It’s War

 

Title                     :               It’s War

Author                               :               Miss Sparkyu93 aka DA3

Cast                      :

  • Super Junior’s Cho Kyuhyun
  • Super Junior’s Lee Donghae
  • SNSD’s Im Yoon Ah

Other Cast        :

  • Super Junior’s Leeteuk
  • Song Young Mi (OC)
  • Super Junior’s Choi Siwon (Just Name)
  • SNSD’s Tiffany Hwang (Just Name)

Genre                  :               Romance, Angst, Friendship, Oneshoot, Action (maybe)

Rated                  :               PG-16

Recomended Song      :

  • Mblaq – It’s War
  • Evanescence – Lies
  • Super Junior – A ‘Good’ Bye
  • Super Junior – SPY
  • Super Junior’s Kyuhyun (SM The Ballad) – Love Again

I T ‘ S W A R

K y u h y u n – Y o o n a – D o n g h a e

Miss DA3’s P r e s e n t ©

 

Aku ingin melindungimu. Melindungimu dengan seluruh hidupku. Aku ingin kau terus bersamaku. Bersamaku hingga kita mati. Tapi, semua itu hanya mimpi. Aku tak bisa melindungimu. Kau hanya akan selalu dalam bahaya jika bersama denganku. Namun mengapa kau masih setia bersamaku? Kau mencintaiku dan aku mencintaimu. Kita harus tetap bersama. Tapi nyatanya tidak! Bagaimana pun juga kau tidak akan aman jika bersama denganku. Pilihanku, membawamu ke tempat yang bisa melindungimu.

Aku benar, tapi ternyata aku salah. Kau terlalu menyukai menjadi pelindungmu dan meninggalkanku. Biarlah, asalkan kau selamat dan aman. Biar aku yang mengalah.

oOo

“Kau menyukainya, Yoong?” Tanya seorang namja tampan pada yeoja cantik yang sedang di gandengnya. Sebut saja namja itu Kyuhyun dan yeoja itu Yoona.

Tangan mereka saling bertautan erat. Raut wajah bahagia terus terlihat dari wajah mereka. Berjalan berdua di trotoar pertokoan di malam musim dingin, moment-moment yang paling membahagiakan bagi mereka berdua. Ya, mereka barusaha berkencan.

“Aku menyukainya. Kau memang pintar memilih film, Kyu. Lain kali ajak aku menonton lagi, ya?” kata Yoona senang, senyuman tak hentinya terpatri di wajah cantiknya.

Kyuhyun menarik Yoona, merapatkan tubuh yeoja itu dengan tubuhnya. Mereka berjalan bersama sampai ke rumah mereka dengan posisi seperti ini. Terlihat seperti pasangan harmonis, bukan? Tapi benarkah?

Cho Kyuhyun, namja kaya raya dan berwajah tampan. Tapi siapa sangka, kekayaan Kyuhyun adalah hasil ia menjadi pembunuh bayaran. Ya, Kyuhyun adalah seorang pembunuh bayaran. Bahkan ia memiliki kelompok sendiri yang di ketua-i dirinya. Kalian masih tak percaya?

Kelompok pembunuh bayaran yang sangat di takuti oleh yang mengenalnya. Sudah banyak korban dari kelompok Kyuhyun, mulai dari pengusaha, orang terkenal, politikus, dan sampai orang biasa. Lalu kenapa tidak ada polisi yang menangkap mereka? Entah apa yang di lakukan Kyuhyun, hingga ia bisa lepas dari semua jeratan hukum. Suap? Mungkin saja.

Tapi itu sudah lama berlalu, sekarang Kyuhyun bukanlah pemimpin kelompok pembunuh bayaran itu lagi, walau sampai sekarang kelompoknya masih berdiri. Tugas kepemimpinan ia serahkan pada Hyung-nya, Park Jung Soo atau yang akrab ia panggil Leeteuk. Memang Leeteuk bukan Kakak kandungnya, tapi bagi Kyuhyun dia sudah menjadi Kakak kandungnya sendiri.

Lalu apa yang membuat seorang ketua kelompok pembunuh bayaran bengis seperti Kyuhyun mau berhenti dari dunia hitam itu? Ah, jawabannya hanya satu, Im Yoon Ah atau Yoona, kekasihnya saat ini. Yoona lah yang menjadi alasan kuat seorang Cho Kyuhyun meninggalkan dunia hitamnya.

Butuh kerja keras untuk keluar dari tempat itu. Bagaimana pun juga membunuh sudah menjadi kehidupan Kyuhyun sejak umur sembilan belas tahun. Beruntunglah ia memiliki seorang Hyung yang selalu bisa membuatnya membulatkan tekad. Sekarang, sudah tujuh tahun sejak Kyuhyun memilih keluar dan menjalani hidup layaknya manusia normal lainnya bersama kekasihnya, Yoona.

Tapi hidup tidak semudah yang terlihat. Walau Kyuhyun sudah berhenti dari pekerjaan lamanya, bahaya tetap mengintai. Mereka yang membenci dan memilik dendam dengan kelompoknya, selalu berusaha membalas dendam pada mereka. Entah dengan secara langsung atau tidak langsung. Sasaran awalnya adalah Kyuhyun dan kelompoknya, tapi semenjak orang-orang itu mengetahui ada Yoona sebagai harta berharga bagi seorang Cho Kyuhyun, target mereka berubah haluan. Yoona… yeoja itu sekarang yang menjadi target mereka.

