Bittersweet | Chapter 4

Tittle : Bittersweet Chapter 4

Author : Ririw/Riri

Main Cast :

  • Im Yoona as Lee Yoona
  • Cho Kyuhyun
  • Seo Joo Hyun/Lee Joo Hyun a.k.a Seohyun

Support Cast :

  • Lee Jinki a.k.a Onew as Yoona brother
  • Kwon Yuri
  • Lee _____ (secret cast, kekeke~~~)
  • And other

Genre : Romance,Family,Angst

Rating : PG-13

Length : Chapter

Disclaimer : This story is my own mind. Cast belong’s god. Plagiator Not allowed !!

Poster by : J.Joker , jeongmal gomawo eonni buat poster yang waw ini *.*

Anyeonghaseyo, terlalu lama nggak post ya. Mianhae karena sangat telat, author kelupaan #dirajam. Pokoknya silahkan deh dibaca, mianhae juga ini ancur banget dan mianhae untuk typo. Happy reading ^^

Bittersweet Chapter 4 

Ne, namaku Lee…”ucapan namja tersebut terputus ketika ada sebuah pengumuman dari pengeras suara yang ada di ruangan tersebut.

Kepada peserta nomor 7 harap segera bersiap-siap di belakang panggung

“Yoona-ah ayo” Yuri menarik Yoona untuk segera pergi ke belakang panggung.

“Kurasa kita bisa melanjutkannya nanti” ucap Yoona pada namja tersebut.

“Semoga sukses” namja itu tersenyum manis pada Yoona.

Setelah berjalan menjauhi namja tersebut Yuri membuka suara, “Siapa dia?”

“Namanya aku belum tahu, aku pernah bertemu dia di bis” jawab Yoona.

“Dia imut sekali” komentar Yuri.

Mereka berdua menunggu giliran di belakang panggung, sembari menunggu panggilan Yuri kembali membuka percakapan.

“Tumben kau mau berkenalan dengan orang yang seumuran denganmu” ucap Yuri memecah keheningan, Yoona menoleh dan menatap Yuri.

“Entahlah” Yoona mengedikkan bahunya.

“Apa kau sakit?” Yuri menempelkan tangannya di dahi Yoona, Yoona segera menepis tangan Yuri.

“Aku tidak sakit eonni

“Lalu apa? Kau salah makan obat?” Yuri masih memperhatikan Yoona, seolah itu adalah hal yang sangat aneh.

“Apa aku salah?” Yoona balas mentap Yuri dengan tatapan risih karena terus diperhatikan.

“Aku sudah mengenalmu sejak kecil, aneh saja”

Peserta nomor 7 dari Chungdam High School

“Ayo” Yuri menarik tangan Yoona.

Mereka menaiki panggung, Yoona memandang semua penonton yang ada di sana. Hingga ia menemukan sosok Onew dan Kyuhyun duduk di barisan kedua tengah bertepuk tangan dengan semangatnya. Yoona dan Yuri berpandangan kemudian Yuri mengangguk, mereka berdua berdiri di posisi mereka masing-masing. Musik mulai mengalun, musik dengan irama cepat itu mengiringi gerakan dance Yoona dan Yuri.

Mata Yoona memandang berkeliling dan ia menemukannya. Yeoja tersebut duduk di barisan ketiga, Seohyun duduk di sebelah yeoja yang belakangan ini ia tahu bernama Krystal. Semua orang pasti berpikir Yoona adalah orang yang payah, teman sekelasnya sendiri baru ia ketahui namanya padahal ia sudah hampir setahun bersekolah di Chungdam -sekolahnya- dan sekelas bersama yeoja yang bernama Krystal itu.

Cih, kenapa harus ada dia sih? Gerutu Yoona dalam hati.

Yoona tetap berusaha untuk fokus dengan gerakannya. Ia tak mungkin pergi begitu saja dari atas panggung dan mengusir Seohyun. Tersengar sangat sadis bukan? Tapi tidak bagi Yoona, ia memang berpikir bahwa itu memang hal yang kejam tapi segera ditepisnya karena ia harus benar-benar berkonsentrasi pada gerakannya dan tidak memikirkan masalah kejam atau tidak.

