[Yoona’s FF Project] I Wanna Love U (1/2)

Author : Kim Yeri
Genre  :: comedy, romance
Length :: TwoShoot
Rating :: PG-13

Disclaimer :: Semua cast disini, milik GB/BB mereka, SMtown, ELF/SONE,
Im & Cho Family, and of course GOD. Jangan salahkan saya kalau
Sungmin itu milikku😛

 

When to see you AGAIN, my heart beating faster

I wanted to see, that smile AGAIN

I want to see, your laugh AGAIN

Feel the heart beat faster

UNTIL FINALLY, YOU CAN LOVE ME

 

Tak ada yang tak mungkin di dunia ketika cinta tumbuh. Menabur benih cinta dan di siram setiap hari akan menghasilkan cinta yang tulus. Sama seperti yang kau lakukan. Menanam benih cinta di hatiku, menyiramnya setiap hari dan mendapatkan cinta yang tulus dariku. Tapi itu semua bualan belaka ketika ku mengetahui kau mencintainya.

 

11.27 PM KST

May, 29 2009

 

“Yoona-ah….Saranghae!” teriakku di sebuah taman dekat lokasi shootingnya. Aku mengalihkan pandanganku, mencoba menghilangkan semburat merah di pipi. Dari sudut mataku, aku bisa melihat Yoona tercengang. Aku tak bisa menahan rasa sesak di dadaku semakin lama, right? Rasa sesak yang ditimbulkan karna melihatnya tanpa ia tahu bahwa aku mencintainya. Semakin lama rasa itu harus dikeluarkan dan disampaikan, tak peduli dalam kondisi apapun.

 

“Oppa~….Mianhe…” ku dengar Yoona terisak. Aku mengalihkan pandanganku kearahnya. Dia menunduk dan menghapus air matanya dengan kasar seakan meminta air matanya agar berhenti keluar. Aku menggenggam kedua tangannya. Aku tak tahu mengapa dia minta maaf  dan menangis. Aku membawanya kepelukanku dan ku belai rambutnya. Ia tetap menangis di dadaku. Ada apa sebenarnya?

 

Dia menjauhkan dirinya padaku dan melepaskan pelukanku. Air matanya masih menetes. Ia menatapku dengan mata merah.

 

“Kenapa kau minta maaf, Yoong?” tanyaku lembut. Dia tetap membisu sambil sesekali mengusap air matanya dengan lengannya. Kini ia mengalihkan pandangannya dariku.

 

“Karena…….. Aku tak mencintaimu oppa~….Aku mencintai orang lain!” ucapnya terbata-bata. Ucapannya memang pelan tapi mampu menghunus ke dalam hatiku. Meninggalkan luka lebar dan ditaburi garam. Rasanya sakit, sangat sakit. Itulah yang kualami sekarang, broken heart.

 

***

 

Setelah mengantarnya kembali ke dorm dengan keadaan diam seribu bahasa, aku pergi lagi ke taman tadi. Memang menyakitkan ketika otakku memutar kejadian itu berulang-ulang. Tapi biarlah, jika kami memang ditakdirkan bersatu, pasti ada jalan.

 

Aku mengamati taman ini. Cukup indah memang, tapi tak berpengaruh untukku. Ku edarkan pandanganku, dan terpaku pada 2 ayunan yang kosong dan terseok diterpa angin malam. Itu adalah ayunan ku dan Yoona. Kami sering mengakui ayunan itu milik kami. Biasanya aku akan mendorong ayunan Yoona dan setelah berlaju kencang, aku baru menaiki ayunan satu lagi. Tak terbayangkan perasaanku saat itu, sangat-amat senang. Kami tertawa lepas bersama, meninggalkan rasa kantuk dan lelah setelah seharian beraktivitas. Aku tersenyum sendiri memikirkannya. Benar-benar sebuah kenyataan yang indah sekaligus menyakitkan. Di depan ayunan itulah aku menyatakan perasaanku dan ditolak olehnya. Tragis memang.

 

Yoona…Yoong…DeerYoong…GrandmaDeer…AlligatorMouth…2ndShinkin…ImChoding…WeirdoYoona…dan masih banyak lagi

Tapi satu kata untuk medekripsikan itu semua, Kau cantik, natural, dan segalanya ada padamu kecuali menyanyi kekeke~

 

OMONA! Sudah jam berapa sekarang? Ku keluarkan HP dari celana, sudah pukul 00.01 KST. Dan dengan sekali lirikan lagi, kulihat tanggalnya. May, 30st 2008, ulang tahun ‘dia’. Aku tak peduli dengan gengsi dan segala macam itu, aku tetap harus mengucapkannya!

