(Freewriter) One Year Later (Part 2 of 2)

Author : Im SooNa

Cast : Im Yoona, Cho Kyuhyun, Im SeoHyun, etc

Genre : Sad, Romance

Rating : PG+13

Length : Twoshoot

Annyeong, ini adalah terusannya One Year Later part 1😀 semoga pada suka yoo ^^ Jangan lupa visit wordpress author ya http://imsoonafanfiction.wordpress.com . i hope you like it, and don`t forget to RCL ^^

~YoonA POV~

“A..aku te..temannya dok.” Jawabku dengan sedikit terbata-bata.

“Bisakah kau menghubungi keluarganya?” tanya dokter itu kemudian. Namun Kyuhyun hanya memiliki seorang appa, dan appanya berada di Amerika. Oh God, what should i do now?

“Appanya sedang diluar negeri dok.” Ucapku. “Katakan saja, nanti akan kusampaikan padanya dok.” Tambahku. Dokter itu hanya mengangguk.

“Ada ganguan di otaknya karna benturan keras dan .” DEG~ kini yang kurasakan adalah darahku yang tidak mengalir dan jantungku yang enggan berdetak, mendengar itu aku benar-benar merasa sudah tidak bernyawa lagi.

“N..ne? kau tidak serius kan dok?” tak terasa air mataku mulai mengalir di pipiku.

“Kita harus segera mengambil tindakan atau akan terjadi sesuatu yang fa…..” belum selesai dokter melengkapi kalimatnya aku segera menyela, jujur aku tak kuat dengan pernyataannya.

“Lakukan apapun, untuk kesembuhannya. Maaf aku menyela kalimatmu.” Aku menunduk, berusaha menutupi wajahku yang kini telah dibanjiri oleh air mata.

“Kami akan berusaha yang terbaik.” Ucap dokter itu kemudian meninggalkanku di ruang tunggu.

Oh Tuhan, selamatkan nyawanya. Ini semua salahku mengapa aku begitu ceroboh? Mengapa aku begitu bodoh? Kyuhyun oppa, sadarlah. Kau tau betapa sakitnya aku ketika kau tinggalkan dan kini kau datang kembali setelah menghilang 7 tahun. Kenapa kau datang? Disaat aku telah membuang semua harapanku? Dan disaat aku berusaha melupakanmu. Tujuh tahun memang waktu yang lama namun melupakanmu butuh waktu yang melebihi 7 tahun atau mungkin selama aku hidup.

Haru jongil ni saenggakman hada ga
Han ga dak nunmuri, meotdaero jureureuk heureunda
Georeum georeum ni moseubi bal byeoseo
Ireul hada gado, nado moreuge tto heureunda’

Tiba-tiba ponselku berdering, kuambil dengan segera ponselku yang berada di dalam kantong celanaku. Dan penelponnya adalah Seohyun, pasti ia akan bertanya dimana aku sekarang. Dengan segera aku menekan tombol reject karna kuyakin kini suaraku akan tampak berbeda dan ia pasti akan mencurigai suaraku yang berbeda. Dan ponselku bergetar menandakan bahwa ada pesan masuk.

From : Seo~

Eonnieeeee!!! Kenapa kau reject telponku? Kau ini dimana sih? Ini sudah malam dan kau belum pulang juga.

Aku baru sadar kalau aku menunggu disini sudah berjam-jam, karna saat aku melihat jam sudah menunjukkan pukul 9 malam. Aku segera membalas pesan dari adikku dan terpaksa berbohong kepadanya.

To : Seo~

Mian, eonnie tidak bisa pulang. Aku akan menginap dirumah temanku untuk mengerjakan tugas. Sampaikan pada eomma, arraseo.

Saking lelahnya aku tertidur di ruang tunggu, dan kurasakan ada seseorang yang yang menepuk bahuku dan itu membuatku terbangun.

“Im YoonA.” Ucap orang itu, aku kemudian membuka mataku dan terkejut mendapati siapa orang yang telah menepuk bahuku.

