All My Love Is For You : Yoona Version

Tittle : All My Love is For You : Yoona Version.

Maincast :

–          Super Junior Kyuhyun as Cho Kyuhyun

–          SNSD Yoona as Im Yoona

Other Cast :

–          SNSD Yuri as Kwon Yuri

–          SNSD Jessica as Jung Jessica

–          F(x) Krystal as Jung Krystal

–          You can find it

GENRE :

Sad, Romance (MAYBE)

Disclaimer :

Semua Cast ialah milih Tuhan, Keluarganya, Pacarnya, Membernya dan para fans mereka itu sendiri :p

NOTE :

Don’t forget CRL😀 and don’t bashing our cast. Kalo gga suka sama cast.a, atau alur ceritanya lebih baek gga usah bacah de. _-

*****

Yoona POV

“Kita…. Putus Saja..” Aku terbayang ucapanku empat bulan yang lalu. “Aku sudah tidak tahan lagi.”
Cho Kyuhyun. Nama itu selalu terucap setiap aku berbicara dengan siapapun, wajah pemilik namja itu tidak pernah absen dalam mimpiku. Tapi semuanya telah selesai setelah aku mengucapkan tiga kata keramat itu. Aku mengatakannya bukan aku tidak mencintainya lagi, tapi karena kesibukkannya pada pekerjaan hingga membuatku berpikir dua kali untuk bersamanya. Aku takut, takut saat kami sudah berkomitmen untuk ke jenjang yang lebih serius dia akan mengabaikanku dan lebih focus pada pekerjaannya. Selain itu ada satu alas an yang membuatku harus melakukan itu. Alas an yang hanya aku, Tuhan dan keluargaku yang tahu. Tidak.tidak. aku tidak sakit bahkan kata dokter aku sehat bugar tanpa penyakit. Tenang saja, aku yakin kalian akan tahu setelah ini.

*****

“Kau yakin?” pekik Yuri eonni kami berkumpul.
Aku mengangguk lemah lalu menyeruput Cappucinoku.
“Eonni, apa kau tidak menyesal nantinya?” Tanya Krystal.
Aku menghela nafas lalu mengangkat bahuku. “Molla.”
“Apa alasanmu melakukan itu, hah?” Tanya Jessica eonni.  “Apa kau tidak mencintainya lagi?”
Aku menggeleng. “Aku hanya lelah eonni. Lelah menunggunya yang sibuk dengan pekerjaannya. Bahkan saat aku memintanya memilih antara aku dan pekerjaan, dia tidak menjawabnya. Padahal aku ingin sekali dia lebih memilihku tapi hasilnya, dia hanya diam tak bergeming.” Terangkan sedih sambil menatap nanar kedepan.
“Apa semua menyangkut dengan sepupuku?” Tanya seorang namja yang baru ikut kami berkumpul. Eunhyuk oppa,
“Oppa.” Panggilku riang. Eunhyuk oppa mengeluarkan senyuman gusinya, senyuman yang sukses membuat Sica eonni jatuh hati padanya.
“Sejak kapan kau disitu?” Tanya SIca eonni  jutek.
Seketika membuat Eunhyuk oppa yang dari tersenyum berubah menjadi mengerucutkan bibirnya. “Chagi-ah.” Rengeknya.
“Aigoo, rengekkan yang menyebalkan.” Celetuk Krystal.
“Krytal-ah, aku ini calon oppa iparmu. Jadi kau harus terbiasa mendengar itu.”
Krystal mengeluarkan wajah juteknya. “Nee, namja yadong.”
“Aiish.” Gerutu Eunhyuk oppa membuatku terkekeh.
“Oppa.” Panggil Yuri eonni. “Apa maksudmu menyangkut sepupumu? Apa Cho Kyuhyun itu sepupumu?” selidik Yuri eonni.
Aku membelalakkan mata lalu menatap Eunhyuk oppa yang juga menatapku.
“Nee. Bukankah sepupumu itu marganya Lee bukan Cho?” celetuk Sica eonni.
EUnhyuk oppa tersenyum. “Oh itu. Maksudku sepupu itu Kyuhyun. Apa kalian lupa, aku dan Yoona adalah Sepupu jauh. Pastinya kekasih Yoona adalah sepupuku juga.” Elak Eunhyuk oppa.
“Oh begitu.” Sahut ketiganya mengerti.
Aku tersenyum lalu menatap keluar café dan mendapati beberapa namja turun dari mobil sport. Hingga jantungku berdetak hebat melihat dua namja berjalan beriringan bersama dengan senyuman hangat dari bibir mereka. Tuhan.. Aku merasa bersalah.

