[Fanfic] Way back with ♥ One Years Ago – Kyuna

Tittle : Way back with♥ one year ago

Author : Cho Ri Rin (Adele)

Cast :

– Super Junior Cho Kyuhyun as Cho Kyuhyun

– SNSD Im Yoon Ah as Im Yoon Ah

Other Cast :

– Cho Family

– SNSD and Super Junior

Genre : Family, Romance, Friendship, Conflict

Disclaimer :

Kyuhyun, milik Tuhan, Keluarganya, Yeojanya dan ELF

Yoona, Milik Tuhan, Keluarganya, Namjanya dan Sone.

Note :
I’m back. I’m back.. Akhirnya FF Kyuna yang terbaru selesai juga…
Mianhee, kalo Feelnya kurang kena ataupun sedikit maksa. Maklum, entah kenapa saya sulit banget kalo nulis soal konflik.konflik. Mungkin karena kebiasaan nulis Romance kali ya.
Okei readers, Selamat Membaca.
Don’t forget RCL.a readers.

****

 Yoona duduk  disebuah kursi taman sambil memperhatikan cincin yang begitu berkilau. Berkali-kali yeoja cantik itu menghela nafas. Cincin itu, entah kenapa dia begitu bersalah setiap melihat cincin tersebut. Cincin sederhana yang akan sangat biasa bila dipandang oleh orang lain tapi tidak dengan Yoona. Cincin itu sangat berarti baginya, cincin emas itu terdapat cairan merah didalamnya. Ya, darahnya terdapat disana. Darah yeoja cantik itu dan namja yang memberikan cincin tersebut. ‘Apa aku harus pergi?’ batinnya. Untuk kesekian lama diapun beranjak dari duduknya lalu berjalan menuju tempat dimana seseorang sudah menunggunya.

Terdengar suara lembut dari sepatu highheels yang menyentuh tanah. Dari luar Yoona bisa melihat keadaan café tersebut cukup ramai tapi tidak bagi yeoja itu. Untuk kesekian kali yeoja itu menghela nafas lalu memutuskan untuk masuk kedalam.
“Annyeong, Yoona-ssi.” Sapa seorang namja tampan.
“Annyeong, oppa.” Sapa Yoona ramah.
“Dia sudah menunggumu sedari tadi.” Ujar namja itu menunjuk kearah ruangan private yang sekarang hanya ada seorang namja berkemeja biru duduk membelakanginya.
Yoona tersenyum hambar lalu mengangguk. “Gomawo, Yesung oppa.”
Yoonapun berjalan menuju ruangan itu. Mendengar suara pintu dibuka namja berkemeja itupun mendongakkan kepalanya yang sedari tadi hanya menunduk menatap ponselnya. Hingga senyuman terlukis di bibirnya. “Annyeong, yoong.” Sapanya.
Yoona berusaha tersenyum. “Annyeong, kyu.” Jawab Yoona.
“Silahkan duduk.” Suruhnya lembut.
Yoona mengangguk lalu duduk tepat disebrang namja itu. Tidak ada yang berubah darinya. Wajahnya, matanya, semuanya, tidak pernah ada yang berubah. Batin Yoona.
Namja itu menghirup coffenya untuk menutupi kecagungannya. “Apa kabarmu?” tanyanya lembut.
Yoona tersenyum. ‘Bahkan caranya bertanya masih sama.’ Batin Yoona. “Aku baik-baik saja.”
“Syukurlah. Apa kau masih…”
“Anio. Aku tidak bekerja disana lagi semenjak dua bulan yang lalu.”
Kyuhyun tersenyum. “Syukurlah.”
“Bagaimana denganmu? Apa istrimu baik-baik saja?”ceplos Yoona dan pada akhirnya ia mengerutukki dirinya sendiri.
Kyuhyun kembali menghirup coffenya lalu menggeleng. “Aku kabur dihari pernikahanku dan memilih untuk pindah ke London.”
Yoona diam dan menatap namja itu penasaran.
“Aku tidak bisa menikah dengan orang yang tidak kucintai. Sekalipun appa dan eomma memaksaku dan mengancamku dengan apapun, aku tetap tidak bisa.”
Yoona meraih minuman yang dipesankan Kyuhyun sebelumnya untuk menutupi kecagungannya.
“Di London aku hidup sendiri dan selama disana aku menahan diri untuk tidak mengingatmu tapi kurasa aku tak sanggup untuk tidak mengingatmu karena kisah indah yang pernah kita buat dan janji yang selalu kita ucapkan selalu muncul dihatiku tanpa aku suruh.”
Mendengar itu Yoona menahan nafasnya. ‘Kenapa sekarang dia begitu melankolis? Dimana sifat evilnya?’
KYuhyun menunduk. “Mianhee.” Ucapnya penuh ketulusan membuat Yoona tersentak dan heran.
“Untuk apa?” Tanya Yoona.
“Atas semuanya.”
Yoona masih bungkam. Merasa tidak ada tanggapan Kyuhyun mendongakkan kepalanya.
“Mianhee, atas kesalahanku dulu yang tidak mempertahankanmu, atas sikapku yang tidak egois, atas sikap appa dan eommaku yang selalu menyakitimu. Mianhee, jeongmal Mianhee.”
“Itu hanya masa lalu, Kyu.” Hanya itu yang bisa Yoona ucapkan.
Ya. Itu hanya masa lalu, masa lalu yang sudah terlewatkan setahun dulu. Saat ia dan namja itu masih berhubungan atas nama cinta. Kenangan indah, cerita bahagia bahkan cerita menyakitkan dan perdebattan itu kembali teringat dibenak keduanya.

