[Yoona’s FF Project] Surprise for You or For Me (2/2)

Judul : Sureprize to You or to Me?

Author : Cho Ri Rin

Genre : Romance

Length : Two shoot maybe.???

Rating : PG -15

“Aku tidak lupa dengan usaha Kyu oppa, eonnideul, oppadeul termasuk usahaku dengan hubungan ini. Tapi kami juga.. Ani, aku juga merasa sudah tidak ada kecocokkan lagi antara kami dan sepertinya putus adalah jalan yang terbaik.”
Dar. Jantungku terasa lepas dari jantung. Skakmat, Cho Kyuhyun.

~~^^~~
“Yoong/eonni.” panggil semua orang tak percaya terkecuali aku yang masih tercengang.
Aku menoleh kearah Yoona dan Yoona juga menoleh. Dia tersenyum, aku mencari sesuatu di matanya berharap yang dikatakannya hanya sebuah kebohongan tapi aku tidak mendapatkan apa-apa. Kejujuran atau kebohongan.
“Bukankah Kyu oppa sekarang dekat Seohyunie. Aku yakin mereka berdua lebih cocok daripada Kyu oppa bersamaku.” Jawabnya.
“Yoong.” panggilku parau.
“Aku sudah makan. Makan siang hari ini lebih menyenangkan dari sebelumnya. Gomawo, Yuri eonni sudah mentraktirku hari ini. Aku harus cepat ke lokasi syuting. Annyeong eonnideul, oppadeul, Seohyun.” Yoona beranjak dari duduknya keluar.
“Yoong.” panggil Donghae hyung yang mengejarnya.
Aku berusaha untuk mengejarnya tapi pantatku seperti terlem dengan kursi, kakikupun berat untukku angkat.
“Apa yang Yoona katakan tadi hanya mimpi?” Tanya Sooyoung ngiggau. “Baru kali ini aku melihatnya serius selama aku mengenalnya.”
“Kyu, kau tidak mengejarnya.” Saran Sungmin hyung.
Aku menggeleng. “Bukankah ini lebih baik. Aku sukses membuatnya kesal hingga memutuskan aku secara sepihak. Kita lihat saja nanti, bagaimana caranya.” Ujarku berusaha tersenyum evil.
Semua menggeleng.
“Oppa. Tidakkah itu kejam.” Sahut Seohyun.
Aku hanya menggeleng.

Yoona POV

Aku berlari keluar restoran  menuju van dimana manajer oppa berada.  Saat aku ingin masuk tiba-tiba tanganku ditahan seseorang.
“Ada apa denganmu?” tanyanya yang tak lain adalah Hae oppa.
Aku berusaha tersenyum padanya dan menggeleng.
“Jangan mengeluarkan senyum palsumu padaku. Aku kenal kau, Im Yoona. Kenapa kau melakukan ini?” tanyanya dengan nada cukup tinggi.
“Selesaikan masalah kalian didalam. Aku takut ada yang melihat kalian.” Saran manajer oppa yang berada diluar. Hae oppa mengangguk dan ikut masuk kedalam Van. Manajer oppa membiarkan kami berdua didalam Van.
Aku menangis. Aku menutup mulutku untuk menyembunyikan isakan tangis dari Hae oppa. Tapi Hae oppa menarik tanganku.
“Menangislah Yoong. Menangislah hingga kau puas sampai kau lega.” Ucapnya menarikku kedalam pelukannya.
“Oppa. Apakah aku pabo merelakan namja yang kucintai?” tanyaku diselangi isakan.
Hae oppa hanya diam dan tetap memelukku.
“Aku mencintainya sangat mencintainya tapi hatiku sakit melihatnya mencium Seohyun, memperlakukannya layaknya kekasih.”
Hae oppa mengelus kepalaku penuh kasih sayang.

