[Freelance] Im sorry | Part 1

Author : Hanyoung
Genre: Romance, Sad
Length: Chapter

Annyeonghaseyo Musketeers ^^
ini ff yang udh dari dulu selesai tp baru ku kirim lol karena sibuk juga dgn sekolahh and ff lainnya.__. dan ini jg mungkin kurang menyentuh ya._. author saranin sambil dengerin lagu Complete – SNSD deh >.< and comment ya🙂 kalo males komen bisa mention ke @raindeer_ ^^ gamsa. enjoy readers~ and mianhaeyo no poster🙂
Salam barbel,
Hanyoung Hercules *loh*

 

Yoona’s POV

Kudengar ada suara tangisan disekelilingku. Dengan cepat, aku tau siapa yang menangisiku. Tapi, untuk apa mereka menangisiku? Kurasakan kasur yang berbeda dari kasurku yang biasanya. Rasanya, aku sedang berada di RS saat ini. Aku mencoba mengingat apa yang sebelumnya terjadi,

-Flashback-

BRAK!!
Sebuah bus menabrak mobilku. Aku merasakan tubuhku terpental jauh dari mobil. Semuanya gelap. Kupikir, apakah ini ajalku? Aku tak mampu berpikir jernih. Orang-orang lalu membawaku ke pinggir jalan,

“Darahnya banyak sekali!”
“Telepon 911 sekarang, cepat!”
“Bagaimana dengan supirnya!?”

Itulah teriakan-teriakan yg kudengar. Perlahan-lahan aku tak dapat merasakan apapun..
Apapun.

-end of flashback-

Lalu.. Aku terbangun di sebuah rumah sakit. Ingin rasanya aku menangis mengingat kejadian kemarin malam.. Tapi, aku harus kuat.

Author’s POV
“Eomma… Appa…” panggil Yoona lirih.
“Yoona!! Kau sudah sadar!!! Omo.. Syukurlah…” Eomma-nya langsung memeluk putri tersayangnya itu, appa-nya tak dapat lagi menahan air mata dan menangis hebat.

“Eomma, apa Kyu ada disini?” tanya Yoona dengan cemas.
“Ne.. Kau mau bicara dengannya?”
“Ne..”
“Baiklah, akan kupanggilkan.”

Kyuhyun’s POV

Setelah eomma Yoong memberitahuku kalau Yoong sudah siuman dan ingin berbicara denganku, aku segera masuk ke kamar tempat ia dirawat. Aku tak dapat mengungkapkan betapa bahagianya aku sekarang. Tapi disatu sisi, aku merasa bersalah karena tak bisa melindunginya. Yoona terbaring lemah dengan mata terpejam dan selang yang ada disekitar tubuhnya. Dadaku terasa sesak, airmata ku tak dapat ku tahan, semua ku tumpahkan begitu saja dan langsung kupeluk dirinya. Yoona tersenyum, senyum terindah yang pernah kulihat, bidadariku tersayang, wajahnya terlihat damai. Cantik..

“Chagi…” suaranya yang merdu, bisa kudengar lagi. Terimakasih tuhan..
“Ne..”
“Aku rindu padamu.”
“Aku juga.. Bukalah matamu, chagi. Aku ingin kau melihat wajahku yang terlihat seperti orang bodoh dengan senyum bahagianya.. Keke..” candaku.

Yoona lalu membuka matanya, kedua bola matanya yang coklat menambah kebahagiaanku.

“Chagi..” katanya.
“Ne? Ada apa?”
“Mengapa semua begitu gelap? Padahal aku sudah membuka mataku..” katanya sontak membuatku terkejut. Yoona meraba-raba matanya dengan jarinya.
“Aku sudah membuka mataku kan!?!?” lanjutnya dengan nada sedikit cemas.

Aku tak dapat menjawab, aku sudah tau apa yang terjadi. Yoona buta. Ya.. Ia buta, ia tak dapat melihat indahnya dunia. Eomma dan appanya, juga aku, saling berpelukan, kami menumpahkan kesedihan di pelukan ini. Kesedihan yang mendalam..

********
(Keesokan harinya)
Author’s POV

“Morning, baby..” sapa Kyuhyun lalu mengecup dahi Yoona.
“Morning, chagi..” balas Yoona pelan. Pipinya basah karena air mata yang terus ia tumpahkan mengingat ia tak bisa melihat lagi.

“Nah.. Sarapan dulu ya.. Aku sudah membuatkan roti bakar isi selai kacang kesukaanmu. Tidak gosong seperti waktu itu kok.. Keke~”
“Ne.. Sayang sekali, aku tidak bisa melihatmu saat kau membuat rotinya ya..”