Flashback

Yoona sedang sibuk berkutat dengan laptopnya hingga bel apartmentnya berbunyi.  Hanya mendengar bel itu, senyuman merekah dari bibirnya.
“Nuguseyo?” tanyanya sambil membuka pintu. “Oppa.” Panggilnya saat melihat Kyuhyun datang dengan merentangkan tangannya. Yoonapun memeluk namja itu senang.
“Oppa, kurusan. Apa oppa lupa makan lagi?” Tanya Yoona pada Kyuhyun saat namja itu duduk dilantai untuk melihat pekerjaannya.
Kyuhyun mengangguk. “Begitulah.”
“Lalu bagaimana Amerika? Seminggu tinggal disana pasti menyenangkan?” ujar Yoona riang.
Kyuhyun hanya diam menatap yeojanya itu. Hingga tiba-tiba ia menarik Yoona kedalam pelukannya. “Berjanjilah padaku, apapun yang terjadi pada hubungan kita kau akan tetap percaya denganku.”
Yoona yang merasa aneh dengan sikap namjachingunya itu hanya mengangguk dan mengosok pundak Kyuhyun. “Nee, oppa.”

Yoona mengerjapkan matanya. Entah kenapa semalam dia bermimpi buruk. Ia bermimpi Kyuhyun akan pergi meninggalkannya. Iapun menoleh kesebelahnya dan mendapati namja itu masih tidur pulas. ‘Aku akan selalu percaya padamu, oppa.’ Batinnya sambil mengelus rambut namjanya itu.
Hingga terdengar bunyi bel yang ditekan berkali-kali. Yoona mengernyitkan dahi, “Siapa pagi-pagi sudah datang?” gumam Yoona lalu beranjak memakai baju tidurnya kembali.
“Nuguse…” Belum selesai Yoona bertanya sebuah tamparan sudah mendarat dipipinya.
“Dasar kau wanita penggoda.” Ujar yeoja setengah baya itu murka lalu masuk kedalam apartmemt Yoona.
“Eomonim.” Gumam Yoona.
“Dimana Kyuhyun? Aku yakin dia disiini.” Tanya Nyonya Cho marah.
“Diii.”
Baru saja hendak menjawab sebuah tamparan kembali mendarat dipipi Yoona. Kali ini disebelah kirinya. Tamparan yang begitu kuat dan pedas hingga membuat darah segar keluar dari ujung bibir Yoona.
“Berhentilah menggoda Kyuhyun. Dua minggu lagi dia akan menikah dengan yeoja pilihanku. Kami tidak sudi menerima menantu yang merupakan keluarga berantakan seperti kau. Ibumu saja kau tidak tahu. Keluarga macam apa itu.” Ujar Nyonya Cho meremehkan.
Air mengalir begitu saja dipipi Yoona. “Kau tidak tahu apa-apa tentang keluargaku.” Pekik Yoona.
Nyonya Cho tersenyum miring lalu kembali menampar Yoona hingga yeoja itu terjatuh. “Tidak tahu tentang keluargamu. Tentu saja aku tahu tentang keluargamu yang berantakkan itu. Kau hidup sendirian, ayahmu mati tanpa sebab sedangkan kakakmu sibuk berkarir. Berhubungan hanya satu tahun sekali. Aku benar.”
Yoona terdiam. Tidak.tidak. semuanya salah. Elak Yoona dalam hati.
“Eomma.” Teriak Kyuhyun dari depan pintu kamar lalu mendekati Yoona. “Gwencanayo?”
Yoona berusaha tersenyum lalu mengangguk.
“Eomma sudah keterlaluan. Sudah kubilang jangan bawa Yoona dalam masalah ini.” Kyuhyun membentak ibunya.
Nyonya Cho tersenyum sinis. “Aku menunggumu dirumah sampai jam makan siang. Kalau kau tidak pulang jangan harap wanita itu selamat.” Ancam Nyonya Cho lalu pergi meninggalkan apartment Yoona dengan menghempaskan pintu itu keras.
Kyuhyun membawa Yoona keatas sofa tak lupa ia mengambil kotak obat untuk mengobati bibir Yoona.
“Pergilah, ibumu menunggumu dirumah.” Ujar Yoona menahan Kyuhyun yang hendak mengobati bibir Yoona.
Kyuhyun menggeleng. “Aku tidak akan meninggalkanmu.”
“Kyu.” Entah kenapa untuk memanggil namja itu oppa sangat berat sekali.
Kyuhyun menggeleng. “Aku tidak akan pernah meninggalkanmu apapun alasannya.”
Yoona menghela nafas. “Apa kau mencintaiku?” Tanya Yoona serius.
Kyuhyun mengangguk mantap. “Aku sangat mencintaimu sampai kapanpun.”
“TInggalkan aku, Kyu.” Ujar Yoona tegas.
“Shirreo. Aku tidak akan meninggalkanmu, yoong.”
“Kyu, apa kau tidak dengar ancaman ibumu.”
Kyuhyun menggeleng. “Aku tidak peduli, yoong.”
“Tapi aku peduli, kyu. Aku sangat peduli karena aku masih ingin hidup bahagia, menikah dan memiliki anak. Aku tidak mau mati ditangan ayah dan ibumu.” Ujar Yoona kesal membuat Kyuhyun hanya diam. “Pergilah.”
“Yoong.”
“PERGI.” Teriak Yoona.
Kyuhyun menghela nafas lalu bangkit menuju kamar Yoona dan tidak berapa lama ia keluar dengan pakaian semalam yang ia pakai. “Aku pulang.” Ujar Kyuhyun menatap Yoona.
“Setelah ini jangan pernah menghubungiku ataupun menemuiku lagi.” Ujar Yoona menahan sakit dihatinya.
“Yoong.” Panggil Kyuhyun yang tidak percaya dengan ucapan yeoja yang begitu dicintainya itu.
“Pergilah, ibu dan calon istrimu sudah menunggumu.” Ujar Yoona tanpa melihat kearah Kyuhyun.
Tanpa berbicara sepatah katapun, Kyuhyun keluar dari apartment Yoona. “I LOVE YOU.” Ucapnya sebelum benar-benar meninggalkan yeoja itu.”