“C..Choi S..Sooyoung?” ucapku terbata-bata.

Choi Sooyoung adalah sahabatku saat SMP, kami juga satu SMP dengan Kyuhyun, ia dulu yang menjodohkanku dengan Kyuhyun. Aku dan Sooyoung masih satu sekolah saat SMA namun kampus kami berbeda.

“Apa yang kau lakukan di rumah sakit dan mengapa pakaianmu penuh dengan noda merah?” tanyanya kemudian setelah duduk di sebelahku.

“K..Kyuhyun i..ia k…kecelakaan.” aku meneteskan air mataku lagi.

“N..ne?” ia tercegang.

“I..ia menyelamatkanku saat akan ada truk yang menubrukku.”ucapku parau, kemudian Sooyoung memelukku.

“Sudahlah tak usah diceritakan lagi.” Jawabnya, aku menangis di pelukannya.

“B..bagaimana k..kau bisa disini, Soo?” tanyaku dengan nada tersendat-sendat karna aku masih menangis di pelukannya.

“Aku sedang mengantar kakakku untuk cek up kandungannya, namun aku melihatmu dan segera mendekat kearahmu untuk memastikan kau Im Yoona.” Jelas Sooyoung, aku hanya mengangguk kemudian ia menghapus air mataku.

“Jangan menangis lagi, Kyuhyun orang yang kuat. Ia akan bertahan dan bisa kembali beraktivitas seperti biasa, YoonA-ah.”  Tambah Sooyoung.. Memang ini yang selalu ia lakukan, menyemangatiku disaat aku jatuh dan disaat aku bersedih.

“Gomawo, Soo-ah. Namun bagaimana jika aku tidak bisa bertemu lagi dengannya, 7 tahun terasa berat dan kini setelah aku bertemu dengannya aku malah mengecewakannya dan mencelakainya.” Ucapku dengan tatapan berkaca-kaca.

“Yoong, ini semua adalah jalan hidup kita. Jangan menyalahkan dirimu sendiri karna pasti akan selalu ada hikmah di balik ini semua. Ini adalah takdir tuhan YoonA.” Ucap Sooyoung kemudian. Aku hanya mengangguk, dan menunggu dokter keluar dari UGD bersama Sooyoung. Setelah sekian lama berdiam akhirnya Sooyoung membuka percakapan.

“YoonA, kau tidak pulang dulu? Nanti eommamu pasti mengkhawatirkanmu.”

“Anni~ aku ingin menunggu kyu oppa, Soo-ah.” Jawabku. Dan pada saat itu juga Dokter keluar dari ruang UGD.

“Dok, bagaimana keadaannya?” tanyaku dengan segera.

“Mianhe~ kami sudah berusaha. Operasi telah selesai dilaksanakan namun pasien belum sadarkan diri.”

“N..ne? B..belum sadarkan diri dok? Tapi ia membaik bukan? Dok…..”

“Yoon.” Sooyoung memegang bahuku agar aku tenang.

“Mianhe~ semoga akan ada keajaiban.” Ucap dokter “Permisi.” tambahnya.

“Soo-ah. Eotthokae? i..ini semua s..salahku, Soo. Salahku!!!”

“Yoon~ Kyu akan segera membaik, kau harus yakin.”  Ucap Sooyoung. “menurutku sekarang lebih baik kita pulang saja Yoon. Tenangkan dirimu dulu, besok aku bisa menemanimu menjenguk Kyu.” Ucap Soo Kemudian.

“Tapi Soo, aku ingin melihatnya dulu. Aku ingin memastikan bahwa dokter hanya bercanda.” Aku mengelak, berusaha masuk ke ruang rawat Kyuhyun namun ditahan oleh Sooyoung.

“Biarkan ia istirahat terlebih dahulu YoonA. Kau harus tenangkan pikiranmu dulu.” Jawab Soo.

