[ Oneshoot ] Love & Death

Tittle : Love and Death

Author : Choi Shinri a.k.a Riri

Main Cast :

  • Im Yoona
  • Cho Kyuhyun
  • Lee Donghae
  • Seo Joo Hyun

Other Cast : Find by self

Genre : Romance, Angst

Rating : PG -13

Length : Oneshoot

Disclaimer : I don’t own the characters,characters belong’s god. Plot is mine,please don’t copy.

Recomended Song : Kim Jonghyun (SHINee) – So Goodbye

Anyeonghaseyo, mian jarang nge-post di blog. Soalnya entah kenapa akhir-akhir ini feel buat nulis agak ilang. Sehari itu cuma bisa ngetik satu lembar doank T.T *mengenaskan* dan ff oneshoot ini selesai dalam beberapa hari yang biasanya klo oneshoot bisa selesai sehari. Untuk Bittersweet & The Secret Marriage entah kapan *digorok readers*, author usahain secepatnya. Di ff ini bakal ada salah satu cast yang mati *senyum evil*. Dan siapkan juga mata karena ini bakal panjang. Di rekomendasi banget sambil dengerin lagu itu, soalnya author juga nulis sambil dengerin lagu itu. Pokoknya silahkan baca, happy reading all ^^

Love & Death

July 7th, 2012

Pagi hari itu matahari tampak muncul tanpa malu-malu. Menyinari dengan sinarnya yang tak kunjung padam. Menyinari tanpa lelah dan terus saja bertahan meskipun terkadang awan-awan menghalanginya, menghalangi cahayanya. Matahari terbit untuk menyinari orang-orang yang selalu membutuhkannya dan pada sore hari ia harus terbenam agar bulan dapat menggantikannya.

Gerbang pintu sekolah itu terlihat sesak, murid-murid berbondong-bondong memasuki gerbang tersebut. Kendaraan-kendaraan ikut mengambil bagian di sana. Suara-suara bising juga ikut serta menghidupkan gerbang sekolah tersebut.

Seorang namja yang juga murid di sana memasuki gerbang dan menyusuri lorong-lorong kelas. Semua perhatian sekarang tertuju pada namja yang dengan cueknya berjalan tanpa mempedulikan tatapan-tatapan dan pembicaraan tentangnya. Tatapan-tatapan dan pembicaraan yang notabenenya berasal dari murid-murid yeoja itu terus saja mengiringi langkah pria yang bernama Cho Kyuhyun itu.

Cho Kyuhyun, kapten tim basket sekolah, murid terpintar yang selalu dibanggakan para guru, medali emas yang selalu dengan mudahnya ia dapatkan dari olimpiade matematika, ketua vocal club dan segudang prestasi lainnya, anak dari pemilik Cho Corporation yang termasuk perusahaan terbesar di Korea Selatan. Membuatnya selalu menjadi bahan pembicaraan dan mendapatkan tatapan-tatapan kagum dari orang-orang yang dilewatinya.

Namun semua itu ia abaikan, sifat cool dan cueknya membuat banyak orang penasaran. Banyak orang yang berusaha dekat dengannya namun hasilnya selalu sama, Kyuhyun tak pernah menanggapi mereka. Dengan julukan ice prince yang melekat dalam dirinya membuat semakin banyak orang yang penasaran padanya.

Dengan semua yang ia miliki, ia menjadi namja yang ‘hampir’ sempurna. Karena memang kekurangannya adalah sangat sulit untuk dekat dengan orang lain. Dan jangan lupakan wajah tampan dan tinggi yang berada di atas rata-rata namja lain.

Banyak yeoja yang  mengantri ingin menjadi yeojachingunya dan tak jarang ada yang menyatakan perasaan mereka dengan terang-terangan di depan Kyuhyun. Namun reaksinya selalu sama, penolakan. Itu yang selalu mereka dapatkan.

Kyuhyun memasuki kelasnya, ia tak luput dari perhatian teman-teman sekelasnya. Masih sama dengan apa yang dilakukannya tadi, dengan cueknya ia berjalan menuju tempat duduknya. Tempat duduknya yang berada di pojok kelas dekat dengan jendela yang menghadap ke lapangan basket, ia duduk sendiri.

Kini lorong yang tadi baru dilewati Kyuhyun kembali ramai. Seorang namja yang tampak berbeda melewati lorong tersebut. Perhatian yang tadi ditujukan kepada Kyuhyun kini ada pada namja tersebut. Namja tersebut berjalan dengan senyum yang terus mengembang di bibirnya.

Berbalik dengan Kyuhyun, namja ini, Lee Donghae. Mempunyai sifat yang terbuka dengan orang-orang yang berada di sekitarnya. Senyuman selalu menghiasi bibirnya dan ia juga termasuk orang yang berpengaruh, anak dari pemilik Lee Corporation yang juga menjadi saingan Cho Corporation. Seorang cassanova sekolah, sangat hobby bergonta-ganti yeojachingu. Ia seperti tak akan membiarkan seorang yeoja, satu pun itu tak menyandang gelar ‘mantan Lee Donghae’. Hanya saja tingginya berbeda dengan Kyuhyun, ia lebih pendek.

Dalam seminggu ia bisa menggandeng dua yeoja yang berbeda. Dengan rayuan-rayuan yang mampu menaklukkan setiap wanita dan juga wajah yang tak kalah tampan dari Kyuhyun, siapa yang tak ingin dekat dengannya. Tapi, ia adalah namja yang ‘agak’ nakal. Sering membuat masalah dan terkenal di kalangan guru-guru. Terkenal dalam artian yang berbeda dengan Kyuhyun yang terkenal di kalangan guru karena kepintarannya, Donghae terkenal karena kenakalannya.

Donghae memasuki kelas yang sama dengan Kyuhyun, ketika memasuki kelas perhatian tak luput ia dapatkan. Semua perhatian yang tadi sedikit meredup karena Kyuhyun sudah duduk manis di tempat duduknya kini kembali ‘hidup’ karena adanya Donghae.

Donghae kembali melemparkan senyum manisnya, ia berjalan ke tampat duduknya. Tempat duduk yang berada tak jauh dari Kyuhyun. Donghae memandang Kyuhyun yang tengah membaca buku yang tak ia tahu judulnya.  Dengan santainya ia menyapa Kyuhyun, Kyuhyun hanya menanggapinya dengan menoleh ke arah Donghae sebentar kemudian kembali membaca bukunya.

“Pagi Kyuhyun”sapa Donghae, Kyuhyun hanya menoleh sekilas kemudian kembali membaca.