End.

“Maafkan ibuku, yoong.” Ujar Kyuhyun kemudian.
Yoona tersenyum getir, ia menahan tangisnya. Ya, siapapun pasti akan menangis bila mengenang masa lalu seperti yang Yoona alami. “Mengingat ucapan ketus darinya memang sangat sakit, perlakuan dan tamparannya dulu sampai sekarang masih terasa di pipiku. Aku tahu keluargaku berantakkan, aku tidak punya eomma sedari kecil, appaku meninggal tanpa kami tahu sebabnya dan oppaku sibuk dengan pekerjaannya. Satu tahun aku merenung perkataan ibumu pagi itu, aku rasa dia benar. Keluargaku tidak sebanding dengan keluargaku. Kita berbeda dunia, kau air sedangkan aku api. Air dan Api sampai kapanpun tidak akan pernah bersama.”
Kyuhyun hanya diam. Dia mengerti perasaan yeoja didepannya itu.
Yoona menghela nafas. “Katakan padaku apa tujuanmu mengajakku untuk bertemu?”
“Aku merindukanmu.” Jawab Kyuhyun tulus tanpa paksaan. “Aku tau, aku salah tapi aku ingin kita kembali seperti dulu. Menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih, berkencan di akhir pekan.”
Yoona tersenyum mendengar alasan Kyuhyun tapi entah kenapa bayangan pagi setahun yang lalu membuat senyuman itu memudar.
“Selama setahun ini aku hidup tanpa mengingatmu. Aku menyibukkan diriku dengan pekerjaan bahkan aku sempat berkencan dengan seorang pria dan ….”
Ucapan Yoona terpotong saat bunyi ponselnya terdengar. “Yeobseyo. Wae oppa? Jinjja?” Yoona melihat kearah luar. Namja yang menyambut Yoona tadi menunjuk sesuatu diluar café. Mata Yoona terbelalak setelah mendapati sebuah mobil Mercedes terparkir didepan café. “Kenapa dia cepat sekali menjemput? Baiklah-baiklah, aku akan segera keluar. Gwencana.” Ujar Yoona lalu mematikan ponselnya.
Kyuhyun menatap yeoja itu. “Mau kemana?”
“Keluar. Seseorang sudah menungguku ditempat lain.” Jawab Yoona cepat lalu beranjak tapi Kyuhyun berhasil menahan yeoja itu.
“Kau belum selesai bicara.” Ujarnya memohon.
Yoona berusaha tersenyum. “Mianhee, mungkin kita bisa bertemu lain kali.”
Kyuhyun menghela nafas tapi enggan melepaskan tangannya yang menahan Yoona. Hingga ia merasa aneh dengan jemari Yoona. “Cincin ini?” Tanya Kyuhyun.
Melihat itu Yoona langsung menarik tangannya. “Mianhee, aku harus keluar.” Jawab Yoona cepat lalu keluar menghampiri namja yang menyambutnya yang tak lain adalah Yesung yang sedang    mengobrol dengan namja berkacamata dan berpakaian casual. Kyuhyun mengikuti gerak-gerik Yoona, hingga perasaannya memanas melihat yeoja itu begitu dekat dengan namja berkacamata itu. ‘Apa dia namja yang berkencan dengannya?’ Batin Kyuhyun penuh tanda Tanya.

Kyuhyun berjalan mengitari kota Seoul tanpa arah dan tujuan. Dia hanya mengikuti kemana langkah kakinya hendak pergi. Hingga dia berhenti disebuah toko boneka yang memajang sebuah boneka Rillakkuma, boneka faforit Yoona. Kyuhyun tersenyum lalu memutuskan untuk masuk kedalam dan membelinya. Saat dia keluar dari toko tersebut, ia melihat sepasang kekasih melewatinya dengan mengendarai sepeda mereka dimana sang yeoja duduk diboncengan.

Flashback.

“Oppa. Bisakah kau lebih cepat menggayuhnya?” pinta Yoona saat mereka terburu-buru menuju terminal.
“Ini sudah paling cepat, Yoona.”
“Kalau tidak cepat kita bisa terlambat, oppa. Sebentar lagi busnya akan berangkat.” Oceh Yoona.
Dengan penuh semangat, Kyuhyun mengayuh sepedanya dengan cepat hingga mereka sampai diterminal. Kyuhyun memarkirkan sepedanya. “Oppa, ppali.” Yoona menarik Kyuhyun lalu berlari menuju bis.
“Ahjussi, chakkaman.” Teriak Yoona pada pegawai terminal.
“Chakkaman.chakkaman.” teriak pegawai terminal itu pada sopir.
“Ghamsamnida, ahjussi.” Ucap keduanya lalu dengan cepat masuk kedalam bus.

End.

Kyuhyun tersenyum mengingat kenangan saat Dia dan Yoona dimasa sekolah dulu. Kyuhyunpun menghela nafas lalu ia melanjutkan perjalanannya sambil menggendong bonekanya.