Author POV

“Kau baik-baik saja.” Tanya Yuri eonni dan Sica eonni saat dikamar pada Yoona.
Yoona mengangguk berusaha menyembunyikannya. “Gwaencana eonni.”
“Jinjja?”
Yoona mengangguk. Sebenarnya ia sedang tidak baik tapi tadi saat bersama Donghae ia sudah berjanji pada namja itu untuk tidak terlarut dalam kesedihan.
Yuri dan Sica menghela nafas lalu keluar bertepatan dengan Yoona masuk kedalam kamar mandi.
“Ottohke?” Tanya Sungmin pada Yuri.
Yuri hanya menggeleng. “Dia bilang dia baik-baik saja. Aku juga bisa melihat kalau dia memang sedang baik-baik saja.” Jawab Yuri duduk disebelah Taeyoen.
“Kenapa bisa terjadi seperti ini? Bukankah kita yang memberi kejutan untuknya tapi kita mendapatkan kejutan seperti ini darinya.” Sambung Sooyoung pada semuanya.
“Apa Yoona tidak punya rasa lagi pada Kyuhyun?” celetuk Eunhyuk spontan mendapatkan pukulan dari Hyeyeon. “Jangan sembarang bicara.”
Kyuhyun yang mendengar komentar yang lain tersenyum evil. “Aku ada rencana selanjutnya.”
“Mwo? Kau gila oppa.” Marah Sunny pada Kyuhyun. “Yoona sudah seperti ini kau masih merencanakan sesuatu.”
“Sudahlah ikuti saja. Bukankah puncaknya masih tiga hari lagi.”

Selama dua hari itu Yoona menyibukkan dirinya dengan latihan bersama SNSD, ikut variety show bersama yang lain dan syuting terakhirnya.
“Aigoo, sebentar lagi kita jarang bertemu.” Ujar Si Hoo pada Geun Seuk dan Yoona.
“Ne. Oppa. Aku pasti merindukan kalian.” Terang Yoona memeluk kedua oppanya itu.
“Sudah jangan sedih. Bukankah kita bisa saling menghubungi lewat telpon.” Sahut Geun Seuk dan dibalas oleh keduanya.
“Yoona. Ada titipan untukmu.” Teriak manajernya.
“Ne. Oppa.” Yoona menunduk pada Si Hoo dan Geun Seuk untuk menghampiri manajernya. “Apa ini oppa?”
“Aku tidak tahu.”
Yoona menyambut amplop itu dan membukannya. Hingga keluar beberapa lembar foto, foto Kyuhyun-Seohyun bermesraan, foto Kyuhyun-Seohyun sedang ingin berciuman, foto Kyuhyun-Victoria sedang bermesraan.
Tes.Tes.Tes. Airmata itu keluar dengan sendirinya. “Apakah ini yang dilakukannya dibelakangku?” batin yeoja itu.  Yoona menatap kelangit mencoba untuk meredakan tangisannya. Lalu ia dengan cepat beranjak ke vannya untuk segera pulang.