Namun Donghae hanya mengedikkan bahunya acuh dan duduk di tempat duduknya. Ia memperhatikan sesisi kelas. Tak lama kemudian bel masuk berbunyi, seisi kelas berebut untuk duduk dan menimbulkan kelas menjadi riuh. Kemudian suasana menjadi sunyi ketika seonsangnim memasuki kelas.

Tapi kali ini Park seonsangnim tak sendiri, seorang yeoja mengekor di belakangnya. Yeoja yang memakai seragam sekolah yang berbeda. Yeoja dengan wajah cantik dan manis, mata yang indah dan tajam, rambut yang berwarna kecoklatan, tinggi yang sepertinya berada diatas rata-rata yeoja yang ada di kelas tersebut.

Dan ia berhasil mengambil perhatian yang biasanya hanya ditujukan kepada Kyuhyun dan Donghae. Bahkan buku yang sekarang Kyuhyun pegang berhasil ‘dicuri’ perhatiannya oleh yeoja tersebut, kini Kyuhyun ikut memandangi yeoja yang sekarang berdiri di depan kelas. Ia yang biasanya selalu acuh, entah kenapa kini merasa tertarik.

Donghae jangan ditanya, sekarang ia juga sedang memperhatikan yeoja tersebut. Kapan sih, seorang Lee Donghae tak tertarik pada seorang yeoja cantik. Ia memperhatikan yeoja tersebut dari atas hingga bawah. Dan hanya ada satu tanggapannya, sempurna.

“Silahkan perkenalkan dirimu nona Im”Park seonsaengnim mempersilahkan sang yeoja yang ia panggil nona Im untuk memperkenalkan diri.

Seisi kelas kini mengetahui siapa yeoja tersebut, dia adalah anak tunggal dari pemilik Im Corporation yang juga bersaing dengan Lee dan Cho Corporation. Mereka semua tahu bahwa yeoja tersebut awalnya bersekolah di London.

“Hello ehm…mian, maksudku anyeonghaeyo naneum Im Yoon-Ah imnida. Panggil aku Yoona”Yoona yang awalnya sedikit gugup karena perbedaan yang biasa ia lakukan ketika ia tinggal di London, ia kemudian membungkuk untuk menutupi kegugupannya.

“Sekarang kau boleh duduk, kau bisa tempati tempat duduk di sana”Park seonsaengnim menunjuk bangku kosong di sebelah Kyuhyun, memang hanya itu tempat duduk yang tersisa.

Yoona tersenyum manis kemudian duduk di sebelah Kyuhyun. Kyuhyun kembali membaca bukunya, tapi entah kenapa ia tak bisa berkonsentrasi sama sekali. Kini lengkap sudah, tiga anak dari pemilik perusahaan terbesar yang saling bersaing ada di kelas tersebut. Dan sedari tadi tatapan Donghae tak lepas dari Yoona.

***

“Kenalkan aku Lee Donghae”ketika bel berbunyi dengan segera Donghae mengulurkan tangannya kepada Yoona. Yoona pun menoleh dan kemudian tersenyum.

“Yoona”Yoona membalas uluran tangan Donghae, sementara Kyuhyun hanya memperhatikan dari sudut matanya.

Entah apa yang sekarang Kyuhyun rasakan, yang pasti ia selalu merasa tertarik melihat semua yang dilakukan yeoja yang duduk di sampingnya itu. Memperhatikan dengan sudut matanya karena ia tak ingin melepas predikatnya. Dan itu adalah hal yang paling langka untuk dilakukan seorang Cho Kyuhyun.

“Senang berkenalan dengan yeoja manis sepertimu”Donghae memulai aksinya, merayu. Sementara Yoona hanya tersenyum tipis, antara tertarik dan tidak tertarik.

“Ingin ditemani melihat-lihat sekolah?”tawar Donghae.

“Maaf, tapi aku sedang ingin berada di sini”tolak Yoona dengan halus.

Dalam hati Kyuhyun bersorak, entah kenapa ketika mendengar penolakan Yoona -meskipun dengan cara yang halus- ia merasa senang. Ia juga senang di sisi lain karena seorang Lee Donghae akhirnya mendapat penolakan dari seorang yeoja dan itu adalah yang pertama.

“Kau yakin?”Donghae tak jera untuk mendekati Yoona.

“Aku yakin”Yoona kembali menyunggingkan senyumnya.

“Kalau begitu aku keluar”ada sedikit rasa kecewa dalam diri Donghae. Baru kali ini ia ditolak dan baru kali ini seorang yeoja mengambaikan ajakannya.

Kemudian suasana kelas menjadi hening setelah Donghae keluar, kini tinggal tersisa Yoona dan Kyuhyun. Yoona juga sedikit memperhatikan Kyuhyun yang sedari tadi membaca. Ia heran ada seorang namja yang dengan rajinnya membaca buku disaat namja lain tengah bermain-main atau berada di kantin.

Yoona ingin mengajak bicara namja di sampingnya itu, namun mengetahui namanya saja ia tidak. Yoona sedari tadi berusaha mengintip name tag yang ada di baju namja di sampingnya itu, namun gagal. Ia tak mungkin menyingkirkan tangan namja itu yang menghalangi name tagnyatersebut.

Kyuhyun yang sedari tadi merasakan gerak-gerik Yoona kemudian menoleh. Ia memergoki Yoona yang tengah berusaha untuk mengintip name tag miliknya, ia yakin itu.

“Ups”Yoona yang ketahuan kemudian meringis kecil.

“Ini”Kyuhyun mengangkat benda yang sedari tadi menjadi incaran Yoona. Yoona hanya menggaruk-garuk tengkuknya yang sebenarnya tidak gatal.

“Ngg…”Yoona tak tahu harus berbicara apa lagi, rasa malunya sangat besar. Sementara itu Kyuhyun sebenarnya sudah tak tahan ingin tertawa terbahak-bahak.

“Baiklah, namaku Cho Kyuhyun”Kyuhyun mengulurkan tangannya setelah berhasil mengendalikan dirinya agar tidak tertawa terbahak-bahak.

“Salam kenal”Yoona membalas uluran tangannya.

“Kau tak menyebutkan namamu?”tanya Kyuhyun, sebenarnya itu hanya basa-basi saja, ia ingin berbicara lebih.

“Kau sudah tahu kan?”Yoona menurunkan tangannya.

“Kau jangan marah”ucap Kyuhyun.

“Aku marah? Aku tidak marah”Yoona memalingkan wajahnya.

