[Yoona’s FF Project] Surprise for You or for Me (1/2)

Author : Cho Ri Rin

Genre : Romance

Length : Two shoot maybe.???

Rating : PG -15

Seorang namja tampak merenung sambil menyesap Cappucinonya. Tubuhnya memang duduk di ruang latihan tapi pikirannya sekarang sedang melayang tak tahu arah memikirkan yeoja yang dia cintai.
“Kenapa wajahmu murung sekali, Evil?” Tanya namja imut menghampiri namja yang dipanggilnya Evil.
Namja itu menoleh dan menggeleng lemah lalu kembali menyesap Cappucinonya. Ya, di Super Junior siapa lagi kalau bukan Cho Kyuhyun dan namja imut di Super Junior, So Pasti Lee Sungmin.
“Dia belum menghubungimu?” Tanya Sungmin lagi.
Kali ini Kyuhyun mengangguk.
Sungmin menghela nafas. Dia sudah terbiasa dengan sikap dongsaeng-nya yang akan diam seperti ini. Siapa lagi penyebabnya kalau bukan yeoja yang dicintai dongsaengnya dua tahun terakhir ini.
“Mungkin dia sibuk dengan syutingnya.” Tambah Ryeowook bergabung dengan mereka.
“Semoga saja.” Jawab Kyuhyun lemah.

————

Seorang yeoja duduk sambil memandang langit. Lingkaran dibawah matanya terlihat cukup jelas dan wajah tampak sedih.  Sambil memandang langit ia memejamkan matanya mencoba menghirup udara segar.
“Apa kabarmu oppa? Aku merindukanmu.” Gumamnya
“Hei.” Seorang namja sukses membuatnya kaget.
“Si Hoo Oppa.” Terangnya dingin.
“Ada apa denganmu? Sejak tadi aku perhatikan kau memandang langit dan bersedih.”
Yoona menggeleng. “Tidak apa.”
“Jangan berbohong padaku, Yoon..”
Yeoja itu tersenyum dan kembali menggeleng. “Aku hanya sedih karena sebentar lagi kita akan berpisah dan jarang bertemu.”
“Aku yakin kau akan merindukanku.”
Yoona hanya menghela nafas.
“Ya.Ya. Aku tau namja yang membuatmu bersikap seperti ini hanya namja berwajah tirus, berkulit pucat dan pemilik evil smile seumur hidup.” Terang Si Hoo mengacak rambut yeoja itu.
Yeoja itu memandang kearah langit yang membuatnya sedikit tenang.
“Yoona. Si Hoo. Ayo kita mulai lagi.” Teriak sutradara.
“Nee.” Teriak mereka beranjak mendekat lokasi.

———————–

“Apa kau sudah menyiapkan surprise?” Tanya Yesung pada Kyuhyun saat mereka makan malam.
“Surprise? Untuk apa?” tanyanya balik sambil melahap makan malamnya.
Member yang ada disitu mengerutkan dahi, heran.
“Apa mereka sedang ada masalah?” bisik Shindong pada Sungmin.
Sungmin menaikkan bahunya.
“Apa mereka sedang ada masalah?” tanyanya lagi pada Yesung.
“Aku tidak tahu..”
“Omo, semakin hari aktingnya semakin bagus.” Komen Ryeowook dari ruang TV.
“Nugu?” sahut Shindong masih dengan makanan dimulutnya.
“Yoona. Aigoo, aku bangga sekali bisa kenal dengannya.” Terang Ryeowook sedikit menyindir Kyuhyun.
Tapi yang disindir tidak merespon.
“Apa kau tau Yoona adalah member Shoshi berpenghasilan terbanyak sama seperti Siwon? Hebat bukan. Masih muda sudah memiliki gaji tinggi.”
Kyuhyun menghentikan makannya. Lalu beranjak dari duduknya. “Aku sudah makan.” Jawabnya dingin langsung beranjak kekamarnya.
Yesung, Ryeowook, Sungmin, Shindong dan Eunhyuk menatapnya aneh.