Yoona masuk kedalam dormnya mendapati dorm mereka sangat ramai. ‘Kenapa akhir-akhir ini para suju oppadeul sering bermain disini. Apa tidak ada tempat lain disini?’
“Annyeong, Yoongie.” Sapa Yesung pada Yoona membuat semuanya menoleh.
“Annyeong oppa. Wah, tumben sekali dorm ramai seperti ini. Apakah ada acara special?” terang Yoona.
‘Dia memang pintar sekali berakting.’ Batin Donghae hanya menggeleng melihat Yoona.
“Tidak ada. Kami hanya ingin bertamu saja.” Sahut Shindong.
“Bertamu atau menghabiskan makanan.” Sahut Sooyoung.
Yoona terkekeh. “Kalau begitu aku kekamar dulu.”
“Chakkaman Yoong. Apa amplop itu?” Tanya Jessica yang penasaran dengan amplop yang Yoona pegang.
“Oh bukan apa-apa, hanya lembar gambar yang tidak penting.” Jawab Yoona santai.
“Bisakah aku melihatnya?” teriak Hyoyeon yang didapur ikut penasaran.
“Tentu.” Jawab Yoona melirik kearah Kyuhyun yang hanya sibuk dengan gamesnya. Yoona mengeluarkan isi photo tersebut dan menghempaskannya ke meja tempat dimana Kyuhyun duduk.
“Mwo? Apa ini?” teriak Ryeowook yang pertama kali melihatnya, membuat semua orang berkumpul melihat photo itu.
“Ini photo Kyuhyun dengan Seohyun.”
“Ini Kyu oppa dengan Vic eonni.” Komen yang lain.
Kyuhyun mengambil satu photo dan melirik kearah Yoona dengan wajah ‘ini bukan aku.’ Tapi Yoona hanya mengangkat bahu.
“Aku kekamar dulu.” Sahut Yoona berjalan kearah kamarnya tapi Kyuhyun menahan lengannya.
“Aku ingin bicara.”
Yoona melepaskan tangan Kyuhyun. “Bicara apa lagi? Bukankah ini sudah jelas kita sudah putus.”
“Tapi kau tidak bisa memutuskanku secara sepihak begini.” Terang Kyuhyun marah spontan membuat Sugen menoleh ke Weirdo couple.
“Secara sepihak? Bukankah photo itu sudah membuktikan kalau oppa memang ingin putus dariku..” Jawab Yoona dengan nada tinggi.
“Yoong. dengarkan penjelasanku dulu.” Kyuhyun melembut.
“Aku setuju kalau oppa berpacaran dengan Seohyun, tapi aku marah kalau oppa menduakan Seobaby seperti oppa menduakanku.” Jawab Yoona tegas lalu kekamarnya dilantai dua dan menghempaskan pintu kamarnya.
“Dan yang ini memang sudah keterlaluan, Kyu.” Sahut Donghae yang mengetahui hal ini.
“Maksud hyung apa?”
“Kau memang sudah kelewatan batas. Aku tau kalian merencanakan ini untuk proyek besok sehingga kalian semua tidak memberitahuku termasuk kau, Hyukie. Aku tidak marah kalian tidak memberitahuku tapi aku marah kalau kau kelewatan melukai Yoona.” Jawab Donghae santai di meja makan.
“Kenapa hyung harus marah? Aku tau hyung menyukai Yoona kan. Kau menyukai yeoja dongsaengmu sendiri.”
“Aku memang menyukai Yoona, bahkan aku mencintainya. Karena itu aku marah, marah pada caramu yang berlebihan memberinya surprise. Kalau aku jadi Yoona, aku masih bisa terima kalau kalian menyindirnya tentang aktingnya, ratingnya atau apalah tapi aku tidak terima melihat namjaku bermesraan dengan yeoja lain didalam mobil didepan mata kepalaku sendiri.” Terang Donghae.
Membuat yang lain diam dan berpikir.
Donghae beranjak dari duduknya. “Aku harap besok akan cepat datang agar aku tidak melihat Yoona seperti ini lagi karena kalian.” Donghae keluar dorm.
“Ikan itu kesurupan apa hingga bijak seperti itu.” Sahut Siwon sesaat Donghae keluar.
“Apa kita keterlaluan, oppa?” Tanya Seohyun.
Kyuhyun menghela nafas. apa yang dibilang Donghae itu memang ada benarnya.

—————–

“Happy Birthday uri Yoona.” Teriak seluruh kru dan pemain Love Rain saat mereka berkumpul setelah syuting kemarin benar-benar berakhir.
“Aigoo, apa memang hari ini ulang tahunku?” Tanya Yoona polos.
Si Hoo merangkulnya. “Tentu saja. Hari ini tanggal 30 Mei.”
“Ghamsamnida semuanya.” Ucap Yoona menunduk sambil terharu. Bahkan dia sendiri lupa dengan ulang tahunnya.
“Ayo hari ini kita bersenang-senang.”
Semua kru masuk kedalam mobil mereka masing-masing menuju suatu tempat.

“Jam berapa sekarang?” Tanya Kyuhyun pada Sunny.
“Jam tujuh malam oppa.” Jawab Sunny.
Kyuhyun menghela nafas. “Kemana dia? Tidak biasanya dia seperti ini.”
“Bagaimana ini waktu kita tinggal lima jam lagi?” sahut Ryeowook dan Sooyoung panik.
“Aku pulang.” Teriak seseorang baru masuk dorm dengan langkah gontai dan high heels ditangannya.
“Yoong.” teriak Yuri menyambutnya dibantu oleh Taeyoen.
“Kau darimana saja yoong?” Tanya Taeyoen pada Yoona.
“Oh. Tadi kami berpesta merayakan sesuatu. Katanya hari ini ulang tahunku, tapi aku tidak yakin. Bukankah hari ini tanggal dua puluh empat.” Jawab Yoona dengan gaya mabuknya.
Taeyeon dan lainnya menghela nafas melihat kearah Kyuhyun. Kyuhyun yang merasa dipandang berdiri dan langsung mengendong Yoona gaya bridal.
“Ya. Kenapa kau menggendongku? Kau ini siapa sembrang saja menggendongku? Yang boleh menggendongku hanya Appaku, Hae oppaku dan suamiku nanti. Ya. Turunkan aku.” Yoona berontak digendongan Kyuhyun, tapi Kyuhyun tetap menggendong Yoona kedalam kamarnya walaupun terbesit rasa kecewa.