*****

Flashback.

“Kau sudah lama menunggu?” Aku mendongakkan kepalaku dan mendapati seorang namja tampan yang sangat kucintai. Cho Kyuhyun.
Aku tersenyum hambar lalu menggeleng. “Tidak terlalu lama.”
Kyuhyun menarik kursi disebrangku lalu mendudukinya. “Tumben sekali kau mengajak makan diluar. Apa ada sesuatu yang penting?”
Aku tersenyum. “Aku merindukanmu.” Ucapku lembut.
Kyuhyun tersenyum lalu meraih tanganku. “Nado. Kalau begitu, ayo kita pesan makanannya.” Terangnya lalu meraih buku resep tapi aku menghalanginya. “Aku sudah memesan makanan faforitmu. Seafood.”
Kyuhyun mengacak rambutku. “Gomawo, chagi-ah.”
Hatiku mencelos. Kenapa dia selalu bersikap manis saat aku sudah mendapatkan jawabannya?
Tidak berapa lama makanan yang kupesan datang dan kami makan bersama dengan diam.
“Lalu, apa yang ingin kau katakana chagi?” Tanyanya saat kami baru saja selesai makan.
Aku tersenyum semanis mungkin. “Bagaimana pekerjaanmu?”
“Rumit.” Jawabnya singkat. “Aku diserahi tanggung jawab untuk menangani sebuah proyek besar dikantor. Sungguh melelahkan sekali, bosku sering menyuruhku untuk mengerjakannya hanya dalam waktu satu hari. Terkadang aku harus lembur bahkan membawa sebuah pekerjaanku.” Terangnya tanpa beban.
Mendengar itu, ingin sekali rasanya aku menangis. Menjelaskan tentang pekerjaannya, dia begitu sangat tidak ada beban.
“Apa kau menjaga pola makanmu? Lihatlah, tubuhmu kurus sekali.” Aku mencoba mengontrol emosiku.
Kyuhyun tersenyum. “Gwencana, aku selalu makan teratur.”
“Lalu bagaimana dengan hubungan kita?” celetukku. Sungguh, aku tidak tahan lagi.
Kyuhyun terdiam menatapku dengan tatapan ‘Maksudmu?’
“Apa kau berpikir untuk membawa hubungan kita ke jenjang yang lebih serius. Maksudku, pernikahan? Apa kau sudah memikirkan itu?”
Kyuhyun masih diam lalu ia menundukkan kepala. “Mianhee,.” Ucapnya.
Hanya mendengar kata itu, airmataku keluar dengan sendirinya. Apa aku harus benar-benar mengakhiri hubungan ini? Hubungan yang kujalani selama kurang lebih sepuluh tahun. “Kyu…”
“Mianhee, aku belum memikirkannya. Proyek perkerjaanku sudah menyita semua waktuku sehingga tidak memikirkan itu.” Ungkapnya dan membuatku menutup mulut untuk menutup isakkan dari mulutku.
“yoong.” Panggilnya.
“Apa arti hubungan kita selama ini dimatamu, Kyu?” tanyaku menahan isak.
“Mianhee yoong. Aku mencintaimu tapi untuk saat ini aku belum terpikir untuk menikah. Mungkin nanti, setelah pekerjaanku selesai. Aku pasti akan melamarmu. Aku janji.”
Tangisanku semakin deras, rasa sesak didadaku semakin menyesakkan. Sampai kapan aku harus menunggu itu..
“Yoong.”
“Kita.. Putus saja. Aku sudah tidak tahan lagi.” Ucapku menangis terisak.
“Yoong.”
Aku berdiri lalu membungkuk hormat. “Mianhee, kalau selama ini aku menganggumu, merepotkanmu. Semoga kita bertemu di lain waktu, Kyuhyun-ssi.” Aku berlari meninggalkannya. Aku bisa mendengar suaranya memanggilku, aku berjalan cepat dan aku merasakan dia menyusulku. Aku masuk kedalam sebuah taksi.
“SM village, ahjussi.” Ujarku.
Didalam taksi aku menghapus airmataku berusaha mencoba untuk tegar karena seorang Im Yoona bukan orang yang cengeng. Entah kenapa tiba-tiba taksi berhenti. Aku melihat sekelilingku, ternyata sudah sampai. Aku memberikan uangku. “Ghamsamnida, ahjussi.”
Aku keluar taksi lalu merasakan tanganku digenggam oleh seseorang. “Kenapa kau seperti ini?” tanyanya yang mencegahku. Aku hanya diam dan menatapnya dengan tatapan kosong. “Menghindar dariku. Apa kau benar-benar ingin mengakhiri semua hubungan kita? Aku bisa menjelaskan semuanya.”
Aku berusaha melepaskan tangannya yang memegang lenganku. “Mianhee, Kyuhyun-ssi. Aku harus masuk kedalam.” Ucapku untuk terakhir kalinya lalu meninggalkannya berdiri tepat didepan pagar rumahku.
“Kau menangis?” terdengar suara dari seorang namja yang setia menungguku. Aku menoleh lalu menggeleng. “Anio. Aku masuk kedalam dulu, oppa.”