Yoona dan Yuri mengakhiri dance mereka, gerakan terakhir mereka diiringi dengan tepukan yang sangat meriah. Semua penonton yang ada di sana bertepuk tangan, kagum pada kekompakan mereka, gerakan-gerakan dance mereka berdua yang sangat enerjik dan tanpa kesalahan. Yoona dan Yuri pun membungkuk dan meninggalkan panggung tersebut.

Namja tadi melewati Yoona dan berbisik,“Sekarang giliranku”.

“Kau pasti bisa”Yoona mengemangati namja itu dan namja tersebut membalasnya dengan senyuman yang manis.

***

Sekarang adalah pengumuman pemenang untuk dance competition tersebut. Sedari tadi Yoona terus mencari sosok namja yang belum sempat ia ketahui namanya itu. Ia dan Yuri tengah saling berpegangan, menunduk dalam dan berharap mereka memenangkan juara pertama. Mereka melawan banyak grup dari sekolah seni dan hanya beberapa saja yang bukan berasal dari sekolah seni, seperti ia dan Yuri. Apalagi kompetisi ini juga diikuti oleh sekolah dari Korea Utara.

Onew dan Kyuhyun ada di dekat Yoona dan Yuri sekarang, mereka pun berharap keduanya menang. Mereka berempat membentuk lingkaran kecil dan mereka memasang telinga setajam mungkin agar tak salah dengar. Apalagi juara ini tidak dikategorikan namja atau yeoja dan perwakilan dari satu sekolah hanya satu grup, jadi kalau mereka berdua kalah Chungdam tak akan memenangkan piala.

Untuk juara ketiga Kim Il Sung High School dari Korea Utara”grup yang beranggotakan 5 yeoja itu pun menaiki panggung sembari bersorak senang diiringi tepuk tangan yang meriah.

Eonni”Yoona melirik Yuri yang ada di sebelahnya.

“Tenanglah masih ada juara kedua dan pertama”Yuri semakin mempererat genggaman tangannya pada tangan Yoona.

Juara kedua dari School of Perfoming Art Seoul tentunya berasal dari Korea Selatan”3 orang namja pun menaiki panggung tersebut, Yoona memicingkan matanya melihat salah satu dari tiga namja tersebut.

Eonni, itu namja tadi. Dia yang sempat akan berkenalan denganku” Yoona menunjuk namja yang belum ia tahu namanya itu, “Dia menang”

MwoNamja imut tadi?” Yuri pun menoleh ke arah tunjukkan jari Yoona.

Namja imut?” Onew menyerngitkan dahinya, “Kau hutang cerita padaku Lee Yoona”

“Ternyata dia dari sekolah seni itu, pantas” Yuri masih memperhatikan namja tersebut.

“Sejak kapan kau mengenal orang yang seumuranmu Yoong?” Kyuhyun menatap Yoona heran.

Yoona memutar kedua bola matanya, “Sejak tadi? Atau kemarin?”

Dan untuk juara pertama…” tangan Yoona mulai mengeluarkan keringat dingin, “Wow, masih berasal dari Korea Selatan

Mereka hebat bisa mengalahkan sekolah seni, Chungdam High School” dan gedung itu pun menjadi riuh, penonton yang kebanyakan berasal dari sekolah yang sama dengan Yoona dan Yuri karena Chungdam menjadi tempat diselenggarakan kompetisi tersebut.

“Kalian menang!” pekik Onew girang, ia segera memeluk Yuri, sahabatnya sejak kecil itu. Kyuhyun pun reflek memeluk Yoona, saking girangnya.

Mata Yoona melotot, kaget dengan apa yang dilakukan oleh Kyuhyun. Jantungnya berdegup dengan sangat kencang, seolah ia telah berlari ratusan kilometer. Kyuhyun masih dengan girangnya memeluk Yoona, tanpa menyadari Yoona yang terdiam dalam pelukannya. Antara keadaan kaget dan senang, Yoona terus berusaha menormalkan detak jantungnya itu.

