eomma seperti itu.”
“Memang eommamu tidak bisa memasak?”
“Bisa. Tapi eomma akhir-akhir ini sering sibuk ikut Appa bekerja.”
“Lalu siapa yang membuatkan bekalmu?” Tanya Ken penasaran.
“Oppaku.”
“Kau punya kakak? Enak sekali.” Terang Ken riang.
Soomin menggeleng. “Anio. Dia bukan kakakku, dia itu adik ibuku tapi aku tidak suka memanggilnya abeoji karena wajahnya lebih tampan dari seorang aboeji.”
“Kau ini ada-ada saja.”
Keduanya tertawa bersama.
“Kapan-kapan datanglah kerumahku. Aku akan memperkenalkanmu pada oppaku.” Terang Soomin.
Ken mengangguk. “Tentu saja.”

Yoona POV

Tadaima.” Teriak seseorang dari arah pintu rumah tepat saat aku baru saja keluar dari kamar Ken.
“Yoong.” Panggilnya kemudian.
“Nee, oppa.” Sahutku lalu berjalan mendekatinya tapi langkahku terhenti saat melihat kedua orang sedang duduk diruang tamu. “Oppa sudah pulang.” Ucapku datar. Entah kenapa aku tidak berminat jika bertemu namja brengsek itu.
“Kemarilah. Ada yang ingin kubicarakan.” Terang Jonghyun oppa sambil menepuk kursi disebelahnya. Aku menghela nafas lalu berjalan mendekatinya. “Membicarakan apa?”
“Entahlah. Jonghyun menyuruhku untuk datang kesini secara tiba-tiba.” Sahut Yonghwa oppa.
Aiish namja ini. Aku tidak bertanya denganmu babo.gerutuku dalam hati.
“Soal Hanbyul.” Terangnya dan membuatku menatapnya dengan kerutan didahiku.
“Ada apa dengannya? Apa dia sakit?” Yonghwa oppa tampak panic setelah mendengar nama Hanbyul. Apa dia bisa merasakan ikatan batin.
Jonghyun oppa menghela nafas. “Aku hanya ingin mengatakan kalau Hanbyul bukan anakku dengan Yoona.”
Aku menunduk. Aku tidak kuat bila ada seseorang mengatakan kalau Hanbyul bukan anakku dengan Jonghyun oppa tapi kenyataan itu memang benar. Dia bukan anak kami.
“Lalu Hanbyul anak siapa? Kenapa kalian menyembunyikan orangtuanya.”
mendengar itu aku mendonggakkan kepalaku, emosiku terpancing. “jaga bicaramu oppa. Kami tidak menyembunyikannya dari orangtuanya tapi orangtuanya yang tidak mau tahu tentang anaknya.”
“Yoong.” Panggil Jonghyun oppa yang mencoba menenangkanku.
“Apa maksudmu Yoona-ah?”
“KAU. Oppalah ayah Hanbyul. Anakmu bersama Seohyun.” Terangku dengan nada tinggi.
Yonghwa oppa terdiam mematung. “Tidak mungkin.”
“tapi itu benar Hyung.” Terang Jonghyun oppa lembut. “Seohyun meninggal karena melahirkan Hanbyul. Mianhee, aku berbohong selama ini. Karena ini adalah permintaan terakhir Seohyun pada kami.”
Aku bisa melihat penyesalan dari seorang Jung Yonghwa. Untuk beberapa saat kami terdiam hingga Yonghwa oppa memecahkan keheningan. “Boleh aku mengambil Hanbyul?”
Kontan aku mendongak. Rahangku mengeras. “Apa yang oppa bilang? Mengambilnya? Setelah delapan tahun kau tidak mengurusnya, kau akan mengambilnya begitu saja. Shirreo. Aku tidak menyetujuinya.” Tolakku keras.
“Tapi aku ayahnya Yoona-ah.” Balas Yonghwa oppa tak kalah tinggi.
“Tidak. Jonghyun oppalah ayahnya.”
“Yoong sudahlah..” Jonghyun oppa mencoba menenangiku.
“Kalau kataku tidak ya tidak.” Tolakku tegas lalu bangkit dari dudukku dan berjalan menuju kamarku.