End.

“Kau baik-baik saja?” Tanya suamiku saat aku menatap keluar jendela yang sedang hujan.
Aku mengangguk. “Gwencana oppa.”
Inilah alasanku, memilih untuk menikah dengan namja yang sudah dijodohkan oleh ayahku. Bukan karena perusahaan kami bangkrut hingga perusahaan suamiku menyelematkanku, bukan juga karena sebuah perjanjian di masa lalu antara ayahku dan ayah suamiku. Tapi karena ayahku melihat suamiku begitu menyayangiku dan melindungiku selama aku rapuh.

Flashback.

“Sudah appa katakan, dia tidak akan pernah ingin menikah. Di otaknya itu hanya ada, bekerja.bekerja dan bekerja.” Amuk Appa saat aku bertandang kerumahnya.
Aku hanya bisa menunduk sedangkan eonniku terus saja menenangkan aku.
“Aku tidak mau tahu kau harus menikah.”
“Appa.” Sekarang aku mulai bersuara.
“Wae? Umurmu sudah mau duapuluhtujuh tahun. Kapanlagi kau akan menikah? Eonnimu bahkan menikah dua tahun sebelum umurmu sekarang.”
Aku menghela nafas.
“Aku akan menjodohkanmu dengan pria pilihanku dan tidak ada kata penolakkan.”
Aku menunduk lalu mengangguk. Aku terpaksa menyetujuinya, karena aku tidak ingin mengecewakan Appa.

End.

“Kau merindukannya?” Tanya suamiku padaku.
Aku menoleh menatapnya yang baru saja keluar dari kamar dengan tatapan Tanya.
“Datanglah kerumahnya. Temuilah dia, bukankah kalian sudah empat bulan tidak bertemu.”
“Oppa mengizinkanku?”
Suamiku mengangguk. “Tentu saja, aku tidak bisa melihat istriku sedih seperti sekarang.”
Aku tersenyum lalu memeluknya. “Gomawo oppa. Aku janji setelah bertemu dengannya aku akan cepat pulang.
Suamiku hanya tersenyum. “Puaskanlah dirimu untuk menemuinya sebelum kita berangkat.” Ucapnya berat.
Aku mengangguk. “Gomawo.”