Berbagai bentuk kejahatan sudah pernah Yoona alami, penculikan, usaha pembunuhan, kasus tabrak lari, semua sudah pernah ia alami. Yoona bukan tidak mengerti mengapa ia berada di situasi bahaya, ia tahu, sangat tahu malah. Ia tahu siapa Kyuhyun sebelum dan sesudah ini. Lalu, mau bagaimana lagi, ia sudah terlanjur mencintai Kyuhyun. Karena itulah, terkadang Kyuhyun merasa bersalah karena membuat Yoona terlalu mencintainya. Tapi cinta tidak bisa di prediksikan. Semua terjadi begitu saja.

Kini mereka harus berusaha bertahan dari segala bentuk teror yang bisa saja mereka dapatkan sewaktu-waktu. Dan Kyuhyun, mau tidak mau, ia harus kembali ke dunia lamanya. Hanya saja Kyuhyun tidak ikut membunuh, hanya menjadi tameng bagi Yoona, menjaga yeoja itu dari segala bahaya yang mengancam nyawanya. Mengawasi setiap orang yang berada di sekitar Yoona dari jarak jauh. Lalu menghabisi mereka yang terang-terangan ingin mencelakai perhiasannya.

oOo

Sinar mentari menembus helaian tipis tirai putih di kamar itu. Cahayanya mengenai wajah Yoona, berusaha membuat yeoja cantik itu terbangun dari mimpi indahnya semalam. Berhasil, Yoona terbangun. Mata indahnya mengerjap-erjap membiasakan cahaya yang masuk. Yoona menoleh melihat jam di dinding, jarum panjang dan pendek itu tepat menunjukan ke angka delapan.

Ia terlambat bangun! Yoona segera mencari pakaiannya yang semalam entah di buang kemana oleh Kyuhyun. Well, kalian tahu apa yang mereka lakukan semalam, kan? Jadi tidak perlu menjelaskannya secara rinci lagi.

Yoona terus mencari tapi ia tidak menemukannya. Ia beralih pada namja di sampingnya dan mengguncang tubuh kekar Kyuhyun untuk membangunkannya.

“Kyu, bangun! Kyu! Ya! Cho Kyuhyun! Dimana pakaianku, huh? Ya!” ujar Yoona  yang hanya di balas lenguhan dari namja berkulit putih pucat itu. “Kyu, bangunlah… aku harus menyiapkan sarapan!”

Bukannya bangun, Kyuhyun malah menarik tubuh Yoona ke dalam dekapannya.

“Kalau kau terus cerewet, akan kucium, eum?” Kyuhyun menggoda Yoona dengan ancamannya. Yoona diam, bukan karena ia takut di cium Kyuhyun, hanya saja ia takut dengan kelanjutan dari ciuman itu. Merasa tidak ada suara yang keluar dari bibir Yoona, Kyuhyun bangun, membuka kedua mata hitamnya dan memandang wajah kekasihnya. “Kenapa malah diam, hem?”

“Kalau aku bicara, nanti kau malah menciumku.” Ujar Yoona malu-malu.

“Kau tidak mau kucium, eoh?” Tanya Kyuhyun –lagi. Yoona menggeleng, membuat Kyuhyun semakin gemas. “Lalu?”

“Aku malu.” Lirih Yoona pelan. Kyuhyun tertawa mendengar jawaban Yoona. Bukankah mereka sudah pernah melakukan kegiatan itu sebelum-sebelumnya, kenapa Yoona masih malu? Kyuhyun tidak mengerti dengan pikiran yeojanya itu.

“Ya! Jangan menertawaiku! Sudah, kemarikan pakaianku. Aku mau mandi lalu menyiapkan sarapan!” tuntut Yoona berusaha melepaskan tangan Kyuhyun yang masih mendekapnya.

“Ah, aku lupa semalam aku melemparnya kemana.” Jawab Kyuhyun polos. Kedua mata indah itu membelalak. “Pakai ini saja.” Kyuhyun menyerahkan kemejanya pada Yoona.

Akhirnya, Yoona memakai kemeja Kyuhyun yang tentunya saja kebesaran di badannya. Tapi daripada tidak memakai baju, kan? Yoona bangkit dan berjalan ke kamar mandi di kamar mereka. Kyuhyun tersenyum miring melihat tingkah lucu kekasihnya. Merasa masih mengantuk, Kyuhyun kembali merebahkan badannya di ranjang.

oOo

Kyuhyun duduk di kursi meja makan memperhatikan Yoona  yang berkutat di dapur memasak sarapan. Sesekali Kyuhyun menguap karena masih mengantuk dan sesekali mengusap-usapkan kedua matanya. Yoona datang dengan piring-piring makanan yang ia masak tadi. Mencium aroma sedap makanan, seketika nyawa Kyuhyun terkumpul begitu saja dengan sempurna. Setelah selesai menata makanan di meja, Yoona duduk di hadapan Kyuhyun. Mereka makan bersama seperti pasangan pengantin baru. Sayang, mereka belum menikah.

Di saat seperti ini, Kyuhyun tidak perlu terlalu mengkhawatirkan keselamatan Yoona. Karena yeojanya itu masih berada di jangkauannya. Tapi jika sudah melakukan kegiatan masing-masing, Kyuhyun akan mengambil pistol yang di sembunyikannya dari Yoona dan membuntuti kekasihnya dari jarak jauh. Pekerjaan yang mungkin terlihat mudah, tapi berat untuk Kyuhyun. Ia tidak tega membunuh di depan kekasihnya. Ia takut menyakiti perasaan Yoona.

Beruntunglah, selama ini ia baru dua kali membunuh orang-orang yang mengancam Yoona. Kyuhyun membunuh mereka di gang sempit atau tempat-tempat sepi di mana jarang ada orang yang tahu atau lewat. Ah, ternyata keahliannya saat menjadi pembunuh masih ada. Dan demi semua yang ada di hidupnya –termasuk Yoona– Kyuhyun merasa beruntung pernah menjadi pembunuh.