Kyuhyun melepaskan pelukannya, “Ambil dan buatlah kami lebih bangga karena kalian memegang piala besar itu”

Yuri kemudian menyeret Yoona yang masih terdiam, Yuri belum menyadari perubahan Yoona setelah Kyuhyun memeluknya tadi. Kemudian Yoona tersadar dan tersenyum senang karena sekarang ia dan Yuri sudah berada di atas panggung. Yoona melirik namjatadi yang ada di sebelahnya, namja itu balas menoleh dan entah kenapa mereka berdua saling melemparkan senyum manis.

***

Yoona menoleh ketika merasakan seseorang menepuk pundaknya, “Ah kau”

“Aku mencarimu” namja tersebut melihat Yoona yang sedang sendiri.

“Aku belum tahu namamu”

“Lee Taemin” Taemin tersenyum manis untuk kesekian kalinya.

“Bukumu masih ada padaku” ucap Yoona.

“Dan milikmu juga ada padaku” balas Taemin, “Aku belum tahu kau kelas berapa, kau pasti sudah tahu kan aku sekolah di mana?”

“Aku masih kelas X” jawab Yoona.

“Berarti sama, bagaimana kalau besok aku menunggumu di taman kota dan kita pergi jalan-jalan?” tawar Taemin, sementara Yoona terlihat sedang menimbang-nimbang tawaran Taemin.

“Aku akan membawa buku milikmu dan kau bawa buku milikku” lanjut Taemin.

“Baiklah Taemin-ssi” ucap Yoona akhirnya.

“Aku rasa itu terlalu formal, bagaimana kalau hanya Taemin?” Taemin kembali tersenyum manis yang entah untuk keberapa kalinya dan itu membuat Yoona sedikit…nyaman?

“Baiklah Taemin”

“Kalau begitu aku pulang, aku akan menjemputmu besok Yoona-ya” Taemin pun berbalik, Yoona masih memperhatikan punggung Taemin yang berjalan menuju parkiran kemudian entah kenapa ujung bibirnya kembali tertarik membentuk senyuman.

***

9th November 2012

Yoona menuruni tangga sambil memasang jam tangannya pagi itu, seragam sudah melekat rapi di tubuhnya. Ia memasuki ruang makan dan menarik kursi di sebelah Onew. Ia baru akan mengambil sepotong roti untuk diolesi dengan selai ketika sebuah tangan sudah menyodorkan setumpuk roti yang seudah diolesi oleh selai. Yoona mengangkat wajahnya melihat si pemilik tangan.

Haena tengah menyodorkan roti itu kepada Yoona, Yoona pun mengambilnya dan tersenyum tipis. Tanpa mengucap sepatah katapun ia memakan roti tersebut, suasana di sana hening seperti hari-hari biasanya. Setelah meneguk susunya hingga habis, Yoona beranjak dari kursinya hendak pergi. Tapi suara appanya mengehentikan aktivitas tersebut.

“Yoona, kau berangkat dengan Seohyun diantar Park ahjussi”Yoona melengos, biasanya ia diantar Ahn ahjussi, supir pribadinya. Tapi Ahn ahjussi sedang sakit sehingga tak ada pilihan lain.

“Aku berangkat naik bis saja” Yoona pun meninggalkan ruang makan, keluar dari rumahnya dan berjalan menuju halte.

Yoona berjalan sembari menendang-nendang kerikil, hari masih pagi. Ia sengaja berangkat pagi karena sekolah akan sangat tenang ketika pagi, membuatnya merasa nyaman. Tapi sepertinya keinginan itu tak akan tercapai hari ini, masalahnya jika ia berangkat menggunakan bis mungkin ia sampai 10 menit sebelum bel masuk, Yoona menghembuskan nafas kesal.

Tak lama setelah ia sampai di halte, bis yang ditunggunya datang. Yoona segera naik dan mengambil tempat duduk di belakang, ia menyandarkan kepalanya di jendela bis. Bis melewati sebuah taman yang membuatnya teringat sesuatu.