“Benarkah? Kau berbohong”Kyuhyun semakin senang berbicara dan ia melupakan predikatnya yang lain pemberian dari noonanya ‘irit bicara’.

Kyuhyun sekarang merasa nyaman berbicara dengan Yoona. Ia juga bingung karena biasanya ia tak akan merasa nyaman jika berbicara orang lain apalagi orang yang baru dikenalnya. Sebenarnya kenapa itu?

***

Bel berbunyi menandakan waktu pulang. Penghuni kelas tersebut langsung dengan riuhnya membereskan barang-barang yang ada di meja mereka. Hari ini sudah petang, sekarang sudah pukul 5.30. Meskipun seonsaengnim masih ada di kelas, penghuni-penghuni kelas tersebut langsung keluar dan berlarian ke ruang locker untuk menyimpan beberapa barang tapi ada beberapa yang langsung berlari tangga, kelas mereka ada di lantai dua.

Yoona masih membereskan barang-barangnya, bedanya ia melakukannya dengan santai tak seperti yang lainya. Kyuhyun yang duduk di sampingnya juga sedang membereskan barang-barangnya, tapi tetap saja sudut matanya memperhatikan Yoona.

“Nona manis, kau mau pulang bersamaku?”tawar Donghae yang sekarang sudah berada di samping Yoona.

Yoona menoleh kemudian menggeleng pelan, “Sorry, ups…maksudku mianhae aku bisa sendiri”tolak Yoona, tadi ia kembali akan berbicara Bahasa Inggris.

“Sendiri? Itu berbahaya”lagi-lagi Donghae tak jera untuk terus berusaha mendekati Yoona, Kyuhyun hanya berdecak sebal mendengar perkataan Donghae.

“Aku dijemput oleh supirku”itu sebenarnya hanya alibi saja, ia pulang sendiri. Entah kenapa ia tak mau pergi dengan Donghae.

“Baiklah kalau begitu”Donghae pun berjalan keluar kelas dan lagi-lagi membawa kekecewaan.

***

Yoona berjalan sambil menendang-nendang kerikil, ia kesal sekarang. Ia sengaja tak meminta supirnya untuk menjemput dan sialnya lagi bis yang awalnya sudah Yoona rencanakan akan digunakan ketika ia pulang tak ada. Bis itu meninggalkannya lebih tepatnya Yoona tertinggal bis dan itu adalah bis terakhir yang melewati halte tersebut karena halte itu kebanyakan –dan memang biasanya- hanya dipakai murid-murid sekolah dan bis-bis itu berhenti melewati halte tersebut ketika 30 menit setelah jam pulang sekolah.

Tin…tin…

Sebuah suara klakson mobil membuat Yoona menoleh. Ia mendapati sebuah mobil ferarri berwarna biru ada di belakangnya. Ia tak dapat melihat siapa pengemudi mobil tersebut.

“Hai”sapa Kyuhyun ketika mobil itu berhenti di samping Yoona dan kaca jendela mobil diturunkan oleh Kyuhyun.

“Hai, kau belum pulang?”balas Yoona.

“Kau lihat sendiri, jika aku sudah puang mana mungkin aku ada di sini”jawab Kyuhyun.

“Oh”kemudian Yoona kembali berjalan sambil menendang-nendang kerikil.

“Kau mau kemana?”Kyuhyun terus mengikuti Yoona.

“Pulang”jawab Yoona.

“Sendiri? Berjalan kaki? Mana supirmu itu”Yoona mendengus kesal karena perkataan Kyuhyun.

“Kau lihat sendiri kan?”

“Kalau begitu biar aku antar”Kyuhyun keluar dari mobilnya dan Yoona berhenti berjalan.

Apa maksudnya dia? Batin Yoona.

“Ayo masuk”Kyuhyun pun membukakan pintu mobil untuk Yoona.

“Aku?”Yoona menunjuk dirinya sendiri, Kyuhyun hanya mengangguk.

“Baiklah”kemudian Yoona masuk ke dalam mobil tersebut, Kyuhyun segera menutup pintu mobil dan berlari menuju sisi lain mobil kemudian masuk.

“Rumahmu di mana?”tanya Kyuhyun, kemudian Yoona meyebutkan alamat rumahnya.

“Itu satu arah dengan rumahku, kebetulan sekali”Kyuhyun pun menyalakan mesin mobil dan melajukan mobil tersebut.

Selama perjalanan, mobil itu hening. Mereka berdua sibuk dengan pikiran masing-masing. Kyuhyun sedang memikirkan sikapnya tadi, bagaimana bisa seorang Cho Kyuhyun berbuat seperti tadi? Yang pastinya ini adalah pertama kalinya Kyuhyun mengantar seorang yeoja selain noona dan eommanya.

“Sudah sampai”Kyuhyun menoleh ke arah gerbang bercat putih gading itu untuk memastikan nomor rumah yang ada di sana sama dengan nomor yang Yoona katakan.

“Sudah sam…”Kyuhyun mengulangi perkataannya karena tak ada jawaban dari Yoona ketika ia menoleh ucapannya terputus ketika melihat Yoona tertidur.

Ireona”Kyuhyun mengguncang-guncangkan bahu Yoona, tapi Yoona tetap tak bergeming.

Kyuhyun pun mendekat, ia tertegun ketika wajahnya hanya beberapa centi dengan Yoona. Kyuhyun memperhatikan Yoona, ia melihat Yoona tampak lebih manis. Matanya tertutup seolah tanpa beban dan nafasnya berhembus dengan teratur. Tapi tiba-tiba Yoona membuka matanya dan Kyuhyun segera menjauh, kembali ke tempatnya yang semula.

“Sudah sampai? Kenapa tidak membangunkanku?”

“A…aku hanya tak tega membangunkanmu”jawab Kyuhyun sedikit gugup.

“Kalau begitu aku duluan”Yoona membuka pintu mobil,”Gomawo, jika kau tak ada sudah dapat dipastikan aku tak akan sampai dengan cepat ke rumah”

“Ah…cheonma”balas Kyuhyun.

***

July 9th, 2012

Pagi itu Yoona memasuki gerbang sekolah yang baru 2 hari ini menjadi sekolah barunya. Senyumnya ikut menghiasi wajah cantiknya. Kini tak hanya Kyuhyun dan Donghae yang selalu mendapat perhatian. Yoona mendapatkannya, itu karena wajah cantiknya dan senyum manisnya.