 

To :: WeirdoYoona

 

Saengil Chukkae Hamnida, Weirdo~

 

Good Night and Sweet Dreams!!

 

Ku sentuh tombol SEND, dan terkirim. Ku tak peduli apa anggapanmu tentangku, yang terpenting aku menoreh sejarah di memorimu untuk judul ‘Orang tak tahu diri, sudah ditolak tetap saja peduli’.

Bukankah itu terdengar bagus?

 

Aku berjalan ke arah tempat mobilku terparkir. Banyak yang bilang aku tak bisa menyetir motor ataupun mobil tapi itu salah. Aku sangat mahir mengendarai kendaraan berbahan bakar bensin itu. Tapi hanya untuk diriku sendiri dan Yoona, aku bisa menunjukkannya. Aku tak mau disuruh menyetir oleh Hyung-Hyung bawelku kekeke~

 

-_-_-_-_-_-_-

 

11.49 PM KST

MAY, 29 2010

 

“Buahahaha….Benarkah? Lakukan dengan baik! Dan Jangan sampai membuatmu lelah!”

 

Aish….Suara berisik siapa ini? Tak tahukah, ada seorang malaikat sedang terlelap dengan indahnya? Dan dibangunkan oleh suara aneh dan familliar ini. Aku membuka mata perlahan. Dan apa yang kulihat benar-benar pemandangan aneh. Sungmin sedang berbicara di HP dengan seseorang larut malam begini. Jika kuamati lagi, jadi begini. Sungmin menelfon seseorang sampai larut malam, membuat tagihan Hpnya bengkak dan akan menodai imagenya sebagai orang hemat (read: pelit).

 

“Jadi Yoong masih tidur? Benar-benar kecapekan rupanya….”

 

“….”

 

“Benar-benar sibuk seperti Siwon, ckckck”

 

Seperti Siwon?? Akh ya memang benar mereka itu center atau visual di kelompok. Mereka yang paling banyak menerima job daripada semua member. Dan orang-orang berpikir mereka layak dijadikan couple. Satu lagi sekarang yang membebani pikiranku.

 

“Jadi, kau beneran mau menjejalkan satu kue itu ke muka Yoona? Aish…Jail sekali kekeke~”

 

MWO? Satu kue dimuka Yoona? Apa jadinya besok ketika di harus shooting. Bisa-bisa dia jerawatan dikasih kue dengan penuh gula-gula yang menimbulkan lemak, Iiiuuuuu u,u. Yoonaku tak cantik lagi

 

Sepertinya Sungmin tak menyadari aku menguping. Aku langsung membalikkan badanku memunggunginya dan dengan cepat mengambil HP di kantong celana pendekku. Aku menekan beberapa nomor yang kuhapal diluar kepala. Beberapa nada ‘beep’ sudah berdenyut. Setelah sudah cukup aku langsung mematikan sambungan. Dengan begini dia akan bangun.

 

Aku langsung mengetik sms yang cukup untuk memperingatkannya.

 

To :: Weirdo Yoona

 

Bangunlah! Eonni-eonnimu mau memberikan mukamu satu loyang kue! Jangan biarkan mereka menang kekeke~

Saengil Chukkae Hamnida Yoong!

 

Kutekan tombol SEND. Sudah 1 tahun sejak pengakuan, hubunganku dengannya masih tetap renggang. Ketika ia melihatku hanya tersenyum tipis dan kemudian kabur ke backstage. Ada apa dengannya? Bukankah kita bisa menjadi teman?

 

Tapi tetap, aku akan tetap menjadi orang yang selalu peduli padanya walaupun dia tidak merespon apapun. Biarlah aku menjadi malaikat di balik layar, menatapnya sambil tersenyum dari jauh, berharap sesuatu yang tak mungkin. Berharap ia membalas cintaku.

 

Tepat saat peringatan di Hpku berbunyi bahwa pesan sudah terkirim, pukul 00.00. Kuharap ia bisa terhindar dari jebakan mereka. Aminn

 

Sungmin sudah mematikan sambungan telfonnya. Dengan senyum menjijikannya ia menopang dagu sambil menggenggam HP erat-erat. Menggelikan, ia tersenyum untuk orang lain sekarang? Dimana penggemar Kyumin? Aish…Jinja!