“Kau akan keluar hari ini?” Tanya Kyuhyun.

“Ne, hari ini Tiffany Unnie mengajakku bertemu di sebuah taman. Boleh?” Yoona tahu kekasihnya pasti khawatir.

“Boleh. Tapi siapa Tiffany?” selidik Kyuhyun. Bukan apa-apa, hanya saja Kyuhyun mengenal seseorang bernama Tiffany, atau lebih tepatnya Tiffany Hwang adalah kekasih Choi Siwon, orang yang paling membenci Kyuhyun. Dulu Kyuhyun pernah membunuh adik perempuan Siwon. Karena itu Siwon membenci Kyuhyun. Pantas.

“Fany Unnie, temanku saat SMA dulu. Lengkapnya Tiffany Hwang.”

Detak jantung Kyuhyun mulai berpacu lebih cepat. Ada berapa banyak orang bernama Tiffany Hwang di Korea? Atau yang lebih tepat, apakah Tiffany Hwang teman Yoona adalah Tiffany Hwang  yang Kyuhyun kenal? Atau mungkin ini hanya kesamaan nama yang tidak di sengaja dan hanya sebuah kebetulan belaka? Kyuhyun tidak tahu. Tapi instingnya mengatakan ini adalah orang yang sama.

“Kau pergi jam berapa?” Tanya Kyuhyun lagi. Ia berusaha tetap tenang. Dan itu tidak terlalu sulit baginya.

“Ehm, mungkin jam sepuluh nanti.”

“Baiklah, hati-hati di jalan. Kau ingat pesanku, kan Yoong? Hari ini aku akan ke tempat Leeteuk Hyung, dia sedang tidak enak badan.” Sejujurnya, Kyuhyun merasa itu adalah kebohongannya yang terburuk.

Bukankah Leeteuk tinggal bersama kekasihnya di markas mereka. Kalaupun Leeteuk sakit, bukankah ada Youngmi, kekasihnya. Ia tidak perlu susah-susah menemani Hyung nya. Tapi beruntung untuk Kyuhyun, Yoona tidak berfikir sampai sejauh itu. Ia mempercayai ucapan Kyuhyun, tanpa curiga sedikit pun.

oOo

Kyuhyun pergi lima belas menit sebelum Yoona pergi. Ada kekhawatiran yang menyelimuti hatinya. Tapi kekhawatiran itu ia tepis untuk sementara waktu. Mobil Kyuhyun memasuki pekarangan mansion markas mereka. Ia segera memasuki mansion itu menuju ruang kerja Leeteuk. Kyuhyun merasa tidak perlu mengetuk pintu, jadi ia langsung masuk ke ruangan Hyung nya dengan nafas terengah-engah. Leeteuk yang melihat Kyuhyun tiba-tiba datang tanpa pemberitahuan, berseru kaget.

“Sedang apa kau di sini, Kyu? Dimana Yoona?” Bagi Leeteuk, tidak biasa Saeng nya ini datang ke markas mereka sendirian tanpa Yoona. Kyuhyun melangkah mendekati Leeteuk.

“Aku butuh Lissie dan beberapa senjata lain.” Ujar Kyuhyun tanpa basa-basi. Lissie adalah senapan runduk AWM kesayangan Kyuhyun. Senjata itu pula yang sudah mengantarkan banyak nyawa korban Kyuhyun pergi ke surga. Leeteuk memandang lurus Kyuhyun. Jika Kyuhyun sudah memintanya mengeluarkan ‘anak’ kesayangannya, itu berarti ada hal besar sedang terjadi.

“Apa yang terjadi?” Tanya Leeteuk bingung.

“Berikan saja apa yang kuminta, Hyung! Aku tidak punya waktu lama!” sentak Kyuhyun.

Leeteuk mengerti, ia memencet beberapa tombol di laci meja kerjanya. Lemari buku terbelah menjadi dua dan terlihatlah sebuah pintu berangka besi kuat. Leeteuk dan Kyuhyun berjalan mendekati pintu itu. Kembali Leeteuk memencet beberapa nomor secara acak untuk membuka pintu besi itu. Pintu terbuka, memperlihatkan ruangan dengan pencahayaan seadanya.

Di ujung ruangan terdapat sebuah lemari kaca besar tempat Leeteuk menyimpan semua senjata Kyuhyun termasuk Lissie. Kyuhyun membuka kode rahasia di lemari kacanya dan mengeluarkan Lissie. Di belainya permukaan senapan itu. Seringai berkembang di wajah tampan Kyuhyun.

“Kita bertemu lagi, sayangku.”

oOo

Kyuhyun melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Di dalam saku mantelnya terselip sebuah pistol semi otomatis. Di kursi penumpang di sampingnya, tergeletak Lissie dengan terisi penuh peluru. Dengan menggunakan GPS di ponsel Yoona, Kyuhyun bisa mengetahui dimana kekasihnya berada.

Kyuhyun menghentikan mobilnya di sebuah bangunan tidak terpakai. Dengan menenteng Lissie, Kyuhyun naik sampai ke lantai paling atas. Dari sana Kyuhyun bisa mengamati Yoona. Ia mempersiapkan Lissie dan terus mengamati Yoona.

Yoona berdiri di tengah taman dengan telpon terpasang di telinganya. Gerakan Yoona seperti orang yang gelisah. Kyuhyun mengedarkan pandangannya ke seluruh tempat di sekitar taman itu. Di sana, sebuah mobil hitam dengan seseorang berkacamata sedang mengintai Yoona. Kyuhyun semakin menajamkan penglihatannya. Orang itu melepas kacamatanya dan mengeluarkan sebuah senapan runduk membidik Yoona! Orang itu sniper!