***

“Ayo kau pasti bisa Na-ya” seorang yeoja yang berusia sekitar 40 tahun itu tersenyum kepada seorang anak perempuan yang sedang mengendarai sepeda dengan takut-takut. Di belakang anak perempuan tersebut, seorang namja mengikuti sepeda yang tengah dikendarai gadis kecilnya itu.

“Setelah kau bisa, kita bisa bersepeda bersama” sang kakak juga sedang mengendarai sepeda, ia bergerak dengan sangat leluasa, mengitari taman tersebut.

“Kita mungkin bisa bersepeda bersama dan jalan-jalan di sekitar sungai han nanti” ucap sang ayah.

“Dan kita bisa bersepeda berkeliling Seoul atau pergi ke pulau Jeju dan kita akan berkeliling pulau Jeju” oceh sang kakak.

“Jangan takut, eomma ada disini” sang ibu terus menyemangati putrinya yang masih terlihat takut-takut.

“Kau yakin eomma? Aku rasa jika terlalu lama aku akan jatuh, lagipula appa melepaskan dua roda yang ada di roda belakang. Itu membuatku takut jatuh” ucap gadis kecil itu lucu.

Eomma yakin, karena eomma akan selalu ada di sampingmu ketika kau terjatuh Na-ya

***

Mata Yoona terbuka, kata-kata eommanya terus memenuhi pikirannya. Ia masih ingat ketika eommanya itu berkata akan selalu ada di sampingnya ketika ia terjatuh. Dan kali ini ia merasa sedang terjatuh, terpuruk dan ada pada titik terendah dimana kesepian itu akhir-akhir ini menyerang. Semenjak appanya kembali menikah, Onew selalu sibuk dengan urusannya dan pulang malam.

Yuri sekarang mempunyai kesibukan baru, Yuri tengah menyukai seorang namja dan ia sedang sibuk karena ternyata tanpa sepengetahuan Yuri, namja yang disukai Yuri pun juga memiliki perasaan yang sama. Sebenarnya Yuri sudah menyukai namja itu sejak lama, namun mereka baru saling mengenal 2 bulan terakhir. Jadi akhir-akhir ini mereka berdua selalu jalan berdua dan Yoona selalu tak tega mengganggu mereka. Dan Kyuhyun? Entahlah.

Seohyun seperti mengerti rasa kesepian itu, namun Yoona selalu menolak. Ia tak mau Seohyun masuk lebih dalam ke kehidupannya. Sudah cukup Seohyun masuk ke dalam keluarganya. Hari ini juga ia mempunyai janji dengan Taemin, mungkin Taemin bisa mengenalnya lebih dekat dan mengusir kesepian itu.

Bis yang ditumpangi Yoona berhenti di halte dekat sekolahnya, Yoona kemudian beranjak dari duduknya dan keluar dari bis. Ia berjalan sebentar dari halte, memasuki gerbang sekolahnya yang penuh itu dan menyusuri lorong-lorong menuju kelasnya. Semua mata memandangnya, terdengar bisikan-bisikan yang mengiringi langkah Yoona. Yoona membenci ini, menjadi pusat perhatian adalah salah satu hal yang dibencinya. Mungkin berita kemenangan Yoona dan Yuri telah menyebar, pastinya.

Yoona menaiki tangga menuju kelasnya, ia menuju loker terlebih dahulu. Menyimpan beberapa barang dan mengambil beberapa buku catatan, kemudian ia menuju kelasnya. Memasuki kelasnya yang ramai, ia menghela nafas. Sejak eommanya meninggal, ia membenci keramaian dan menjadi pusat perhatian. Yoona duduk di bangkunya, melempar pandangan ke taman belakang tampak sedang memikirkan sesuatu.

***

Yoona berjalan ke arah kantin, ketika sampai di sana sudah penuh sesak dengan murid yang kelaparan. Yoona mendekati stand minuman, dia mengantri dengan antrian yang cukup panjang. Setelah ia memesan minuman ia segera memilih tempat duduk di pojok kantin. Yoona mengeluarkan Ipod miliknya dan memasang headphone di telinganya, untuk meredam kebisingan yang ada di kantin.