 

Sorry, Sorry, Sorry~

Aku ingin tidur lagi tapi suara HP Sungmin berbunyi minta diangkat. Aku memasang telinga, siapa tahu itu salah satu member Soshi.

 

“Yeobeseyo?”

“…”

“MWO?! Bagaimana bisa?”

“…”

“Jadi ketika kalian mau menuang[?] kue itu ke muka Yoona, Yoong berbalik?”

“…”

“Jadi siapa yang kena?”

“…”

“MWO? Boneka watermellonmu? Kasihan…cup-cup jangan menangis lagi”

“…”

“Sudahlah, jangan menangis! Nanti kubelikan yang lebih bagus daripada itu”

“…”

“Kalau begitu kubelikan yang persis dengan itu, gimana?”

“REALLY?!” kali ini suara Sunny bisa terdengar sampai telingaku. Benar-benar tekhnik yang bagus untuk mengeluarkan uang Sungmin. Aku harus belajar darinya.

 

“Ne~ Asal kau tak menangis lagi”

“GOMAWO OPPA~” suara Sunny berhasil menembus telingaku lagi. Ku kira yang paling ribut Tiffany, ternyata semuanya sama saja. Ckckck, dasar wanita.

 

Setelah menutup telfonnya. Sungmin menghampiri lemarinya. Ia buka dan mengambil kalkulator. Dia langsung duduk di kursi di depan meja. Ia mengambil beberapa kertas dan pulpen. Huahahahaha…. ternyata dia sedang menghitung pengeluaran pulsanya dan dana untuk membeli boneka watermellon.

 

Yoona benar-benar evil. Dia sengaja mengambil boneka Sunny dan dipakainya dibalik badan. Dan hasilnya, boneka itu yang jadi sasaran empuk untuk kue tak berdosa. Hahahaha… Yoona memang tak salah berguru padaku.

 

*_*_*_*_*_*

 

May, 30 2011

02.00 AM KST

 

Aku membuka mataku. Tenggorokanku kering dan mengganggu aktivitas tidurku. Ku ambil segelas air di samping meja dan meneguknya sampai habis. Saat menaruh kembali gelas itu, aku melirik iPhoneku yang terkapar tak bernyawa. Aku mulai mengedarkan pandangan, mencari jam dinding di tengah gelapnya malam. Pukul 02.00 AM, dan dibawahnya ada kalender kecil berbentuk digital. May, 30st 2011. OMONA! Itu hari ultah Yoong! Berarti hari ini, dan aku bukan orang pertama yang mengucapkannya. Aish…. Ini pasti gara-gara taruhan minum soju dengan Yesung!

 

Aku menyambar iPhoneku yang tak berdosa itu. Ku ketik SMS paling cepet. Benar-benar diluar dugaan ini semua.  Padahal sudah terencana dengan baik jauh-jauh hari.

 

To :: Weirdo Yoona ^^

 

Saengill Chukka Hamnida!

Mian telat ^^

 

Dan sekali lagi tombol SEND. Aku kembali menjelajahi waktu dengan pikiranku. Sudah setahun lamanya, aku dan Yoona mulai kembali normal. Bercanda bersama disetiap event atau di backstage. Lucu memang mengingat 2 tahun sejak aku menyatakan perasaan, kami semakin renggang. Akh….Aku belum bisa membuang[?] perasaanku padanya.

 

Terorerot-Terorerot-Terorerorerot (Nokia Tune)

 

Aku menyambar iPhoneku kembali. Kulihat nama pemanggil dan tertera jelas, Yoona menelfonku. Ada apa? Tumben dia menelfon.

 

“Yeobeseyo?”

“Oppa~ Aku takut…”

“MWO?! Kau dimana Yoong?”

“Aku habis pemotrettan SPAO”

“Kemana unnimu? Dimana Siwon? Dimana managermu?”

“Hanya aku sendiri yang pemotrettan, yang lain besok. Oppa aku takut~”

“Tunggu aku! Jangan bergerak walau secuil pun. Ara?”

“Ne~”

 

Kumatikkan telfon denggan terburu-buru dan mengambil jaket yang berhamburan di lantai. Akh…Ini jaket Sungmin pantas pendek. Aku lepas dan mengambil Hoodieku. Keluar kamar dan meninggalkan Dorm. Biar ummateuk menceramahiku besok, toh Yoona lebih penting daripada ahjussi itu. Aku membuka garasi dan mengambil kunci yang bergelantungan di atas meja. Dan ternyata aku mengambil mobil Hyukjae. Aish….Kenapa orang pelit selalu ada disekitarku. Tak ada waktu lagi, untuk menukar mobil. Kulaju mobil sport dengan warna nge-jreng (read: Kuning) dengan kecepatan 240km/jam.