Kyuhyun bersiap menembak si sniper. Tiba-tiba Yoona melangkah pergi, membuat si sniper melepas bidikannya. Tidak tinggal diam, Kyuhyun berlari ke lantai satu membawa Lissie. Di lemparnya dengan asal senapan miliknya kedalam mobil dan di tinggal begitu saja. Kyuhyun berlari mengejar Yoona.

Melalui GPS-nya, Kyuhyun bisa mengetahui keberadaan Yoona yang tidak jauh darinya. Kyuhyun berlari menghadang Yoona. Yoona kaget melihat Kyuhyun tiba-tiba muncul di hadapannya. Di tambah dengan wajah sangar dan nafas terengah-engah, Yoona menciut melihat Kyuhyun sekarang. Kyuhyun memandang kebelakang bahu Yoona, sniper itu semakin dekat dengan mereka.

“Ayo lari, Yoong!” perintah Kyuhyun. Ia menarik tangan Yoona dan membawanya lari bersama. Yoona tahu ia sedang dalam bahaya. Karena tidak mungkin Kyuhyun tiba-tiba muncul dan menarik paksa dirinya. Kyuhyun berbelok di sebuah ceruk dan menghempaskan tubuhnya ke tembok di belakangnya. Ia bersembunyi.

“Kyu?” panggil Yoona.

“Gwaenchana. Kau akan aman nanti.” Kata Kyuhyun sambil meremas tangan Yoona. Ia masih belum bisa menebak sniper yang mengejar mereka adalah orang suruhan Siwon atau orang lain. Kyuhyun melongok. Sepertinya sniper itu sudah jauh dari mereka. Kyuhyun membawa Yoona berlari lagi. Tanpa Kyuhyun duga, sniper itu muncul dari sebuah ceruk dan menembak bahu kanan Yoona dari belakang.

“Aakh!!” pekik Yoona. Keseimbangannya hilang, ia jatuh ke tanah. Melihat darah mulai merembes keluar dari dress yang di kenakan yeojanya, Kyuhyun menjadi semakin kalap.

“YOONA!”

Di tinggalkannya Yoona sebentar dan mengejar sniper tadi. Jarak mereka cukup dekat, sniper itu berbalik dan mulai melayangkan tinjunya ke arah Kyuhyun. Kyuhyun menangkis semua serangan si sniper dan menendang mundur si sniper. Hanya mundur, tidak sampai jatuh. Kyuhyun mengambil ancang-ancang dan melakukan tendangan memutar tepat di leher si sniper.

Sniper itu jatuh terlentang, tanpa buang waktu, Kyuhyun mengeluarkan pistol semi otomatisnya dan menembak si sniper tepat di jantungnya. Darah segar muncrat mengenai wajah dan kemeja si sniper. Tapi cukup jauh untuk mengenai Kyuhyun. Selesai menghabisi si sniper, Kyuhyun kembali menemui Yoona dan membawa Yoona ke mobilnya.

Kyuhyun melajukan mobilnya membelah jalanan Seoul. Selama menyetir ia menelpon Leeteuk, meminta Hyung nya menyelidiki sniper yang mengejar Yoona. Kyuhyun menyebutkan nomor mobil si sniper untuk mempermudah Leeteuk mencari tahu si sniper. Mobil terus melaju dengan kecepatan tinggi. Tapi bukan rumah sakit tujuan Kyuhyun. Melainkan tempat sahabatnya, Donghae –Lee Donghae.

Donghae dulu juga salah seorang dari kelompok mereka. Tapi kini ia memilih keluar dan tinggal di rumah kecil di daerah penghancuran mobil bekas di pinggiran Seoul. Kyuhyun rasa itu

oOo

Donghae, namja tampan sahabat baik Kyuhyun. Dulu ia juga sama seperti Kyuhyun. Hanya saja ia lebih dulu keluar dari lingkaran hitam dan memilih tinggal di rumah kecil di antara tumpukan besi-besi mobil bekas di tempat penghancuran mobil di pinggiran Seoul.

Malam itu, Donghae sedang bersiap menyantap makan malamnya, ramen. Hei, apa yang kau harapkan dari tempat seperti itu? Makanan mewah? Donghae cukup bersyukur masih bisa makan, walau hanya ramen. Baru saja Donghae hendak memasukkan ramen ke dalam mulutnya, Kyuhyun datang dengan seorang yeoja di gendongannya. Donghae berhenti makan dan membantu tamunya duduk. Yoona meringis saat bahunya yang terluka tak sengaja mengenai sandaran sofa.

“Kau masih punya alat operasi lamamu?” Tanya Kyuhyun panik, ya wajahnya kini terlihat amat panik. Asal kalian tahu, Donghae dulu sangat ahli dalam bagian pengobatan saat masih di kelompok mereka. Donghae mengangguk. Ia terlalu bingung untuk mengeluarkan kata-kata. “Ambilkan untukku. Dan aku pinjam kamarmu.”

Donghae menunjuk sebuah ruangan di rumahnya. Kyuhyun kembali membopong Yoona ke kamar Donghae, sementara Donghae mengambil peralatan operasinya. Donghae menyerahkan peralatan medis lamanya tepat saat Kyuhyun melepas sebagian pakaian Yoona. Karena malu, Donghae sedikit menundukkan wajahnya.

Kyuhyun segara melakukan operasi manual, tanpa obat bius! Donghae yang menunggu di luar kamarnya bisa dengan jelas mendengar jerit kesakitan yang berasal dari Yoona. Bagaimana pun, ia tahu sesakit apa operasi tanpa obat bius, karena dulu ia pernah mengalaminya.