Kyuhyun POV.

“Omo, semakin hari aktingnya semakin bagus.” Komen Ryeowook hyung dari ruang TV.
“Nugu?” sahut Shindong hyung masih dengan makanan dimulutnya.
“Yoona. Aigoo, aku bangga sekali bisa kenal dengannya.” Terang Ryeowook.
Seketika jantungku berdetak cepat mendengar nama itu tapi aku berusaha untuk melanjutkan makanku.
“Apa kau tau Yoona adalah member Shoshi berpenghasilan terbanyak sama seperti Siwon? Hebat bukan. Masih muda sudah memiliki gaji tinggi.”

Aku mengacak rambutku frustasi, sampai sekarang aku belum pernah menonton drama tersebut. Kalian tau kenapa? Karena drama itu Yoona jarang menghubungiku. Karena drama itu hubungan kami jadi seperti ini. Ditambah ada scene Kiss antara Yoona dan Jang Geun Seuk. Jangankan membayangkan adegan tersebut, mengingatnya saja kepalaku sudah pusing. Lebih baik aku beristirahat.

Author POV

Super Junior masuk kedalam gedung SMEnt untuk latihan, di arah berlawanan member SNSD berjalan mendekat.
“Annyeong oppadeul.” Ucap para member SNSD minus Yoona kompak.
“Annyeong.” Balas seluruh member Super Junior.
Kyuhyun tampak mencari seseorang diantara gadis itu.
“Dimana Yoona?” Tanya Sungmin yang mengerti keadaan dongsaengnya.
“Oh, Yoona eonni sedang di jalan dari lokasi syuting oppa. Mungkin sebentar lagi datang.” Jawab Seohyun dengan senyuman.
Sungmin hanya mengangguk sambil menatap Kyuhyun yang terlihat kecewa.

—————

“Kenapa kau tampak lesu? Apa ada masalah?” Tanya Leeteuk yang daritadi memperhatikan magnaenya.
“Tidak ada.”
Leeteuk menghela nafas berlalu dan tiba-tiba Donghae menghampirinya.
“Kau sedang ada masalah dengan Yoona?” tebak Donghae.
Kyuhyun menelan ludah, hyungnya benar. Tapi Kyuhyun tidak mungkin menceritakan masalahnya pada namja yang juga mencintai Yoona-nya. Kyuhyun hanya menggeleng.
Donghae tersenyum, dia sangat mengenal Kyuhyun. Tidak ada orang yang bisa membuat Kyuhyun lupa dengan games sekalipun dia ada masalah kecuali Yoona, bahkan tidak orangtuanya.
“Jangan terlalu gengsi untuk menghubunginya duluan. Bukankah enam hari lagi ulang tahunnya. Aku yakin di hari ulang tahun ia membutuhkanmu.”
Kyuhyun mendengar itu tersentak kaget dan menoleh kearah Donghae. ‘Enam hari lagi Yoona ulang tahun? Aigoo, aku  namjanya saja lupa ulang tahunnya.’ Gerutu Kyuhyun dalam hati.
“Latihannya sudah cukup, kalian boleh istirahat.” Terang Leeteuk pada yang lain. Membuat Donghae dan Kyuhyun beranjak dari duduknya.
“O iya, tadi Hyeyeon mengirim pesan kalau makan siang nanti kita di ajak makan siang bersama para Shoshi. Katanya, Yoona mau mentraktir kita.” Terang Eunhyuk yang hanya dibalas anggukan oleh yang lain kecuali Kyuhyun.
“Ini kesempatan baik untuk bertemu dengannya.” Gumam Kyuhyun.

