All My Love Is For You : REALITY [1st]

Tittle : All My Love is For You : Reality 1st

Maincast :

–          Super Junior Kyuhyun as Cho Kyuhyun

–          SNSD Yoona as Im Yoona

Other Cast :

–          DBSK Changmin as Shim Changmin

–          SHINEe Minho as Choi Minho

–          CN BLUE Jonghyun as Lee Jonghyun

–          EXO-M Luhan as Luhan

–          Lee Han-Byul (OC) as Lee Han-Byul/Kenzie Hiromasa

GENRE :

Sad, Romance (MAYBE)

Disclaimer :

Semua Cast ialah milih Tuhan, Keluarganya, Pacarnya, Membernya dan para fans mereka itu sendiri :p

NOTE :

Don’t forget CRL😀 and don’t bashing our cast. Kalo gga suka sama cast.a, atau alur ceritanya lebih baek gga usah bacah de. _-

Tulisan yang pakek garis bawah itu adalah bahasa Jepang atau percakapan pakek bahasa Jepang eoh..😀

REALITY [1st]

“Dimana Jonghyunnie?” Tanya Kyuhyun tiba-tiba teringat namja itu. “Aku yakin dia mengetahui sesuatu tentang saengnya itu.”
Minho dan Changmin menghela nafas. “Lupakanlah Yoona, Kyu.”
“Shirreo. Aku tidak bisa melupakannya.”
“Hyung, tapi kau harus melupakannya.” Terang Minho tegas.
Kyuhyun menggelengkan kepalanya. “Tidak akan.” Ucap Kyuhyun lalu berdiri mengambil kunci mobilnya bermaksud untuk kerumah Yoona.

****

“Yoona.” Gumam Kyuhyun saat mendapati seorang yeoja baru saja masuk kedalam taksi. Dengan cepat Kyuhyun keluar dari mobilnya hendak menahan yeoja itu tapi terlambat taksi itu mulai berjalan meninggalkannya.
“YOONA-ah.” Teriak Kyuhyun kencang.
“Hyung.” Gumam namja disebelah Yoona yang berada didalam taksi. Yoona. Yeoja itu hanya diam menunduk menahan airmatanya keluar. Namja disebelah Yoona mengenggam tangannya erat untuk memberikan ketenangan pada istrinya itu meskipun itu hanya sedikit.