Yoona memasuki kelasnya, ia duduk di tempat duduknya dan mendapati Kyuhyun yang sudah ada. Kyuhyun terlihat tengah mendengarkan musik dari Ipod miliknya. Yoona yang tadinya ingin menyapa hanya mengedikkan bahunya acuh kemudian mengeluarkan buku yang kemarin dibelinya.

Tak berapa lama Donghae memasuki kelas tersebut. Ia tersenyum manis pada Yoona dan duduk di tempat duduknya. Ia memperhatikan Yoona yang sedang membaca, kemudian ia mendekatinya.

Anyeonghaseyo”sapa Donghae.

“Oh, ddo anyeonghaseyo”Yoona menoleh dan membalas sapaan Donghae.

“Kau mau aku tunjukkan tempat yang enak untuk dijadikan membaca?”tawar Donghae.

“Benarkah? Ada di sekolah ini?”tanya Yoona yang mulai tertarik, ia melirik jam tangannya. Masih ada waktu setengah jam lagi sebelum bel masuk.

“Ada, kau mau? Akan aku antarkan”Donghae tersenyum lebar karena Yoona kali ini tertarik dengan tawarannya.

Yoona sedikit menimbang-nimbang, kemudian ia mengangguk. Yoona segera beranjak dari kursinya dan berjalan di samping Donghae. Kyuhyun hanya mendelik kesal ke arah Donghae, kali ini ia kalah. Memang, tanpa murid lain ketahui, terjadi perang dingin antara Kyuhyun dan Donghae. Mereka saling bersaing dalam hal apapun dan kali ini Kyuhyun merasa kalah.

Senyum terus menghiasi bibir Donghae, ia melirik Yoona yang berjalan di sampingnya. Mereka terus menaiki tangga hingga akhirnya mereka sampai di lantai 5. Lebih tepatnya atap gedung sekolah tersebut.

Angin yang berhembus memainkan anak-anak rambut Yoona yang dibiarkannya tergerai itu. Kabut-kabut pagi masih tersisa di sana. Udara pagi itu sangat sejuk meskipun agak dingin. Sementara Donghae hanya memperhatikan Yoona yang sedang memejamkan matanya. Ia bisa melihat dengan jelas kecantikan yang dimiliki Yoona, entah kenapa jantung berdebar. Sangat berbeda dari apa yang ia rasakan dengan yeojayeoja yang selalu ada di sampingnya.

“Ini benar-benar indah”ucap Yoona.

“Aku selalu datang ke sini jika aku sedang ada masalah atau ketika aku senang”Donghae kembali melirik Yoona,”Dan kurasa ini adalah tempat yang tepat untuk menyendiri dan membaca”

“Kau benar”balas Yoona.

Tak lama kemudian bel berbunyi, Yoona dan Donghae kembali ke kelas mereka. Kyuhyun hanya memperhatikan Yoona yang baru masuk dan duduk di sebelahnya. Ia cuek atau sebenarnya pura-pura cuek, ia ingin bertanya pada Yoona tapi segera ia urungkan. Pertama, karena gengsinya terlalu tinggi dan kedua, seonsaengnim sebentar lagi masuk kelas.

***

“Oh ya kudengar kau adalah ketua vocal club”Yoona memecahkan keheningan diantara ia dan Kyuhyun, sekarang ada waktu istirahat dan mereka hanya berdua di kelas.

“Iya, memangnya ada apa? Kau mulai suka bergosip?”Kyuhyun menjawabnya dengan cuek dan itu membuat Yoona gemas sendiri.

“Ani, bolehkah aku ikut vocal club?”tanya Yoona dengan pandangan berharap pada Kyuhyun.

“Memang kau bisa menyanyi?”cibir Kyuhyun.

“Ya! Aku juga bisa, memang kau pikir hanya kau saja yang pintar menyanyi?”balas Yoona.

“Kupikir kau tak bisa menyanyi, aku harus mengetesmu dulu. Nanti pulang sekolah kita pergi ke ruang musik”Kyuhyun kembali menolehkan kepalanya pada Yoona lagi.

Seorang yeoja tampak akan memasuki ruangan kelas tersebut, namun segera ia urungkan melihat ada orang lain selain orang yang tadi ingin ia temui. Ia melihat keakraban yang ada di antara dua orang yang kini tengah duduk bersebelahan itu. Terutama Kyuhyun, ia sendiri bingung dengan namja tersebut, namja yang terkenal dingin itu termasuk padanya.

Yeoja itu malah menyandarkan bahunya di pintu kelas dan mengintip. Ia bisa dengan jelas melihat rasa nyaman yang dipancarkan mata Kyuhyun. Cara menatap Kyuhyun pada yeoja yang di sampingnya pun berbeda, terlihat lebih hangat.

Dadanya serasa sesak, sejak dulu ia menyukai Kyuhyun. Tapi Kyuhyun tak pernah menghiraukannya, bahkan ketika Kyuhyun menatap matanya saja sudah terlihat. Tatapan matanya selalu sama, dingin. Ia menggigit bibirnya, menahan rasa sesak dan sakit yang terus mendera hatinya.

Dan untuk pertama kalinya, ia melihat Kyuhyun tertawa. Tertawa disebabkan oleh orang lain, apalagi sekarang itu disebabkan oleh seorang yeoja. Ia terus saja mempehatikan sampai ia tak menyadari sebuah tangan menepuk bahunya, ia tersentak kaget.

“Seohyun-ssi sedang apa kau?”Donghae menepuk bahu Seohyun.

“A…anu, itu…”suara Seohyun tergagap.

“Kau mengintip Kyuhyun”tebak Donghae, Donghae memang mengetahui bahwa Seohyun menyukai Kyuhyun.

“A…an…ania”Seohyun semakin gugup ketika mendengar tebakan Donghae yang sangat tepat.

“Jujurlah, kalau begitu aku panggilkan dulu”Donghae memasuki kelas, mata Seohyun membulat. Ia ingin menahan Donghae, tapi ia kalah cepat.

“Kyuhyun ada yang ingin menemuimu”panggil Donghae.

Kyuhyun menoleh, ia menatap Donghae dan kemudian menatap pintu kelas. Ia beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju pintu. Kyuhyun mendapati Seohyun yang sedang mengatur nafasnya sambil bersandar pada pintu.

“Ada apa?”tanya Kyuhyun dingin.

Seohyun menoleh, ia memperhatikan mata Kyuhyun dan melihat tatapan yang berbeda. Tatatap yang Kyuhyun berikan padanya sangatlah berbeda dengan yang diberikan pada yeoja itu. Tatapan itu sangat dingin, sedingin es yang tak mudah untuk dicairkan.