“Dimana Yoona?” Tanya Taeyoen pada yang lain. “Bukankah tadi bersama kita?”
“Tadi Yoona eonni izin sebentar katanya mau beli sesuatu untuk abeoji. Katanya kalau para eonnideul ingin pesan, pesan saja.” Jawab Seohyun lembut.
“Baiklah. Kalian pesan saja.”
“Para oppadeul kemana? Katanya Yoona juga mengundang mereka?” Tanya Tiffany murung karena ia sangat berharap bisa bertemu dengan Siwon-nya.
“Sudah tunggu saja. Aku yakin Siwon-mu itu akan datang.” Tambah Jessica.
“Apa kau berharap Taecyeon oppa ada disini?” sindir Sunny.
Tanpa Jessica sadar ia mengangguk. “Sudah pesan saja. Jangan banyak bertanya.” Elak Jessica.
“Annyeong, dongsaengdeul.” Ucap para member Super Junior yang baru datang.
“Annyeong oppadeul.” Balas mereka.
Para member Suju menggabungkan meja antara mereka dengan SNSD.
“Yoona bilang pesan saja apa yang kalian mau.” Terang Fanny semangat yang duduk disebelah Siwon.
“Memang Yoona kemana, chagi?” Tanya Siwon.
“Dia sedang membeli sesuatu untuk abeoji.” Jawab Tiifany. “Oppa mau pesan apa?”
“Sama denganmu.”
Kyuhyun yang untuk kesekian kali gagal bertemu, ani belum bertemu yeojanya tampak risau. Dia mengeluarkan ponselnya dan mengirim sebuah pesan.

‘Kau dimana, Yoongie?’

“Aku disini, oppa.” Bisik Yoona ditelinga namjanya. Membuat namja itu cukup kaget walaupun dengan cepat ditutupinya.
“Kau darimana saja?” Tanya Jessica pada Yoona.
Yoona duduk diantara Kyuhyun dan Donghae, “Aku hanya membeli obat untuk Appa. Eonni bilang kalau beberapa hari ini Appa sakit, mungkin nanti malam aku akan tidur dirumah. Apakah boleh, Taeng eonni?” Jawab Yoona.
Taeyoen mengangguk. “Tentu saja boleh.”
“Memang abeoji sakit apa?” Tanya Donghae dan Kyuhyun serentak penuh perhatian.
Semua orang yang disana diam. Mereka semua tau kalau Donghae mempunyai perasaan pada Yoona, hanya yeoja itu yang tidak menyadarinya dan kejadian barusan sukses membuat yang lain melongo.
“Oh. Gwaencana. Appa cuma demam, mungkin terlalu lelah bekerja.” Jawab Yoona canggung.
Kyuhyun dan Donghae hanya mengangguk mengerti.
Makan siang saat itu sangat nikmat bagi yang lain terkecuali Yoona, Kyuhyun dan Donghae. Mereka terlihat canggung satu sama lain.

Kyuhyun POV

Aku mengantarkan Yoona kerumahnya. Selama perjalanan kami hanya banyak diam. Aiish, lama tidak bertemu dengannya sukses melahirkan kecagungan antara kami.
“Oppa mau mampir?” ajaknya.
Aku melihat jam tanganku. Baru jam tujuh malam, tidak ada salahnya aku mampir melihat keadaan ayah mertua. Aku mengangguk melepaskan seatbelt dan keluar mengikutinya dari samping.
“Eonni, aku pulang.” Teriaknya saat kami masuk rumah.
“Wah, kau datang bersama Kyuhyun.”
“Annyeong noona.” Salamku menunduk. “Aku dengar abeoji sakit. Bagaimana keadaannya?”
“Appa cuma demam. Yoona saja yang terlalu berlebihan mengartikannya. Sekarang Appa belum pulang dari kantor.”
“Mwo? Sudah jam begini belum pulang. Nanti kalau ada apa-apa..”
“Gwaencanayo, Appa akan pulang bersama supirnya.” Terang noona.