Flashback.

“Oppa, mau kimbab?” tawar Yoona saat keduanya duduk dibawah pohon rindang.
Kyuhyun yang sedari tadi sibuk bermain Tendo membuka mulutnya tanda minta suap. “AAAA…”
Yoona terkekeh lalu menyuapi kekasihnya itu kimbab. “Otte?”
“Kau membuat sendiri?”
Yoona mengangguk. “Tentu saja, aku sendirian di Apartment. Oppa di dormnya sedangkan halmeoni dirumahnya.
Kyuhyun tersenyum lalu mengacak rambut Yoona. “Kelak kalau kita menikah nanti, kau harus menjadi koki yang hebat.”
“Amien.” Harap Yoona.

“Besar sekali apartmentmu, yoong.” Ujar Kyuhyun yang membantu Yoona membereskan apartment barunya.
“Nee. Aku membelinya dari uang tabunganku.” Jawab Yoona sambil menyusun buku-buku.
Kyuhyun melihat bingkai foto dimana dia dan Yoona sedang santai diapartment Yoona yang lama. “Aku akan manaruhnya, disini.” Terang Kyuhyun menaru bingkai foto itu disebelah meja telpon.
“Terserah oppa saja.” Balas Yoona.
“Yoong, berapa nomor sandi apartmentmu?”
“03302508.” Ujar Yoona yang sekarang berada didapur.
“Nomornya familiar sekali.”
“Itu kombinasi dari hari lahir kita oppa.”

End.

Kyuhyun memencet bell apartment Yoona berkali-kali tapi tidak ada respon. Iapun memasukkan nomor sandi apartment Yoona yang masih dihapalnya luar kepala. ‘kring.’ Pintu terbuka.
Kyuhyun masuk dan mendapati apartment itu sepi, semua barang-barang ditutupi dengan kain putih. ‘Apa dia tidak tinggal disini lagi?’ batin Kyuhyun.  Kyuhyun mengitari seluruh bagian apartment tersebut.

“Ya. Cho Kyuhyun, ireona.” Yoona menguncang tubuh Kyuhyun yang masih tertidur.
Kyuhyun hanya mengeliat tanpa menghiraukan teriakkan dari kekasihnya.
“Oppa. Apa kau tidak ingin bekerja? Sekarang sudah jam enam.” Kali ini dia menarik tubuh namja itu.
“Hmm. Sebentar lagi, chagi. Aku masih menggantung.” Ujar Kyuhyun mengeliat.
Yoona menghela nafas. “arraseo.arraseo.” ujar Yoona yang hendak keluar kamar tapi Kyuhyun menahannya lalu menarik tangan yeoja hingga yeoja itu ikut berbaring dikasurnya. “Ya. Oppa.”
“Lima menit saja.” Pintanya memejamkan mata sambil memeluk Yoona.
Yoona menghela pasrah lalu membalas pelukan namjanya itu. Yoona memainkan rambut Kyuhyun dengan lembut.
“Don’t leave me alone, chagi.” Bisik Kyuhyun ditelinga Yoona.
Yoona mengangguk. “Nee, oppa.”

“Sudah kubilang jangan terlalu dekat dengan namja itu?” amuk Kyuhyun pada Yoona yang baru saja pulang dari kantor.
“Kami tidak sedekat yang oppa kira.”
“Tidak dekat? Kalau tidak dekat kenapa dia selalu disampingmu.”
“Kami hanya sebatas anak buah dan atasan oppa. Jangan berlebihan.” Balas Yoona.
“Anak buah dan atasan? Apa kau yakin? Dari cara namja itu memandangmu saja terlihat jelas dia ingin lebih dari itu.”
“Aiish. Sudahlah oppa, berhenti mencari masalah. Aku lelah.”
“Kau yang mencari masalah Im Yoona.”
Yoona tidak mengubris perkataan Kyuhyun dengan lelah ia berjalan menuju kamarnya lalu menguncinya tanda dirinya sedang tidak ingin diganggu oleh siapapun.

Kyuhyun menghela nafas setelah mendapati bingkai foto mereka dulu yang terdapat dimeja telpon. ‘Apa kita bisa mengulanginya lagi, yoong?’