Kyuhyun menatap rumah itu. Lalu dengan cepat ia masuk kedalam perkarangan rumah tersebut.
“Jonghyunnie… Jonghyuniee.” Teriak Kyuhyun sambil mengetuk pintu rumah tersebut. “Jonghyunnie.”
Tidak berapa lama sebuah mobil berhenti tepat dibelakang mobil Kyuhyun. Changmin dan Minho keluar dari mobil tersebut lalu menghampiri sahabat mereka.
“Hyung.” Minho mencegah Kyuhyun.
“Jonghyunnie. Keluar kau. Katakan yang sebenarnya padaku.” Teriak Kyuhyun terus mengedor pintu rumah tersebut.
“Cogiyo…” panggil namja mudah membuat ketiganya menoleh menatapnya.
“Kau tau kemana pemilik rumah ini?” Tanya Changmin.
Namja itu mengangguk.
“Lalu kemana mereka?” Tanya Kyuhyun cepat.
“Apa kau yang bernama Cho Kyuhyun?” Namja itu berbalik bertanya.
Kyuhyun mengangguk.
“Kalau begitu, ayo masuk. Ada sesuatu yang ingin kuberikan padamu.” Terang namja tersebut lalu berjalan kearah pintu dan membukanya.
“Silahkan masuk.” Ajak namja itu.
Kyuhyun, Changmin dan Minho duduk diruang tamu rumah itu. Tidak berapa lama namja itu kembali dengan namja yang berisi tiga cangkir the hangat dan sebuah kotak besar.
“Kau siapa Yoona noona?” Tanya Minho yang heran.
“Aku sepupu Yoona dari China. Luhan imnida.” Sapa namja bernama Luhan itu.
“Lalu apa yang ingin kau berikan padaku?” Tanya Kyuhyun penasaran.
Luhan menaruh kotak yang diambilnya itu lalu membukanya. “Ini adalah kotak rahasia Yoona. Dia menitipkan padaku untuk diberikan pada namja bernama Cho Kyuhyun.” Luhan mengeluarkan satu persatu barang yang ada didalam kotak tersebut.
“Ini Buku diarynya. Ini barang-barang yang kau berikan padanya.” Terang Luhan saat mengeluarkan sebuah kotak sedang yang dilapisi warna biru. Warna kesukaan Kyuhyun dan Yoona.
Untuk beberapa menit Luhan mengeluarkan barang-barang itu dan menjelaskan semuanya. Hingga tangannya berhenti mengeluarkan sesuatu tepat saat Changmin bertanya. “Apa hubungan antara Jonghyun dan Yoona?”
Luhan terdiam. Tubuhnya terdiam. ‘Apa mereka berdua tidak tahu? Bukankah hanya Cho Kyuhyun yang tidak tahu.’ Batin Luhan sambil menatap ketiga orang didepannya yang sedang menatapnya dengan wajah penasaran.
“Apa Jonghyun hyung juga sepupumu?” tambah Minho.
Luhan menelan ludahnya lalu menghela nafas. “Anio. Aku dan Jonghyun bukan sepupu.”
“Bukankah Jonghyun dan Yoona adalah sepupu?” sekarang gentian Kyuhyun yang penasaran.
Luhan tersenyum lalu mengeluarkan barang terakhir. Luhan membuka kantong plastic sebagai wadah barang itu lalu mengeluarkan barang tersebut. Tiga buah undangan pernikahan yang didominasikan warna putih dan biru keluar dan disetiap undangan terdapat nama masing-masing. ‘CHOI MINHO.’ ‘SHIM CHANGMIN’ ‘CHO KYUHYUN’.
“Apa maksud ini?” Tanya Changmin tidak mengerti.
Kyuhyun membuka undangan itu.  “MWO?” teriak Kyuhyun membuat Minho dan Changmin mendekatinya. “MWO?” teriak keduanya.
“Jadi Yoona dan Jonghyun?”
Luhan mengangguk lalu menunduk. “Mereka menikah tiga bulan yang lalu atas perjodohan keluarga Yoona dan Jonghyun. Mianhee, mereka tidak bermaksud untuk tidak mengundang kalian, menyakiti kalian ataupun mengkhianati kalian. Mereka hanya ingin berbakti pada orang tua mereka.”
Kyuhyun terdiam mematung. Tubuhnya gemetar. ‘Jadi semalam aku mencium istri orang lain. Istri dongsaengku sendiri?’ batin Kyuhyun.
“Kau tidak berbohongkan.” Amuk Minho mencengkram kerah baju Luhan dengan emosi. Entah kenapa dia begitu emosi setelah mengetahui kenyataanya. “Aku tidak berbohong. Kalian bisa melihatnya diphoto album itu.” Luhan menunjuk kearah photo album yang berada dibawah meja.
Minho melepaskan cengkramannya lalu membuka foto album. Benar sekali, disana terdapat photo album pernikahan Yoona dan Jonghyun. Minho melihatnya terdiam pasrah lalu menatap hyungnya yang sedari tadi diam mematung.
“Siapa bayi ini?” Tanya Changmin saat mendapati photo Yoona dan Jonghyun bersama seorang bayi. “Apa ini anak…” ucapan Changmin terhenti menatap Kyuhyun lalu menatap Luhan.
“Itu anak mereka.” Jawab Luhan lembut.
Kyuhyun yang sedari tadi diam tiba-tiba tersadar. “Sekarang katakan dimana mereka?”
“Inchoen Airport.” Jawab Luhan.
“MWO?” teriak ketiganya cepat.
“Mereka akan pindah ke Jepang untuk beberapa waktu. Jam 10 mereka akan terbang.”
Changmin melihat kearah jam tangannya. “Sekarang masih jam 9, berarti satu jam lagi. Kita harus mengejar mereka.” Terang Changmin semangat.
Kyuhyun dan Minho mengangguk dan tak lupa memasukkan semua barang kembali kedalam kotak. “Gomawo Luhan-ssi atas infonya.” Terang Minho membungkuk.
Luhan mengangguk memaklumi. “Nee. Cepatlah kalian tidak punya waktu lama.”