Onew duduk di sebelah Yoona dan melepas headphone milik Yoona, “Kau masih hutang cerita tentang namja imut itu”

“Eh?” Yoona menoleh,”Memangnya harus?”

“Harus” ucap Yuri, “Kau juga belum memberitahuku namanya”

“Oke, namanya Lee Taemin” Yoona segera menyebutkan nama Taemin daripada ia mati dengan pertanyaan-pertanyaan itu.

“Terus?” Kyuhyun menatap Yoona penasaran.

“Apa?”Yoona memasang tampang polosnya.

“Oh ya, kau juga berhutang bercerita tentang SJH itu, kau bilang kau sudah bertemu dengannya” Yuri melirik Kyuhyun yang duduk di depannya.

“Nama aslinya Lee Joo Hyun, dia adik tirimu. Dia bilang biasanya ia dipanggil Seohyun” Onew dan Yoona yang sedang minum langsung menyemburkan minumannya kepada Kyuhyun, meski Yoona duduk di hadapan Yuri tapi ketika itu ia sedang memperhatikan Kyuhyun. Alhasil Kyuhyun hanya memejamkan matanya menerima semburan dari kakak-beradik itu.

Sebenarnya Yoona sudah mengetahui itu, tapi ia kaget tiba-tiba nama orang itu disebut didepannya lengkap dengan marga Lee. Perasaan sesak kembali menyelusup, tapi Yoona mengabaikannya. Ia sendiri masih bingung kenapa ketika Kyuhyun menyebut nama Seohyun dan ketika dulu Kyuhyun menabrak Seohyun yang membuatnya menangis, selalu menimbulkan rasa sesak yang tiba-tiba menyelusup.

“Kalian” Kyuhyun memandang murka Yoona dan Onew, sementara dua orang itu hanya nyengir dengan wajah tanpa dosa.

“Untung saja Yoona sedang memandangmu, jika tidak aku kena sembur dia” Yuri tertawa puas melihat wajah Kyuhyun yang seperti siap memakan Yoona dan Onew.

“Jika kalian bukan sahabatku, sudah kumakan kalian” ucap Kyuhyun murka, Yoona dan Onew saling berpandangan kemudian tertawa terbahak-bahak.

Yuri menyenggol bahu Kyuhyun, “Tuh SJH-mu datang”

Yoona menoleh ke belakang, benar saja. Di belakang ada Seohyun dan Krystal yang sedang berjalan mencari tempat duduk, Yoona mendengus kesal. Apalagi Yuri memanggil Seohyun dengan sebut “SJH-mu” kepada Kyuhyun. Yoona kembali melirik ke depan, kembali meminum minumannya dan memainkan sedotan minumannya.

Onew melirik Yoona, ia seperti merasakan perubahan pada Yoona. Bukan karena Seohyun datang, tapi saat Yuri memanggil Seohyun “SJH-mu” kepada Kyuhyun. Juga saat Kyuhyun menyebutkan nama Seohyun tadi. Onew bisa merasakan itu, ia sudah terlalu dekat dengan adiknya itu.

“Seohyun-ssi kau bisa duduk di sini”Kyuhyun memanggil Seohyun sembari melambaikan tangannya. Seohyun dan Krystal menoleh, kemudian Seohyun melirik Krystal seperti meminta persetujuan. Krystal mengangguk dan mereka berdua mendekati meja yang ditempati Onew, Kyuhyun, Yoona dan Yuri.

Yoona langsung meminum habis minumannya dengan cepat, “Aku lupa belum mengerjakan tugas, aku duluan”

Yoona segera pergi dan berlari meninggalkan kantin saat Krystal dan Seohyun duduk di meja mereka. Kyuhyun dan Yuri memandang Yoona heran, tak biasanya Yoona belum mengerjakan tugas dan mengerjakannya di sekolah. Onew hanya diam, ia belum mengerti dengan keanehan dongsaengnya itu.

***

Saat pulang sekolah Yoona segera membereskan barang-barangnya, ia harus cepat-cepat karena Taemin mengajaknya bertemu di taman kota. Ia takut Taemin telah ada di taman kota dan menunggunya, apalagi sekarang ia menggunakan bis. Ketika ia telah di lantai satu, ia berpapasan dengan Yuri, Kyuhyun dan Onew.