Kyuhyun mengenggam tangan Yoona saat keduanya sudah berada didepan rumah kediaman keluarga Cho.
“Eomma, Appa, Noona.” Panggil Kyuhyun masuk kedalam rumahnya.
“Waeyo, kyu?” Tanya Ahra dari atas. “Omo, Yoona-ah.” Dengan cepat Ahra menghampiri adiknya lalu memeluk Yoona erat. “Bogoshippeoso.” Ucapnya.
“Nado eonni.”
“Eomma, Appa. Yeojachingu Kyuhyun datang.” Teriak Ahra riang sambil merangkul yeoja yang dimaksud.
Tuan dan Nyonya Cho keluar dari kamar mereka lalu berjalan menuju ruang tamu.
“Hmm.” Tuan Cho terbatuk tanda kedatangan mereka.
Yoona berdiri sambil mengeluarkan senyuman terbaiknya. “Annyeong Abeonim, Eomonim. Im Yoona imnida.”
Tuan Cho dan Nyonya Cho hanya mengangguk seadanya lalu mengeluarkan wajah angkuh mereka.
“Sudah berapa lama kalian berhubungan?” Tanya Tuan Cho saat mereka makan malam.
“Lima tahun, Appa. Terhitung sejak kami High School.” Jawab Kyuhyun riang.
Nyonya Cho tersenyum kecut. “Wah, cukup lama kalian menyembunyikan hubungan kalian dari kami.”
Mendengar hal itu Yoona hanya tersenyum hambar.
“Dimana kau bekerja?”
“Yoona bekerja sebagai manajer di anak perusahaan eL corp.” jawab Ahra yang mengetahui kecagungan Yoona.
Tuan Cho mengernyitkan dahi. “Kalian sudah saling kenal?”
Ahra dan Yoona mengangguk. “Kakak Yoona adalah Hoobaeku dalam modeling.”
“Nugu?”
“Im Seullong, abeonim.” Jawab Yoona. Membuat Tuan dan Nyonya Cho tersentak lalu tersenyum dingin. “Apa kau sudah bertemu ibumu?”
Kali ini Kyuhyun, Ahra dan Yoona yang tersentak. “eommaa.” Gumam Kyuhyun.
“Aku dengar kabar dari kecil kau tidak pernah melihat wajah ibumu ditambah lagi ayahmu mati dibunuh oleh temannya.” Terang Nyonya Cho.
Yoona menunduk lalu mengangguk. “Nee.”
“Kami mencari menantu dari keluarga baik-baik bukan dari keluarga yang berantakkan. Aku rasa makan malam cukup sampai disini.” Ujar Tuan Cho tegas lalu bangkit dari duduknya disusul Nyonya Cho.
Air tergenang dimata Yoona, baru kali ini ada yang mengeluarkan kata-kata sekasar itu padanya.
“Gwencanayo?” Tanya Kyuhyun menggosok punggung Yoona.
Yoona berusaha tersenyum dan mengangguk. “Sepertinya aku harus pulang. Aku lupa kalau masih banyak pekerjaan yang harus kukerjakan.” Ujar Yoona mengalihkan perhatian.
“Mau kami antar?” tawar Ahra yang merasa iba dengan dongsaengnya itu.
Yoona menggeleng. “Aku bisa pulang sendiri, eonni. Annyeong.” Yoona bangkit dari duduknya dan tak lupa mengambil tasnya.

“Aku menunggumu dirumah sampai jam makan siang. Kalau kau tidak pulang jangan harap wanita itu selamat.” Ancam Nyonya Cho lalu pergi meninggalkan apartment Yoona dengan menghempaskan pintu itu keras.
Kyuhyun membawa Yoona keatas sofa tak lupa ia mengambil kotak obat untuk mengobati bibir Yoona.
“Pergilah, ibumu menunggumu dirumah.” Ujar Yoona menahan Kyuhyun yang hendak mengobati bibir Yoona.
Kyuhyun menggeleng. “Aku tidak akan meninggalkanmu.”
“Kyu.”
Kyuhyun menggeleng. “Aku tidak akan pernah meninggalkanmu apapun alasannya.”
Yoona menghela nafas. “Apa kau mencintaiku?” Tanya Yoona serius.
Kyuhyun mengangguk mantap. “Aku sangat mencintaimu sampai kapanpun.”
“TInggalkan aku, Kyu.” Ujar Yoona tegas.
“Shirreo. Aku tidak akan meninggalkanmu, yoong.”
“Kyu, apa kau tidak dengar ancaman ibumu.”
Kyuhyun menggeleng. “Aku tidak peduli, yoong.”
“Tapi aku peduli, kyu. Aku sangat peduli karena aku masih ingin hidup bahagia, menikah dan memiliki anak. Aku tidak mau mati ditangan ayah dan ibumu.” Ujar Yoona kesal membuat Kyuhyun hanya diam. “Pergilah.”
“Yoong.”
“PERGI.” Teriak Yoona.
Kyuhyun menghela nafas lalu bangkit menuju kamar Yoona dan tidak berapa lama ia keluar dengan pakaian semalam yang ia pakai. “Aku pulang.” Ujar Kyuhyun menatap Yoona.
“Setelah ini jangan pernah menghubungiku ataupun menemuiku lagi.” Ujar Yoona menahan sakit dihatinya.
“Yoong.” Panggil Kyuhyun yang tidak percaya dengan ucapan yeoja yang begitu dicintainya itu.
“Pergilah, ibu dan calon istrimu sudah menunggumu.” Ujar Yoona tanpa melihat kearah Kyuhyun.
Tanpa berbicara sepatah katapun, Kyuhyun keluar dari apartment Yoona. “I LOVE YOU.” Ucapnya sebelum benar-benar meninggalkan yeoja itu.”

Kyuhyun terduduk lemah ditempatnya berdiri. Perlakuan dari ayah dan ibunya pasti tidak dengan mudah Yoona lupakan. Perlakuan kasar, angkuh, dan meremehkan seorang Yoona yang begitu sempurna dimata semua namja.