“A…ani”Seohyun semakin gugup ketika Kyuhyun bertanya padanya. Apalagi tatapan Kyuhyun yang dingin dan menusuk.

“Lalu ada apa kau kesini? Ada perlu apa?”

“Ah…itu…tidak ada apa-apa”Seohyun bersiap untuk berbalik,”Aku pergi”

Kyuhyun hanya memperhatikan Seohyun yang berlari menjauhinya. Kemudian ia mengedikkan bahunya acuh. Ia kembali masuk ke kelasnya, ia mendapati Yoona yang sedang melamun dan pandangannya mengarah ke jendela. Sementara Donghae terlihat sedang memperhatikan Yoona, Kyuhyun hanya mendengus kesal.

***

“Bagaimana? Kau benar-benar ingin masuk vocal club?”tanya Kyuhyun pada Yoona sepulang sekolah.

“Aku tak pernah main-main”jawab Yoona.

“Kalau begitu kita ke ruang musik sekarang”

Mereka berdua meninggalkan kelas, Donghae hanya memperhatikan mereka berdua. Kyuhyun dan Yoona berjalan menuju ruang musik yang ada di lantai 3. Kyuhyun membuka pintu ruang musik dan mereka berdua masuk.Di ruang, musik tersebut terdapat berbagai macam alat musik. Di sana juga terdapat piano hitam.

“Kau mau bernyanyi sambil memainkan alat musik atau aku yang memainkan alat musik?”tanya Kyuhyun.

“Aku memainkan alat musik apa? Piano, aku belum terlalu mahir dan aku takut salah nada”ucap Yoona.

“Lalu mau bagaimana?”tanya Kyuhyun lagi.

“Sebentar, gitar aku bisa tapi lagu yang akan aku nyanyikan aku tak hafal kord gitarnya”ucap Yoona lagi, ia masih mengoceh sendiri dan belum mengindahkan pertanyaan Kyuhyun.

“Aishh…bilang saja ingin kumainkan”Kyuhyun pun duduk di tempat duduk di depan piano.

Yoona pun nyengir, “Aku sebenarnya bisa hanya saja aku sedang tak mood”

“Ya sudah, sekarang kau mau menyanyi lagu apa?”Kyuhyun membuka penutup piano yang menutupi tuts-tuts piano.

“Adele, Love Song”jawab Yoona,”Kau bisa?”

“Tentu saja”

“Kalau begitu mulai”Kyuhyun mulai menekan tuts-tuts piano, memulai permainannya. Tak lama kemudian Yoona memulai nyanyiannya.

(Lyrics from Adele-Love Song)

Whenever I’m alone with you
You make me feel like I am home again
Whenever I’m alone with you
You make me feel like I am whole again
Whenever I’m alone with you
You make me feel like I am young again
Whenever I’m alone with you
You make me feel like I am fun again

 

However far away I will always love you
However long I stay I will always love you
Whatever words I say I will always love you
I will always love you

 

Whenever I’m alone with you
You make me feel like I am free again
Whenever I’m alone with you
You make me feel like I am clean again

 

However far away I will always love you
However long I stay I will always love you
Whatever words I say I will always love you
I will always love you
I will always love you

Yoona pun mengakhiri nyanyiannya, tak lama kemudian Kyuhyun pun mengakhiri permainan pianonya. Permainan mereka nampak sempurna, dengan suara Yoona yang merdu dan permainan piano Kyuhyun yang sempurna

“Suaramu lumayan”komentar Kyuhyun yang sebenarnya berbohong, Kyuhyun ingin mengatakan bagus tapi ia tetap menjaga gengsinya.

“Bilang saja bagus”cibir Yoona.

Kyuhyun pun terkekeh, “Ya ya terserahmu”

Kyuhyun kemudian tersenyum, entah apa yang ia rasakan sekarang. Perasaan aneh terus menyelusup ketika ia bermain piano tadi. Perasaan aneh yang terus muncul sejak pertama kali ia bertemu dengan Yoona.

***

Seorang yeoja sedang berjalan melewati lorong-lorong di lantai 3. Ia yang awalnya berniat memasuki ruang musik kemudian berhenti. Ia mendengar dentingan piano dan nyanyian dari dalama ruang musik.

Seohyun menjadi penasaran, ia membuka pintu ruang musik dan mengintip dari celah yang ia buat. Ia melihat Kyuhyun dan yeoja yang dilihatnya tadi. Kyuhyun memainkan piano, Seohyun kembali merasa sesak. Ia tak pernah melihat Kyuhyun memainkan piano untuk orang lain kecuali jika seonsaengnim yang menyuruhnya.

Mereka mengakhiri permainan, mereka tampak berbicara. Seohyun mendengar percakapan mereka samar-samar. Kyuhyun terkekeh, kemudian ia melihat Kyuhyun tersenyum untuk pertama kalinya. Senyum yang ditujukan kepada orang lain.

Seohyun menutup pintu pelan-pelan, kemudian ia berlari meninggalkan ruang musik. Ia menuruni tangga dengan cepat, berlari menuju taman belakang. Airmatanya mulai mengalir, dadanya merasa sesak.

“Aaarghh…”Seohyun berteriak, berusaha mengeluarkan rasa sesaknya.

“Kenapa ini terjadi padaku?”ucap Seohyun lirih, badannya merosot. Ia terduduk menyandar pada pohon dan memeluk lututnya.

***

August 7th, 2012

Angin berhembus memainkan anak-anak rambut milik Yoona, sekarang ia sedang berada di atap gedung sekolahnya. Hari ini tepat satu bulan ia bersekolah di sini dan tepat satu bulan pula ia mempunyai sebuah perasaan yang berbeda dalam dirinya dan itu ditujukan kepada namja. Sekolah terlihat lengang, pelajaran sudah berakhir satu jam yang lalu. Harusnya sekarang pelajaran masih berlangsung dan pelajaran harusnya berakhir 2 jam lagi, tadi seonsaengnim memberitahu bahwa ada rapat mendadak.

Tapi sepertinya sekolah itu tidak benar-benar kosong. Seorang namja berjalan mendekati Yoona, hanya saja Yoona tak menyadarinya. Belum menyadarinya lebih tepatnya. Yoona masih menutup matanya, merasakan angin yang berhembus menerpa wajahnya. Namja tersebut berdiri di samping Yoona memperhatikannya yang terlihat tenang dengan mata tertutup.