“Kau mau kemana?”tanya Onew, Yoona menoleh.

“Ah itu, Taemin mengajakku bertemu”jawab Yoona. Kyuhyun terdiam, ia memperhatikan wajah Yoona yang terlihat…senang? Entahlah, Yoona terlihat bersemangat ketika menyebutkan nama Taemin.

“Kau bertemu dengannya dimana?”tanya Yuri.

“Dia bilang menungguku di taman kota”

“Kalau begitu aku antar saja, bukannya tadi kau berangkat memakai bis”Onew menarik tangan Yoona dan mengajaknya ke parkiran, sementara Yuri dan Kyuhyun mengikuti mereka berdua di belakang.

Tapi ketika mereka sampai di parkiran, mereka melihat namja yang tak lain adalah Taemin. Ia terlihat mencolok dengan seragam yang berbeda. Ia berdiri di dekat motor sport berwarna merah yang sepertinya adalah miliknya. Taemin menyilangkan kedua tangannya di dada. Yoona yang melihat Taemin berdiri di sana segera menghampirinya.

“Kau sudah menunggu lama?”tanya Yoona.

Ani”jawab Taemin.

“Kenapa kesini? Kau bilang kita bertemu di taman”

“Memangnya tidak boleh ya?”Taemin menaiki motornya.

“Sebenarnya tidak juga”

“Kalau begitu naik”Yoona pun menaiki motor Taemin.

“Sudah?”Taemin melirik Yoona yang duduk di belakangnya, sementara Yoona hanya mengangguk. Taemin kemudian menjalankan motornya, mereka melewati Yuri, Onew dan Kyuhyun. Yoona melambaikan tangannya ketika melewati mereka bertiga.

***

“Saat pertama kali bertemu, kukira kau adalah murid SMP. Saat itu juga kau sedang tidak memakai seragam sekolah dan itu membuatku yakin kau adalah murid SMP”bahu Taemin bergetar menanadakan bahwa ia tertawa mendengar ucapan Yoona.

“Kalau begitu aku masih terlalu imut untuk menjadi anak SMA ya?”balas Taemin dengan candaannya membuat Yoona tertawa.

“Atau kau sebenarnya memalsukan umurmu ya?”tawa Taemin kembali meledak, ia tak menyangka orang seperti Yoona bisa juga bercanda. Awalnya ia kira Yoona adalah orang yang sangat dingin dan pendiam, seperti ketika mereka pertama kali bertemu.

“Untuk apa memalsukan umur? Wajahku memang terlalu imut”ucap Taemin narsis, seketika Yoona memukul bahu Taemin pelan, Taemin kembali tertawa dengan reaksi Yoona.

“Kau terlalu narsis, aku masih lebih imut daripada kau”

“Oh ya? Aku mengira kau beruang kutub yang dingin, kau sangat cuek”Yoona tersenyum tipis, sepertinya Taemin memang sudah mengenal sifatnya yang satu itu.

“Kalau aku beruang kutub, berarti kau adalah seorang penguin”

“Mengapa begitu? Ah aku tahu, karena aku imut dan penguin imut. Tapi aku jauh lebih imut dari penguin”Yoona mencibir pelan, ia sedikit terhibur dengan kenarsisan Taemin.

“Oh ya, mana tanganmu?”lanjut Taemin, Yoona mengerutkan keningnya lalu mengulurkan tangan kanannya, ia bingung masih bingung dengan perintah Taemin.

Taemin memegang tangan Yoona dan meletakkan di depan perutnya melingkari pinggang kanannya, “Seharusnya ini disini, mana yang satu lagi?”Yoona tersenyum, kemudian ia mengulurkan tangan kirinya. Taemin menyatukan tangan Yoona di depan perutnya, kini tangan Yoona melingkari pinggangnya dan menyatu di depan perutnya hingga tak ada celah diantara mereka berdua.