Hampir satu jam operasi yang Kyuhyun lakukan belum juga selesai. Donghae mulai gelisah. Ia takut operasinya gagal, bagaimana pun juga operasi itu di lakukan di dalam kamarnya. Ia bisa di hantui perasaan bersalah karena meminjamkan tempat seperti ini untuk operasi. Kekhawatiran Donghae reda saat Kyuhyun keluar dengan senyuman merekah. Seluruh kemeja hitam Kyuhyun basah karena keringat.

“Gomawo.” Ucap Kyuhyun tulus.

“Ne, jangan di pikirkan. Kau lapar? Aku bisa menghangatkan ramen tadi kalau kau mau.” Tawar Donghae.

“Kalau kau tidak keberatan, ayo makan bersama.” Donghae mengajak Kyuhyun duduk di sofa, sedangkan ia menghangatkan ramen yang tadi belum sempat ia makan. Lima menit kemudian Donghae kembali dengan dua mangkuk ramen panas. Ia menyerahkan satu pada Kyuhyun.

“Jadi, dia siapa?” Tanya Donghae di sela-sela makan mereka. Donghae belum mengenal Yoona, dia keluar lebih dulu sebelum Kyuhyun bertemu Yoona.

“Yeojachingu ku.” Jawab Kyuhyun bangga. “Karena dia juga aku keluar dari kelompok kita dan menyerahkan kepemimpinanku pada Leeteuk Hyung.”

Donghae hampir tersedak mendengar penuturan Kyuhyun. Ia tidak menyangka seorang bos pembunuh bayaran bisa bertobat karena cinta.

“Lalu kenapa dia bisa sampai seperti itu?”

“Dia tertembak oleh seorang sniper.” Terang Kyuhyun. Donghae mengerti, menjadi kekasih seorang mantan bos pembunuh bayaran terkenal memang susah. Nyawa lah yang selalu di pertaruhkan.

“Kau bisa tinggal di sini kalau kau mau. Aku tahu kau butuh tempat persembunyian sementara.” Tawar Donghae.

“Ah, gomawo, Hae. Kau baik sekali.”

oOo

Penyembuhan Yoona tidak bisa berlangsung cepat. Bagaimana pun, operasi Yoona di lakukan bukan di bawah pengawasan medis. Sekarang sudah tiga hari mereka di rumah Donghae, terhitung sejak mereka datang. Keadaan Yoona juga mulai membaik, walau masih lemah. Kemarin Leeteuk datang bersama Youngmi membawakan baju untuk Yoona sesuai pesanan Kyuhyun.

Menurut informasi yang di dapat Kyuhyun yang Leeteuk berikan padanya. Sniper yang menembak Yoona memang suruhan Siwon. Dan Tiffany Hwang yang akan di temui Yoona adalah kekasih Choi Siwon yang juga teman SMA Yoona. Kyuhyun merasa kecolongan. Ia bertekad untuk membalas Siwon.

Selama tinggal bersama Donghae, Kyuhyun dengan telaten merawat Yoona dan mempersiapkan diri membalas si Choi Siwon. Semua persiapan sudah siap, Kyuhyun menempelkan sebuah memo di pigura foto di dekat ranjang Donghae yang di gunakan alas tidur Yoona. Sebelum pergi, Kyuhyun mencium bibir Yoona yang tertidur. Setelah itu ia pergi, mengejar rivalnya.

oOo

Donghae bingung melihat suasana rumahnya yang lebih sepi daripada biasanya. Ia baru saja kembali dari mencari rongsokan besi yang mungkin bisa ia jual kembali. Donghae melangkah memasuki kamarnya. Hanya ada Yoona yang tertidur pulas di sana. Donghae mendekati Yoona dan melihat sebuah memo yang di tempelkan Kyuhyun. Di ambilnya memo itu dan di bacanya sambil duduk di tepi ranjangnya.

‘Tolong jaga kekasihku. Hanya kau yang kupercaya. Nanti aku akan pulang.’

Begitulah isi memo Kyuhyun. Donghae menghela nafas. Ia tahu kemana perginya Kyuhyun. Donghae mengamati wajah Yoona ketika tertidur yang terlihat damai. Cantik, itulah kata yang terpikirkan olehnya. Kedua mata indah dan kening indah itu, menambah kadar cantik pada dirinya. Tanpa sadar, tangannya terulur membelai wajah halus Yoona. Merasa ada sebuah sentuhan, Yoona menggeliat bangun. Donghae segera menarik tangannya.

“Ah, kau sudah bangun?” Tanya Donghae yang agak kikuk.

“Dimana Kyuhyun?” Tanya Yoona dengan suara parau, khas orang bangun tidur.

“Dia pergi. Nanti dia kembali. Kau jangan khawatir. Ehm, apa kau lapar?” kata Donghae. Ia sadar, ia sempat terpesona pada Yoona tadi. Ia tidak boleh menyukai Yoona! Yoona milik Kyuhyun!

“Kalau tidak merepotkanmu.” Canda Yoona. Donghae tersenyum. Tanpa Yoona sadari, matanya tak mau lepas dari wajah Donghae. Ah, ada apa dengan yeoja ini, huh?

oOo

Kyuhyun belum kembali sejak kepergiannya beberapa bulan lalu. Yoona dan Donghae semakin dekat. Bahkan kedekatan mereka hampir seperti kedekatan sepasang kekasih. Donghae mulai menyukai Yoona, begitupun Yoona. Tunggu! Yoona? Apa perlahan Yoona mulai menyukai namja ini? Mereka melupakan sebuah kenyataan tentang Kyuhyun. Bagaimana jika Kyuhyun pulang dan melihat kedekatan mereka, Donghae tidak memikirkannya. Yang ia tahu, perasaannya pada Yoona tulus.