Kyuhyun’s POV

“Ne.. Sayang sekali, aku tidak bisa melihatmu saat kau membuat rotinya ya.. wajahmu yang lucu itu,”

Ucapannya membuatku tersedak. Aku berusaha tenang, aku membelai rambutnya,

“Yoona.. Jangan kau tangisi keadaanmu saat ini, kau masih punya dua tangan, dan dua kaki yang utuh. Coba kau lihat diluar sana, banyak yang lebih tidak beruntung darimu bukan?”

Yoona terdiam. Dan tiba-tiba bulir-bulir airmata mengalir deras dari matanya yang terpejam. Aku memeluk tubuhnya yang lemah ini, kubiarkan ia menangis dipelukanku. Aku tak ingin ia menderita karena ini..

“Nah.. Chagi.. Ayo kita ke taman!” Yoona hanya mengangguk pelan. Aku melepaskan pelukanku dan membopongnya ke kursi rodanya.

(Sampai di taman)

“Yoong… Segar kan, udara disini?” tanyaku sambil memeluknya. Lagi-lagi ia hanya mengangguk. Matanya kemudian memerah, aku sudah mengerti apa yang akan terjadi. Kudekap tubuhnya sehangat mungkin, tepat seperti dugaanku, ia menangis.

“Chagi… Huks.. Aku tak dapat melihat indahnya taman ini! Huuuu.. Huuu..” Katanya pelan. Seakan keindahan taman ini, tenggelam dalam kesedihan yang ia rasakan..

*******
author’s POV

Yoona sering menangis selama satu minggu semenjak kejadian tersebut. Kyuhyun merasa tidak berguna saat ini, karena apa yang ia lakukan tak bisa membantu Yoona. Dokter belum mendapat donor mata sama sekali. Kyuhyun tak tau lagi harus bagaimana.

Kyuhyun’s POV

KLAP!
Aku menutup pintu rumahku dan melepas mantel yang aku kenakan. Aku hendak membuat kopi untuk menenangkan diriku. Eh? Memangnya aku terkena flu? Kok hidungku meler (mianhae kata-nya ga enak–“) tisu tisu.. Aish! Tisunya habis! Aku lalu menyalakan keran dan mengelap hidungku.. Tunggu. Kenapa cairan berwarna merah ini.. Aku mimisan! Aku mendongakkan kepalaku dan berbaring di kasur. Berharap darahnya akan segera berhenti.

****************

Author’s POV

Malam berganti dengan cepat. Jam menunjukkan pukul 06.30 pagi, Kyuhyun keluar dari sebuah rumah sakit sambil membawa sebuah amplop yang ia genggam erat-erat. Kyuhyun tertunduk lesu, ia memasukki mobilnya dan langsung membuka amplop yang ia bawa tadi.

Kepada yth. Cho Gyuhyun,
Dengan ini kami atas nama Hyeongwan International Hospital, ingin memberitahukan hasil dari tes darah kemarin.

Kyuhyun tak dapat menahan air matanya walau ia belum membaca hasilnya. Tapi, Kyuhyun percaya, ia tidak mengidap penyakit apa-apa. Ia memberanikan diri membaca kelanjutannya.

Berdasarkan hasil tes darah kemarin, anda POSITIF mengidap kanker darah/Leukimia dan harus dirawat intensif secepat mungkin.

Terimakasih.
Salam barbel,
Dr. Lee DongHae

14 thoughts on “[Freelance] Im sorry | Part 1

  1. KYUHYUN SAKIT LEUKEUMIA?? apa nanti kyuhyun mati?? moga – moga aja enggak tapi seterah author deh. tp aku berharap semoga kyuhyun gak mati. soalnya q gk rela Kyuhyun mati!!!

    ku tunggu part selanjutnya….

  2. Udh aja sedih baca dari atas sampe bawah, eh kalimat terakhir yg salam barbel itu menyita perhatianku..

    Sumpah gk jadi sedih gara2 salam barbelnya dr. Donghae LOL..

  3. Aish aish aish jangan bilang kyu oppa mati trz yoona jd ma donghae… Sumpah demi semangkok bakso thor, aq g relaaaaaa

  4. wah thor,,,jangan bilang nanti kyuhyun meninggal & donorin matanya bwt yoona,,,,,,,
    yah dr.nya donghae lg,,,,huhuhu

    ditunggu next partnya,,,,^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s