“Harusnya seperti ini, nanti kalau jatuh bagaimana?”perkataan Taemin membuat pipi Yoona merona merah. Entah kenapa ia menjadi malu dan posisinya sekarang ini membuatnya sedikit nyaman.

***

Onew memutuskan untuk jalan-jalan di sekitar sungai han. Akhir-akhir ini ia malas pulang cepat ke rumah. Sekarang masih pukul 5.30 sore, biasanya ia akan pulang pukul 8 atau 9 malam. Awalnya ia merasa kasihan pada Yoona karena ia pulang malam Yoona tak memiliki teman untuk berbagi di rumah.

Ia dan Yoona memang seperti itu, saling berbagi layaknya teman. Selain menjadi kakak-beradik, mereka juga sangat dekat. Sejak kecil mereka berdua, itu membuat mereka terbiasa dan Yoona sering menceritakan apapun pada Onew. Tapi sekarang, semenjak Onew sering pulang malam, Onew selalu telat mengetahui apa yang terjadi padadongsaengnya itu. Seperti sekarang.

Sebuah kaleng kosong mendarat di kepala Onew, “Akh”Onew meringis dan mengusap-usap kepalanya.

Onew mengambil kaleng yang kemudian mendarat di depannya, “Siapa yang melempar ini? Kurang kerjaan dan tidak tahu aturan.”

“Ah, mianhamnida”seorang yeoja mungil menghampiri Onew, Onew menoleh dan memandang yeoja tersebut dengan pandangan sedikit marah.

“Kau diajarkan bagaimana cara membuang sampah?”yeoja itu mengangguk takut, “Lalu kenapa kau melemparnya? Tak tahu aturan”

Mianhamnida”yeoja itu membungkuk dan mengucapkan maaf lagi.

“Memangnya kata maaf cukup? Kau telah membuang sampah sembarangan dan itu mengenai kepalaku”gerutu Onew kesal.

Mianhamnida, aku tidak sengaja. Aku sedang kesal tadi”

“Kesal? Kaleng ini dan juga aku adalah korban pelampiasanmu itu”Onew menunjuk kaleng dan kepalanya, “Kau lebih baik berteriak atau menghancurkan kamarmu atau sekalian menghancurkan rumahmu daripada membuang sampah sembarangan dan mengenai orang lain”

Yeoja itu seperti mulai merasa kesal, “Aku sudah meminta maaf padamu berkali-kali”

“Itu tidak cukup, mana ponselmu?”Onew menghela nafas, ia memang paling tidak bisa untuk marah. Tadi saja ia berusaha memarahi yeoja itu dan berusaha untuk mengabaikan rasa kasihannya karena ia sangat kesal.

“Untuk apa?”

“Kemarikan saja, aku bukan pencuri”yeoja itu merogoh sakunya dan menyerahkan ponselnya pada Onew. Onew mengetikkan sesuatu di ponsel milik yeoja tersebut, kemudian ponsel Onew yang berada di saku celananya bergetar. Yeoja itu baru mengerti apa tujuan Onew.

“Aku akan menyimpan nomormu, siapa namamu?”Onew menyerahkan ponsel yeojatersebut.

“Kim Taeyeon”

“Taeyeon-ssi, urusan kita belum selesai”Onew meninggalkan Taeyeon yang masih merasa sangat kesal pada Onew.

***

Motor Taemin berhenti tepat di depan gerbang rumah Yoona. Hari ini sudah malam, sekitar pukul 8 malam. Mereka menghabiskan banyak waktu tadi, mereka yang awalnya berencana hanya mengembalikan buku masing-masing dan makan. Tapi ternyata rencana awal mereka meleset. Yoona turun dari motor Taemin.

“Terimakasih untuk hari ini Min-ah”ucap Yoona.

“Ya! Sudah kubilang jangan memanggilku seperti itu, aku terlihat seperti yeoja”Taemin mengerucutkan bibirnya pura-pura marah.

“Tapi kau terlihat lebih baik ketika aku memanggilmu seperti itu”Yoona kembali tertawa, entah untuk keberapa kalinya. Hari ini ia sering tertawa dan itu semua karena Taemin.