————————-

Aku harus memberi apa untuk ulang tahun Yoona. Kepalaku tidak bisa berpikir saat ini.
“Ada apa?” Tanya Sungmin hyung.
“Aku bingung akan melakukan apa di ulang tahun Yoona minggu depan.” Jawabku.
“Akhirnya kau ingat ulang tahun yeojamu, kukira kau lupa dengan hal itu.”
“Awalnya aku lupa, tapi setelah Donghae hyung memberitahuku tadi aku baru ingat.” Jawabku santai.
Sungmin hyung mendorong kepalaku. “Babo. Kau yang namjanya saja tidak ingat, memalukan..”
“Ya. Hyung, aku harus melakukan apa nanti?” bentakku.
“Aku ada rencana.”

Yoona POV

Baru saja aku menyelesaikan syutingku. Akhirnya istirahat juga. Tiba-tiba seikat bunga baby breath ada dihadapanku dalam keadaan terbalik. Aku meraihnya dan tersenyum, Kyu oppa.
“Sepertinya kau sangat lelah. Kajja, kita makan siang nanti aku antar ke dorm.” Ajaknya. Tumben sekali dia ada waktu untuk seperti ini, biasanyakan dia hanya sibuk dengan gamesnya. Aku mengangguk dan meraih lengannya. Mungkin saja dia sudah berubah, bukankah manusia punya sifat yang berubah-ubah.

“Sepertinya sebentar lagi syutingmu berakhir.” Ucap Kyu oppa saat kami makan siang bersama.
Aku hanya mengangguk dan kembali melanjutkan makanku.
“Sepertinya syutingmu sia-sia saja, yoong.”
Aku tersedak dengan ucapannya langsung mengambil minumanku.
“Ya sia-sia, ratingnya saja turun merosot seperti sekarang. Apa kau yakin di episode terakhir nanti ratingnya akan naik.” Terang Kyu oppa mengeluarkan kata pedasnya. Padahal semenjak kami berhubungan, dia tidak pernah menunjukkan sifat evilnya padaku.
“Semoga saja tidak sia-sia.” Jawabku santai.
“Hmm. Bagaimana adegan ciumanmu dengan Geun Seuk? Lebih enak yang mana denganku atau dengannya?”
Aku menghentikan kegiatan mengunyahku lalu menutup mata, kenapa dia menjadi seperti ini?
“Ottohke?” Tanya-nya penasaran.
“Memangnya oppa harus mengetahuinya?” tanyaku dingin.
“Hanya antisipasi saja, kalau ciumannya lebih enak tidak salahkan aku belajar darinya. Bukankah yeojachiguku lebih menyukai ciumannya.”
Aku menghentakkan sendok dan pisau keatas meja hingga terdengar suara yang cuku keras. “Aku rasa sudah cukup, oppa. Aku sudah kenyang.” Ucapku yang beranjak dari duduk. Tak lupa aku mengambil uang untuk membayar makan siang ini lalu pergi tanpa menghiraukan bagaimana namja itu.

Aku masuk kedalam apartement dengan perasaan kesal. Entah kenapa moodku sangat tidak baik setelah bertemu dengan Cho Kyuhyun itu. Aku menutup pintu kamarku dengan keras dan aku yakin tiga detik lagi terdengar omela. Satu..Dua..Tiga..
“Im Yoona, apa kau bisa lebih kuat lagi menutup pintu.” Teriak Sica eonni.
Sekarang terserah kalian yang penting sekarang moodku sangat.sangat buruk. Tiba-tiba pintu terbuka terdapat Yuri eonni yang datang mendekatiku, lalu menghelus rambutku.
“Waeyo? Apa kau ada masalah?” tanyanya.
Aku hanya menggeleng. “Tidak ada eonni, aku hanya kelelahan syuting. Bagaimana dengan drama eonni? Lancar.”
Yuri eonni mengangguk.

