All My Love Is For You : Kyuhyun Version

 

Tittle : All My Love is For You : Kyuhyun Version.

Maincast :

–          Super Junior Kyuhyun as Cho Kyuhyun

–          SNSD Yoona as Im Yoona

Other Cast :

–          DBSK Changmin as Shim Changmin

–          SHINEe Minho as Choi Minho

–          CN BLUE Jonghyun as Lee Jonghyun

GENRE :

Sad, Romance (MAYBE)

Disclaimer :

Semua Cast ialah milih Tuhan, Keluarganya, Pacarnya, Membernya dan para fans mereka itu sendiri :p

NOTE :

Don’t forget CRL😀 and don’t bashing our cast. Kalo gga suka sama cast.a, atau alur ceritanya lebih baek gga usah bacah de. _-

****

Kyuhyun POV

“Kita…. Putus Saja..” ucapan yeoja yang kusayangi itu masih tergambar dimemori otakku, raut wajahnya saat mengatakan itu terpotret jelas. “Aku sudah tidak tahan lagi.” Sambungnya sambil menghapus air yang ada dipipinya.
Itu semua terjadi karena kebiasaan kami. Yang seperti biasanya, aku dan dia bertengkar beberapa kali dalam sehari. Kami sudah lama berpacaran dan pertengkaran telah menjadi rutinitas tanpa bisa kami cegah layaknya minum obat.

‘Nomor yang anda tuju sedang dialihkan. Cobalah untuk beberapa saat lagi.’ Sudah ribuan kali aku berusaha menghubunginya tapi hanya suara yeoja itu yang kudengar. Apa kau benar-benar melupakan aku, Im Yoona?

*****

“Apa? Tidak bisa dihubungi?” pekik Changmin saat aku, Changmin, Minho dan Jonghyun sedang berkumpul.
“Wae? Bukankah hyung dan Yoona noona pacarannya sejak SMA?” Tanya Minho.
“Jangan-jangan kau selingkuh?” pekik CHangmin untuk kedua kalinya.
“Berisik. Aku tidak selingkuh.” Ucapku sambil menuangkan soju dicangkirku. “Kalian pikir aku punya waktu untuk selingkuh? Memikirkan urusan kantor saja aku harus lembur bahkan membawanya kerumah dan melupakan PSP kesayanganku. Bagaimana aku bisa selingkuh?”
“Apa Yoona noona menyuruhmu untuk memilih?” Tanya Minho pelan.
“Maksudmu pertanyaan ‘pekerjaan atau aku yang lebih penting?” tebak Changmin.
Aku hanya tersenyum miris. “Nee. Kau benar. Aku diserahi tanggung jawab untuk menangani sebuah proyek besar dikantor sejak tahun lalu dank arena proyek itu aku mengabaikan Yoona. Dia minta putus sambil menangis dihari terakhir kami bertemu.”
“Ya. Lantas kau membiarkan hubungan kalian berakhir dengan mudah seperti itu? Seharusnya kau mengejar dia untuk meminta penjelasan bila perlu sampai kedepan rumahnya.” Amuk Changmin.
Aku tersenyum miring. “Sudah.”

“Kenapa kau seperti ini?” tanyaku saat aku berhasil menahan tangannya. “Menghindar dariku. Apa kau benar-benar ingin mengakhiri semua hubungan kita? Aku akan menjelaskan semuanya padamu.”

“Aku sempat berniat untuk berlutut dan memohon. Tapi saat menatap mata dan wajahnya, sepertinya itu adalah sebuah keputusan yang sangat bulat. Dia tidak marah ataupun menangis seperti sebelumnya. Dia memperlakukanku seperti orang asing bahkan sampai sekarang wajah itu masih terngiang diingatanku. Kali ini, hubungan kami benar-benar berakhir.”
“Hyung terlalu sibuk hingga mengabaikan semua pesan darinya.” Sambung Jonghyun yang sedari tadi tidak bersuara membuat kami bertiga menatap kearahnya.
“Kau mengetahui sesuatu?” Tanya Changmin.
Jonghyun mengangguk pelan. “Tentu saja. Aku dan Yoona adalah saudara.” Jawabnya dingin.
Aku menghela nafas. “Mianhee, Jonghyunnie.”

*****

“Ya sudah. Sekarang kalian sudah putus, jadi buang semua barang pemberiannya ataupun yang berkaitan dengan dia. Kalau tidak mau dibuang, kembalikan saja.” Terang Changmin santai dan dari tempat dudukku aku melihat raut wajah tak suka dari Jonghyun. Siapapun tidak akan suka mendengar seseorang mengolok-olok adik sepupunya.

Aku menghela nafas. ‘Mengembalikan barang dan menerima pengembalian barang.’ Gumamku tak sadar. Untuk kesekian kali aku menghela nafas.
Kami sudah terlalu lama berpacaran hingga mulai jarang saling member hadiah yang dulu dilakukan hampir setiap hari. Karena dia gadis yang sederhana kami jarang saling member hadiah mewah. Di rumah ini yang tersisa hanya tanaman bunga matahari yang menghiasi halaman depan rumahku. Hanya tanaman itu.