*****

“Ada apa?” Tanya Jonghyun lembut pada istrinya yang sedari tadi hanya diam.
Yoona tersenyum lalu menggeleng. “Anio.”
“Kau mengkhawatirkannya?”
Yoona menghela nafas lalu mengangguk.
Jonghyun yang melihat itu hanya tersenyum hambar. Dia sudah tahu apa yang terjadi dengan istrinya itu. “Kalau tidak ingin jauh darinya kenapa kita harus ke Jepang?” terang Jonghyun lembut.
Yoona menoleh menatap suaminya itu. ‘Apa dia bisa merasakannya?’
“Aku tau kau masih mencintainya dan aku juga tahu kau sulit bahkan tidak bisa melupakannya. Tapi aku hanya ingin kau menyadari kalau aku juga akan selalu disisimu sebisaku.” Terang Jonghyun tulus dan sesekali mengayunkan anaknya yang tertidur.
“Aku melakukannya hanya demi Han Byul, oppa. Aku ingin dia benar-benar hidup bersama kita tanpa kacauan orang lain.”
“Arraseo.” Ucap Jonghyun.

Tiga orang namja tampan berlarian disekitar Airport  membuat pengunjung disana menatap mereka heran.
“Hyung.” Panggil Minho sambil menatap kearah papan penerbangan. Membuat Changmin dan Kyuhyun menoleh kearahnya. “Mereka sudah berangkat.” Ucap Minho lirih dan sukses membuat Kyuhyun terduduk lemas.
‘Kau pergi yoong? Kau benar-benar pergi.’ Batin Kyuhyun.

Flashback.

“Aku tidak akan pernah melupakanmu ataupun pergi meninggalkanmu.” Ucap Kyuhyun ketika dia dan Yoona sedang duduk ditaman menikmati senja.
“Kau yakin?” goda Yoona.
Kyuhyun mengangguk mantap sambil mengenggam tangan kekasihnya itu tanda untuk meyakinkannya. “Nee. Meskipun nanti kita akan sibuk dengan pekerjaan masing-masing tapi sesibuk apapun aku, aku tidak akan melupakanmu ataupun pergi meninggalkanmu. Karena setiap aku melangkah, aku pasti akan teringat wajahmu.”
Yoona memukul Kyuhyun pelan. “Dasar tukang gombal.”
Kyuyun mengganti posisinya memandang Yoona. “Aku tidak menggombal. Aku serius, Im Yoona. Setiap aku melangkah, aku pasti mengingatmu.”
Yoona tersenyum senang. “Kalau begitu, aku juga tidak akan melupakanmu.”
Kyuhyun mengernyitkan dahinya dan membuat Yoona heran. “Waeyo?”
“Kau tidak berjanji untuk tidak meninggalkanku?”
Yoona terkekeh. “Tanpa harus berjanji, kau pasti sudah tahu kalau aku tidak akan meninggalkanmu.”
Kyuhyun memanyunkan bibirnya. “Aku hanya takut kau meninggalkanku.”
Yoona mencium pipi kekasihnya itu kilat dan membuat namja itu malu. “Aku akan meninggalkanmu kalau kau meninggalkanku dan begitu juga sebaliknya.”
Kyuhyun kembali tersenyum lalu memeluk Yoona erat. “Gomawo. Saranghaeyo chagi-ah.” Ucapnya Riang.
Yoona menepuk pelan pundak namja itu. “Nado saranghaeyo.”