Yoona POV

Aku terbangun dari tidurku. Kepalaku sangat sakit. Aku melihat kearah jam dinding sudah jam setengah dua belas tapi diluar masih kedengaran ribut. Aku beranjak dari dudukku dan berusaha untuk berjalan lalu membuka pintu. Ternyata para member Suju disini, aku menghela nafas dan berjalan kedapur.
“Kau sudah bangun? Cepat sekali.” Tanya hyoyeon eonni padaku saat aku membuka kulkas.
Aku hanya mengangguk dan menaikkan bahu sambil minum.
“Kau ini aneh sekali akhir-akhir ini dan hari ini tumben sekali kau mabuk.”
Aku tersentak. Aku mabuk. “Eonni. Apa aku tadi memang mabuk?”
Hyoyeon eonni menghela nafas dan menaruh punggung tangannya didahiku. “Untung sudah turun. Kau tau, Kyu oppa sangat mengkhawatirkanmu. Dari tadi dia yang merawatmu.”
Aku mencoba mengingat-ingat, tapi semakin aku berusaha mengingat kepalaku semakin sakit.
“Auw.” Erangku hingga terduduk membuat cangkir ditanganku ikut jatuh dan pecah.
“Yoong.” teriak Hyoyeon eonni membantuku. Aku mendengar larian kearah kami.
“Ada apa?” Tanya Leeteuk oppa khawatir.
Aku hanya menggeleng. “Gwaencana aku tidak apa-apa.” Jawabku cepat sambil memungut serpihan gelas. “Auw.” Untuk kedua kalinya aku berteriak aku menunduk menahan perih tiba-tiba ada seseorang menarik tanganku dan membawaku kesofa.
“Tutup matamu kalau kau takut.” Ujar orang itu yang tak lain adalah Kyu oppa.
Aku menutup mataku. Aku bisa merasakan sesuatu diambil dari jariku tapi saat aku membuka mataku, aku bisa melihat jariku sudah diperban rapi olehnya dan jariku dikecup lembut.
“Kata eomma, biar lukanya tidak terlalu parah.” Ujarnya menjawab keanehanku.
Aku menarik tanganku dan berusaha berdiri tapi tetap saja namja itu bisa menahanku.
“Duduklah. Aku ingin bicara.”
“Bicara apa lagi? Bukankah semuanya sudah jelas.” Terangku membelakanginya.
Kyu oppa menarikku hingga akhirnya aku duduk. “Semuanya sama sekali belum jelas. Aku mencintaimu Uoong. aku belum rela ditinggalkan olehmu.” Kyu oppa memohon.
Aku hanya tersenyum sinis. “Belum rela. Belum rela aku meninggalkanmu. Tapi nanti oppa sangat rela ditinggalkan olehku saat oppa sudah punya yeoja lain yang oppa cinta. Begitukan?”
“Yoong. Bukan itu maksudku? Aku..”
“Sudahlah oppa. Kita sudah putus. Bukankah oppa sekarang bersama Seobaby atau Vic eonni? Gwaencana, aku akan mendukungmu dengan siapa saja.” Ujarku sambil menahan airmata.
“Yoong.”
“Aiish, kenapa akhir-akhir ini aku merasa aneh dengan diriku sendiri.” Gumamku langsung berdiri menuju kamar. Hingga aku ingin naik tangga langkahku tertahan. Seseorang memelukku erat dari belakang.
“Aku mencintaimu Yoong dan akan selalu mencintaimu. Aku mohon beri aku kesempatan untuk menjelaskan salah paham ini.” Bisik Kyu oppa ditelingaku. “Aku terima kalau kau mau pukul aku, memakiku, menghajarku tapi beri aku kesempatan.”
Aku melepaskan tangannya. “Aku capek oppa. Aku capek menahan cemburu, oppa selalu dikelilingi yeoja cantik. Ya, aku memang dikelilingi para namja. Tapi disaat oppa mengetahui aku dekat dengan mereka, oppa marah hingga dua minggu oppa tidak menghubungi karena adegan ciuman itu. Tapi aku lebih cemburu melihat oppa bermesraan di mobil dengan yeoja lain didepan mataku. Apa oppa tau perasaanku melihat semua photo itu? Sakit oppa. Sakit. Aku selalu menjaga hatiku, sikapku dengan namja lain untuk menjaga perasaanmu, agar oppa tidak cemburu. Tapi apa yang oppa lakukan malah sebaliknya. Aku capek oppa.” Terangku kesal sambil membelakanginya hingga airmata yang ku tahan keluar. Aku menghapusnya kasar. Bodoh, untuk apa aku menangisinya. Aku merasakan kembali tangannya memelukku.
“Saranghae. aku melakukan ini hanya perintah dari Eunhyuk hyung untuk merayakan ulang tahunmu.” Bisiknya nakal melepaskan pelukannya.
Mwo? Merayakan ulang tahunku. Aku berusaha membalikkan badanku.
“Saengil Chukka Hamnida. Saengil Cukka Hamnida. Sarangil uri Yoona. Saengil Chukka hamnida.” Nyanyi para oppadeul dan eonnideul. Aku melihat Seohyun membawakan kue berlilin 22. Semuanya memakai topi ultah, Sungmin oppa, Ryeowook oppa dan Yesung oppa meniupkan terompet lalu Shindong oppa, Eunhyuk oppa dan Siwon oppa menyemprotkan semprotan pesta. Aku melihat Hae oppa berdiri dengan senyumannya sambil bernyanyi.
Aku melihat Kyu oppa yang tersenyum bahagia. Tentu saja dia bahagia, rencananya sudah sukses hari ini.