“Yoong.” Panggil Jonghyun oppa saat berada didalam kamar.
“Kalau oppa ingin membujukku demi namja itu. Aku tidak akan pernah terbujuk.” Jawabku membelakanginya.
“dengarkan aku dulu.” Terangnya menarik tubuhku untuk duduk. Dengan enggan aku menurutinya.
“Mwo?”
“Yonghwa hyung ingin merawat Ken…”
“Shirreo. Aku tak mau dengar.” Ujarku menutup telingaku tapi Jonghyun oppa dengan sabar menyingkirkan tanganku.
“Dia ingin merawat Ken saat Ken sudah berumur 17 tahun. Dia menyuruh kita untuk merawatnya sebelum berumur 17 tahun, dan Yonghwa hyung mengizinkan kalau Ken memiliki marga Lee bukan Jung.”
“Tapi oppa…”
“Yoong. Dia lebih berhak daripada kita karena Ken adalah anak biologis Yonghwa hyung. Aku harap kau mengerti.”
Aku memeluk tubuh Jonghyun oppa. “Aku hanya takut kehilangannya.”
“Aku mengerti.” Ucapnya sambil mengelus rambutku.

Author POV.

“Aku bertemu dengannya.” Terang Kyuhyun. Ketika mereka bertiga sedang berkumpul..
“Hyung yakin.” Terang Minho semangat.
Kyuhyun mengangguk. “Tentu saja. Dia dokter Soomin.”
“Wah. Kebetulan sekali.”
“Aku juga bertemu dengan Jonghyun.”
“Jinjja?” Aigoo, kenapa Minho semangat sekali setiap mendengar kabar tentang Yoona.
Changmin mengangguk. “Aku melihatnya ketika dia mengantarkan anaknya sekolah.”
“Eodi?” Tanya Kyuhyun.
“Sekolah Soomin.”
“Nee. Hanbyul. Dia teman baruku disekolah, dia berasal dari Jepang dan baru dua minggu di Seoul.” “Apa dia teman Soomin?” gumam Kyuhyun.
“Wae? Kau mengetahui sesuatu?” Tanya Changmin.
Kyuhyun menggeleng cepat. “Anie. Aku hanya ingat kalau Jonghyun sudah mempunyai Studio rekaman sendiri.”
“Bagus kalau begitu.”
‘Sepertinya aku harus bertemu langsung dengan Hanbyul itu.’ Batin Kyuhyun.

****

Kyuhyun POV

Aku berdiri didekat mobilku sambil menunggu Soomin keluar dari sekolahnya.
“OPPA.” teriak suara yang familiar bagiku.
Aku menoleh kearahnya sambil merentangkan tanganku.
“Tumben oppa menjemputku. Apa pekerjaan dikantor tidak banyak?” cerocos Soomin.
Aku mengacak rambutnya. “Kau ini cerewet sekali sama seperti ibumu.”
Soomin melototkan matanya. “Jangan menjelek-jelekkan ibuku.” Protesnya sambil memanyunkan bibirnya.
Aku terkekeh.
“Soomin-ah.” Panggil seseorang.
Kami berdua menoleh kearah suara. “Hanbyul-ah.”
Oh. Jadi dia yang bernama Han Byul tapi kalau dia benar-benar anak Yoona dan Jonghyun kenapa wajah mereka tidak mirip sama sekali. Bahkan dia mirip seseorang yang cukup familiar bagiku.
“Oppa.” panggilan Soomin membuatku tersadar.
“wae?” tanyaku.
“Hari ini traktir kami makan Jjangmyoen eoh.”
Aku mengangguk. “tentu saja. Tapi apa orangtua Hanbyul tidak menjemputnya.”
Bocah kecil itu menggeleng. “Aku tidak pernah mau dijemput. Karena Appa dan Eomma sama-sama sibuk dan aku tidak ingin merepotkan mereka.”
Aku tersenyum. Bocah ini dewasa sekali.batinku. “Kalo begitu, kka. Oppa teraktir kalian makan.”
“ASSA.” Teriak keduanya girang.

Otte?Otte? Puaskah? Belom. Aigoo, sepertinya readers semangat banget. Oh iya, mianhee dipart ini kebanyak Yoona ama Jonghyunnya daripada sama Kyunya. Yang sabar ya readers. Entar pasti ada banyak Kyunanya kok. 

14 thoughts on “All My Love is For You : Reality (2nd)

  1. Iya,,,,moment kyuna nya dikit bangetttt,,,tp
    Rasa penasaran siapa orang tua ken akhirnya
    Terjawab sudah,,,,aq tunggu part selanjutnya,,,!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s