“Kau benar. Aku mengunjunginya malam membuatnya semakin memburuk.” Ucapku lirih namun bisa dipastikan jika Sooyoung mendengar itu.

“YoonA-ah, jangan seper……” kupotong kalimatnya dengan segera.

“Ne, ayo kita segera pulang.” Ucapku, aku berjalan mendahuluinya. Kurasa banyak pasang mata yang memperhatikanku karna kini keadaanku sangatlah kacau.

Yoona`s Home

“Gomawo Soo-ah.” Ucapku kemudian, ia mengangguk dan kemudian menyalakan mobilnya.

“Annyeong, Yoon-ah. Jangan lupa hubungi aku, arraseo.” Ucapnya, aku hanya mengangguk dan kemudian ia melajukan mobilnya.

Dengan segera aku berjalan memasuki rumah, dan membuka pintu rumahku. Aku mendapati eomma dan Seohyun yang sedang berbincang bersama sebenarnya aku sedikit mendapati mereka masih terjaga mengingat ini sudah tengah malam.

“YoonA.” Pekik eomma yang membuatku kaget, karna rencanaku adalah langsung masuk ke kamar.

“Eomma.” gumamku. “Aku ke kamar dulu.” Aku langsung berlari ke kamarku dan segera mengunci pintunya, kudengar dengan jelas eomma sedang berteriak.

“YoonA, cepat ganti baju dan cuci muka kemudian tidur.” teriak eomma dari luar kamarku, dengan segera aku mengganti bajuku dan mencuci mukaku karna kuyakin kini mataku sangat sembab karna menangis terus menerus.

“Ne, eomma” Teriakku dari kamar, aku hanya ingin sendiri kali ini.

~END YoonA POV~

~Author POV~

“Eonnie….” ucap Seohyun dari luar.

“Mian, Seo-ah. Aku akan menceritakannya nanti, aku benar-benar lelah.” Dusta YoonA pada adiknya

YoonA segera menghempaskan tubuhnya secara kasar di tempat tidur dan segera menutup kedua bola matanya. Kini perasaannya tengah bercampur menjadi satu antara kecewa karna harus menggali perasaan yang telah ia kubur, senang karna telah bertemu dengan KyuHyun, takut jika KyuHyun akan meninggalkannya lagi, sedih karna ia telah membuat orang yang ia sayangi terluka, bingung akan perasaannya sendiri.

-YoonA`s Dream-

“Dimana aku?” tanyaku pada dirinya sendiri.

“Kau sedang berada di alamku YoonA.” Ucap seseorang dengan suara beratnya, siapa dia? YoonA tidak mengenal suara itu. Ia segera mengalihkan pandangannya ke arah pemilik suara itu.

YoonA terdiam menatap orang itu, ia adalah seorang pria paruh baya yang sangat asing baginya.

“Aku Cho JaeHyun.” Ucap orang itu lagi, tunggu marganya “Cho”?

“Aku adalah Appa Kyuhyun.” Ucapnya lagi.

“A..appanya Kyuhyun?” ulang YoonA, dan mendapat respon sebuah anggukan dari pria bernama Cho JaeHyun itu.

“Aku sudah tiada sejak lama, aku ingin ada seseorang yang menjaga Kyu-ku. Dan ia adalah kau, Im YoonA.” Ucap pria itu. YoonA tersentak mendengar penjelasan itu.

“Kyu tidak tau jika aku telah tiada, aku membuatnya berpisah denganmu selama 7 tahun. Mianhaeyo.” Tambah pria itu.

“A..apa maksud anda?” ucap YoonA, ia semakin bingung dengan pernyataan itu.