Setelah beberapa menit Yoona baru menyadari kehadiran orang lain yang berada di sampingnya. Ia menoleh, kemudian ia tersenyum manis ketika menyadari siapa orang yang ada di sampingnya. Namja tersebut, namja yang telah membuat jantungnya berdebar sangat kencang ketika berada di samping namja tersebut. Namja itu tersenyum, ia menatap Yoona lembut.

Yoona balas menatap namja tersebut, tatapannya sangat lembut dan menyejukkan. Membuat Yoona merasa nyaman dan ingin terus berada dalam posisi seperti sekarang ini. Keduanya seperti sedang berkomanikasi, berusaha memberitahu satu sama lain tentang perasaan mereka. Namja tersebut tersenyum dan kemudian memandang kedepan, tapi Yoona masih memperhatikan namja tersebut. Lekuk wajah yang sempurna dan rahangnya yang tegas.

Cho Kyuhyun, namja yang ada di samping Yoona kini. Namja yang pertama kali dikenalnya di sekolah ini, mungkin bukan pertama kali karena Donghae yang mengajak berkenalannya pertama kali tapi Kyuhyun yang menjadi teman sebangkunya yang pertama di sekolah ini dan sampai sekarang masih.

“Yoona?”panggil Kyuhyun dengan mata yang masih memandang lurus ke depan.

“Hmm”sahut Yoona.

“Ada yang ingin aku bicarakan”ucap Kyuhyun.

“Apa? Aku akan dengarkan”namun bukan pembicaraan yang Yoona dengar melainkan sebuah lagu, meskipun Kyuhyun menyanyi tanpa alat musik.

If ever you wondered
If you touched my soul, yes you do
Since I met you I’m not the same
You bring life to everything I do

Just the way you say hello
With one touch I can’t let go
Never thought I’d fallen in love with you

Because of you, my life has changed
Thank you for the love and the joy you bring
Because of you, I feel no shame
I’ll tell the world it’s because of you

Sometimes I get lonely and all I gotta do is think of you
You captured something inside of me
You make all of my dreams come true
It’s not enough that you love me for me
You reached inside and touched me internally
I love you best explains how I feel for you

Because of you, my life has changed
Thank you for the love and the joy you bring
Because of you, I feel no shame
I’ll tell the world it’s because of you

The magic in your eyes, true love I can’t deny
When you hold me I just lose control
I want you to know that I’m never letting go
You mean so much to me, I want the world to see
It’s because of you.

Because of you, my life has changed
Thank you for the love and the joy you bring
Because of you, I feel no shame
I’ll tell the world it’s because of you my life has changed
Thank you for the love and the joy you bring
Because of you, I feel no shame
I’ll tell the world it’s because of you (lyrics Keith Martin-Because of You)”Kyuhyun menghela nafas, Yoona terdiam berusaha mencerna lirik lagu tersebut. Kyuhyun menyanyikan lagu tersebut dengan sempurna meskipun tanpa alat musik.

“Kau mau apa? Pamer kemampuan bernyanyi?”tanya Yoona dengan nada bercanda dan setelah itu terkekeh pelan.

“Aku sebenarnya bukan tipe namja yang pintar berkata-kata, tapi…”Kyuhyun memotong ucapannya menghela nafas dalam,”Nae yeoja chingu ga dwae-o jullae? (Maukah kau menjadi kekasihku?)”Yoona terdiam mendengar perkataan Kyuhyun, antara shock dan perasaan lainnya yang bercampur.

“Setelah kau masuk ke dalam hidupku, aku merasakan hal yang berbeda. Aku tak tahu apa itu, kau berhasil membuatku tersenyum dan itu adalah hal yang paling tidak bisa dilakukan leh orang lain. Kau mengusir kebosanan dalam hidupku dan aku berterimakasih padamu karena kau telah mengenalkanku pada sebuah kata yang bernama…cinta”ujar Kyuhyun.

Yoona masih terdiam, sibuk dengan pikirannya dan sibuk mencerna kata-kata Kyuhyun. Entah kenapa saat ini ia merasa bodoh, otaknya serasa macet untuk memikirkan kata-kata yang akan diucapkannya. Untuk mecerna kata-kata Kyuhyun saja ia masih harus berpikir ulang sekarang.

“Aku tahu, kau baru mengenalku selama satu bulan. Kau mengetahui namaku saja harus mengintip name tag milikku”Kyuhyun terkekeh pelan mengingat kejadian tersebut, Yoona ikut tersenyum kecil.

“Jadi?”Kyuhyun menggosok-gosokkan kedua telapak tangannya, berusaha menghilangkan kegugupan yang sedari tadi terus menyerangnya.

Mianhae, aku…”jawab Yoona.

Mwo?”Kyuhyun menoleh kepada Yoona, menatap yeoja itu dengan tatapan penasaran.

“Aku menerimamu”lanjut Yoona sambil tersenyum kecil.

Gomawo”Kyuhyun spontan memeluk Yoona, Yoona tersentak kaget namun beberapa detik kemudian ia membalas pelukan hangat tersebut.

***

Donghae menaiki tangga menuju atap gedung sekolah. Sedari tadi ia hanya diam di kelas, ia merasa bosan dan memutuskan untuk pergi ke tempat yang selalu ia gunakan untuk menenangkan diri. Tapi ketika ia sampai pada anak tangga terakhir, ia mendengar sebuah nyanyian dan ia mengenal suara tersebut.

Dengan cepat Donghae menaiki anak tanggak terakhir tersebut dan membuka pintu yang menghubungkan dengan atap gedung itu. Dan suara itu berasal dari sana. Donghae melihat seorang yeoja yang ia yakini adalah Yoona dan di sebelahnya ia sudah yakin bahwa itu Kyuhyun. Mereka berdiri membelakangi Donghae, Yoona terlihat sedang memperhatikan Kyuhyun dan Kyuhyun memandang lurus ke depan dengan lagu yang masih ia nyanyikan.

Setelah lagu itu selesai, mereka berbicara. Dan yang membuatnya terkejut adalah Kyuhyun menyatakan cinta pada Yoona, meskipun dengan cara yang tidak langsung melainkan lewat sebuah lagu dan kemudian Kyuhyun meminta Yoona untuk menjadi yeojachingunya. Donghae menahan nafasnya, seolah ikut merasa tegang dengan jawaban Yoona. Donghae menghela nafas ketika mendengar ucapan dari Yoona yang menggantung dan seperti akan menolak Kyuhyun. Namun kemudian seperti ada pisau yang menyayat hatinya ketika ia mendengar perkataan Yoona selanjutnya.