“Tapi jika seperti itu kau seperti sedang memanggil seorang yeoja, seperti seorang yeoja yang bernama Minrin atau Haemin atau Jeonmin atau…”

“Taemin”sela Yoona sembari menaik turunkan alisnya untuk menggoda Taemin.

“Terserahmu kalau begitu, ayo masuk nanti mereka mencarimu”

“Mereka siapa?”

“Hantu”jawab Taemin asal.

“Hahahaha…kalau begitu aku masuk. Selamat malam Min-ah”Yoona melambaikan tangannya.

“Yaa! Kau itu”Taemin kembali mengerucutkan bibirnya tapi kemudian ia balas melambaikan tangannya, “Selamat malam juga”

Dari balik jendela kamarnya, Onew mengintip Yoona dan Taemin. Ia tersenyum ketika melihat Taemin bisa membuat Yoona tertawa.

***

11th November 2012

Hari minggu sore ini Yoona berada di balkon kamarnya, ia menumpukan kedua tangannya di pembatas besi balkon tersebut. Seharian ini ia berada di kamarnya, awalnya Taemin mengajaknya pergi hari ini tapi Taemin tiba-tiba menghubunginya kalau ternyata ia harus mengerjakan tugas di rumah temannya. Ia juga tak melihat Seohyun seharian ini, mungkin Seohyun pergi.

Tapi kemudian ia melihat sebuah mobil berhenti di depan gerbang rumahnya. Ia memicingkan matanya ketika melihat seorang namja keluar dari mobil tersebut, ia mengenali namja tersebut, itu Kyuhyun. Kyuhyun berlari ke sisi lain mobilnya, ia membuka pintu mobilnya dan keluarlah Seohyun. Yoona membulatkan matanya ketika melihat siapa yang keluar dari mobil Kyuhyun.

Yoona pergi meninggalkan balkon ketika melihat Kyuhyun memegang tangan Seohyun. Ia menuruni tangga dengan cepat, ia mengambil sandalnya dan pergi melewati pintu belakang. Ia berlari cepat, air matanya mulai keluar. Ia tidak tahu kenapa, rasa sesak itu kembali menyelusup entah untuk keberapa kalinya. Ia berlari menuju danau yang ada di taman yang ada di pojok perumahan tempat tinggalnya, taman yang berbeda dari taman di dekat rumah Kyuhyun. Taman ini lebih sepi tapi di sana ada danau yang selalu membuatnya tenang.

Yoona menangis sejadi-jadinya, ia mengeluarkan semua yang ada di dalam dirinya. Menangis sepuas-puasnya, hal yang jarang terjadi dalam dirinya. Ia memeluk lututnya, pundaknya bergetar hebat. Entah kenapa, akhir-akhir ini menangis adalah jalan yang selalu dipilihnya ketika rasa sesak itu datang. Tapi ia mendongakkan kepalanya ketika ada sebuah sapu tangan yang diulurkan oleh seseorang.

TBC

Huahh…ancur banget kan? Aneh banget kan? *nangis di pojokan* Pasti ada typo kan? Entah kenapa, akhir-akhir ini kalau author lagi nyari typo, mata kadang-kadang nggak jeli nemuin tuh typo *nangis di pelukan Taemin #eh*. Oh ya, nggak ada yang nyangka kan itu Taemin? Kekekeke *ketawa setan*, tadinya sebelum ngetik part 3 itu author udah berencana masukin Kai untuk jadi cast yang sekarang dipake Taemin. Tapi entah sedang stuck, hingga kelupaan malah nulis marga Lee di akhir chapter 3 (atau mungkin karena terlalu konsentrasi) dan baru nyadar setelah di post. Dengan dodol author nepok jidat, “Oh iya, kan tadi mau masukin Kai di ff ini. Kenapa nulis Taemin?”. Jahh, jadi gitulah. Tapi tetep kan, muka Kai sama Taemin itu mirip jadi nggak beda jauh banget lah *maksa*. Pokoknya komentar kalian itu author tunggu banget, mianhae untuk kekurangan ff ini *deep bow*

21 thoughts on “Bittersweet | Chapter 4

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s