Author POV

Yoona cukup lama berdiri didepan pagar sebuah rumah mewah yang ditamannya terdapat bunga Matahari.
“Temuilah dia.” Teriak seorang namja dari arah mobil membuat Yoona menoleh lalu mengangguk. Baru hendak satu langkah Yoona berjalan, rintikkan hujan membasahi bumi dan membuat yeoja itu dengan cepat masuk kedalam keperkarangan rumah tersebut lalu berjalan menuju bunga tersebut tanpa pelindung apapun yang melindungi tubuhnya.
“Hai, Sunny.” Sapa Yoona ditengah suara rintikkan hujan. “Apa kabarmu? Mianhee, aku tidak menjenguk untuk empat bulan terakhir. Kau tau lah, aku dengan namja pemilikmu tidak berhubungan lagi.” Terang Yoona dengan suara parau sedangkan dibelakangnya terdapat seorang namja berdiri dengan payung yang berusaha meneduh yeoja tersebut. Kyuhyun.
“Anio. Dia tidak meninggalkanku, dia hanya sibuk bekerja. Aku bahkan sangat khawatir bagaimana keadaannya sekarang. Kau seperti tidak mengenalnya saja, dia akan melupakan semuanya bila dia sudah bekerja sekalipun itu PSP dan Aku.” Yoona merendahkan suaranya ketika ia mengatakan aku.
“Yy….” baru saja Kyuhyun hendak memanggil yeoja itu tapi Yoona memotongnya.
“Mungkin hari ini adalah hari terakhir kita bertemu. Aku akan pergi jauh dan mungkin akan lama kembali. Anio, aku tidak akan melupakanmu. Tentang pemilikmu.” Yoona semakin menunduk. Airmata terus mengalir. “Aku tidak tahu, aku bisa melupakannya atau tidak. Kalau begitu, Annyeong Sunny. See You Next Time.” Ucap Yoona terakhir kalinya lalu berdiri.
Dengan cepat Kyuhyun menahan lengan yeoja itu. “Yoong.” Panggilnya lembut.
Yoona tersentak lalu menatap Kyuhyun dengan senyuman kecut. “Mianhee.” Ucap Yoona melepaskan tangan Kyuhyun yang menahannya tapi namja itu semakin mengeratkannya. Tapi Yoona tetap berusaha melepaskan genggaman itu. Hingga pada akhirnya namja itu melepaskan payungnya lalu terduduk dan memohon didepan yeoja itu.
“Jangan pergi, Jebbal.”
Yoona memejamkan matanya lalu mengangkat tubuh mantan kekasihnya. “Berdirilah, Kyuhyun-ssi.”
“Jebbal yoong. Jangan tinggalkan aku.” Yang masih duduk memohon.
Yoona duduk tepat didepan Kyuhyun dan memegang wajahnya. “Berdirilah, Kyu. Aku akan mengantarkanmu kedalam.”
Kyuhyun berdiri dan mengikuti apa yang diinginkan dari Yoona

*****

“Berjanjilah padaku untuk tidak meninggalkanku lagi, yoong.” Ucap Kyuhyun saat Yoona mengeringkan tubuh namja itu. Yoona hanya membalasnya dengan senyuman manis miliknya.
“Berjanjilah, yoong.”
“Berbaringlah. Aku akan mengambil air dan sapu tangan untuk mengompresmu.”
“Yoong.” Kyuhyun menahan tangan Yoona.
Yoona masih mengeluarkan senyumannya. “Gwencana. Aku masih disini, mala mini aku akan menjagamu.”
Mendengar itu Kyuhyun tersenyum dan menarik kembali tangannya. “Gomawo.” Gumamnya pelan.