 

***

 

Ku buka pintu mobil ini. Tanpa mengacuhkan si kuning yang terparkir sembarangan di depan gedung studio SPAO. Yoona benar-benar membuatku cemas sekarang. Ku hampiri post satpam, dan bertanya macam-macam.

 

“Maaf, apa kalian tahu kalau di dalam masih ada orang?”

“Kurasa tidak, karna tadi kami baru selesai berkeliling”

“Tapi ada seorang manusia di dalam sana, biarkan saya masuk kalau begitu!”

“Tidak bisa, jangan-jangan anda maling!”

“YA! Mana ada maling setampan aku!”

“Cih, pede sekali kau! Kami masih tak percaya pada orang asing”

“Kalau begitu…..kalian ikut dibelakangku! Perhatikan gerak-gerikku mencurigakan atau tidak untuk mencuri, ok?”

“Yasudah kalau itu maumu! Tarno, kau jaga disini yah?”

“Sip, bawakan aku bebek goreng yah, mas?”

“Tenang   ̴ Pake sambel plus lalapan yah! Aku juga mau soalnya!”

“MWO?! Aish…Jinja! Satpam P’A!”

 

Aku berlari disetiap ruangan disini. Biar si Joko-satpam- itu mengejarku kelelahan. Sapa suruh ikut?! Sekarang kakiku sudah berada di arena kolam renang gedung SPAO. Kudengar tempat ini sedikit angker. Biarlah, hantu juga akan takut jika lihat muka Joko.

 

Kreck…kreck…Kreck…Cess…

 

Suara apa itu?? Kupandangi ruangan kosong ini. Memang sih lampu tidak boleh dinyalakan ketika gedung sudah tutup tapi aku tak bisa melihat apa itu dengan penerangan iPhone ini. Dengan gentle, aku menghampiri asal suara aneh. SI Joko masih belum datang lagi.

 

“Siapa itu?”

“…”

“Yoong? Apakah itu kau?”

“…”

“YOONA!”

 

Teriakku ketika mengetahui Yoona sedang meringkuk dipojok ruangan. Ia menekuk lututnya, dan menenggelamkan mukanya ke pangkuan. Dan suara tadi dari compressor dibelakang Yoona. Yoona menengadah dan menatapku tajam. Kurasa ia sedang menyesuaikan diri dengan cahaya. Akhirnya ia tersenyum dan merentangkan kedua tangannya. Aku mendekat dan memeluknya hangat. Aku bisa merasakan betapa gemetarnya dia. Im Yoona takut kegelapan dan sendirian, dan terkutuklah untuk orang yang meninggalkan dia disini.

 

***

Saat di mobil, ku berikan hoodieku untuknya.

“Kenapa kau bisa disitu?”

“Aku sudah mau pulang tapi ketika aku menengok ke ruangan tadi. Kurasa ada yang ganjil dan aku masuk.”

“Ganjil? Apa maksudmu?”

“Aku melihat seorang anak kecil melambai kearahku, dan mukanya mirip denganmu.”

“Lalu?”

“Ketika aku menghampirinya, matanya merah dan mengeluarkan darah dan kulitnya membiru seperti mayat”

“SUDAHLAH! JANGAN CERITAKAN LAGI!”

“Belum selesai oppa, dia mengulurkan tangannya yang penuh sisik ikan padaku”

“YOONG!”

“Dan akhirnya ia bilang, ‘Saengil Chukka Hamnida! Kau kena Trap!’ ”

“…”

“Oppa apa kau tak sadar ini semua jebakan?”

“…”

“Satpam di post satpam itu Changmin Oppa dan Amber! OPPA!”

“…”

“Oppa, apa kau tak apa? OPPA!”

 

Dan akhirnya semua menjadi gelap dimataku.

 

-TBC-

6 thoughts on “[Yoona’s FF Project] I Wanna Love U (1/2)

  1. aish, pengen bgt menghilangkn kata TBC itu dri sana, hoho
    Lanjut author-nya, kelanjutannya benar2 membuat saya penasaran😄
    KYUNA!!!!! wkokoko😄

  2. Mwo TBC, aish kata yg menyebalkan..
    Daebak thor,, ini kok yg dikerjain kyuppa? Pdhal yg ultah yoonnie ..
    Penaran thor, cpet lanjut jebal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s