Yoona tidak mengerti mengapa ia bisa terjerat dalam pesona seorang Lee Donghae. Namja ini tampan. sama seperti Kyuhyun. Tapi ia tidak menampik bahwa ia menyukai Donghae sekarang ini. Seharusnya hal ini tidak terjadi. Yoona merasa hatinya terbagi. Ia ingin mendapatkan perhatian seperti Donghae, tapi ia juga menginginkan cinta Kyuhyun. Egoiskah? Atau mungkin karena ia lama tidak bertemu dengan Kyuhyun?

Cinta datang karena terbiasa. Itulah yang Yoona rasakan, selama Donghae berada bersamanya. Merawatnya hingga ia sembuh sekarang. Donghae yang membantunya belajar menggerakkan tangannya lagi. Membuatnya tertawa, membuatnya merasa nyaman.

Malam itu, Yoona bersiap tidur. Seperti biasa, jika Yoona akan tidur, Donghae akan tidur di mobil caravan di luar rumahnya. Yoona ingin mengungkapkan perasan anehnya akhir-akhir ini pada Donghae. Entah apa yang membuatnya sampai ingin melakukan hal itu. Yoona mengambil jaketnya dan berjalan keluar rumah. Ia mencari sosok Donghae di antara berbagai macam hal yang ada di sana. Ia menemukannya. Donghae terlelap di kursi depan sebuah caravan. Yoona mendekati mobil itu dan membangunkan Donghae.

“Hei.” Panggilnya. Donghae bangun dengan panik. Tapi kemudian senyum terkembang saat melihat Yoona. “Kau kaget?

“Ya, kau mengagetkanku. Ada apa?”

“Mau menemaniku sebentar di rumah?” ajak Yoona.

“Baiklah.” Donghae berjalan ke rumahnya bersama Yoona. Di dalam rumah, mereka duduk bersama di sofa milik Donghae. Yoona meremas kedua tangannya. Jantungnya berdetak kencang. Begitu juga namja di sampingnya ini. Sesaat ia bingung bagaimana harus memulai berbicara.

“Donghae-ah.” Mulainya. “Kau tahu sudah lama Kyuhyun tidak kembali. Kau yakin dia akan kembali?”

“Aku yakin. Dia akan kembali untukmu.” Ucapan Donghae membuat dada Yoona terasa sesak. Kyuhyun akan kembali untuknya, tapi ia malah mencoba mendua dari Kyuhyun.

“Aku merindukan perhatian dari Kyuhyun.” Aku Yoona sambil agak menundukan kepalanya. Jujur, ia sangat merindukan semua perhatian dari Kyuhyun. Donghae mengerti. “Tapi, aku tidak bisa mendapatkan perhatian itu.”

“Bersabarlah, sebentar lagi Kyuhyun pasti pulang.” Donghae membelai rambut panjang Yoona.

“A-aku menyukaimu, Donghae-ah.” Donghae kaget mendengar pengakuan Yoona. “Aku merasa nyaman saat berada denganmu. Mianhae, seharusnya perasaan ini dapat kucegah, tapi perasaan ini mengalir begitu saja. Ehm… apakah kau juga memiliki perasaan yang sama denganku?”

Donghae bingung harus menjawab apa. Ia memang memiliki perasaan yang sama dengan Yoona. Tapi ia takut akan menyakiti perasaan Kyuhyun. Bukankah Kyuhyun hanya menyuruhnya menjaga Yoona? Bukan untuk menjadikannya kekasih.

“Ne, aku juga menyukaimu, Yoona-ah.” Aku Donghae, setelah beberapa menit terdiam. Ia lelah berpura-pura. Walau harus di hukum, Donghae akan menerimanya. Tanpa ia duga, Yoona mengecup pipinya dengan lembut.

Di sinilah, awal kisah terlarang mereka. Cinta yang tidak seharusnya tumbuh.

Sebulan lebih keduanya menjalani hubungan terlarang mreka. Hingga suatu malam saat Yoona dan Donghae sedang bersama, Kyuhyun muncul secara tiba-tiba. Yoona dan Donghae duduk diam tanpa kata. Mata Kyuhyun berkilat marah. Inilah yang Kyuhyun takutkan karena terlalu lama meninggalkan Yoona bersama Donghae. Yeojanya akan jatuh hati pada Donghae. Tanpa banyak bicara, Kyuhyun menarik tangan Yoona agar yeoja itu berdiri.

“Kyu…” Cegah Yoona. Ia melepas tangan Kyuhyun dari tangannya. Kyuhyun mendengus dan kembali menarik tangan Yoona, Yoona berhasil berdiri dari duduknya. Kyuhyun menarik Yoona keluar.

“Ya!” sentak Donghae pada Kyuhyun. Tapi Kyuhyun tidak peduli dan terus menarik keluar Yoona. Donghae mengikuti mereka sambil berusaha memanggil Kyuhyun. Donghae berhasil mengejar Kyuhyun dan menghempaskan tangan Kyuhyun dari tangan Yoona. Kyuhyun yang sedang di kuasai emosi mulai menghajar Donghae. Donghae mengelak dan sesekali balas menghajar Kyuhyun. Yoona berteriak berusaha melerai keduanya. Tapi sia-sia. Ya, mengingat ia hanya seorang yeoja yang sedang di antara kedua namja yang tengah berkelahi, ia bisa apa?

Donghae berhasil menendang Kyuhyun hingga jatuh tersungkur. Kyuhyun bangkit dan mengacungkan pistol semi otomatisnya ke arah Donghae. Spontan, Yoona melindungi Donghae. Menempatkan tubuhnya di depan Donghae, seakan menjadi tameng untuk Donghae. Kyuhyun tidak peduli. Ia bahkan tidak mau repot-repot menyuruh Yoona menyingkir. Kyuhyun tetap mengacungkan pistolnya.