“Apa kau tidak lelah terus bercerita, Cho Kyuhyun?” Tanya Yoona memotong cerita Kyuhyun yang sangat antusias.
Kyuhyun mengeluarkan cengirannya. “Mianhee. Aku terlalu semangat bercerita. Kau tahu, selama empat bulan kita tidak bertemu. Aku sangat merindukanmu, aku baru sadar kalau aku lebih membutuhkan dirimu daripada pekerjaan itu.” Terang Kyuhyun tulus sedangkan Yoona yang mendengar hal itu hanya tersenyum sungkan. ‘Semua sudah terlambat, Kyu.’
“Lalu bagaimana dengan anak-anak dirumah sakit? Apa mereka lucu-lucu?”
Yoona mengangguk sambil menyeruput tehnya. “Mereka sangat mengemaskan. Rasanya aku ingin membawanya kerumah.”
Kyuhyun mengacak rambut Yoona. “Kalau begitu saat kita menikah nanti, kau boleh membawa mereka kerumah.”
Yoona tertegun diam. “Kau perlu istirahat, kyu. Tubuhmu semakin panas.”
Kyuhyun menghela nafas. “Aku tahu. Tapi aku tidak ingin kehilanganmu lagi.”
Yoona tersenyum. “Gwencana. Aku akan menjagamu mala mini, lebih baik kau tidur. Bukankah kau sangat lelah.”
“Baiklah tuan Putri. Pangeran akan tidur.” Ujar Kyuhyun kekanak-kanakkan lalu berbaring.
Dengan setia Yoona menyelimuti tubuh Kyuhyun lalu mengompres dahi namja itu. Hingga tiba-tiba ponselnya bordering.
“Yeobseyo.”
“Kau masih disana?” Tanya seorang disebrang sana.
Yoona menoleh kearah Kyuhyun yang sudah tertidur. “Nee. Waeyo oppa?” ujarnya pelan.
“Han Byul… tubuhnya panas. Bisakah kau pulang.” Ujar namja disana dengan nada khawatir.
Yoona diam lalu menatap namja yang tertidur diatas ranjang dan menghela nafas. “Nee, aku akan pulang oppa.”
“Aku menunggumu.”
Yoona mematikan sambungan telpon lalu berjalan menghampiri Kyuhyun. “Aku pulang dulu, Kyu. Mungkin ini adalah pertemuan terakhirku untuk beberapa waktu ini. Annyeong.” Bisik Yoona lalu mengecup dahi dan pipi Kyuhyun. “SARANGHAE.” Bisiknya lembut lalu pergi meninggalkan namja itu yang sedang bermimpi indah.

*****

Yoona sibuk mengendong bayi berumur tiga bulan. Sesekali ia mengayunkan bayi tersebut.
“Han Byul-ah, kita akan terbang.” Terang Yoona riang sambil membuat sebelah tangannya layaknya pesawat terbang dan membuat bayi itu tertawa senang. Yoona tersenyum melihat bayi itu. Entah kenapa setiap melihat bayi, ia begitu nyaman dan ingin merawatnya.
“Byul-ah, kajja. Kita terbang.” Terang seorang namja tampan dari arah pintu.
Bayi kecil itu melompat-lompat girang digendongan Yoona.
“Wah, kau semangat sekali eoh. Sini abeoji gendong.” Ujar namja itu meraih bayi tersebut. “Kajja yoong. Aku takut terlambat.” Ingat namja itu lalu berjalan menuju taksi yang sedari tadi menunggu mereka.
Yoona mengangguk mantap lalu melihat kerumah itu lagi. Semua kenangan terjadi dirumah ini. Kenangannya bersama suaminya dan tentu saja kenangannya bersama namja yang ia cintai, Cho Kyuhyun.
“Aku hanya pergi untuk sementara dan aku ingin saat aku kembali nanti kau mendapatkan yeoja yang lebih baik dariku. Cho Kyuhyun, SARANGHAEYO.” Gumam Yoona lalu berjalan dan masuk kedalam taksi.
Tepat saat Yoona masuk taksi sebuah mobil parker dibelakang taksi tersebut. Namja tampan berwajah kacau keluar bertepatan saat taksi itu berjalan meninggalkan rumah tersebut.
“YOONA-AH.” Teriak namja itu kencang.
Namja yang duduk disebelah Yoona menoleh kearah suara. “Hyung.” Gumam namja itu sedangkan Yoona. Dia hanya diam menunduk, menahan airmatanya yang keluar. ‘Mianhee.’ Batin Yoona.
Melihat istrinya menunduk, sang suami mengenggam tangan Yoona. Memberikan ketenangan meskipun itu hanya sedikit.

to be continued

24 thoughts on “All My Love Is For You : Yoona Version

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s