“Bagaimana dengan dramamu eonni? Apa lancar? Aku dengar ratingnya semakin hari semakin naik.” Terang Sooyoung eonni saat kami nonton bersama.
“Nee. Apa yang kau dengar memang benar.” Jawab Yuri eonni semangat.
“Wah, ternyata syutingmu tidak sia-sia dong. Memang kalau akting yang bagus juga akan mendapatkan rating yang tinggi, aku yakin drama yang mendapatkan rating rendah pasti karena aktingnya kurang bagus dan dihayati.” Sahut Fanny eonni.
Aku menghela nafasku. Apakah Fanny eonni mengatakan itu dalam keadaan sadar kalau aku berada didekatnya? Aigoo Yoona kenapa kau sensitive sekali. Rating dramamu memang rendah tapi aktingmu sudah sangat bagus. Tiba-tiba ponselku bergetar.
“Yeobseyo.”
“Ada di dorm?” Tanya orang disana yang tak lain adalah Hae oppa.
“Nee. Waeyo oppa?”
“Aku akan kesana. Aku membawakan sesuatu untukmu, aku harap kau belum tidur saat aku datang.”
“Nee. Hati-hati oppa.”

—————

“Apa kalian sedang ada masalah?” Tanya Hae oppa padaku saat kami hanya berdua saja didapur.
Aku hanya mengangguk dan memberikannya cappuccino.
“Jangan terlalu dipikirkan Yoong. Fokus saja pada pekerjaanmu.”
“Kimchi ini oppa buat sendiri.” Tanyaku untuk mengalihkan pembicaraan.
“Anio. Eomma yang mengantarnya tadi dan ini spesial untukmu.”
“Mwo? Eomoni kesini. Kenapa tidak memberitahuku? Aku sangat merindukannya.” Jawabku antusias sesekali menyantap kimchi.
“Dia hanya kebetulan saja datang karena ada keperluan disini. Bagaimana keadaan abeoji ?”
“Aiish, jangan ditanya. Malam memang demam tapi siangnya langsung bugar. Aku hanya heran dengannya.”
Hae oppa mengacak rambutku. “Kau ini.” Donghae oppa memeriksa jamnya. “Sudah malam, aku harus pulang, takut Leeteuk hyung marah.”
Donghae oppa beranjak dari duduknya dan aku mengikutinya lalu mengantarkannya ke basement.
“Hati-hati oppa.” Teriakku sambil melambaikan tangan saat Hae oppa sudah naik kemobilnya. Padahal aku ingin sekali mengantarnya, Hae oppakan tidak ahli dalam menyetir.
Tiba-tiba sinar lampu menyilaukan mataku. Tepat disampingku mobil itu berhenti. Aku memperhatikan siapa yang ada didalam. Kyu oppa. Chakkaman siapa disebelahnya, Seohyun. Jadi, Seohyun dan Kyu oppa jalan bersama dibelakangku. Aku pura-pura tidak memperhatikan mereka, aigoo kenapa mereka seperti sepasang kekasih. Aku melirik kea rah mobil, aku melihat Kyu oppa ingin mencium Seohyun. Tiba-tiba dadaku terasa sesak, jadi selama ini dibelakangku mereka begini. Aku ingin berlari tapi sebuah tangan menahanku.
“Aku lupa memberikanmu sesuatu.” Ujar seseorang yang aku yakin Hae oppa.
Aku membalik menghadapnya dan menunduk. “Apa?”
Hae oppa memperhatikanku. “Kau menangis?” tanyanya sambil mencoba menghapus airmataku tapi aku menahannya. “Anio. Apa yang akan oppa berikan?”
“Oh, ini. Ada undangan untuk acara pembukaan panti asuhan baru, apa kau mau ikut?” Hae oppa menyodorkan sebuah undangan.
Aku tersenyum dan mengangguk. “Tentu saja.”
Hae oppa mengacak rambutku. “Sudah masuklah kedalam, hari sudah malam nanti kau sakit.”
Aku mengangguk dan melambaikan tanganku. “Bye oppa.”
Hae oppa mengangguk dan masih diam ditempatnya. Sesekali aku melihat kearah mobil, Kyu oppa sedang memandangku tajam. Aku tidak menyangka dia akan seperti ini.