DOORR!!!

Kyuhyun menarik pelatuk pistolnya. Yoona dan Donghae menutup mata bersiap jika akan ada peluru yang mengenai diri mereka. Tapi peluru itu hanya melesat di samping telinga mereka, sangat nyaris menyentuh tubuh mereka. Peluru itu melesat melewati Yoona dan Donghae menuju ke gunungan besi rongsokan mobil yang sudah di hancurkan.

Peluru itu mengenai sebuah rongsokan pintu mobil yang membuatnya membelok melewati kepala Yoona dan Donghae. Dan kembali perulu itu membelok saat menghantam sebuah rongsokan lain. Akhirnya, peluru itu melesat tepat ke leher kiri Kyuhyun. Kejadian yang sangat cepat, sehingga Yoona dan Dnghae hanya merasakan angin dari peluru itu. Yoona membuka matanya tepat saat tubuh tinggi Kyuhyun mulai tumbang dan darah mengalir keluar dari lehernya.

“KYUHYUN!!” jerit Yoona histeris. Yoona dan Donghae segera menghampiri tubuh Kyuhyun yang terkapar di tanah. Yoona meletakkan tubuh sekarat Kyuhyun di pangkuannya. Yoona menangis memanggil Kyuhyun yang sudah mulai kehilangan kesadaran. Di sisa kesadarannya, Kyuhyun sempat menyelipkan sebuah kertas ke tangan Donghae sebelum akhirnya maut datang menjemputnya.

“KYU!!”  Yoona menjerit pilu.

Ia menyesal telah meninggalkan Kyuhyun, menyesal karena membuka hatinya untuk namja lain, menyesal karena tidak menunggu Kyuhyun pulang untuk dirinya, menyesal telah mengkhianati cinta Kyuhyun untuknya, menyesal karena membuat namaj itu merasa sakit hati karenanya. Tapi apa boleh buat, nasi sudah menjadi bubur. Kyuhyun terlanjut pergi untuk selama-lamanya, meninggalkan dirinya sendiri. Dan Yoona menyesali perbuatannya.

‘Tolong jaga Yoona. Aku tahu kau pantas untuknya. Jaga dia untukku. Donghae.’

Itulah isi surat terakhir Kyuhyun untuk Donghae.

 

-THE END-

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

*Muwehehe… canda ding ^^v* *Only kidding, guys >.<*

 

Hari ini hari pemakaman Kyuhyun. Yoona tidak bisa menahan tangisnya saat peti mati Kyuhyun di turunkan. Leeteuk dan Youngmi harus ekstra menenangkan Yoona. Pemandangan yang memilukan. Sungguh, suasana pemakaman hari itu benar-benar memilukan. Bahkan saja, langit hari itu agak mendung dari biasanya. Ah, mungkin saja langit hari ini sedih saat mengantarkan Kyuhyun ke pengistirahatannya terakhir.

“Kyu! Kyuhyun!!” Yoona masih terus memanggil nama Kyuhyun, walau peti Kyuhyun sudah terkubur di dalam tanah. Youngmi tak kuasa menahan air matanya. Para undangan yang ikut dalam acara pemakaman sudah pulang, termasuk Donghae.

Tapi Yoona masih betah di sana, di depan makam Kyuhyun. Menangis pilu memanggil nama kekasihnya di temani Leeteuk dan Youngmi. Yoona mendekati dan memeluk nisan Kyuhyun.

“Kyu, jeongmal saranghae. Maafkan aku, Kyu… Kyu! Kumohon kembalilah. KYU!” tangis Yoona semakin histeris. Ia memukul-mukul tanah makam Kyuhyun. Youngmi mendekati Yoona dan memeluknya dari belakang.

“Unnie, ikhlaskan Kyuhyun Oppa. Ia pasti tidak ingin melihat Unnie seperti ini. Kajja kita pulang.” Youngmi berusaha menahan tangisnya saat mengatakan hal itu. Di bantu Leeteuk, mereka membawa Yoona kembali ke apartemennya bersama Kyuhyun.

Keadaan tidak berubah baik. Yoona malah semakin histeris saat memasuki kamarnya bersama Kyuhyun. Di kamar itu, banyak kenangan yang terjadi, banyak hal yang mereka lakukan bersama. Banyak foto mereka terpajang di sana. Yoona benar-benar menyesal.

oOo

Seminggu berlalu, Leeteuk dan Youngmi memilih menemani Yoona di apartemennya. Tapi keadaan Yoona tidak membaik. Ia terus mengurung diri di kamar sambil memandangi fotonya bersama Kyuhyun. Menangis histeris memanggil Kyuhyun dan badannya sudah seperti ranting kayu saat ini. Leeteuk dan Youngmi tidak tega melihat Yoona seperti ini. Mereka mencoba membangunkan semangat hidup Yoona lagi, seperti dulu. Tapi sia-sia. Yoona seperti orang depresi sekarang.

Pagi itu, setelah sarapan, Yoona mulai mau mengajak bicara Youngmi.

“Youngmi-ah, bisa aku minta tolong sesuatu padamu?”

“Katakanlah, aku akan membantu Unnie.” jawab Youngmi lembut. Walau ia bukan Eonnie kandungnya, tapi Youngmin sudah menganggap Yoona sebagai kakaknya sendiri. Ia sangat menyayangi Eonnienya itu. Ia tak mau Eonnienya terus-terusan bersedih.

“Aku ingin mengunjungi makam Kyuhyun.”

“Baiklah, aku dan Leeteuk Oppa akan mengantarmu.” Walau berat, tapi Youngmi berusaha memperbolehkan.