Kyuhyun berdiri didepan apartment Yoona. Entah kenapa hari itu ia begitu merindukan yeoja cantik itu. Berkali-kali ia menekan bel apartment itu hingga pada akhirnya yeoja yang dirindukannya membuka pintu.
Tatapan Dingin diterima Kyuhyun pada hari itu? “Ada apa kesini lagi?”
Kyuhyun hanya diam dan memandang yeoja itu sangat lekat.
Yoona menghela nafas. “Sudah kukatakan jangan pernah menemuiku lagi?”
“Aku…” Baru saja hendak Kyuhyun menjawab sebuah tamparan mendarat dipipi Yoona.
“Dasar yeoja tidak tahu malu. Kau menyuruh anakku untuk tidak menemuimu lagi tapi kau tetap tinggal di apartment miliknya.”
“Eomma.” Bentak Kyuhyun.
“Apa? Dua hari lagi kau menikah tapi kau tetap saja menemui yeoja murahan ini.”
“Eomonim.” Gumam Yoona.
Nyonya Cho menatap Yoona sambil menunjuk wajah cantiknya. “Jangan pernah sekalipun kau memanggilku Eomonim. Karena aku tidak akan menjadi ibu mertuamu.”
“Eomma, ini sudah keterlaluan.” Bentak Kyuhyun membuat semua orang melihat kearah mereka.
“Kau yang membuat eomma seperti ini. Sudah kukatakan jangan pernah menemui yeoja murahan dan tak tahu malu ini. Sampai kapanpun aku tidak akan sudi memiliki menantu dari keluarga berantakkan seperti keluarganya.”
“Jangan menghina keluargaku?” teriak Yoona membuat Kyuhyun dan Nyonya Cho terdiam. “Kau tidak tahu apa-apa tentang keluargaku.”
“Cih, berani sekali kau membentakku.”
“Apa keluargamu itu juga tidak berantakkan, hah. Lihat kedua anakmu, lebih memilih berada diluar rumah daripada berada dirumah kalian.” Ujar Yoona terpancing eomosi. “DIa.” Yoona menunjuk Kyuhyun. “Berapa hari dia berada dirumah kalian, hah? Bahkan mungkin ahra eonnipun bisa dihitung pakai jari tinggal dirumah kalian.”
“Kau…”
“Aku tidak ada urusan lagi dengan keluarga kalian. So, Selamat Siang Nyonya Cho yang terhormat.” Ujar Yoona penuh penekanan lalu membanting pintu didepan ibu dan anak itu.
“Eomma sudah keterlaluan.”

***

Yoona masuk kedalam perkarangan sebuah sekolah. Senyuman tidak lepas dari bibirnya. “Ha.. Aku merindukan sekolah ini.” Ujarnya sambil merentangkan tangannya.
“Yoona-ah.” Panggil seseorang membuat Yoona menoleh kearah sumber suara.
“Abeonim.” Ujarnya lalu menghampiri namja paruh baya yang memegang sapu lidi.
“Aiggo, kau semakin cantik saja sekarang.”
“Gomawo, abeonim. Abeonim juga tidak berubah tetap gagah seperti dulu.”
“Apa kau merindukan sekolah ini?” goda namja paruh baya itu.
Yoona mengangguk lalu melihat kesekitarnya. “Nee.”
“Masuklah. Mungkin kau perlu bernostalgia.”
Yoona terkekeh. “Ye.”

“Yoona-ah.” Teriak seorang yeoja dibelakang Yoona saat ia hendak pulang.
“Wae?”
“Seharian ini, kau sudah melihat lokermu?” Tanya yeoja itu.
Yoona mengeleng. “Anio. Waeyo?”
Yeoja itu menepuk jidatnya. “Aigoo, kau tidak tahu kalau didepan lokermu sudah ada kotak-kotak kado.”
“Mwo?” terang Yoona kaget. “setauku ini masih bulan Februari bukan bulan Mei.”
“Aiish pabo.” Yeoja itu menipuk kepala Yoona. “Hari ini adalah hari valentine dan semua kado itu untukmu.”
“Yuri-ah, appo.” Rengek Yoona menggosok kepalanya.
“Yoona-ssi.” Panggil seorang namja imut didepan mereka.
Yoona mendongak. “Nde?”
Namja itu menyodorkan sebuah kotak cukup besar dihadapan Yoona. “Happy Valentine Days.”
Yoona hanya terdiam dengan cepat Yuri mengambil kado tersebut lalu memberikannya pada Yoona. “GooMaawwoo.” Ucap Yoona.
“Cheonma, aku permisi dulu. Annyeong.”
“Nee. Annyeong.” Jawab Yoona kaku.
“Omo, Yoon. Kau dapat kado valentine secara langsung dari Luhan. Beruntungnya kau.” Ujar seorang yeoja berambut blonde.
“Sepertinya aku harus melihat ke lockerku.” Ujar Yoona langsung berjalan kearah loker. Dan benar saja, tepat didepan lokernya terdapat banyak kado-kado. Dengan hati-hati Yoona menyingkirkan kado-kado tersebut lalu berusaha membuka Lokernya, baru saja pintu loker terbuka berpuluh-puluh kotak terjatuh dari dalam loker Yoona.
“Omo.” Teriak Yuri dan Jessica kaget. “Banyak sekali.”
Yoona menghela nafas. ‘Ottohke?’
“Apa kau perlu bantuan?” Tanya seorang namja membuat Yoona menoleh.
Kyuhyun menghampiri Yoona dengan senyumannya. Yoona mengangguk. “Nee.”

Yoona tersenyum sendiri setelah melihat barisan loker yang masih berbaris rapi didepan dinding. Tangannya menelusuri loker-loker yang terbuat dari besi itu. Dia sangat ingat didalam lokernya hanya berisi sebuah kaca, majalah, i-pod dan bola basket. Chakkaman bola basket?