Kyuhyun POV

Aiish. Hari ini aku tidak konsen latihan vocal gara-gara semalam. Semalam aku bermaksud untuk mengujinya tapi malah aku juga ikut terperangkap. Bagaimana ini?
“Kau kenapa?” Tanya Shindong hyung.
Aku menggeleng. “Ani..”
“Kajja kita makan. katanya kita akan makan bersama anak shoshi.” Ajak Shindong hyung.
Aku mengangguk mengikutinya. Kalau memang makan bersama lagi, ada kesempatan untuk melanjutkan rencana ini.

“Annyeong dongsaengdul.” Salam kami.
“Annyeong.”
“Dimana korban kita?” Tanya Leeteuk hyung pada yang lain.
“Seperti biasa dia sedang keluar.” Jawab Jessica.
Kami mengangguk mengerti.
“Apa Hae oppa tau rencana ini?” Tanya Taeyoen padaku.
Aku melihat ke yang lain dan menggeleng. Aku yakin mereka mengerti tentang ini, apalagi yang memberi ide ini adalah couplenya Donghae hyung, Eunhyuk hyung.
Aku duduk sambil melirik Seohyun. Aku merasa bersalah padanya karena rencana ini. Dia hanya membalas senyumku dan mengangguk tanda aku tak perlu khawatir.
“Annyeong eonnideul, oppadeul.” Salam seseorang dari suaranya aku bisa menebak dia pasti Yoona.
“Oh. Annyeong Yoona-ssi.” Balas yang lain kecuali aku.
“Wah, kau datang berdua dengan Hae oppa.” Terang Yuri.
“Nee. Tadi kami tidak sengaja bertemu.” Jawab Yoona duduk disebelahku dan disebelahnya ada Donghae hyung. Posisi yang selalu begini. Kalau para ELF atau SONE melihat pemandangan ini pasti mereka langsung membuat scandal Who’s better for Yoona? Kyuhyun or Donghae. Tapi aku tidak menghiraukan mereka lebih baik aku fokus pada gamesku.
“Oppa mau pesan apa?” Tanya Yoona
“Terserah kau saja, yoong.” jawabku serentak dengan Donghae hyung. Kenapa jawaban kami selalu serentak. Aku menghentikan bermain dan melihat yang lain dengan wajah aneh.
“Hae oppa, mau pesan apa?” Tanya Yoona lembut dan penuh penekanan pada kata Hae oppa. Jadi, dia bertanya tadi bukan untukku? Mengesalkan. Sebenarnya siapa namjanya disini.
“Hahaha. Kasihan sekali kau, Kyu.” Ledek Yesung hyung.
Aku melotot kearahnya spontan namja itu diam.
“Apa kalian sudah menyicipi kimchi kiriman eomoninya Hae?” Tanya Shindong pada rombongan Shoshi.
“Andwae. Tidak ada kimchi untuk kami.” Sahut Sunny.
“Tapi tadi pagi aku memang melihat kimchi dikotak sedang yang tinggal setengah.” Jawab Hyeyeon.
“Hehehehe. Aku yang menghabiskan setengahnya semalam.” Sahut Donghae hyung dengan cengirannya.
“Mwo? Bukankah itu titipan eomma?” teriak Eunhyuk hyung.
“Mianhee. Semalam kami lapar. Jadi, saat Hae oppa ke dorm aku dan Hae oppa makan kimchinya.” Jawab Yoona hyung polos dan sukses membuat tubuhku panas.
“Aigoo, oppa. Itukan untuk kami.” Rengek Fany.
“Mianhe. Jeongmal Mianhee, Fany-ah. Tapi memang kimchi itu spesial dibuatkan eomma untuk Yoona kok.” Jawab hyung lagi.
Berhenti Fishy Mokpo. Berhenti sebelum kesabaranku habis.
“Hei Yoong. Kenapa sekarang kau nempel dengan Hae? Bukankah kau dan Kyuhyun berpacaran.” Tanya Sungmin hyung yang dari tadi bungkam.
Aku tersentak menunggu jawaban dari Yoona.
“Oh. Tidak apa-apa, aku hanya ingin dekat saja. Bukankah sebelum aku dengan Kyu oppa berpacaran, aku lebih dekat dengan Hae oppa.” Jawabnya santai sukses membuatku tercengang.
Aku bisa merasakan semua orang sedang menatapku. Hingga tiba-tiba pesanan khusus kami datang. Aku melirik kesebelah kananku tampak Yoona memesan sesuatu untuknya dan Donghae hyung.