Tes.Tes.Tes. Air mengalir dari mata Kyuhyun. Tubuhnya berguncang, samar-samar terdengar suara isakkan dari mulutnya. “Mianhee.” Gumam Kyuhyun berkali-kali.
“Kyu/Hyung.” Panggil Minho dan Changmin serentak.
“YOONA-AH MIANHEE, JEONGMAL MIANHEE. NAEGA SARANGHAEYO” Teriak Kyuhyun membuat semua pengunjung menatapnya sambil berbisik.
“Mianhee. Saranghae.Mianhee, Saranghae.” Ucapnya berulang-berulang.
Membuat kedua sahabatnya itu khawatir dan menenangkannya.
“Yoona-ah, Mianhee. Naega saranghaeyo.” Ulang Kyuhyun dengan gumaman.
Tanpa mereka sadari yeoja yang dipanggil mendengar teriakkan itu. “Kyuhyun-ah, Mianhee.” Gumamnya pelan.
“Are you okay?” Tanya Jonghyun pada Yoona yang awalnya berada jauh didepan yeoja itu.
Yoona berusaha tersenyum. “Nee. Gwencanayo, oppa. Kka.” Yoona menarik tangan Jonghyun dan melangkah cepat.
Merasa ada yang aneh. Jonghyun melihat kearah belakang mereka yang ramai lalu berjalan masuk kedalam ruang tunggu pesawat. “Mianhee hyung.”

8 years Later.

“SEOUL, I’M Coming.” Teriak bocah kecil dari dalam pesawat tepat ketika semua orang sibuk mengambil barang mereka. Para turis yang melihat itu hanya terkekeh pelan sambil menggeleng.
“Ken-ah.” Panggil yeoja cantik disebelahnya.
“Eomma, I’m Very Happy.” Ucap bocah kecil itu antusias.
Sō desuka1?” ujar namja tampan disebelahnya dengan bahasa Jepang.
Bocah kecil itu mengangguk. “Ye, Appa.”
Sepasang Suami Istri hanya terkekeh melihat tingkah anak mereka.

“Rapat kali ini saya tutup. Selamat Pagi, Annyeong.” Ujar namja putih pucat membungkuk 90 derajat lalu keluar begitu saja dari ruang rapat dan berjalan keruangannya.
“Sudah selesai?” Tanya namja tinggi yang berdiri menatap keluar jendela.
Namja putih pucat itu hanya mengangguk dan duduk dikursinya.
“Hyung mendapatkan berita darinya?” Tanya namja imut yang sibuk dengan ponselnya.
Namja putih itu hanya menggeleng sambil melihat kearah pigura photo yang berisi photonya bersama yeoja yang dia cintai sampai saat ini. Ingat, SAMPAI SAAT INI.
“Kabarnya dia sudah kembali kesini.” Terang namja tinggi itu yang sekarang duduk disebelah namja imut.
Namja putih itu mendongak dan menatap sahabatnya dengan tatapan ‘Darimana kau tahu?’
“LUHAN. Kalian masih ingat dengan sepupu Yoona yang memberitahu segalanya. Dia menghubungiku kemarin.”
Namja putih itu menarik urat bibirnya untuk tersenyum.
“Apa mereka masih bersama?” Tanya namja imut itu.
Namja tinggi itu hanya mengangguk. “Begitulah.”
“Wajar sajalah, Yoona noona adalah yeoja yang sempurna. Aku yakin dia sekarang sudah menjadi ibu yang baik.” Ceplos namja imut itu dengan polos membuat desahan keluar dari mulut Kyuhyun. “Mianhee.” Jawab namja imut itu bersalah.
“Tapi selama delapan tahun ini, aku merasakan masih ada satu rahasia yang disimpan oleh Luhan.” Terang namja tinggi itu.
“Apa?” Tanya namja imut.
“Anak Yoona dan Jonghyun.” Ucap namja putih.
Namja tinggi itu mengangguk. “Nee. Kau benar. Saat itu mereka baru saja menikah tiga bulan tapi mereka sudah memiliki anak yang berumur tiga bulan. Apa itu masuk akal?”
“Apa hyung dan noona pernah melakukan hubungan itu…?” Tanya namja imut itu dengan polosnya dan mendapatkan jitakan dari namja tinggi itu.
Namja putih itu hanya mengangguk pelan. “Tapi aku tidak yakin.”
“Maksudmu?” Tanya namja tinggi.
“Terakhir kali aku melihat Yoona, dia masih normal Changmin-ah. Dia tidak hamil sama sekali.”
Changmin menghela nafas. “Kita harus mencari tahu itu.”