“Kau harus berterima kasih pada kami” Sahut Jessica eonni.
Aku mengernyitkan dahi. “Untuk apa?”
“Kau tau dapurku hancur karena ulah namjamu itu. Dia ingin membuat cake untukmu tapi selalu gagal dan akhirnya aku dan Wookie oppa yang membuatnya.” Sambung Hyoyeon eonni.
Aku melirik kearahnya yang mengeluarkan senyum evilnya.
“Ini kado dariku?” Donghae oppa menyodorkan sebuah kotak cukup besar dan duduk disebelahku.
“Gomawo oppa. Aku akan membukanya.” Ujarku langsung membuka kotak tersebut. Aku mendapati boneka yang aku inginkan saat jalan dengan Hae oppa di Myeongdo dulu. “Omo. Oppa, bukankah Teddy ini yang kita lihat waktu itu di Myeongdo. Wah, pantas saja saat aku kembali kesana tidak ada lagi.” Ujarku riang dan hanya dibalas anggukan oleh Hae oppa. Lalu ada sebuah poster.“Kimura Takuya.” Ujarku riang.
“Plus tanda tangannya.” Sambung Hae oppa.
“Gomawo oppa.” Aku spontan memeluknya erat.
“Ya. Im Yoona. Kau memeluk namja lain didepan namjachingumu.” Kyu oppa melerai pelukanku dengan Hae oppa.
“Oppa. Bukankah aku sudah jomblo. Terserahku dong mau memeluk siapa.” Cibirku sambil menjulurkan lidah.
“Aiish kau ini.” Kini Kyu oppa yang malu sendiri.
“Hahahaha.” Semua orang terkekeh.

Kyuhyun POV.

Aku melihat Yoona sendirian di balkon apartementnya. Aku mendekatinya lalu memasangkan kalung dilehernya.
“Oppa.” Ujarnya berbalik.
Aku hanya tersenyum dan menyuruhnya untuk kembali berbalik agar aku bisa memeluknya dari belakang. “Mianhee.” Ucapku.
“Untuk apa?” tanyanya sambil menyenderkan tubuhnya padaku.
“Mianhe, aku sudah kelewatan mengerjaimu. Sejujurnya itu hanya rekayasa kami saja.”
“Aku tidak percaya.”
Aku menghela nafas. aku sudah tau jawabannya. “Aku dan Seohyun tidak pernah ada hubungan lebih selain Sunbae-Hoobae dan Oppa-dongsaeng. Yang dimobil itu tidak seperti yang kau bayangkan. Kami tidak melakukan apapun. Dan soal foto, itu hanya editan, Yoong. Apa kau tidak merasa kejanggalan di foto itu?”
“Sudahlah oppa. Semuanya sudah terlambat. Kita sudah tidak ada hubungan lagi dan percuma oppa menjelaskannya panjang lebar..”
“Apa kau tidak mencintaiku lagi yoong? Apa ada namja lain dihatimu?” tanyaku penasaran dan mengerat pelukanku.
“Aku masih mencintaimu oppa. Aku tidak bisa melupakan apapun tentangmu dan memang dihatiku ada namja lain selain oppa.” Jawabnya lembut.
Tor. Aku seperti ditembak. Yeoja ini sukses membuatku kehilangan jantungku.
“Aku tidak bisa menghapuskan Appaku dihatiku sekalipun kau memintaku.” Sambungnya.
Aku menghela nafas. Yeoja ini benar-benar. Aku tersenyum dan berbisik nakal.
“Kau mau menjadi yeojachinguku lagi?” tanyaku.
Yoona diam.
“Ani, bukan yeojachinguku tapi kau mau menjadi istriku nanti, Im Yoona?” ucapku dengan nada yang cukup kuat sambil menoleh kearahnya.
Yoona menoleh kaget. Wajah kami berhadapan, dengan cepat aku mengecup bibirnya lembut hingga yeoja itu membalasnya.