Ia berjalan mundur kemudian berbalik dan menuruni tangga tersebut. Tapi ketika ia akan turun menuju lantai dua, ia menabrak seorang yeoja. Donghae langsung mengangkat wajahnya yang sedari tadi tertunduk, kemudian ia melihat Seohyun yang sudah jatuh di depannya. Dengan spontan ia mengulurkan tangannya dan menarik Seohyun untuk berdiri ketika Seohyun membalas uluran tangannya.

“Seohyun-ssi, ternyata kau”ucap Donghae,”Oh ya, ada yang ingin aku bicarakan”

“Apa yang ingin kau bicarakan Donghae-ssi?”jawab Seohyun.

“Kau tahu? Kyuhyun dan Yoona telah menjadi sepasang kekasih”Donghae kemudian tersenyum miring melihat reaksi Seohyun,”Tepat beberapa menit yang lalu”

“Kalau begitu aku harus mengucapkan selamat”Seohyun memasang senyum gadungannya.

“Kau terlalu banyak berpura-pura Seohyun-ssi”Donghae mengucapkan yang dengan telak mengenai hati Seohyun seolah dapat membaca senyum gadungan yeoja yang ada di hadapannya itu.

Kemudian Donghae menyeringai kecil,”Aku tahu bagaimana caranya agar Kyuhyun bersamamu”Seohyun menyerngitkan dahinya mendengar perkataan Donghae, kemudian Donghae membisikkan sesuatu pada telinga Seohyun.

Ani, aku tak mau. Itu dapat membahayakan Kyuhyun”Seohyun menolak rencana Donghae yang menurutnya berbahaya itu dan lagi orang yang ada dalam bahaya tersebut adalah Kyuhyun, namja yang dicintainya.

“Tapi…”

“Lakukan saja sendiri Donghae-ssi, permisi”Seohyun kemudian pergi meninggalkan Donghae.

***

August 22nd, 2012

Hari ini Kyuhyun dan Yoona memutuskan untuk berjalan-jalan di daerah pertokoan di Myeondong sepulang sekolah. Mereka memasuki kedai es krim, kemudian mereka keluar dan berjalan-jalan kembali dengan es krim di tangan mereka masing-masing. Mereka kemudian menyebrang jalan karena mobil Kyuhyun diparkir di sebrang jalan tempat mereka berjalan-jalan sekarang.

Tanpa mereka sadari sepasang mata yang sejak tadi memperhatikan mereka berdua dan kini tengah berada dalam sebuah mobil terus memperhatikan kedua orang yang akan menyebrang tersebut. Pemilik sepasang mata itu mencengkram stir mobil dengan kuat, setelah melihat kedua orang itu menyebrangi jalan yang kebetulan sedang lengang itu ia menginjak pedal gas.

Kedua orang tersebut menyebrang sembari bergandengan tangan tanpa menyadari sebuah mobil yang sedang melau kencang ke arah mereka berdua. Yoona segera menoleh dan mendapati sebuah mobil dari arah kanan. Dengan spontan ia mendorong Kyuhyun dan es krim miliknya terlempar begitu saja.

Kyuhyun tersungkur menabrak trotoar, tangannya terluka dan lututnya seolah mati rasa menabrak aspal yang keras. Ia menoleh ke arah Yoona yang masih terdiam di tempatnya dan ia juga melihat sebuah mobil yang melaju dengan kencang.

Yoona seolah mati rasa, ia tak bisa menggerakkan kakinya untuk melangkah meninggalkan tempatnya agar ia selamat. Tapi seolah ada yang menahannya ia masih terdiam di sana. Sementara pengendara mobil itu berusaha menghentikan mobil dengan menginjak pedal rem dengan kuat mengetahui bahwa ia salah sasaran.

Kyuhyun baru akan berdiri, namun semuanya telah terjadi. Yoona menutup matanya seolah pasrah dengan keadaannya kini. Suara decitan mobil dan ban yang bergesekkan dengan aspal. Dan…

Brakk!

Semua terjadi begitu saja, tak sampai 1 menit. Tubuh Yoona terpental dan kemudian terhempas dengan keras ke aspal, kepalanya terbentur trotoar dengan sangat keras. Mobil yang tadi menabraknya langsung pergi begitu saja.

“Yoona!”Kyuhyun segera berlari tanpa memperdulikan lututnya yang sakit dan membuatnya mati rasa.

Ia menghampiri Yoona, darah segar telah mengalir dari dahi Yoona. Ia segera menggendong Yoona, ia meletakkan Yoona di dalam mobil di jok depan. Kyuhyun memasangkannya seat belt kemudian berlari menuju sisi lain dan ia pun masuk dan duduk di belakang kemudi. Menyalakan mesin dan menginjak pedal gas dengan kuat, berusaha secepat mungkin sampai di Rumah Sakit.

***

Namja yang sekarang berada di dalam mobil itu tersenyum kecut, ia salah sasaran. Ia memukul setirnya, melampiaskan kekesalannya. Kenapa Yoona harus mendorong Kyuhyun? Pertanyaan itu terus dilontarkan pikirannya. Semua rencananya gagal, kini malah yeoja yang dicintainya menjadi korban. Ia menginjak pedal gas kemudian meninggalkan tempat tersebut, pergi entah kemana.

***

Kyuhyun terduduk di sudut lorong Rumah Sakit itu. Ia tak henti-hentinya melirik pintu UGD yang masih tertutup rapat. Ia tak mempedulikan lagi bajunya yang sudah penuh dengan darah dan tubuhnya yang juga terdapat luka. Beberapa suster terus membujuk Kyuhyun agar lukanya diobati tetapi Kyuhyun tetap tak bergeming, ia menolak semua itu.

Kedua orangtua dan kakak perempuan Yoona datang, mereka terlihat tergesa-gesa. Mereka segera menghampiri Kyuhyun dan menanyakan keadaan Yoona, namun Kyuhyun menggeleng. Kedua orangtua Yoona duduk di tempat duduk yang sudah disediakan di sana. Mrs. Im sudah tak bisa menahan lagi airmatanya, ia telah menangis di pundak suaminya.

Kakak perempuan Yoona masih berada di hadapan Kyuhyun. Ia berusaha membujuk Kyuhyun agar lukanya diobati, ia sudah mengenal Kyuhyun sejak dulu karena kakak Kyuhyun adalah temannya.

“Ayolah Kyu, kau juga harus diobati”

Shireo”Kyuhyun menggeleng kuat.