“Aiish, kenapa susah sekali?” gerutu Yoona yang duduk dibawah ring basket sekolahnya. Hingga terdengar suara pantulan bola basket dengan tanah. Kyuhyun datang sambil bermain basket. “Kenapa tidak latihan?” tanyanya pada Yoona yang sedang istirahat.
“Aku lelah. Sedari tadi lemparanku tidak pernah masuk kedalam ring.”
Kyuhyun terkekeh. “Kau kurang konsentrasi saja.”
Yoona menghela nafas. “Memangnya harus sekonsentrasi seperti apalagi?”
Kyuhyun tersenyum lalu melemparkan bola basket itu kearah ring. “Bermain basket jangan terlalu dibawa emosi.”
“Aku tahu itu.” Celetuk Yoona enggan lalu menghabiskan minumannya.
Kyuhyun mendribble bolanya lalu menshoot kearah ring. “Selain itu jangan memikirkan masalah yang lain, kita harus focus dengan tujuan kita bermain basket yaitu POINT.”
“Itu akan mudah bagimu, karena kau adalah kapten basket.”
Kyuhyun duduk didekat Yoona. “Bisakah kau menghormatiku? Aku ini sunbaemu di klub basket.”
Yoona menghela nafas. “Nee sunbaenim.”  Ujar Yoona lalu beranjak dari duduknya untuk kembali bermain basket. Kyuhyun hanya tersenyum sambil memegang dadanya. Entah kenapa disetiap dekat yeoja ini jantungnya akan berdebar kencang.

Yoona kembali terhenti disebuah kelas. Kelas yang begitu banyak kenangan baginya dan para sahabatnya. Kelas berbagi cerita suka maupun duka. Kelas gaduh yang selalu dihukum karena jarang ada satupun yang menyelesaikan piket harian mereka. Kelas dimana saksi kedekatannya dengan seorang Cho Kyuhyun.

Yoona sibuk menyapu dalam kelasnya. Kebetulan hari itu adalah jadwal piket hariannya. Dengan sekuat tenaga Yoona menaikkan bangku keatas meja lalu menyapu kembali, menganggkat bangku lalu menyapunya lagi. Selalu seperti itu dan membuat seorang namja menatapnya dari arah pintu kelas.
“Apa hari ini adalah jadwal piketmu?” Tanya namja itu yang tak lain adalah Kyuhyun.
Yoona menoleh kesumber suara. “Nee..” Jawab Yoona lalu kembali menyapu.
Melihat Yoona yang begitu kerepottan, Kyuhyun membantunya untuk mengangkat bangku-bangku.
“Gomawo..” ucap Yoona yang melihat Kyuhyun membantunya.
“Cheonma.” Jawab Kyuhyun tulus lalu melanjutkan kegiatannya. “Apa tidak ada teman yang menemanimu?”
“Yang jadwal hari ini semuanya sedang bimbingan dan hanya tersisa aku.”
Kyuhyun mengangguk. Untuk beberapa lama kelas itu tampak sepi hanya terdengar suara bangku yang diturunkan.
“Gomawo, Kyu.” Ucap Yoona saat mereka didepan gerbang.
“Sudahlah, tidak perlu sungkan.” Jawab Kyuhyun.
Yoona berusaha tersenyum lalu menyodorkan cup coffe. “Ini untukmu.”
Kyuhyun tersenyum lalu menyambutnya. “Gomapta.”
Yoona mengangguk.

Yoona menaiki anak tangga menuju atap sekolah tersebut. Berlahan ia membuka pintu itu dan disambut sebuah ayunan tua yang terbuat dari kayu dengan sebuah pohon anggur yang menjalar di tiang-tiangnya.

“All I want to do is find a way back into love. I can’t make it through without a way back into love.” Yoona yang duduk diayunan bernyanyi pelan mengikuti music yang didengarnya sambil menatap langit.
“And if I open my heart to YOU. I’m hoping YOU’ll show me what to do.” Sambung Kyuhyun tanpa disadari  Yoona.
“And if YOU help me to start again. YOU know that I’ll be there for YOU in the end.” Nyanyi keduanya.
Yoona menunduk malu. Dia tahu kalau suaranya kalah akan suara Kyuhyun yang begitu Indah.
Kyuhyun menaikkan dagu Yoona agar yeoja itu menatapnya. “Waeyo?
Yoona hanya menggeleng sambil menutup wajahnya.
Kyuhyun terkekeh dengan sikap kekasihnya itu. Ya, sebelum hari itu mereka sudah resmi menjadi kekasih.”Suaramu bagus.” Puji Kyuhyun.
“Jangan berbohong. Suaraku lebih hancur daripada suara kaleng.”
Kyuhyun terkekeh sambil mengacak rambut Yoona. “jangan terlalu merendahkan diri.”
Yoona tersenyum hambar lalu mengangguk.
“Lagu apa yang kau dengar sekarang?” Tanya Kyuhyun meraih sebelah headset ditelinga Yoona agar ikut mendengarkan bersama.
“7 years of Love.”
Kyuhyun mengangguk lalu keduanya diam dan menikmati music yang mereka dengar. Sesekali terdengar dendangan dari keduanya.
“Apa kau percaya dengan lagu ini?” Tanya Kyuhyun saat lagu yang mereka dengar berganti lagu lain.
“Maksud oppa?” Tanya Yoona tidak mengerti.
Kyuhyun mengambil mengambil i-pod Yoona lalu mengembalikkan ke lagu sebelumnya. “Dengarkan baik-baik.”
Keduanya mendengarkan music itu dengan hati-hati. “Otte?”
Yoona mengangguk.
“Tujuh Tahun. Apakah suatu hubungan akan berhenti saat ditahun ketujuh seperti lagu ini?”
Yoona menggeleng. “Belum tentu.”
“Aku tidak percaya dengan lagu ini.”
Yoona mengernyitkan dahi. “Waeyo?”
Kyuhyun mengenggam tangan Yoona dengan erat. “Karena aku ingin hubungan kita sampai akhir. Sampai maut akan menjemput kita berdua.”
Yoona tersenyum mendengarnya lalu menyandarkan kepalanya dibahu namja itu. “Nee. Aku berharap seperti itu.”
Kyuhyun mengelus rambut yeojanya itu lalu mengecup dahi indah miliknya.