“Jadi bagaimana syutingmu?” Tanya Yesung hyung pada Yuri saat kami selesai makan.
“Sudah selesai oppa.” Jawab Yuri.
“Bagaimana denganmu Yoong? Bukankah ratingnya menurun.” sekarang Yesung hyung bertanya padanya.
Yoona menaikkan bahu.  “Aku tidak terlalu khawatir tentang itu oppa. Memang sih, ada yang bilang syutingku sia-sia, tapi aku tidak terlalu menghiraukannya. Karena bagiku akting, menari adalah duniaku sekalipun hasilnya buruk, aku sudah berusaha”
Aiish. Kenapa hari ini aku selalu merasa diuji begini. Bukankah yang sebenarnya diuji adalah Yoona.
“Yoona, Kyu oppa. Apa kalian putus? Sebulan ini aku tidak melihat kalian berdua seperti Sungmin oppa dan Sunny atau Leeteuk Oppa dan Taeyoen eonni?” Tanya Jessica seperti mengundangku.
“Nee/Anio.” Jawab kami serentak.
“Ada apa dengan kalian?” Tanya Siwon hyung yang dari tadi kesal dengan pancingan yang lain.
“Tidak ada apa-apa.” Jawab kami lagi.
“Aiish. Kalian ini. Apa kalian lupa bagaimana usaha kalian untuk bersama dan kau Yoong, kenapa kau bilang seperti itu?” Tanya Taeyoen yang mulai naik darah.
“Aku tidak lupa dengan usaha Kyu oppa, eonnideul, oppadeul termasuk usahaku dengan hubungan ini. Tapi kami juga.. Ani, aku juga merasa sudah tidak ada kecocokkan lagi antara kami dan sepertinya putus adalah jalan yang terbaik.”
Dar. Jantungku terasa lepas dari jantung. Skakmat, Cho Kyuhyun.

— To Be Continue —

12 thoughts on “[Yoona’s FF Project] Surprise for You or for Me (1/2)

  1. waahhh Oppa Kyuhyun ampe sgtu’a haahah
    ampe jntung’a trsa lepass hahaha
    lgian Yoona k0q buek bngt kan kyuhyun cuman mau ngtess yoona aj

    • Waahhh Oppa Kyuhyun ampe sgtu’a hahaha
      ampe jntung’a trsa lepass wkwkwkw
      lgian eonni Yoona k0q cuek bngt kan kyuhyun cuman mau ngtess Yoona aj

  2. Aigo aigo~ ya! Skatmat kau Kyu oppa .-.v
    Uwee~ Kyu oppa sabar ne? tenang ada aku disini *winkwink *brb
    Woaaa~ ada YoonHae moment *YHshipperkambuh* eh tapi nyesek ngebaca Kyu oppa yang udah enpy begitu u.u

  3. Dar skakmat, hatiku juga rasanya tertembak, tenang aja kyuppa aq juga ikut tertembak.. Kekeke
    aq tw kok ini semua untk yoona, tp knpa jd salah paham..
    Kyuppa psti sukses ngerjain yoong, wlaupn dy jg skit hati, sbr aj y kyuppa.. Kalo gak ad konflikny brti ngerjainy gak seru, smpe putus segala lg.. Aq mndkugmu kyuppa, fighting oppa..
    Daebak thor
    Hbd, Sut , Sch My deer Yoona

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s