Akhirnya kakak perempuan Yoona menyerah, ia lebih baik menelfon Ahra –kakak perempuan Kyuhyun- yang sepertinya belum mengetahui kejadian ini. Tepat setelah ia selesai menelfon Ahra, dokter keluar dari UGD.

“Bagaimana keadaannya?”tanya Mr. Im.

“Maaf, kami sudah berusaha tapi…putri anda telah pergi”ucap dokter tersebut.

Kaki Kyuhyun lemas, seolah tulang-tulang kakinya diloloskan satu-satu. Ia kembali terduduk di lantai, ia memeluk lututnya dan kemudian menangis. Ia pertama kalinya menangis untuk seorang yeoja dan itu bukan anggota keluarganya.

Tangis Mrs. Im semakin menjadi-jadi, kakak perempuan Yoona pun ikut menangis. Hanya Mr. Im saja yang terlihat tegar, namun sama halnya dengan yang lainnya Mr. Im pun merasakan kehilangan yang sangat dalam. Putrinya pergi meninggalkannya.

***

Esoknya hari pemakaman Yoona dilangsungkan. Terlihat banyak teman-teman Yoona yang datang dan Donghae ada di sana. Seohyun berdiri di samping Donghae, ia tahu ini semua penyebabnya adalah Donghae. Namun ia heran kenapa malah Yoona yang tertabrak, ketika Donghae membisikkan rencananya Donghae berkata bahwa sasarannya adalah Kyuhyun. Kyuhyun berdiri di barisan depan, tatapannya kosong dan ia seperti mayat hidup. Ia tak menangis karena airmatanya mungkin sudah habis karena kemarin.

Proses pemakaman telah selesai, semua sudah meninggalkan area pemakaman itu kecuali Kyuhyun, Donghae dan Seohyun. Kyuhyun berjongkok di sebelah makan Yoona sementara Donghae dan Seohyun berada di belakang Kyuhyun. Mereka semua diam, tak ada yang berbicara.

Namun keheningan itu segera pecah dengan suara sirine mobil polisi. Donghae dan Seohyun menoleh ke arah suara itu sementara Kyuhyun tetap tak bergeming. Sampai langkah dua orang polisi itu mendekat Kyuhyun baru menoleh. Dua orang polisi itu kini sudah berada di samping Donghae.

“Apakah anda Lee Donghae?”tanya salah seorang polisi tersebut, Donghae hanya mengangguk.

“Maaf anda harus kami tahan”polisi itu mengeluarkan borgol dan segera memborgol tangan Donghae.

“Tapi ada apa?”tanya Donghae, mungkin ia ingin mengelak.

“Beberapa saksi memberitahukan nomor mobil yang menabrak Im Yoon-Ah dan setelah kami cek bahwa mobil itu beratasnamakan ayah anda. Sementara menurut pembantu di rumah anda, bahwa pada hari itu mobil tersebut digunakan oleh anda”Kyuhyun terdiam mendengar penjelasan polisi itu.

Donghae kemudian menengadahkan kepalanya,“Bolehkah aku berbicara sebentar?”kedua polisi itu mengangguk.

“Kyuhyun, sekarang kau tahu siapa pelakunya?”Donghae menatap Kyuhyun dan ia berbicara dengan nada sinis.

“Kau selamat sekarang, karena kau adalah targetku sebelum kemudian Yoona yang tertabrak”lanjut Donghae.

“Kau boleh berbahagia sekarang karena kau masih hidup dan kau harus tahu satu hal bahwa aku mencintai Yoona”mata Kyuhyun berkilat mendengar ucapan Donghae, ingin a menghajar Donghae namun ia seperti tak memiliki tenaga tetap tak bergeming dengan posisinya sekarang. Kedua polisi itu segera membawa Donghae pergi.

Seohyun hanya menatap kepergian Donghae kemudian berbalik menatap Kyuhyun,“Mungkin kau membutuhkan waktu sendiri, aku permisi Kyuhyun-ssi

Setelah Seohyun pergi, keadaan semakin hening. Kyuhyun tak mengatakan sepatah katapun. Ia masih memandang makam itu. Kemudian keheningan itu terpecah ketika Kyuhyun berteriak.

“Yoong, seharusnya aku yang ada di posisimu itu sekarang. Seharusnya kau tak usah mendorongku”

“Masih banyak orang yang mencintaimu dan membutuhkanmu”lanjut Kyuhyun,”Tapi aku, mungkin hanya keluargaku saja yang akan menangisiku jika aku pergi”

“Aku tahu, pada akhirnya aku harus melepasmu pergi. Berbahagialah di sana Yoong”Kyuhyun menghela nafas panjang,”Tapi kau harus tahu, hatiku sudah kosong. Kau sudah membawanya pergi”

“Aku akan tetap mencintaimu, selamat tinggal Yoong”dan tepat pada akhir kalimat Kyuhyun, hujan pun membasahi bumi. Seolah mereka tahu keadaan Kyuhyun sekarang.

I know in the end you have to go, I am thankful for the love you’ve given me. I am also thankful for all that you gave me. My heart always with you. So, goodbye.”- Cho Kyuhyun.

The End

Aneh? Aku tahu ini aneh banget. Endingnya maksa banget? Aku tahu. Pokoknya mian klo gaje, sad nya nggak ngena. FF ini muncul ketika belajar ngedit poster. Dan mianhae buat elfishy, author nistain Donghae di sini. Oh ya, jangan lupa tinggalkan komentar setelah baca. Don’t be a silent reader😀

42 thoughts on “[ Oneshoot ] Love & Death

  1. Oaaalaaahh knapa endingnya sad gini sihh ,,😥 smpet ngira yg bkalan mninggal itu kyu tp trnyata yoona ,, yaahhh akhirnya yoona gaa sama donghae juga gaa sama kyu ,,

  2. Akkhhhh…….
    Kasian kyu oppa….
    Di tinggal yoona unnie…….

    Ff nya keren…….
    D tunggu karya yg lainnya….

  3. Ff nya g bagus…
    Tapi amat sangat bagus sekali😀
    Daebak thor! Dapet bgt feel nya
    Aku sampe nangis ,, bayangin yoona sama kyuhyun kayag gitu.. TT
    Ga sanguppp!!!😥

  4. author chingu…

    4 org yg q suka km pertemukan di dlm FF ini😀
    tp, alurnya terlalu cepat😦

    keep creative and hwaiting ya! ^^9
    gomawo, q udah bole baca karyamu ^_____^v

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s