Yoona menghapus airmatanya. Masa SMA baginya begitu indah, persahabatan, keluarga serta cinta menghiasi hari-harinya dulu. “Bahkan sebelum tahun ketujuh kita sudah berakhir, oppa.” Ujar Yoona sedih. Yoona membalikkan badannya dan kembali menuruni anak tangga menuju sebuah ruangan. Ruangan yang menjadi saksi awal hubungannya dengan namja berkulit putih pucat itu.

“na ije gyeolhonhae geu aeui maldeutgo. hanchameul amumaldo hal suga eobseotjyo” Nyanyi seseorang dari arah kelas. Yoona mempercepat langkah kakinya lagu itu lagu yang sering didengarkannya bersama Kyuhyun. Lalu ia berhenti disebuah kelas sumber dari suara itu.
Yoona masuk kedalam ruangan yang tak ditutup itu dan mendapati seorang namja sedang bermain piano. “.geurigo ureotjyo geu ae majimak mal. saranghae deutgosipdeon geu hanmadi ttaemune.” Namja itu mengakhiri permainannya.
Yoona menutup mulutnya tidak menyangka. Dia begitu mengenal namja itu.
Namja itu kembali memainkan pianonya kali ini dengan nada yang tak kalah lembut…
“I’ve been looking for someone to shed some light. Not somebody just to get me through the night.” Namja itu bernyanyi. Yoona tersenyum mendengar lagu itu. “I could use some direction. And I’m open to YOUR suggestions.”

“All I want to do is find a way back into love. I can’t make it through without a way back into love.” Keduanya bernyanyi serentak seketika namja itu menghentikan permainannya lalu menoleh kebelakangnya.
“And if I open my heart again. I guess I’m hoping YOU’ll be there for me in the end.” Yoona berjalan mendekatinya lalu duduk disebelahnya.  Senyuman mengembang diwajah sang namja tanpa diberi aba-aba ia memeluk Yoona dengan erat. Kalian benar? Dia adalah Cho Kyuhyun.
“Kau masih mengingat lagu itu?” Tanyanya.
Yoona mengangguk. “Aku tidak akan melupakan lagu itu.”
“Saranghaeyo. Jeongmal Saranghaeyo.” Ucap Kyuhyun penuh ketulusan.
Yoona tersenyum. “Nee. Nado Saranghaeyo.”

6 year ago

“Aiish. Jinjja.” Gerutu yeoja cantik sambil mengacak rambutnya lalu kembali memainkan pianonya.
“All I Want to do is find a way back into love. I can’t make it througt…” Yeoja itu menghela nafas. “Ottohke?”
Seorang namja duduk disebelah yeoja itu yang sedari tadi memperhatikannya. Namja itupun bermain piano dan bernyanyi sesuai lagu yang diinginkan yeoja itu.
“Wah, Kau daebbak Kyu.” Puji yeoja itu.
Namja itu terseyum. Hingga keadaan cagung timbul dikeduanya.
“Sejak kapan kau disini?”
“Sebelum kau mengacak rambutmu.” Jawab namja itu.
“Jinjja?”
Namja itu mengangguk. “Aku ingin mengatakan sesuatu padamu. Dengarkan baik-baik karena aku tidak akan mengulangnya untuk kedua kalinya.” Ujar namja itu.
Yeoja itu mengangguk mantap.
Dengan jari-jari yang lentik namja itu memainkan pianonya.
“ And if I open my heart to YOU. I’m hoping YOU’ll show me what to do. And if YOU help me to start again
YOU know that I’ll be there for YOU in the end.” Ujar namja itu bernyanyi sambil menatap yeoja itu.
“Kyu.” Panggil yeoja itu.
Namja itu tersenyum. “Im Yoona, naega saranghanda.”
Yoona menelan ludah. Dia tidak menyangka namja popular sedang menembaknya saat ini. Yoona berusaha tersenyum. “Nde?”
“Will you be my girlfriend?” ucap namja itu mantap tanpa keraguan lalu mengulurkan tangannya.
Dengan ragu Yoona menyambut tangan itu lalu mengangguk. “Nee.. I will.”
Namja itu tersenyum lalu memeluk Yoona. “Gomawo.”


“Selama setahun ini aku hidup tanpa mengingatmu. Aku menyibukkan diriku dengan pekerjaan bahkan aku sempat berkencan dengan seorang pria dan dengan berlalunya waktu aku sadar, aku tak akan sanggup tanpa dirimu.” Yoona.

18 thoughts on “[Fanfic] Way back with ♥ One Years Ago – Kyuna

  1. Keren, authornya. Buat lagi yang kaya beginian ya thor, Chapter juga boleh *eh
    Yang penting KyuNa, Happy Ending *banyak permintaan*
    GSHABNEJWN, pokoknya KEREN lah thor😀
    Keep Writting😉

  2. Huaaaaaa…
    Author Keren!! Sumpah Keren Banget!! Buat Lagi FF KyuNa’Nya Yah !! Hmm..Makin Cinta Sama KyuNa..^^

  3. hohoho DAEBAK thor happy end^^ bikin KYUNA lg dong thor soalny sepi nih…pokokny bikin ff KYUNA yg bnyk ya#hehehe ehmmm thor bikin ff KYUNA di kehidupan nyata donl sbgai public figure^^.^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s