“Aku memaksanya menikahi yeoja pilihanku, dan yeoja adalah anak dari teman lamaku. Namun ia menolaknya, ia selalu berkata bahwa ia mempunyaimu yang selalu ia cintai sampai kapanpun. Berapa kali-pun aku menyuruhnya ia tetap menolak dengan alasan yang sama. Hingga suatu saat aku marah padanya dan mengirimkan dia ke Paris agar dapat melupakanmu, selama 7 tahun aku mengurungnya disana hingga ia lulus kuliah. Aku meninggal 1 bulan sebelum ia melarikan diri, dan yang paling mengenaskannya aku dibunuh oleh teman lamaku yang anaknya ia paksa untuk menikah dengan Kyu. Karna Kyu cukup dekat body guardnya yang mengetahui jika aku telah dibunuh dan selanjutnya Kyu, ia diberi isyarat untuk melarikan diri namun Kyu tidak tau jika aku telah tiada. Beruntung sekali Kyu telah mencintaimu dan tidak menikah dengan anak dari keluarga itu, kau telah menyelamatkan nyawa anakku. Terimakasih.” Jelasnya panjang lebar. Kini YoonA tak bisa berkata apa-apa lagi, lidahnya terasa kelu untuk mengucapkan sesuatu.

“Jaga dia karna aku sudah tidak bisa menjaganya lagi. Sayangi dia, karna ia begitu mencintaimu. Jangan kecewakan dia lagi, karna aku akan selalu mengawasi kalian dari atas sini. Yakinlah bahwa ia akan kembali sehat lagi, dan bisa bersamamu kembali.” Ucapnya kemudian.

“Mianhe, mianhe aku telah mengecewakanmu Mr.Cho. seandainya saat itu bisa terulang lagi, aku ingin diposisi Kyu. Lebih baik aku mati daripada harus melihatnya seperti itu.” Ucap YoonA membuka mulutnya yang sedari tadi bungkam.

“Kyuhyun telah melakukan itu semua demi kamu YoonA, itu karna cintanya yang begitu besar. Dan sekali lagi kumohon, jangan salahkan dirimu. Kyu akan baik-baik saja, kau harus yakin akan hal itu. Dan satu lagi, sampaikan maafku padanya. Maaf telah membuatnya tersiksa, sampaikan jika aku sangatlah menyayanginya YoonA.” Ucap Appa Kyuhyun yang dalam sekeja menghilang dari pandangan YoonA.

-End YoonA`s Dream-

~END AUTHOR POV~

~YOONA POV~

Matahari mulai menampakkan batang hidungnya (?), sinarnya mulai masuk ke dalam kamarku melalui celah-celah jendelaku. Membuatku terbangun dari tidurku, dan tersadar dari mimpiku. Tunggu, mimpi? Mimpiku bertemu Appa Kyuhyun? Ia telah tiada?

“YoonA, sudah pagi. Eomma tunggu dibawah ya.” Teriak Eomma dari balik pintu kamarku.

“Ne, Eomma.”

Dengan segera aku bergegas masuk kedalam kamar mandi, dan mengganti pakaianku. Dengan langkah gontai aku melangkahkan kakiku ke ruang makan, seperti biasa sudah terlihat adik perempuanku sedang makan roti selainya.

“Eonnie kau ini lesu sekali?” pekik Seohyun, yang membuatku terbangun (?) dari lamunanku.

“Seperti itukah?” jawabkku singkat.

“Memang tidak pernah berubah kau ini.” Jawabnya. “Oh ya, eonnie masih hutang cerita padaku.” Tambahnya sembari mengedipkan sebelah matanya kearahku.

“YoonA, kenapa bajumu penuh dengan noda merah?” teriak eomma yang sedang mengurusi cucian, Seohyun hanya bengong.

“Anniyo.” Jawabku segera.

“Jangan bohong padaku YoonA. Ini seperti noda darah, apa yang kau lakukan nak?” pekik eomma. oh tuhan, haruskah kuceritakan ini semua?

TBC

Gimana gimana? Penasarankah? Coment dulu dong😀 kkkk~~ don`t forget to RCL dear beloved readers *peluk readers*

19 thoughts on “(Freewriter) One Year Later (Part 2 of 2)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s