Author POV.

“Aigoo. Bukankah mereka masih dibawa umur untuk melakukan itu?” ujar Sunny diam-diam.
“Aiish. Sunny-ah seperti kau tidak pernah melakukannya dengan Sungmin hyung saja.” Sahut Siwon.
“Ada apa?” Tanya Leeteuk yang baru bergabung dengan yang lain. “Omo. Mereka.”
“Shut.” Ujar yang lain.
“Mereka romantis sekali.” Sahut Yuri pada Jessica.
“Aku iri. Aku ingin seperti ini bersama Taecyeon oppa.” Ujar Jessica yang kepalanya sukses didorong Shindong.
“Jangan mengkhayal.”
“Ternyata Kyuhyun lebih ahli dariku.” Sambung Eunhyuk dan mendapatkan jitakkan dari kekasihnya. “Appo chagi.”
Donghae yang dari tadi sibuk merekam moment itu hanya tersenyum. Walaupun hatinya sakit tapi demi kebahagiaan yeoja yang dicintainya ia merelakannya.

Saat Yoona dan Kyuhyun berciuman tidak terasa airmata jatuh kepipi keduanya.
“Saranghae.” Ucap Kyuhyun saat melepaskan ciumannya.
Yoona tersenyum. “Nado saranghae.”
Kyuhyun membalas senyumannya. “Apa jawabanmu?”
Yoona menunduk, tapi tiba-tiba ia menarik kerah baju Kyuhyun dan menjinjit lalu mencium bibir Kyuhyun. “Nee. Aku mau.” Jawabnya sambil berciuman.
Masih berciuman Kyuhyun mengangkat Yoona dan memutarkan tubuh mereka.
“Wah romantis sekali.” Teriak Tiffany iri sambil melirik kearah Siwon.
Spontan Kyuhyun menurunkan Yoona dan menghentikan ciuman lalu melirik pada Eonnideul, Hyungdeul dan Dongsaengdul mereka yang sibuk mengintip.
“Kalian mengintip ya?” ujar Kyuhyun pada SUGEN.
Semuanya berlari meninggalkan Donghae yang masih merekam.
“Oh. Ani, aku hanya memotret bintang malam ini indah sekali.” Elak Donghae menggosokkan tekuknya lalu ikut kabur.
Yoona hanya terkekeh melihat tingkah oppa kesayangan itu.
Kyuhyun menoleh kearah Yoona. ‘Akhirnya ia tertawa lagi.’ Batin namja itu. Yoona mengeluarkan senyumannya.
Kyuhyun menundukkan kepalanya lalu berciuman kembali dibawah sinar bulan malam itu.
“Krek.”
“Aku dapat.” Teriak Donghae. “Kita harus menyebarkannya besok di Twitter.” Teriaknya lagi.
“Ya. Hyung.” Kyuhyun mengejar Donghae sedangkan Yoona masuk kedalam dorm.
“Kenapa? Kau malu Kyu? Bukankah kau sudah mendahului kami melamar yeoja kami.” Terang Eunhyuk yang menghalanginya.
Sekarang gantian Kyuhyun yang kikuk dan menggosok tekuknya.
‘Ani, bukan yeojachinguku tapi kau mau menjadi istriku nanti, Im Yoona?’
Mendengar suaranya Kyuhyun menoleh kesumber suara. TV.
“Mwo? Kalian merekamnya.” Ucap pasangan Kyuna
Semua terkekeh melihat wajah keduanya yang polos.

22 thoughts on “[Yoona’s FF Project] Surprise for You or For Me (2/2)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s