“Aniya, aku sendiri saja.” Youngmi bersiap menolak, tapi pandangan memohon dari Yoona membuatnya terpaksa menyetujuinya.

oOo

Yoona bersimpuh di hadapan makam Kyuhyun. Hatinya masih sedih jika mengingat kematian Kyuhyun. Tangannya terulur membelai nisan Kyuhyun. Bulir air matanya mulai jatuh kembali. Tapi ia tidak menangis sehisteris kemarin. Semakin lama, air matanya semakin deras. Yoona menangis tanpa suara.  Berani taruhan, jika Kyuhyun ada di sana, ia pasti akan segera menyuruh yeoja itu berhenti menangis. Ia benci jika harus melihat seseorang yang ia sayang harus menangis di hadapannya, apalagi karenanya.

“Kyu, bagaimana kabarmu?” Yoona berusaha bicara di antara tangisannya. “Apa kau baik-baik di sana? Aku tidak baik-baik saja di sini. Aku sangat merindukanmu. Aku menyesal mengkhianatimu. Maafkan aku… maafkan aku. Kyu, apa kau sangat marah padaku? Kuharap kau tidak marah. Aku ingin bertemu denganmu lagi. Bawa aku bersamamu, Kyu.”

Tidak ada jawaban yang terdengar. Hanya semilir angin yang berembus dingin. Sedingin perasaan hati Yoona tanpa Kyuhyun.

“Saranghae. Jeongmal saranghaeyo. Aku akan terus mencintaimu, Kyu.” Yoona bangkit dan perlahan berjalan meninggalkan pemakaman.

Yoona berdiri di trotoar menunggu lampu penyeberangan berubah warna menjadi hijau. Biasanya ada Kyuhyun di sampingnya yang mengenggam tangannya dan berjalan bersama. Yoona tersenyum miris jika mengingat kenangannya bersama Kyuhyun. Memikirkan Kyuhyun, membuat Yoona seperti melihat Kyuhyun tersenyum di seberang sana melambaikan tangan padanya.

“Kyu…” Ucapnya tanpa sadar. Senyum merekah di wajah cantik Yoona. Ia berjalan mengabaikan lampu penyeberangan yang belum berubah warna. Ia ingin cepat-cepat menemui Kyuhyun. Menghampiri namja itu.

“NONA,  AWASSSS!!!!”

BRUUKKKK!!!!

Tanpa Yoona  sadari ada sebuah mobil sedang melaju kencang. Mobil itu tidak sempat menghentikan lajunya dan dalam hitungan detik mobil itu menabrak tubuh Yoona. Yoona terhempas keras ke atas aspal dengan darah mulai merembes dari kepalanya. Semua pejalan kaki segera menghampiri dan menolong Yoona. Tapi anehnya, entah bagaimana wajah Yoona terlihat… bahagia.

oOo

Yoona terbangun di sebuah tanah lapang yang sejuk. Ia tidak mengerti bagaimana ia bisa ada di sini. Seingatnya, ia sedang berjalan di tempat penyeberangan untuk menghampiri Kyuhyun. Tapi kenapa sekarang ia ada di tanah lapang ini.

“Yoong.” Yoona mendengar sebuah suara yang amat ia rindukan memanggil namanya. Yoona berbalik dan melihat Kyuhyun tengah tersenyum padanya seperti saat di seberang jalan tadi. Yoona berlari memeluk Kyuhyun. “Kau merindukanku, eum?”

“Sangat! Jangan pergi dariku lagi, kumohon. Maafkan aku. Aku bersalah.” Ucap Yoona sambil memeluk erat tubuh Kyuhyun, meluapkan rasa rindu yang amat.

Kyuhyun tersenyum dan membalas pelukan itu. “Lupakan itu. Yang penting sekarang kita bersama.” Kata Kyuhyun menenangkan Yoona.

Yoona melepaskan pelukannya, dan sekilas menatap sekelilingnya dan segera menatap kedua mata kesukaannya itu. “Dimana ini, Kyu?” Tanya Yoona.

“Kau ada di tempat yang sama denganku. Ayo, akan ku ajak kau berkeliling.” Jemari mereka kembali bertautan. Yoona mengikuti langkah Kyuhyun di sampingnya. Yoona tersenyum manis. Selamanya, Yoona tak akan pernah meninggalkan Kyuhyun lagi. Tak akan pernah.

oOo

Dan di sanalah, terbaring berdampingan dua orang insan manusia yang saling mencintai. Mereka mati karena cinta mereka sendiri. Di sanalah, Cho Kyuhyun dan Im Yoon Ah, di semayamkan. Berdampingan dan tak akan terpisahkan.

 

-THE END-

 

Note     :  Annyeong, pertama salam kenal ya buat kakak-kakak Musketeers kkk~ J *Bow with CKH Oppa* Aaa~ baru pertama kalinya nyoba ngirim FF KyuNa ke WP ini >.<

Eottokhe? Bagus gak? Keke… semoga kalian suka sama FF ini (y)^^ #taburbunga. Butuh saran dan kritiknya nih, kaka kaka… jadi, abis baca FF ini tinggalkan komentar-komentar kalian, ne?😀

Oh ya, ThanKyu buat admin/author Allaboutkyuna yang udah mau ngepost FF ini >< sekali gomawoyo~~ :* #ChuFromKyuhyunOppa kwkwk

 

 

28 thoughts on “It’s War

  1. Sumpahhhhh sedih bacanya , apalagii pas yoonhae ngehianatin oppakyu , tpi seneng akhirnya kyuna msih bersatu ..hoho

  2. Ketipu –”
    Kukira Yoong eon bakalan sm Hae oppa :3
    tapi ternyata KyuNa bersatu di akherattt😄😄
    Next FF ditunggu thor ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s