*****

“Appa, Apakah disini orang-orang mengerti bahasa kita?” Tanya bocah Kecil pada namja tampan dengan bahasa Jepangnya saat mereka berdua sedang dalam perjalanan.
“Ada beberapa orang yang mengerti.” Jawab namja tampan itu.
Bocah kecil melipat tangannya sambil memanyunkan bibirnya. “Aku tidak yakin mereka bisa bahasa kita.”
Namja tampan itu tersenyum melihat tingkah anaknya. “Bukankah, Ken sudah dibelikan eomma kamus elektronik. Ken bisa menggunakannya bila harus bicara dengan teman-teman.” Terang namja tampan itu.
“Arraseo.” Jawab bocah kecil itu lemas dan membuat ayahnya itu menggeleng.
Hingga tidak berapa lama mereka sampai di tujuan. “Appa akan mengantarkanmu.” Terang namja tampan itu berjalan mengenggam tangan Ken. Tapi bocah kecil itu menggeleng.
“Shirreo. Aku bisa sendiri appa. aku sudah delapan tahun.” Terang bocah kecil itu.
Ā, sō desuka2. Baiklah kalau begitu. Appa akan mengantar sampai disini.”
Ken tersenyum senang lalu memeluk kaki Ayahnya. “Aishiteru3.”
Namja yang tak lain adalah Jonghyun hanya menepuk pelan kepala anaknya. Selama lima menit. Ken melepaskan pelukannya. “Sayōnara4, Appa. Mata atode5.” Teriak Ken sambil berlarian dan melambaikan tangan. Jonghyunpun melambaikan tangannya.
‘Aku semakin berat untuk melepaskan mereka.’ Batin Jonghyun lalu berbalik kearah mobilnya.
Tanpa Jonghyun sadari seorang namja sedari tadi memperhatikannya.
“Ada apa?” Tanya seorang yeoja pada namja itu.
Namja itu tersenyum lalu menggeleng. “Anio. Kka.”
Yeoja disebelahnya mengangguk sedangkan sang namja mengoper gear mobilnya.

*****

“Annyeong Haseyo, My Name is Lee Han-Byul. I’m come from Japan. Nice to meet you.” Salam Ken didepan kelas.
“Can you speak Korea?” Tanya guru bahasa Inggris pada saat itu.
Han-Byul hanya mengangguk lalu mengeluarkan kamus elektroniknya. “My Mom, give me it. For talk with Korea people teach.”
“Wow. You English is good, Han-Byul-ah. So now, you can sit beside Soomin.” Terang sang guru.
“Yes, teach.” Jawab Ken lalu berjalan kearah meja yang ditunjuk.
Bocah kecil yang cantik menyambutnya. “Annyeong, Hanbyul-ah.” Sapa bocah yang bernama Soomin itu.
“Annyeong.” Jawab Ken ramah.
Selama pelajaran itu sesekali Ken dan Soomin bercerita tentang diri mereka, meski Ken masih dibantu dengan kamus elektroniknya. Sepertinya persahabatan kedua bocah berumur delapan tahun dimulai pada hari ini. Hari pertama mereka bertemu.

Otte?Otte? Pendekkah? Mianhee, karena saya sibuk dengan jadwal kuliah jadinya kayak gini deh ceritanya. Maaf ya kalo engga memuaskan tapi bakal ada yang kedua kok. Yang pertama aku Cuma certain fakta siapa suami Yoona sama kenapa mereka nikah? Di yang kedua entar, saya bakal ngebongkar siapa Hanbyul yang sebenarnya. Sekali lagi maav ya kalau kurang memuaskan. Mianhee readers. Jeongmal mianhee.

1Sō desuka : Begitukah?
2Ā, sō desuka :  Oh, ya?
3Aishiteru
 : Aku Mencintaimu
4Sayōnara : Selamat tinggal/Sampai Jumpa
5Mata atode : Sampai nanti

 

17 thoughts on “All My Love Is For You : REALITY [1st]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s