“Kyuhyun-ah, aku sudah bilangkan. Tanaman ini harus disiram setiap hari.” Ujarnya
“Mianhee.” Ucapku tanpa melihat kearahnya.
“Lagi!Lagi! Menjawab tanpa melihat kearahku.” Gerutunya lembut.
“Nee.Nee.. Mianhee, chagi-ah.”
“CHO KYUHYUN.” Teriaknya.
Aku menoleh. “Waeyo?”
“Kau mendengarkanku tidak?”
“Aku mendengarkannya kok. Tanamankan?”
Yoona menghela nafas. “Memangnya sulit ya, menjaga tanaman ini saat aku tidak datang kesini.”
“Miannhee, dengan pekerjaan menumpuk seperti ini, aku tidak punya waktu untuk memikirkan hal lain. Aku juga pernah katakana kalau aku tidak bisa merawat tanaman tapi kau saja yang keras kepala masih membawanya kesini.”  Cerocosku tanpa sadar membuatnya menundduk sedih.
Aku menghela nafas lalu berdiri memegang pundaknya. “Mianhee.” Ucapku sekali lagi.
Yoona menghela nafas. “Baiklah aku akan membawa tanaman yang merepotkan ini. Sebagai gantinya, aku akan memberi Bunga Matahari  saja.” Terang Yoona sambil menarik tanganku kearah depan rumah. “itu.”
Aku tersenyum melihat beberapa tanaman kecil tertanam disana.  “Gomawo. Bagaimana merawatnya?”
“Tidak perlu disiram sering-sering, 1-2 Minggu sekali. Disiram sedikit saja. Karena kalau disiram terus menerus akan membuat akarnya membusuk.”
Aku memeluknya dari belakang. “Wah. Mudah sekali.Hanya itu kan?”
“Dan… Telpon aku?”
“Mwo?” tanyaku heran.
Yoona mengenggam tanganku saat memeluknya. “Aku memang selalu datang kemari beberapa kali tapi sudah lama sekali kita tidak pernah saling telpon. Jadi, saat menyiram bunga itu. Ingatlah aku dan telpon aku. Jebbal, chagi!”
Aku tersenyum. “Nee, chagi-ah.” Bisikku ditelinganya lalu mencium pipinya lembut.

Tapi aku segera melupakan janji itu dan bunga matahari itu kuabaikan hingga akhirnya ia tumbuh dengan sendirinya. Itulah hadiah dan permohonan terakhir darinya. Kehangatan dan cahaya kuning yang menyegarkan pemandangan memang membuat hati ini nyaman.
“Benar… Ini bukan salah Yoona. Akulah yang menghancurkan semuanya dan aku terus menghancurkan cahaya kuning yang disayanginya dan selalu dipertahankannya. Yoona-ah, Mianhee.”

Author POV

Kyuhyun berdiri didekat jendela rumahnya sambil memandang bunga matahari itu. Rintikkan hujan semakin membuat bunga itu terlihat mekar. Senyuman itu seketika terubah menjadi kekagettan saat namja itu melihat seorang yeoja masuk kedalam pagarnya lalu berjalan menuju bunga tersebut tanpa pelindung apapun yang melindungi tubuhnya.
“Yoona-ah.” Panggilnya pelan lalu dengan cepat ia meraih payung dan berjalan keluar. Tanpa yeoja itu sadari, Kyuhyun berada dibelakangnya sambil melindunginya agar tidak kehujanan.
“Hai, Sunny.” Sapa Yoona ditengah suara rintikkan hujan. “Apa kabarmu? Mianhee, aku tidak menjenguk untuk tiga bulan terakhir. Kau tau lah, aku dengan namja pemilikmu tidak berhubungan lagi.” Terang Yoona dengan suara parau sedangkan Kyuhyun menguatkan tangannya yang memegang payung.
“Anio. Dia tidak meninggalkanku, dia hanya sibuk bekerja. Aku bahkan sangat khawatir bagaimana keadaannya sekarang. Kau seperti tidak mengenalnya saja, dia akan melupakan semuanya bila dia sudah bekerja sekalipun itu PSP dan Aku.” Yoona merendahkan suaranya ketika ia mengatakan aku.
“Yy….” baru saja Kyuhyun hendak memanggil yeoja itu tapi Yoona memotongnya.
“Mungkin hari ini adalah hari terakhir kita bertemu. Aku akan pergi jauh dan mungkin akan lama kembali. Anio, aku tidak akan melupakanmu. Tentang pemilikmu.” Yoona semakin menunduk. Airmata terus mengalir. “Aku tidak tahu, aku bisa melupakannya atau tidak. Kalau begitu, Annyeong Sunny. See You Next Time.” Ucap Yoona terakhir kalinya lalu berdiri.
Dengan cepat Kyuhyun menahan lengan yeoja itu. “Yoong.” Panggilnya lembut.
Yoona tersentak lalu menatap Kyuhyun dengan senyuman kecut. “Mianhee.” Ucap Yoona melepaskan tangan Kyuhyun yang menahannya tapi namja itu semakin mengeratkannya. Tapi Yoona tetap berusaha melepaskan genggaman itu. Hingga pada akhirnya namja itu melepaskan payungnya lalu terduduk dan memohon didepan yeoja itu.
“Jangan pergi, Jebbal.”
Yoona memejamkan matanya lalu mengangkat tubuh mantan kekasihnya. “Berdirilah, Kyuhyun-ssi.”
“Jebbal yoong. Jangan tinggalkan aku.” Yang masih duduk memohon.
Yoona duduk tepat didepan Kyuhyun dan memegang wajahnya. “Berdirilah, Kyu. Aku akan mengantarkanmu kedalam.”
Kyuhyun berdiri dan mengikuti apa yang diinginkan dari Yoona

Kyuhyun POV

Aku tersadar dari tidurku. Semalaman Yoona mengurusku, terakhir aku melihat ia mengompres dahiku dengan sapu tangan.
“Kau sudah bangun, hyung? Apa kepalamu pusing hingga harus dikompres seperti itu?” suara seseorang yang tak lain adalah Minho membuatku sadar total dan duduk menyender di kepala ranjang.
Aku mengangguk sambil memijit pelipisku. “Dimana Yoona?”
“Yoona?” Tanya Changmin heran.
“Nee. Yoona. Kemana dia? Bukankah dia yang merawatku semalaman.” Terangku heran.
Changmin memeriksa dahiku. “Pantas saja, sangat panas.” Gumamnya.
Aku menyingkirkan tangannya dari dahiku. “Hei. AKu sangat ingat, Yoona yang merawatku.”
Minho menguncang tubuhku. “Hyung, sadarlah. Sedari tadi pagi, saat kami datang. Tidak ada satupun orang dirumah ini.”
“Jangan berbohong, Minho-ah. Aku sangat ingat kalau Yoona semalam merawatku. Dia menemaniku seperti dulu saat penyakitku kambuh.”
Kedua sahabatku itu menghela nafasnya.
“Baiklah kalau itu benar. Memangnya dalam rangka apa Yoona datang?” Tanya Changmin mengalah.
“Dia datang untuk melihat bunga matahari yang ditanamnya saat hujan turun. Dia mengatakan maaf pada tanaman itu karena sudah lama tidak menjenguknya. Lalu, ia mengatakan kalau saat itu adalah hari terakhir. Yoona meminta izin untuk pergi jauh. Nee. Dia minta izin untuk pergi jauh. Dia akan pergi jauh, Minho-ah.” Terangku tiba-tiba kembali sedih.
Minho dan Changmin menepuk pundakku. Aku tau, mereka turut sedih dengan yang terjadi padaku karena mereka ikut menjadi saksi dalam kisah cinta seorang Cho Kyuhyun.
“Dimana Jonghyunnie?” Tanyaku yang tiba-tiba teringat namja itu. “Aku yakin dia mengetahui sesuatu tentang saengnya itu.”
Minho dan Changmin menghela nafas. “Lupakanlah Yoona, Kyu.”
“Shirreo. Aku tidak bisa melupakannya.”
“Hyung, tapi kau harus melupakannya.” Terang Minho tegas.
Aku menggelengkan kepalaku. “Tidak akan.” Ucapku lalu berdiri mengambil kunci mobilku bermaksud untuk kerumah Yoona.

******

Otte.Otte?? Memuaskankah? Ato banyak TYPO? Ato gga ceritanya gga nyambung. Kalo gtu saya butuh commentnya yya.. biar bisa lanjut buat Yoona version.a😀

17 thoughts on “All My Love Is For You : Kyuhyun Version

  1. aku br bc ff ini, aku smpt bingung waktu baca kalimat ‘hai sunny. Apa kabarmu, mianhae aku tdk menjenguk 3 bulan terakhir ini’, aku pikir kok yoona nyebutin nama sunny (snsd) sdgkn di castnya ga ada nama sunny ternyata aku salah, trnyata sunny itu julukan buat bunga mataharinya ha3x 🙂 aku jd ketawa sendiri, dasar oneng. Lanjut ya thor ff-nya

  2. nie chapter kok…😀
    hehehe kan udah kliatan dari tag.a kalo itu chapter. :p
    yang pda pnasaran tunggu aja yang slanjut.a ya..

  3. Terlalu pendek thor… Oneshoot or chapter??
    Tapi crta nya keren kook ….
    D tunggu klanjutan x yach.. Akhir crta jgn d bikin gantung lagi yach…
    ;D

  4. chapter y? krain yoona skit trus mau mnta ptus krna dy pnya pnykit jd bkin alsan krjaan kyu yg bkin dy krang d prhatiin..next d tgu^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s